Namun, orang tuanya tercengang.
"Justin, ayo pergi ke tempat lain. Hidangan laut di sini terlalu mahal. Apa kamu lihat harganya? Kepiting termurah seharga seratus dua puluh dolar per kilogram.
Abalon seukuran kepalan tangan masing-masing seharga delapan ratus lima puluh dolar. Kita tidak mampu membelinya," kata Hery sambil menyeka keringat dingin.
"Benar, Justin, kamu dan ayahmu telah menghabiskan semua tabungan kita di rumah sakit beberapa tahun terakhir ini. Ayo kita pergi ke restoran cepat saji untuk makan. Simpan saja tujuh belas ribu dolar untuk biaya hidupmu ke depannya dan pernikahan selanjutnya," bujuk Sandra juga. Dalam perjalanan ke sana, dia mengetahui bahwa Justin dan Lily telah bercerai.
Justin melambaikan tangan dan tersenyum, "Ayah, Ibu, aku tidak perlu menabung untuk itu. Ketika menikah dengan keluarga kaya, aku akan mendapatkan banyak uang untuk dihabiskan. Hari itu pun akan segera tiba. Bagiku, kalian telah hidup hemat selama bertahun-tahun ini. Hari ini, belilah apa pun yang kalian inginkan. Uang bukanlah masalah."
Hery dan Sandra tidak bisa berkata-kata.
Mereka tidak tahu harus berkomentar apa mengenai pemikiran Justin.
Hery dan Sandra berpikir, apakah Justin ingin menikahi istri kaya lagi?
Apa dia belum cukup mendapatkan pelajaran dari Lily?
"Justin, ayo kita ke restoran cepat saji," kata Hery. Makanan di sana terlalu mahal. Hery tidak berani membelinya.
"Ayah, dengarkan aku. Jika Ayah tidak memesan, a akan melakukannya," keluh Justin. aku yang
Kemudian, seorang pelayan berjalan mendekat dengan ekspresi merendahkan. "Pergi dari sini! Orang udik, kembalilah ke desamu. Apakah kalian tahu di mana kalian sedang berada? Aku rasa pendapatan tahunan kalian lebih kecil daripada harga makan di sini."
Justin kesal. Dia berkata, "Nona, bagaimana kamu bisa mengatakan itu? Itu sangat tidak sopan. Biar kuberi tahu. Nenek moyang orang terkaya di negara kita juga berasal dari pedesaan. Kamu hanyalah seorang pelayan. Apakah semua nenek moyangmu tinggal di kota?"
"Benar. Dia sangat jahat."
"Memangnya kenapa dengan pedesaan? Dulu aku juga orang desa yang bekerja di kota. Sekarang, aku menghasilkan satu juta tujuh ratus ribu dolar setahun. Nona, bisakah kamu menghasilkan uang sebanyak itu?"
"Dia bukan pelayan yang baik. Dia harus memberi kita penjelasan atas sikapnya. Jika tidak, aku tidak akan pernah datang ke sini lagi."
Beberapa pria kaya yang sedang memesan hidangan di samping mengungkapkan ketidakpuasan dan kecaman mereka setelah mendengar kata-kata kejam yang diucapkan pelayan tersebut.
Pada saat itu, seorang wanita yang tampak seperti seorang manajer mendekat dan bertanya, "Apa yang terjadi?"
Justin menunjuk ke pelayan dan berkata, "Dia menghinaku dan orang tuaku serta meminta kami keluar. Apakah kamu melayani pelanggan dengan cara seperti ini?"
"Maaf, Tuan." Manajer tersebut segera membungkuk kepada Justin. Kemudian, dia menatap pelayan dan berkata dengan dingin, "Bagaimana kamu bisa memperlakukan pelanggan dengan cara seperti itu? Apa kamu ingin dipecat?"
Pelayan itu panik. "Saya tidak bermaksud begitu. Saya mendengar mereka mengatakan bahwa makanan kita mahal dan mereka ingin makan makanan cepat saji. Jadi, saya meminta mereka keluar. Saya tidak bermaksud menghina mereka."
Justin langsung berkata, "Namun, harganya memang mahal, 'kan? Apa yang membuatmu berpikir bahwa orang yang makan makanan cepat saji tidak mampu makan di sini? Aku membawa orang tuaku ke sini hari ini untuk makan besar. Aku berencana menghabiskan puluhan ribu dolar di sini. Pilih antara kamu dipecat atau aku tidak akan makan siang di sini."
