Matahari perlahan terbenam di ufuk barat, Aric dan teman-temannya merasa telah menjalani hari yang panjang dan penuh pengetahuan. Mereka sekarang berdiri di dekat reruntuhan kuno yang penuh dengan nuansa seperti Yunani dan Romawi. Bangunan-bangunan ini, yang telah lama ditinggalkan oleh waktu, tetap menjaga keanggunan mereka bahkan setelah ribuan tahun.
Mereka mengamati pemandangan di sekelilingnya. Kolom-kolom tinggi yang hancur di sisi-sisi bangunan memberikan kesan kokoh dan megah. Dedaunan pepohonan kuno melambai-lambai dengan lembut di bawah angin yang sejuk.
Namun, pesona sejarah ini terganggu oleh suara tawa riang yang mereka dengar begitu mendekat. Saat mereka mencapai pusat perhatian, mereka melihat kelompok manusia naga yang berkumpul di sekitar objek yang tidak biasa: seekor siput yang seukuran kepala manusia.
Tertawa bersama dengan manusia naga, Aric dan teman-temannya tidak bisa menahan tawa mereka. Mereka merasa heran mengapa semua orang tertawa begitu gembira saat melihat seekor siput.
Pemimpin manusia naga, seorang sosok serius dengan tengkorak naga di kepalanya, akhirnya memutuskan untuk menghentikan tawa mereka yang terus berlanjut. "Kalian! Kenapa kalian tertawa-tawa di sini?" bentaknya dengan nada tegas.
Aric, masih tertawa, mencoba menjelaskan, "Maaf, kami hanya terkejut melihat semua orang tertawa begitu riang. Tidak apa-apa, apa yang terjadi dengan siput ini?"
Kepala manusia naga, yang masih tampak serius, menjawab, "Ini adalah ujian bagi siapa pun yang mengganggu kami. Kami adalah Geng Manusia Naga, dan kami memiliki pertanyaan yang sangat penting untukmu."
Suasana menjadi serius. Aric dan teman-temannya menunggu dengan antusias saat pemimpin manusia naga mulai memberikan pertanyaannya. Namun, suasana menjadi lebih terang ketika salah satu anggota kelompok mencoba merokok, hanya untuk melihat rokoknya terbakar oleh hembusan nafas api seorang manusia naga.
Tawa mereka pecah lagi, dan pemimpin Geng Manusia Naga semakin marah. "Hei! Kalian pikir ini lucu?"
Erika, yang kembali mengendalikan tawanya, menjawab, "Maaf, itu hanya kejadian yang tidak biasa. Kami tidak bermaksud mengganggu."
Pemimpin Geng Manusia Naga, meskipun masih agak kesal, tampaknya mulai melunak. "Baiklah, saya akan membebaskan kalian jika kalian bisa menjawab pertanyaan ini dengan cara yang lucu."
Semua berkumpul untuk mendengarkan pertanyaannya. "Apa itu hewan yang bisa menunjukkan jalan?" tanya Ketua Geng Manusia Naga.
Mereka semua terdiam sejenak, memikirkan pertanyaan itu dengan serius. Rizal tiba-tiba tersenyum dan menjawab, "Kambing! Karena suaranya beeeelok kiri, beeeeelok kanan!"
Semua tertawa, termasuk Ketua Geng Manusia Naga, yang akhirnya tersenyum. "Hebat! Kalian lucu juga. Kalian bebas pergi sekarang."
Dengan senyum lega, Aric dan teman-temannya melanjutkan perjalanan mereka, sambil tetap merenungkan pertemuan mereka yang unik dengan Geng Manusia Naga dan pertanyaan dan jawaban kocak yang Rizal berhasil jawab.
Hutan yang raksasa itu tampak mencekam di malam yang semakin gelap. Pohon-pohon raksasa membentuk langit-langit alami yang menutupi mereka dari berbagai arah. Cahaya bulan menerobos celah-celah daun, menciptakan bayangan-bayangan misterius di sekitar mereka.
