Ketika mereka sedang duduk dan memakan ice creamnya, semua orang yang berada di luar kedai pun berkumpul melihat Dean dan Dion, yang sedang memakan ice cream dengan sangat anggun dan elegan, dan orang-orang mulai berdatangan memasuki kedai, para pelanggan mulai memesan, mereka ingin memesan ice cream yang di pesan Dean dan Dion.
Manajer kedai sudah mengerti situasinya, dengan sigap meminta pramusaji untuk memberikan ice crem menu andalan di kedai secara gratis pada mereka, untuk menahan mereka agar tidak cepat meninggalkan kedai.
“ Permisi nyonya ini adalah menu andalan di kedai kami, silahkan menikmati.” ucap pramusaji.
“ Kami tidaj memesan ini,” ucap Bella.
“ Manajer kedai yang meminta kami untuk menyajikannya, dan ini gratis nyonya, silahkan nyonya.” Pramusaji pun pergi meninggalkan mereka.
Terlihat orang-orang mulai berkumpul di balik kaca di luar kedai, menatap ice cream yang ada di meja mereka bertiga.
“ Sepertinya ice cream itu lezat! Aku ingin membeli varian itu,” ucap seorang pengunjung.
“ Bagaimana bisa mereka terlihat tampan hanya dengan memakan ice crem itu, sepertinya aku harus mencoba masuk ke dalam.” Seorang anak muda pun memasuki kedai.
Manajer merasakan pengaruh ibu dan anak itu cukup besar, kedainya menjadi sangat ramai ketika mereka berada di dalam kedai.
Setelah selesai memakan habis ice creamnya mereka bertiga pun meninggalkan kedainya. Manajer mengejar mereka dan mengucapkan terima kasih.
“ Nyonya tunggu.” ucap manajer seraya menyerahkan sebuah bingkisan dari kedainya. Bella dan anak-anak pun berhenti.
“ Ini adalah tanda terima kasih kami nyonya, karena anda berkunjung, kedai kami menjadi ramai, kami ucapkan terima kasih banyak.” seraya membungkuk kan tubuhnya di depan Bella dan anak-anak Bella, anak-anak tersenyum dan membungkukkan tubuh mereka membalas hormat pada manajer kedai.
Mereka pun pulang untuk menunggu barang yang telah dipesan mereka datang ke rumah.
❤️❤️❤️❤️❤️
Di dalam ruangan sebuah perusahaan besar, ada seorang pria yang berdiri di jendela gaya eropa, di sela jemarinya yang lentik itu, terselip sebatang rokok, dia sedang menghisap rokok dengan anggunnya menghadap keluar jendela.
Ya.. dia adalah Nelson Hongli, seorang tuan muda dari keluarga Hongli, yang sangat jenius, dan berbakat dalam dunia bisnis. Dia juga adalah orang yang sangat berpengaruh di negaranya.
Nelson sedang merenungi apa yang terjadi sembilan tahun yang lalu, di mana dia meniduri seorang wanita yang tidak dia kenal, seberapa keras dia melupakan kejadian itu, tapi dia tetap tidak bisa melupakannya walaupun bertahun-tahun sudah berlalu.
Aroma tubuh wanita itu masih melekat dalam ingatannya, bahkan sensasi kala bercinta dengan wanita itu, tidak bisa dia rasakan lagi meskipun bersama istinya Elena shen.
“ Tok..tok..tok”
Suara ketukan pintu, membuyarkan lamunan Nelson Hongli
“ Presdir, nyonya Hongli ada diluar dia ingin bertemu dengan anda. “ Ucap Evan sekretaris Nelson.
Nelson dengan angkuhnya, dia berkata, “ Katakan padanya aku sedang sibuk, tidak ada waktu bertemu dengannya.”
“ Katakan juga padanya lebih baik dia pulang.” Nelson memberi arahan pada Evan sekretarisnya, Nelson kembali mengisap rokoknya. Dengan begitu anggun dia menjentikkan abu rokok ke dalam asbak kaca, di sampingnya.
“ Baik, presdir.”
“ Nyonya, Presdir Nelson Hongli sedang sibuk, dan anda tidak bisa datang untuk bertamu dengannya, ataupun mengganggu presdir.” ucap Evan.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Fransiska Musilah
katakan apa?
orang bijak bilang "diam itu emas"
2024-07-06
0
KrisTie Lyiee
dasar
2023-09-17
1
d.stywn
aduh gk tau lagi dah gimana, mana dh beistri heh
2023-09-10
0