"Jika kamu mampu menghabiskan uang sebanyak itu, aku akan mengundurkan diri dan pergi sekarang juga!" kata pelayan itu dengan keras kepala. Dia berpikir, pakaian yang pria ini kenakan paling bernilai puluhan dolar. Puluhan ribu dolar? Memangnya dia punya uang sebanyak itu?
"Bersiaplah kalau begitu."
Justin menatap manajer tersebut, "Bawakan aku mesin gesek kartu. Aku akan membayar uangnya sebelum memesan makanan."
Manajer tersebut mengeluarkan mesin pembayaran dengan curiga.
"Perhatikan ini,"
kata Justin kepada pelayan tersebut dan berhasil membayar tujuh belas ribu dolar diiringi tatapan penasaran puluhan orang.
"Bagaimana ini mungkin?"
Pelayan itu tercengang dan melihat kwitansi yang tercetak oleh mesin dengan tidak percaya.
"Dia adalah orang kaya baru."
Orang-orang yang melihat kejadian itu terkesima.
"Apakah kamu menyesali sikap aroganmu sekarang?" tanya Justin kepada pelayan. "Ini pelajaran kecil untukmu. Ingat. Jangan pernah menilai buku dari sampulnya. Jika tidak, kamu mungkin menyinggung seseorang yang tidak boleh kamu singgung."
Setelah mengatakan itu, Justin mulai memesan makanan.
"Perkataan yang sangat bijak!"
Banyak orang di sekitarnya yang sepakat.
Segera, Justin memesan lebih dari selusin hidangan makanan laut mahal. Setelah diskon, jumlahnya pas tujuh belas ribu dolar. Dengan hormat manajer mengundang Justin dan orang tuanya ke ruang pribadi mewah.
Tak lama kemudian, lebih dari selusin hidangan makanan laut disajikan.
"Astaga! Kepiting macam apa ini? Lebih besar dari wastafel!"
"Juga, abalon macam apa ini? Ukurannya hampir sebesar mangkuk."
"Udangnya sebesar lenganku."
Hery dan Sandra melihat makanan laut raksasa di atas meja dengan kaget.
"Ayah, Ibu, jangan hanya mengaguminya saja. Makanlah," kata Justin. Dia meraih abalon kukus dan mulai menyantapnya.
Dalam perjalanan menuju restoran hidangan laut, Justin mendapatkan inti sari kultivasi. Namun tetap saja, dia masih seperti orang biasa. Justin belum makan apa pun selama tiga hari. Dia kelaparan.
"Justin, tujuh belas ribu dollar untuk sekali makan. Bukankah ..."
"Tidak apa-apa," sela Justin pada Sandra. Dia berkata, "Tujuh belas ribu dolar bukanlah uang yang banyak. Tadi, si Peyton itu memohon padaku untuk menjadi gurunya. Aku tidak setuju. Jika aku setuju, dia pasti akan bersedia memberiku seratus tujuh puluh ribu atau bahkan satu juta tujuh ratus ribu dolar."
"Jadi, jangan khawatir mengenai uang. Jika aku mengajari Peyton sesuatu, aku akan menghasilkan cukup uang untuk membeli sebuah vila besar."
"Itu benar!"
Mendengar perkataan Justin, Sandra merasa jauh lebih tenang dan bisa menerima harga makan siang mereka.
Justin mampu menghasilkan banyak uang sekarang. Kami tidak boleh mengecewakannya, pikir Sandra.
"Hery, ayo makan. Jangan sia-siakan makanan." Sandra segera menaruh beberapa abalon di piring Hery.
"Baik." Mendengar kata-kata Justin, Hery pun merasa lebih tenang dan mulai memakan abalon.
Rasanya sangat lezat.
Justin dan orang tuanya makan dengan senang hati seolah baru saja dibebaskan dari penjara. Mereka menelan makanan dalam kebahagiaan.
Tiba-tiba, pintu ruang pribadi dibuka.
"Apa apaan ini?"
teriak seseorang.
Justin dan orang tuanya mengikuti suara itu dan melihat beberapa anak muda berdiri di depan pintu dan menatap mereka dengan janggal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
Mfirdaus
lanjut
2023-11-30
0
Imam Sutoto Suro
good luck thor lanjutkan seruuuu banget ceritanya
2023-11-18
0
Wardah Juri
lanjut
2023-10-31
0