Bab 14: Bertemu dengan Geng Manusia Naga

Matahari perlahan terbenam di ufuk barat, Aric dan teman-temannya merasa telah menjalani hari yang panjang dan penuh pengetahuan. Mereka sekarang berdiri di dekat reruntuhan kuno yang penuh dengan nuansa seperti Yunani dan Romawi. Bangunan-bangunan ini, yang telah lama ditinggalkan oleh waktu, tetap menjaga keanggunan mereka bahkan setelah ribuan tahun.

Mereka mengamati pemandangan di sekelilingnya. Kolom-kolom tinggi yang hancur di sisi-sisi bangunan memberikan kesan kokoh dan megah. Dedaunan pepohonan kuno melambai-lambai dengan lembut di bawah angin yang sejuk.

Namun, pesona sejarah ini terganggu oleh suara tawa riang yang mereka dengar begitu mendekat. Saat mereka mencapai pusat perhatian, mereka melihat kelompok manusia naga yang berkumpul di sekitar objek yang tidak biasa: seekor siput yang seukuran kepala manusia.

Tertawa bersama dengan manusia naga, Aric dan teman-temannya tidak bisa menahan tawa mereka. Mereka merasa heran mengapa semua orang tertawa begitu gembira saat melihat seekor siput.

Pemimpin manusia naga, seorang sosok serius dengan tengkorak naga di kepalanya, akhirnya memutuskan untuk menghentikan tawa mereka yang terus berlanjut. "Kalian! Kenapa kalian tertawa-tawa di sini?" bentaknya dengan nada tegas.

Aric, masih tertawa, mencoba menjelaskan, "Maaf, kami hanya terkejut melihat semua orang tertawa begitu riang. Tidak apa-apa, apa yang terjadi dengan siput ini?"

Kepala manusia naga, yang masih tampak serius, menjawab, "Ini adalah ujian bagi siapa pun yang mengganggu kami. Kami adalah Geng Manusia Naga, dan kami memiliki pertanyaan yang sangat penting untukmu."

Suasana menjadi serius. Aric dan teman-temannya menunggu dengan antusias saat pemimpin manusia naga mulai memberikan pertanyaannya. Namun, suasana menjadi lebih terang ketika salah satu anggota kelompok mencoba merokok, hanya untuk melihat rokoknya terbakar oleh hembusan nafas api seorang manusia naga.

Tawa mereka pecah lagi, dan pemimpin Geng Manusia Naga semakin marah. "Hei! Kalian pikir ini lucu?"

Erika, yang kembali mengendalikan tawanya, menjawab, "Maaf, itu hanya kejadian yang tidak biasa. Kami tidak bermaksud mengganggu."

Pemimpin Geng Manusia Naga, meskipun masih agak kesal, tampaknya mulai melunak. "Baiklah, saya akan membebaskan kalian jika kalian bisa menjawab pertanyaan ini dengan cara yang lucu."

Semua berkumpul untuk mendengarkan pertanyaannya. "Apa itu hewan yang bisa menunjukkan jalan?" tanya Ketua Geng Manusia Naga.

Mereka semua terdiam sejenak, memikirkan pertanyaan itu dengan serius. Rizal tiba-tiba tersenyum dan menjawab, "Kambing! Karena suaranya beeeelok kiri, beeeeelok kanan!"

Semua tertawa, termasuk Ketua Geng Manusia Naga, yang akhirnya tersenyum. "Hebat! Kalian lucu juga. Kalian bebas pergi sekarang."

Dengan senyum lega, Aric dan teman-temannya melanjutkan perjalanan mereka, sambil tetap merenungkan pertemuan mereka yang unik dengan Geng Manusia Naga dan pertanyaan dan jawaban kocak yang Rizal berhasil jawab.

Hutan yang raksasa itu tampak mencekam di malam yang semakin gelap. Pohon-pohon raksasa membentuk langit-langit alami yang menutupi mereka dari berbagai arah. Cahaya bulan menerobos celah-celah daun, menciptakan bayangan-bayangan misterius di sekitar mereka.

Mereka mendengar rintik hujan yang semakin intens, menyentuh dedaunan dan membuatnya berkilau di bawah sinar bulan. Suara ini menciptakan latar belakang yang menenangkan, meskipun mereka tahu bahwa petualangan yang lebih besar menunggu.

Aric memandang Erika, wajahnya tercermin dalam mata Erika yang penuh keyakinan. Waktu malam ini, saat mereka memasuki hutan kuno ini, akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan mereka.

Tiba-tiba, cahaya keemasan di balik pepohonan tampak seperti panggilan yang tidak bisa mereka tolak. Portal itu memancarkan pesona magis yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Erika, yang selalu penuh dengan pertimbangan rasional, tercengang oleh keindahan portal itu. "Ini benar-benar menakjubkan," bisiknya.

Rizal, yang selama ini menjadi pengamat tajam dalam tim, mengangkat tangannya dan menunjuk portal tersebut. "Sepertinya itulah yang kita cari."

