Mereka berempat naik ke dalam mobil Anita Ye, dia mengantarkan Bella Xia dan kedua putranya ke apartemen Bella, yang ada di seberang kawasan elit di Jincheng.
Bella sia sebelum datang ke Jincheng telah membeli sebuah apartemen, untuk tempat tinggal Bella sia, dan kedua putranya, lewat perantara Anita ye.
Setelah mengantarkan mereka. Anita pamit untuk kembali ke kantornya, karena masih jam kerja. “ Baiklah Bella, aku harus kembali bekerja jadi aku akan meninggalkanmu dan anak-anak, ini adalah kunci apartemenmu. Lain kali aku akan mengunjungimu lagi, sampai jumpa!”
Anita ye menyerahkan kunci apartemen pada Bella sebelum pergi, Anita bahkan menciumi pipi Dean dan Dion dengan membabi buta.
Bella xia melihat wajah kedua putranya penuh dengan cap bibir dari Anita, sampai tertawa terbahak-bahak dibuatnya. Dean dan Dion saling memandang menatap wajah masing-masing.
Dion tertawa dengan renyahnya melihat wajah kakaknya penuh dengan cap bibir dengan warna listip yang cukup berani, yaitu warna merah.
Dean yang memang pembawaannya selalu tenang dan dingin itu, bersikap seolah itu semua menjijikkan, dia bahkan tidak ikut tersenyum sama sekali. Dean segera melangkah menuju kamar mandi, dia ingin segera membersihkan wajahnya.
Bella xia, dan Dion mulai membereskan barang-barang mereka di dalam apartemen, di dalam apartemen terdapat satu kamar besar, dan dua kamar berukuran kecil, mereka bertiga mulai menata barang-barang, dan membersihkan kamar mereka agar bisa beristirahat.
Ruangannya masih terlihat kosong karena belum banyak perabotan rumah tangga, Dean dan Dion telah selesai membersihkan kamar mereka begitu juga dengan Bella.
“ Ibu Sepertinya kita harus membeli alat-alat rumah tangga yang lainnya, masih banyak yang harus kita beli,” ucap Dion.
“ Ya, kau benar sayang, bagaimana kalau kita pergi ke pusat perbelanjaan? untuk membeli barang yang kita butuhkan!”
Dion dengan bersemangat berkata. “ Ayo bu kita pergi, aku juga ingin berkeliling di sini.”
Dean hanya menganggukan kepalanya tanda setuju.
Bella hanya tersenyum melihat tingkah kedua putranya, dengan lembut dia berkata, “ Baiklah, ayo kita pergi sekarang!”
Mereka pun pergi ke pusat perbelanjaan dengan menggunakan taksi, di dalam taksi Bella berpikir sambil menatap keluar kaca jendela. “ Akh… kota ini tidak berubah sama sekali, sama seperti ketika aku meninggalkan kota ini.” Bella teringat akan kenangan-kenangan manisnya bersama ibu dan ayahnya saat kecil dulu.
Akankah ibunya senang ketika dia membawa dua orang cucu kepadanya?
Apakah ayahnya akan menerima dia kembali dengan dua orang putra bersamanya?
Akankah hal-hal indah akan terjadi jika dia kembali ke rumah keluarga Xia lagi. Namun Bella menepis semua bayangannya, karena pada dasarnya ayahnya tega mengusir dirinya kala mengetahui Bella sedang mengandung.
“ Ibu kita sudah sampai.”
Suara Dion membuyarkan lamunan Bella.
“ Apakah kita sudah sampai?” Tanya Bella yang baru saja tersadar dari lamunannya.
“ Ibu, kita sudah sampai.” Dion kembali memberitahu ibunya.
Dean hanya memperhatikan ibunya sejak turun dari taksi menuju ke tempat yang menjual alat-alat rumah tangga, mereka pun memilih apa yang mereka butuhkan, setelah selesai memilih dan membayar tagihannya, mereka meminta dikitimkan ke alamat apartemen mereka.
Sebelum pulang ke rumah, mereka mengunjungi sebuah kedai ice cream karena sedari tadi Dion merengek ingin membeli ice cream.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara; like, vote, dan komen ya guys. Terima kasih, sehat sll.🙏🌹
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Jeremy Haya
jarang yg comment yak apa mungkin ceritanya terlalu halu ,anak usia 8thn sdh lulusan universitas
2023-09-21
4
Everlynnie❤️
bapaknya sapa sih
2023-09-04
0
Wiwik Retno Eni
njenius sih jenius,tapi jangan terlalu mencolok masak umur 8 thn sdh lulus universitas....
2023-08-29
3