Bab 19

Mereka berpikir, "Apa yang sedang terjadi?"

Justin menjawab dengan tenang, "Dengan senang hati."

"Terima kasih, dr. Dirgantara!"

Baru setelah itu para sarjana terkemuka di bidang medis berani menegakkan tubuh.

Para penonton terkejut.

Barulah semua orang menyadari bahwa plakat itu untuk Justin, bukan untuk Arya.

"Tuan Leach, Tuan Lloyd, mengapa Anda begitu menghormati pecundang ini?" Arya melangkah maju dengan tidak percaya.

Arya langsung menerima tamparan keras, sekaligus hardikan Bryan.

Bryan berkata, "Aku telah menoleransimu sejak lama. Aku tidak menyangka bahwa kamu masih akan menyebut dr. Dirgantara pecundang. Kamu tidak tahu malu. Jika kamu berani menyebutnya pecundang lagi, aku berjanji aku akan menghancurkan klinikmu!"

"Maaf, Tuan Leach! Maaf, Tuan Leach!" Tubuh Arya bergetar hebat. Dia tidak ragu bahwa Bryan, seorang ahli medis, benar-benar bisa membuat kliniknya hancur.

"Kenapa kamu meminta maaf padaku? Minta maaf pada dr. Dirgantara!"

"Baik!" Arya menganggukkan kepalanya. Lalu dia berkata dengan enggan, "Dokter Dirgantara, maafkan aku."

"Pergi dari sini!" bentak Justin.

Arya tidak berani mengatakan apa-apa, jadi dia harus menyingkir dengan wajah suram.

Saat itu, Lily melangkah maju dan berteriak, "Ada apa denganmu? Pecundang ini lulus dari universitas yang sama denganku, dan dia adalah mantan suamiku. Aku tahu pencapaian medisnya dengan baik, dan dia bahkan tidak bisa mendapatkan sertifikat medis. Kamu memanggilnya dr. Dirgantara! Apakah kamu buta?"

"Kamu buta. Kamu tidak mengenali orang hebat! Kamu akan hidup dalam penyesalan seumur hidupmu!" Bryan melotot ke arah Lily dan melambaikan tangannya.

Seorang pria paruh baya melangkah maju dan menyerahkan setumpuk sertifikat kepada Justin, "Tuan Dirgantara, semua sertifikat Anda ada di sini."

Lily dan Arya tercengang.

Mereka berpikir, ini Pak Deon dari HHS.

Apakah pecundang itu akan menyerang balik?

"Terima kasih." Justin mengucapkan terima kasih dan menyerahkan sertifikat kepada petugas.

Petugas memeriksa sertifikat dan mengembalikannya kepada Justin sambil berkata, "Maaf mengganggumu, Tuan Dirgantara."

Dengan itu, beberapa petugas polisi segera pergi.

"Apakah kalian malu?" cibir Justin pada Arya dan Lily.

Arya tidak bisa berkata-kata, tetapi Lily berkata, "Kamu menjilat orang seperti apa? Bagaimana kamu bisa berakting begitu sempurna?"

Lily yakin rentetan acara pagi ini adalah sandiwara yang sudah direncanakan dan Justin hanya sebagai pemeran utamanya saja.

"Dokter Dirgantara memiliki keterampilan medis yang luar biasa. Kami mengagumi dan menghormatinya, jadi kami membantunya untuk membongkar tabiat aslimu!" kata Bryan.

Orang-orang berpikir, apa!

Keterampilan medis yang luar biasa!

Semua orang terkejut.

Jantung Jason berdegup kencang.

Dia berpikir, mengapa tidak mengundangnya untuk melihat apakah dia bisa menyelamatkan kakekku?

Tidak! Dia ada di pihak Jihan. Dia tidak bisa menyelamatkan kakekku. Dia mungkin akan mencelakai kakekku. Demi keamanan, lebih baik tidak mengundangnya. Seandainya dia membunuh kakekku dan membawa adikku pergi, tidak ada yang mendukungku seumur hidupku.

"Bagaimana? Apa kamu puas dengan jawaban Bryan?" tanya Justin.

"Jangan senang dulu. Jangan berpikir bahwa trik kecilmu bisa menghancurkan keluarga Aretha!" ujar Lily dengan marah.

"Kamulah yang tidak boleh senang dulu. Di masa depan, keluarga Aretha akan sangat menderita," kata Justin. Lalu ia menoleh pada Bryan.

Bryan mengerti dan berbalik berteriak di seberang jalan, "Buka pintunya!"

Tiba-tiba, kedua tirai di seberang jalan dibuka.