Mereka semua merasakan perasaan kebersamaan yang lebih kuat saat mereka melihat portal keemasan ini. Dalam cahaya malam yang semakin intens, mereka menyadari bahwa mereka siap untuk menghadapi apa pun yang menanti di baliknya.

Aric tersenyum lebar, memandang teman-temannya dengan mata penuh semangat. "Inilah saatnya, teman-teman. Kita harus melangkah ke dalam portal ini dan mengejar petualangan kita lebih jauh lagi. Apakah kalian siap?"

Semua mengangguk dengan tekad yang sama, dan dengan hati yang bersemangat, mereka melangkah ke

dalam portal cahaya itu. Dalam kegelapan dan misteri malam yang mendalam, perjalanan mereka yang belum berakhir berlanjut.

Setelah melangkah ke dalam portal cahaya, dunia mereka berubah dengan cara yang tak terduga. Mereka tiba di Iwamor, sebuah kota yang gemerlap dengan lampu-lampu sorot yang megah, gedung-gedung megah, dan orang-orang yang berpakaian futuristik. Tampaknya mereka telah melintasi batas waktu dan ruang yang tidak terduga.

Saat mereka mencoba memahami apa yang terjadi, seorang individu yang tidak seperti yang lain mendekati mereka. Sosok ini memiliki tubuh yang unik, dengan sayap-sayap transparan yang mengingatkan pada kupu-kupu dan mata yang berkilauan dengan warna-warni.

Erika, Aric, dan Rizal hanya bisa memandang dengan takjub. Kemudian, sosok tersebut mulai berbicara dengan bahasa yang asing namun familiar. "Apa yang sedang kalian cari di sini? Sepertinya kalian bukan dari dunia ini."

Aric menjawab dengan hati-hati, "Kami berasal dari dunia yang berbeda, kami mencari petunjuk tentang peradaban kuno yang terhubung dengan misteri alam."

Sosok unik itu tersenyum. "Aku adalah Kaela, seorang penjelajah waktu dari suku manusia kupu-kupu. Dunia ini adalah hasil dari pernikahan antara ibuku, yang berasal dari suku manusia kupu-kupu Iwamor, dan ayahku, seorang manusia biasa dari Inanuy, pada masa lalu. Epora Kuno adalah tempat di mana kami berada sekarang."

Semua terkejut oleh cerita Kaela. Bagaimana dia bisa ada di dunia ini? Apakah dia memiliki petunjuk yang mereka cari?

Erika bertanya, "Apakah kamu bisa membantu kami? Kami mencari informasi tentang keseimbangan alam yang terkait dengan peradaban kuno Iwamor, Inanuy, dan Epora."

Kaela menggelengkan kepala dengan penuh penyesalan. "Maaf, aku tidak memiliki pengetahuan tentang peradaban kuno tersebut. Namun, kita bisa mencoba mencari catatan sejarah mereka. Kita akan bekerja sama untuk menemukan petunjuk yang kalian butuhkan."

