Setelah wawancara berlangsung agak lama. Bella Xia pun keluar dengan sedikit menundukkan kepala, Bella tidak menyangka jika dirinya bisa lolos, dan diterima bekerja di perusahaan besar ini.
Dia berjalan dengan girang hingga tidak melihat presdir, dia menabraknya hingga terjatuh. Saat Bella Xia meringis kesakitan, di saat itu pula dia melihat tatapan mata yang sangat dingin, sepasang manik berwarna hijau zamrud itu menatap wajah Bella.
Bella juga menatap wajah Nelson Hongli, dia terpesona oleh ketampanannya dan juga kaget. Betapa tidak? Wajah Nelson benar-benar mirip dengan wajah putra sulungnya Dean, bagai pinang dibelah dua.
Mungkin Dean adalah versi mini dari Nelson sungguh terkesan dingin. Bella merasakan aura di sekitarnya seakan-akan mencekam atas kejadian tersebut.
Namun tidak dipungkiri Bella Xia saat berhadapan dengan Nelson Hongli jantungnya berdebar-debar, dan ketika Bella menghirup aroma di tubuh Nelson, dia merasa aromanya sangat familier bagi bella Xia.
Saat Bella membayangkannya, seketika bayangan itu menghilang, karena seseorang memanggilnya.
“ Nona Anda tidak apa-apa?” Seorang pria menghampirinya. Ya, dia adalah Evan seorang sekretaris, dan asisten pribadi Nelson.
Bella masih termangu mencerna apa yang terjadi di hadapannya pun tersadar, “aarrhhh… iya saya baik-baik saja !” Bella mencoba bangkit di bantu asistem Nelson Hongli.
“ Saya minta maaf karena sudah menabrak Anda! Sambil membungkukkan tubuhnya Bella Xia meminta maaf. Namun Nelson tidak berkata apa-apa.
Sejenak Nelson Hongli merasa familier dengan kehadiran Bella Xia, dia merasa tidak asing dengan tubuh ini, dalam benaknya bertanya siapa wanita ini?
Namun dia yang selalu terlihat tenang dan bersikap dingin tidak terlalu memikirkannya, Nelson beranjak meninggalkan Bella di sana. Nelson menaiki lift. Evan menekan lantai paling atas untuk menuju ruangan presdir di mana lukas harusnya berada.
Bella Xia masih membeku, seperti kehilangan akal, dia masih kebingungan dengan apa yang terjadi, tiba-tiba ponselnya berdering dan dia pun tersadar dari lamunannya. “ Dion ya, ada apa? tanya Bella.
“ Ibu bagaimana wawancaranya, apakah semuanya lancar? apakah ibu berhasil?” Dion dengan bersemangat bertanya pada Bella.
Bella Xia menghela napasnya dengan berat sambil berkata. “ Hmmm… bagaimana ya ibu menjelaskannya? Bella sedikit menggoda putranya.
“ Apakah wawancaranya sulit?” Tidak apa-apa ibu jangan bersedih, kami berdua masih bisa menafkahimu, jadi jangan khawatir jika ibu tidak dapat bekerja.” Dion mencoba menghibur ibunya.
Bella sedikit tersenyum saat mendengar putranya berbicara seperti itu padanya.
” Ibu akan segera pulang ayo kita makan siang bersama di luar, sampaikan pada Kakakmu tidak perlu memasak makan siang!” ucap Bella.
“ Lalu apakah ibu benar-benar tidak diterima di perusahaan itu?” Dion kembali bertanya pada ibunya.
“ Jangan terlalu banyak berpikir karena ibu mulai besok sudah bisa bekerja di perusahaan Hongli Group!” dengan senang Bella memberitahu putranya.
“ Apa…selamat ibu, aku sudah merasa jika ibu akan berhasil. Ini adalah hari keberuntunganmu ibu.” Dion juga ikut berbahagia mendengarnya.
“ Ya sudah ibu tutup teleponnya ya. Sampai jumpa di rumah.” ucap Bella.
Dean sedang mengerjakan pekerjaannya di dalam kamarnya, tiba-tiba Dion berteriak, “ Dean, wawancara kerja ibu berhasil dan ibu akan mulai bekerja besok, apa kau senang? terang Dion.
“ Hmmm…” Dean hanya menganggukkan kepalanya.
“ Hanya itu jawabanmu?” Dion sedikit kesal dibuatnya.
“ Ya.”
Dion lalu melirik, menghampiri Dean, melihat apa yang dikerjakan Dean.
Jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu. Terima kasih.🙏🥰😘🌹
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Alanna Th
tabrakn dari author = jodoh
2023-09-06
5
epifania rendo
Dean duplikat ayahnya
2023-08-16
0
Ani Sumarni
Semangat Bella
awal mula bertabrakan blum
mengenali maklum 9thn,
tak ketemu mungkin ada perubahan sedikit atau blum, nyambung/terbuka Cenael Memorinya
sedikit demi sedikit saluran memorinya tayang hehehe
2023-08-06
3