Mereka mendengar rintik hujan yang semakin intens, menyentuh dedaunan dan membuatnya berkilau di bawah sinar bulan. Suara ini menciptakan latar belakang yang menenangkan, meskipun mereka tahu bahwa petualangan yang lebih besar menunggu.
Aric memandang Erika, wajahnya tercermin dalam mata Erika yang penuh keyakinan. Waktu malam ini, saat mereka memasuki hutan kuno ini, akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan mereka.
Tiba-tiba, cahaya keemasan di balik pepohonan tampak seperti panggilan yang tidak bisa mereka tolak. Portal itu memancarkan pesona magis yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Erika, yang selalu penuh dengan pertimbangan rasional, tercengang oleh keindahan portal itu. "Ini benar-benar menakjubkan," bisiknya.
Rizal, yang selama ini menjadi pengamat tajam dalam tim, mengangkat tangannya dan menunjuk portal tersebut. "Sepertinya itulah yang kita cari."
Mereka semua merasakan perasaan kebersamaan yang lebih kuat saat mereka melihat portal keemasan ini. Dalam cahaya malam yang semakin intens, mereka menyadari bahwa mereka siap untuk menghadapi apa pun yang menanti di baliknya.
Aric tersenyum lebar, memandang teman-temannya dengan mata penuh semangat. "Inilah saatnya, teman-teman. Kita harus melangkah ke dalam portal ini dan mengejar petualangan kita lebih jauh lagi. Apakah kalian siap?"
Semua mengangguk dengan tekad yang sama, dan dengan hati yang bersemangat, mereka melangkah ke
dalam portal cahaya itu. Dalam kegelapan dan misteri malam yang mendalam, perjalanan mereka yang belum berakhir berlanjut.
Setelah melangkah ke dalam portal cahaya, dunia mereka berubah dengan cara yang tak terduga. Mereka tiba di Iwamor, sebuah kota yang gemerlap dengan lampu-lampu sorot yang megah, gedung-gedung megah, dan orang-orang yang berpakaian futuristik. Tampaknya mereka telah melintasi batas waktu dan ruang yang tidak terduga.
Saat mereka mencoba memahami apa yang terjadi, seorang individu yang tidak seperti yang lain mendekati mereka. Sosok ini memiliki tubuh yang unik, dengan sayap-sayap transparan yang mengingatkan pada kupu-kupu dan mata yang berkilauan dengan warna-warni.
Erika, Aric, dan Rizal hanya bisa memandang dengan takjub. Kemudian, sosok tersebut mulai berbicara dengan bahasa yang asing namun familiar. "Apa yang sedang kalian cari di sini? Sepertinya kalian bukan dari dunia ini."
Aric menjawab dengan hati-hati, "Kami berasal dari dunia yang berbeda, kami mencari petunjuk tentang peradaban kuno yang terhubung dengan misteri alam."
Sosok unik itu tersenyum. "Aku adalah Kaela, seorang penjelajah waktu dari suku manusia kupu-kupu. Dunia ini adalah hasil dari pernikahan antara ibuku, yang berasal dari suku manusia kupu-kupu Iwamor, dan ayahku, seorang manusia biasa dari Inanuy, pada masa lalu. Epora Kuno adalah tempat di mana kami berada sekarang."
Semua terkejut oleh cerita Kaela. Bagaimana dia bisa ada di dunia ini? Apakah dia memiliki petunjuk yang mereka cari?
Erika bertanya, "Apakah kamu bisa membantu kami? Kami mencari informasi tentang keseimbangan alam yang terkait dengan peradaban kuno Iwamor, Inanuy, dan Epora."
Kaela menggelengkan kepala dengan penuh penyesalan. "Maaf, aku tidak memiliki pengetahuan tentang peradaban kuno tersebut. Namun, kita bisa mencoba mencari catatan sejarah mereka. Kita akan bekerja sama untuk menemukan petunjuk yang kalian butuhkan."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments