Dua tahun yang lalu Dean dan Dion mulai mandiri, mereka mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak, walaupun usia mereka delapan tahun namun mereka sangat mandiri, dan cerdas.
Dean dan Dion telah menyelesaikan pendidikannya di sebuah universitas ternama di Eropa, dan mereka juga sudah bekerja sebagai model untuk pakaian anak-anak, seorang programmer dan mereka juga memiliki sebidang usaha yang di rintis dari nol.
Mereka memiliki kecerdasan yang luar biasa, dan bisa dikatakan mereka adalah bocah jenius . Terkadang Bella xia memikirkan dan bertanya-tanya siapa ayah kandung dari keduan putranya? Karena ukiran wajah kedua putranya bukanlah wajah miliknya.
Kedua putranya memiliki wajah yang sangat tampan, wajahnya seperti sebuah ukiran yang di pahat dengan susah payah, yang nyaris sempurna. Warna bola matanya hijau zamrud membuat orang-orang sangat terpesona kala memandang wajah mereka.
Anak-anak memiliki postur tubuh yang sangat proporsional untuk usia mereka, keduanya juga cukup tinggi di usia mereka sekarang.
Dean dan Dion juga memiliki kulit putih seputih salju yang meliputi tubuhnya, Dean adalah tipikal anak yang pendiam; selain tampan, dia tidak terlalu banyak bicara, angkuh, dan memiliki tatapan yang tenang, dan juga jarang tersenyum yang menambah kesan dingin padanya.
Namun terlepas dari semua itu dia tetaplah anak yang di idamkan oleh para orangtua lain. Sedangkan Dion juga tidak kalah tampan dari kakaknya.
Dion sedikit lebih ceria daripada Dean, dia selalu tersenyum di mana pun, dan pada siapa pun, dia sangat ramah pada orang lain. Berbeda dengan Dean, yang pembawaannya memang dingin.
Namun. Keduanya sangat perhatian dan hangat terhadap Bella xia. Bahkan Bella membayangkan rupa dari laki-laki yang tidur bersamanya saat itu, dengan sedikit melihat wajah tampan kedua putranya.
“ Ibu, bukankah kami sudah melarangmu untuk pergi bekerja?” tanya Dion.
“ Tapi ibu tetap harus bekerja nak, walaupun kalian sudah bisa menghasilkan uang sendiri, tapi bagaimanapun ibu masih ibu kalian, yang harusnya menafkahi kalian berdua.” timpal Bella.
“ Apakah ibu takut jika ibu tidak bekerja, kita tidak akan bisa memenuhi kebutuhan kami sehari-hari? Kami masih sanggup menafkahimu ibu! jangan takut kita jatuh miskin! kami berdua memiliki banyak uang untuk diberikan padamu ibu.” terang Dean.
“ Bukan begitu nak, tapi ibu ingin bekerja, melanjutkan cita-cita ibu. Ingin kembali menjadi seorang desainer perhiasan lagi, ibu ingin mendapatkan pekerjaan ini.”
Bella xia sedikit berargumen dengan kedua putranya.
Dean yang tidak ingin mendengar perdebatan antara ibu dan adiknya itu pun berkata dengan dingin dan berwibawa, seperti seorang kepala keluarga yang memarahi anggota keluarga yang lain.
“ Sudahlah berhenti, jangan berdebat di meja makan, itu sangat menganggu. Sebaiknya kita kembali melanjutkan makan, ibu cepat-cepat habiskan makananmu, kau akan terlambat pergi wawancara.”
Mereka pun menyelesaikan sarapan pagi mereka, Dean dan Dion membereskan meja makan, sedangkan Bella sedang melihat-lihat resume yang akan di bawanya untuk wawancara hari ini.
“ Ibu, di perusahaan mana ibu akan melakukan wawancara kerja?” tanya Dion.
“ Ibu ada wawancara di perusahaan Hongli Group hari ini, ada apa? Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?” tanya Bella.
“ Aah, tidak, semoga hari ini wawancara ibu berhasil, dan dapat di terima bekerja di sana, kudengar itu adalah perusahaan yang sangat besar, aku harap ibu berhasil.” Dion memberi semangat pada ibunya.
Bantu dan dukung author dengan cara; like, vote, dan komen. Terima kasih, sehat selalu .🙏😇🥰😘🌹
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣😁
2024-08-07
0
Heni Suhaeni
semangat berkarya
2024-01-27
1
Heni Suhaeni
semangat berkarya
2024-01-27
0