Aric menatap Kaela dengan rasa ingin tahu yang besar. "Kaela, mengapa tiba-tiba kau menceritakan tentang orang tuamu dan bagaimana ini terkait dengan dunia ini?"
Kaela merasa tertekan karena telah membawa cerita pribadinya ke hadapan rekannya. "Maaf, Aric. Saya hanya merasa bahwa Anda perlu mengetahui bahwa pernikahan orang tua saya telah menjadi sumber penderitaan yang panjang. Dan meskipun ini adalah dunia yang unik, masalah rumah tangga ini masih memiliki dampak pada dunia dalam portal ini."
Kaela merasa tertekan karena telah membawa cerita pribadinya ke hadapan teman-temannya. "Maaf, Aric. Saya hanya merasa bahwa Anda perlu mengetahui bahwa pernikahan orang tua saya telah menjadi sumber penderitaan yang panjang. Dan meskipun ini adalah dunia yang unik, masalah rumah tangga ini masih memiliki dampak pada dunia ini."
Aric melihat Kaela dengan penuh empati. "Kaela, kita adalah teman, dan kami di sini untuk membantumu. Bagaimana kita bisa membantu?"
Kaela mengambil napas dalam-dalam dan mulai menceritakan kisah yang telah ia pendam begitu lama. "Orang tua saya menikah dengan paksa bertahun-tahun yang lalu. Pernikahan itu adalah hasil dari perjanjian yang dibuat oleh keluarga kami. Ayah saya berasal dari suku manusia biasa, sementara ibu saya berasal dari suku manusia kupu-kupu. Pernikahan itu adalah pernikahan paksaan yang tidak hanya menghancurkan kebahagiaan mereka, tetapi juga menciptakan dunia unik ini."
Teman-temannya mendengarkan dengan serius, merasakan beban yang ada pada Kaela. Erika berkata, "Kaela, kami memahami sekarang. Kami akan berusaha membantu."
Rizal menambahkan, "Kami harus mencari cara untuk mengakhiri penderitaan ini. Apa yang harus kita lakukan, Kaela?"
Kaela menatap teman-temannya dengan harapan di matanya. "Kita harus menghancurkan rumah tangga orang tua saya. Itu adalah satu-satunya cara untuk menghentikan penderitaan ini."
Aric, Erika, dan Rizal bertukar pandang sebelum akhirnya mengangguk. Mereka tahu bahwa tindakan ini akan memiliki konsekuensi besar, tetapi mereka juga tahu bahwa melanjutkan ketidakbahagiaan ini bukanlah pilihan.
Dengan berat hati, mereka mulai merencanakan bagaimana caranya menghancurkan rumah tangga orang tua Kaela. Itu adalah tugas yang sulit dan berbahaya, tetapi mereka telah bersumpah untuk melindungi Kaela dan menghentikan penderitaan yang telah dia alami.
Mereka bekerja dalam kegelapan, merencanakan setiap langkah dengan hati-hati. Namun, yang mereka tidak tahu adalah bahwa setiap tindakan mereka membawa dunia dalam portal ini menuju kiamat.
Ketika akhirnya mereka berhasil menghancurkan rumah tangga orang tua Kaela, dunia dalam portal itu mulai bergetar dan gemetar. Bencana alam yang dahsyat melanda, dengan hujan meteor, gempa bumi, dan letusan gunung berapi yang mengancam seluruh kehidupan di dalamnya. Rencana mereka telah membawa akibat yang tidak terduga, dan sekarang, mereka harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah kehancuran yang mereka picu."
Tiba-tiba, Kaela tertawa dengan nada yang meremehkan. "Kalian benar-benar bodoh, bukan?" katanya dengan sinis. "Kalian telah menuruti perintahku tanpa berpikir panjang. Kalian telah menjadi orang-orang jahat yang menghancurkan sesuatu yang tidak bersalah."
Aric dan teman-temannya terdiam, bingung dan terkejut oleh reaksi Kaela. Mereka tidak mengerti apa yang terjadi.
"Ternyata, mereka adalah korban kebohongan kaela," Kaela tertawa lagi. "Kalian telah membantu saya membebaskan diri dan mengubah dunia ini. Dan kini, kalian telah dijebak di dalamnya."
Mereka mencoba untuk merespons, tetapi tanpa peringatan, Aric dan teman-temannya tiba-tiba menghilang. Kaela tersenyum dengan puas, sambil menatap kehancuran di sekelilingnya.
Sekarang, muncul pertanyaan besar: Siapa sebenarnya Kaela, dan mengapa pernikahan yang hancur bisa menghancurkan dunia ini? Aric dan kawan-kawannya telah jatuh ke dalam perangkap yang rumit, dan petualangan mereka yang sudah rumit semakin dalam ke dalam misteri yang lebih besar lagi.