Kedua toko telah terhubung, dan penuh dengan orang-orang yang sibuk dengan segala macam dekorasi.

Mata Arya tiba-tiba memicing dan merasa tdak senang.

"Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dekorasi seperti yang kuminta?" tanya Justin.

"Dalam waktu tiga hari! Dekorasi akan selesai!" jawab Bryan.

Justin berkata, "Baiklah! Ketika saatnya tiba, silakan datang ke klinikku untuk menjadi tabib. Aku akan mengajarimu keterampilan medis."

"Terima kasih, dr. Dirgantara! Terima kasih, dr. Dirgantara!"

Bryan, Peyton, dan yang lainnya semuanya bersemangat.

Mereka berpikir, kami tidak ingin kembali ke rumah sakit untuk bekerja sebagai seorang ahli. Kami harus bekerja untuk dr. Dirgantara secara gratis dan mempelajari keterampilan medis sihirnya. Selama kami dapat mempelajari beberapa pengetahuan dasar dan menyebarkannya kepada keturunan kami, keturunan kami dapat menikmati kemuliaan dan kekayaan yang tak ada habisnya.

Arya, di sisi lain, duduk di tanah dengan putus asa.

Dia berpikir, pecundang itu membuka klinik di seberang klinikku. Terlebih lagi, dia mengundang begitu banyak dokter untuk menjadi asistennya. Dia ingin membuat klinikku hancur!

Seperti yang diharapkan, Justin menoleh ke arah Arya dan berkata, "Arya, mulai sekarang, kita adalah tetangga. Aku khawatir kamu harus menurunkan harga obatmu. Kalau tidak, jika tidak ada yang mengunjungi klinikmu, jangan salahkan aku karena mencuri bisnismu."

Justin menyerahkan spanduk itu pada Bryan dan pergi.

Begitu Justin pergi, sekelompok orang dari FDA bergegas ke Klinik Tradisional Pusaka.

Arya sangat cemas.

Dia langsung muntah darah.

Arya berpikir, bagaimana pecundang itu bisa begitu pendendam?

Ketika Justin kembali ke rumah dengan taksi, waktu sudah menunjukkan hampir jam makan siang.

Saat melewati toko rokok, tiba-tiba Justin teringat bahwa ayahnya biasanya merokok dengan rokok murah. Jadi, dia memutuskan untuk membeli rokok yang lebih mahal untuk ayahnya agar ayahnya bisa menyombongkan diri di depan para tetangga.

"Pak Tua, rokok." Justin tersenyum pada pria tua yang duduk di luar toko. Sudah lebih dari sepuluh tahun dia menyapa pemilik toko itu dengan panggilan tersebut.

Pemilik toko tertawa dan menunjukkan gigi kuningnya. Dia berkata dengan sungguh-sungguh kepada Justin sambil masuk ke toko, "Aku sudah mendengar tentangmu. Untungnya, kamu berhasil selamat. Jangan melakukan hal bodoh di masa depan apa pun yang terjadi. Jangan mati di sebelum aku, Nak."

"Aku pernah mati dan aku sudah tahu bagaimana hidup lebih baik. Beri aku dua karton." Justin tersenyum, menunjuk rokok mahal itu.

Pemilik toko baru saja mengambil sekantong rokok murah, dan dia tercengang. Kemudian dia bertanya, "Apakah ini yang kamu pahami setelah kamu mati sekali?"

"Ya, seseorang tidak boleh terlalu hemat seumur hidupnya," kata Justin.

"Sepertinya kamu telah melakukan perjalanan ke gerbang neraka dan mendapatkan banyak pelajaran." Pemilik toko meletakkan rokok yang lebih murah dan akan pergi mengambil rokok yang lebih mahal.

Seorang pria berambut kuning masuk dan mendorong Justin ke samping, "Pak Tua, ini urusan penting! Berikan aku rokok termahal di tokomu!"

"Sial, Todd, apa maksudmu?" kata Justin dengan tidak senang.

Lelaki berambut kuning, Todd Bowman, menatap Justin dan matanya berbinar-binar, "Oh, itu kamu, Justin. Aku pikir itu orang lain. Aku dengar kamu bercerai dan bahkan minum obat untuk bunuh diri. Apakah itu benar?"

Sejak Justin bergabung dengan keluarga Aretha, dia menjadi orang terkenal di lingkungannya.

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

beneran super duper novel lanjutkan seruuuu

2023-11-18

0

Harman LokeST

Harman LokeST

laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss

2023-09-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab 183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Bab 204
205 205
206 Bab 206
Episodes

Updated 206 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab 183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Bab 204
205
205
206
Bab 206

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!