Episodes
1 Keajaiban Terlahir
2 Dihantui oleh Dingin
3 Misi Keseimbangan Elemental
4 Jejak Permata Air
5 Bisikan Elemen yang Tak Terlihat
6 Balasan Keseimbangan
7 Kontinuitas Keseimbangan
8 Bab 8: Intrik Kuno yang Tersembunyi
9 Bab 9: Jejak Misterius di Masa Kuno
10 Bab 10: Menggenggam Cahaya dalam Kegelapan
11 Bab 11. keajaiban diantara bintang
12 Bab 12: Jejak Mitos Kuno
13 Bab 13: Rahasia Terkuak di Balik Pintu Waktu
14 Bab 14: Bertemu dengan Geng Manusia Naga
15 Bab 15: kehancuran
16 Bab 16: Pertemuan dengan Warga Alam
17 Bab 17: Mencari Buku Tentang Bahasa Mahluk Panda
18 Bab 18: "Baju Ekor Panda dan Bahasa yang Konyol"
19 Bab 19 kejahatan pada masa kuno
20 Bab 20: Jejak Misteri yang Terus Berlanjut
21 Bab 21: Badit malam
22 Bab 22 Marya yang misterius
23 BAB 23 :Berpetualang di hutan.
24 Bab 24 : Apa itu kekuatan
25 Bab 25: "Jejak Petualangan Baru
26 Bab 26: Ada Apa di Gunung?
27 Bab 27: Menuju Sesuatu yang Baru
28 Bab 28: Perjamuan Kambing Hitam
29 Bab 29 "Harta Berharga laran"
30 Bab 30: "Petualangan di Pulau Bawah Laut
31 Bab 31: Keajaiban dan Misteri Pulau
32 Bab 32: Naga Emas yang suka Kopi
33 Bab 33: waktu
34 bab 34 Ke Hidupan Di Dombibor
35 bab 35. olpua
36 Bab: 36 Identitas Terungkap, Misteri Penuh Tanya
37 Bab 37: Mencari Kekuatan Baru
38 Bab 38 : Pengenal Tugas
39 Bab 39 - Arsip Kuno
40 BAB 40 Semut Raksasa.
41 Bab 41 - Alasan
42 bab 42 : Penjaga
43 Bab 43 : Permata hati
44 Bab 44: Tak Terkalahkan
45 Bab 45 : Keputusan Bodoh
46 Bab 46: Kemenangan Tak Terduga
47 Bab 47 : Aric Vs Marya
48 Bab 48: Kuburan jalan
49 Bab 49 : Takdir
50 Bab 50 : Masa lalu
51 Bab 51: Pertarungan Komedi
52 Bab 52 : Kesalahan
53 Bab 53 : Rahasia ke gelapan
54 Bab 54 : Tipu daya
55 Bab 55 : Terperangkap dalam Konspirasi
56 Bab 56 : Rahasia
57 Bab 57 : Pertarungan robot lebah
58 Bab 58 : Kamu Terkejut
59 Bab 59 : Struktur
60 Bab 60 : Pilihan di Kota Zentra
61 Bab 61 : Revolusi
62 Bab 62: Permitaan Renovasi Alam
63 Bab 63 : Elemen
64 Bab 64 : Kematian dan abadi
65 Bab 65: Intrik Politik
66 Bab 66 : Pergerakan Rahasia
67 Bab 67 Gempitan Serangan
68 68.Era baru
69 Bab 69 Di balik ke mewahan
70 Bab 70 Bahan
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Keajaiban Terlahir
2
Dihantui oleh Dingin
3
Misi Keseimbangan Elemental
4
Jejak Permata Air
5
Bisikan Elemen yang Tak Terlihat
6
Balasan Keseimbangan
7
Kontinuitas Keseimbangan
8
Bab 8: Intrik Kuno yang Tersembunyi
9
Bab 9: Jejak Misterius di Masa Kuno
10
Bab 10: Menggenggam Cahaya dalam Kegelapan
11
Bab 11. keajaiban diantara bintang
12
Bab 12: Jejak Mitos Kuno
13
Bab 13: Rahasia Terkuak di Balik Pintu Waktu
14
Bab 14: Bertemu dengan Geng Manusia Naga
15
Bab 15: kehancuran
16
Bab 16: Pertemuan dengan Warga Alam
17
Bab 17: Mencari Buku Tentang Bahasa Mahluk Panda
18
Bab 18: "Baju Ekor Panda dan Bahasa yang Konyol"
19
Bab 19 kejahatan pada masa kuno
20
Bab 20: Jejak Misteri yang Terus Berlanjut
21
Bab 21: Badit malam
22
Bab 22 Marya yang misterius
23
BAB 23 :Berpetualang di hutan.
24
Bab 24 : Apa itu kekuatan
25
Bab 25: "Jejak Petualangan Baru
26
Bab 26: Ada Apa di Gunung?
27
Bab 27: Menuju Sesuatu yang Baru
28
Bab 28: Perjamuan Kambing Hitam
29
Bab 29 "Harta Berharga laran"
30
Bab 30: "Petualangan di Pulau Bawah Laut
31
Bab 31: Keajaiban dan Misteri Pulau
32
Bab 32: Naga Emas yang suka Kopi
33
Bab 33: waktu
34
bab 34 Ke Hidupan Di Dombibor
35
bab 35. olpua
36
Bab: 36 Identitas Terungkap, Misteri Penuh Tanya
37
Bab 37: Mencari Kekuatan Baru
38
Bab 38 : Pengenal Tugas
39
Bab 39 - Arsip Kuno
40
BAB 40 Semut Raksasa.
41
Bab 41 - Alasan
42
bab 42 : Penjaga
43
Bab 43 : Permata hati
44
Bab 44: Tak Terkalahkan
45
Bab 45 : Keputusan Bodoh
46
Bab 46: Kemenangan Tak Terduga
47
Bab 47 : Aric Vs Marya
48
Bab 48: Kuburan jalan
49
Bab 49 : Takdir
50
Bab 50 : Masa lalu
51
Bab 51: Pertarungan Komedi
52
Bab 52 : Kesalahan
53
Bab 53 : Rahasia ke gelapan
54
Bab 54 : Tipu daya
55
Bab 55 : Terperangkap dalam Konspirasi
56
Bab 56 : Rahasia
57
Bab 57 : Pertarungan robot lebah
58
Bab 58 : Kamu Terkejut
59
Bab 59 : Struktur
60
Bab 60 : Pilihan di Kota Zentra
61
Bab 61 : Revolusi
62
Bab 62: Permitaan Renovasi Alam
63
Bab 63 : Elemen
64
Bab 64 : Kematian dan abadi
65
Bab 65: Intrik Politik
66
Bab 66 : Pergerakan Rahasia
67
Bab 67 Gempitan Serangan
68
68.Era baru
69
Bab 69 Di balik ke mewahan
70
Bab 70 Bahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!