Dalam kepanikan, Aric dan kawan-kawannya berusaha mencari portal kembali untuk melarikan diri dari kehancuran yang semakin dekat. Mereka berlari melewati reruntuhan, mencari tanda-tanda portal yang bisa membawa mereka ke alam lain.
Aric: "Kita harus cepat menemukan portal, teman-teman! Kehancuran ini semakin mendekat!"
Erika: "Aku melihat cahaya di sana, Aric! Mungkin itu portalnya!"
Rizal: "Ayo, berlari ke arah cahaya itu!"
Mereka berlari secepat mungkin menuju cahaya yang tampaknya adalah portal sebagai penyelamat mereka. Sementara dunia dalam portal yang mereka hancurkan terus runtuh, mereka berharap dapat melarikan diri tepat waktu.
Mereka berlari dengan nafas tersengal-sengal, merasakan getaran bumi yang semakin kuat di sekitar mereka. Portal cahaya semakin mendekat, namun kehancuran yang mendahului mereka semakin cepat pula.
Aric: "Kita harus segera masuk ke portal ini sebelum semuanya runtuh di sekitar kita!"
Erika: "Ayo, cepat! Tidak ada waktu lagi!"
Rizal: "Sekarang atau tidak pernah!"
Dalam momen ketegangan, mereka akhirnya mencapai cahaya terang portal. Tanpa ragu, mereka melompat ke dalamnya dan merasakan sensasi aneh yang melilit tubuh mereka.
Apa yang akan mereka temui di alam baru yang menanti mereka? Mereka tahu bahwa petualangan mereka belum berakhir, dan misteri yang lebih besar masih menunggu di depan sana.
Di dalam portal, suasana menjadi tenang. Mereka berdiri dalam kegelapan total, hanya ditemani oleh gemuruh samar-samar yang mereka rasakan.
Erika: "Ini... aneh. Di mana kita berada sekarang?"
Rizal: "Apa portal ini membawa kita ke dunia yang benar-benar berbeda lagi?"
Aric: "Saya rasa kita harus berhati-hati. Kita telah mengetahui bahwa keputusan kita bisa memiliki dampak besar."
Mereka berjalan perlahan di dalam kegelapan, mencoba mencari tahu lingkungan baru mereka. Tidak ada yang mereka lihat selain kegelapan yang tak berujung.
Erika: "Saya merasa seperti kita harus mencari cahaya atau petunjuk di sini."
Rizal: "Tapi bagaimana kita bisa tahu di mana kita harus mencarinya?"
Aric: "Kita harus tetap bergerak, teman-teman. Siapa tahu apa yang menunggu kita di ujung kegelapan ini."
Mereka terus bergerak dalam kegelapan yang mengelilingi mereka. Setiap langkah yang mereka ambil terasa seperti langkah ke dalam ketidakpastian yang lebih dalam lagi. Suasana semakin menegangkan ketika mereka merasa bahwa mereka tidak sendirian di sana. Terdengar suara-suara samar, seperti bisikan angin, yang membuat mereka merinding.
Erika: "Apakah kamu juga mendengar itu?"
Rizal: "Ya, ini membuatku merasa tidak nyaman. Apa kita benar-benar sendirian di sini?"
Aric: "Saya tidak yakin, tetapi kita harus tetap waspada."
Mereka terus berjalan, mengikuti suara-suara misterius itu. Semakin lama, suara itu semakin jelas, meskipun mereka belum bisa mengidentifikasinya. Namun, ketika mereka mencapai titik tertentu dalam kegelapan, mereka dihadapkan pada pemandangan yang membuat mereka terbelalak.
Di depan mereka, ada cahaya yang menyilaukan. Itu adalah cahaya yang sangat terang, hampir tidak bisa mereka lihat. Dan di tengah cahaya itu, mereka melihat sosok-sosok yang tampaknya mengambang.
Erika: "Apa itu? Siapa mereka?"
Rizal: "Saya tidak tahu, tapi mereka tidak tampak seperti manusia biasa."
Aric: "Kita harus berhati-hati. Ini bisa menjadi hal yang berbahaya."
Mereka terus berdiri di tempat mereka, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sosok-sosok itu semakin mendekat, dan saat mereka mendekati cahaya yang menyilaukan, sosok-sosok itu semakin terlihat jelas.
Ternyata, mereka bukan manusia biasa. Mereka adalah makhluk-makhluk yang belum pernah mereka temui sebelumnya, dengan bentuk dan cahaya yang tidak bisa dijelaskan. Mereka tersenyum ramah, tetapi ada keangkeran yang tak terelakkan dalam pertemuan ini.
Aric: "Siapa kalian? Kami tersesat di sini."
Makhluk itu yang terdekat tersenyum lagi, kali ini lebih hangat.
"Berlanjut"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments