Melihat itu, Sandra dan Hery tercengang.
Mereka tidak tahu sejak kapan Justin menjadi begitu kuat.
"Menjauhlah dariku!" Melihat Justin berjalan ke arahnya, Jason mundur ketakutan. Tak lama kemudian, Jason mundur ke sudut. Justin berjongkok di hadapan Jason.
"Siapa aku?"
"Bukan siapa-siapa!"
Tiba-tiba, Justin mengangkat tangan.
Dia menampar wajah Jason.
"Siapa aku?"
"Bukan siapa-siapa!"
Justin menampar Jason lagi.
"Siapa aku?"
"Bukan siapa-siapa!"
Justin menampar Jason sekali lagi.
Itu tidak berhenti.
"Tolong hentikan. Kamu adalah kakak iparku,"
jerit Jason. Pipinya bengkak. Mulutnya penuh darah. Jika seseorang tidak melihat dengan saksama, kenalannya pun tidak akan mengenali Jason.
"Jika mengatakannya lebih awal, kamu tidak akan menderita karena ini." Justin bangkit sambil tersenyum.
"Aku tidak tahu kalau kamu bisa begitu kejam. Jika kamu sungguh kakak iparku, kakakku akan menghajarmu ketika mengetahui perbuatanmu padaku," kata Jason dengan kebencian.
Pada saat itu, sekelompok orang bergegas ke dalam ruangan tersebut.
"Tuan Webster!"
Pria paruh baya yang memimpin melihat wajah Jason yang bengkak dan buru-buru menghampiri untuk membantunya berdiri.
"Ross, kenapa lama sekali? Kamu terlambat datang. Aku dihajar. Kamu masih menginginkan restoran ini atau tidak?" raung Jason pada sang pemilik restoran, Ross Wilson.
"Maaf, Tuan Webster! Saya benar-benar minta maaf!" Ross meminta maaf.
"Tidak ada gunanya. Hajar dia untukku!" Jason menunjuk Justin.
"Baik!" Ross mengangguk berulang kali. Dia langsung berteriak, "Hajar dia! Hajar dia sampai mati!"
Kemudian, lebih dari sepuluh penjaga keamanan bergegas mendekati Justin.
"Justin, habis riwayatmu kali ini!"
kata Jason puas setelah melihat petugas keamanan menyerang Justin, seolah Justin akan segera terbunuh.
Namun di detik berikutnya, Jason terkejut.
Justin bergegas menemui para penjaga. Dia menyerang secepat hantu. Tidak sampai satu menit, lebih dari selusin penjaga terkapar di lantai dan menjerit kesakitan.
Semua orang tercengang.
Mereka tidak menyangka Justin begitu pandai berkelahi.
Pada saat itu, sekelompok pria kekar memasuki restoran hidangan laut tersebut.
Tak lama kemudian, seorang pelayan bergegas masuk ke ruangan dan berkata kepada Ross, "Tuan Wilson, Tuan Trevor datang."
"Tuan Trevor yang mana?" Ross mengerutkan kening.
"Tiger Trevor, tangan kanan Tuan Bright!"
Ross mendadak gemetar. Dia bergegas keluar ruangan secepat embusan angin.
"Saya bertanya-tanya mengapa restoran tiba-tiba bersinar. Itu karena kedatangan Anda, Tuan Trevor!" Ross pergi menyambut Tiger sambil menyeringai seolah dia adalah pelayan Tiger.
"Bantu aku memeriksa di ruangan mana seorang pemuda bernama Justin Dirgantara berada," kata Tiger dan menyerahkan sebuah foto kepada Ross.
Ross mengambilnya dan melihatnya. Dia langsung sangat gembira. Orang yang dicari Tiger secara langsung akan mati atau lumpuh. Ross mengenali pria dalam foto itu. Orang yang sama yang memukul Jason.
"Saya tahu dia berada di ruangan mana. Tuan Trevor, silakan ikut dengan saya." Ross membawa Tiger dan yang lainnya ke ruangan Justin.
"Justin, lari! Tiger adalah anggota gangster. Jika bos itu memanggilnya ke sini, kamu akan dalam masalah besar," desak Sandra pada Justin saat mendengar Tiger datang.
"Benar. Justin, cepat lari. Jangan khawatirkan aku dan ibumu. Larilah sebelum terlambat," desak Hery panik.
"Sudah terlambat untuk takut sekarang. Kalian semua
akan mati!" Jason sangat gembira.
Dia sangat mengenal Tiger. Tiger adalah tangan kanan Jihan, ketua dunia bawah tanah di Weston. Ditambah lagi, Tiger adalah ahli bela diri di Alam Tenaga Dalam. Hanya sedikit orang di Weston yang mampu menang melawan Tiger.
Jason yakin Tiger bisa membunuh Justin dengan satu pukulan.
"Begitukah?" Justin mencibir, "Masih terlalu dini bagimu untuk tertawa."
Justin dibesarkan di Weston. Tentu saja, dia pernah mendengar tentang Tiger. Meskipun dia belum bisa berhadapan dengan Tiger, setidaknya Justin mampu menghentikan Tiger. Jika Justin memiliki satu hari waktu kultivasi, dia bisa mengalahkan Tiger dan bahkan bos Tiger, Jihan.
"Mari kita tunggu saja. Kita akan tahu siapa di antara kita yang benar," kata Jason. Dia merasa bahwa dirinya tidak tertawa terlalu dini.
"Tuan Trevor ada di sini!"
Saat itu, Ross membawa Tiger masuk ke dalam ruangan.
"Tiger, kamu datang! Kebetulan bagus!" kata Jason dengan penuh semangat sambil mendatangi Tiger.
"Siapa kamu? Apa aku mengenalmu?" Tiger mendorong Jason menjauh.
"Aku Jason!"
"Tuan Webster?" Tiger mengerutkan kening. "Apa yang terjadi dengan wajahmu?"
Mendengar itu, Jason sangat marah. Dia menunjuk Justin, "Si Berengsek ini menamparku. Tiger, kamu harus membantuku, buat dia membayarnya."
Tiger melihat ke arah yang Jason tunjuk dan kaget.
Bukankah dia pria yang Tuan Bright minta aku untuk undang? pikir Tiger.
"Tuan Trevor, orang ini sudah keterlaluan. Dia memukuli Tuan Webster dan pengawal saya. Anda harus membantu saya dan Tuan Webster!"
"Diam!"
Begitu Ross selesai bicara, Tiger menamparnya.
Itu adalah tamparan keras.
Ross jatuh ke lantai dalam kebingungan.
Yang lainnya juga tercengang.
Mereka tidak paham alasan Tiger memukul Ross.
"Kamu pantas mendapatkan itu. Kamu hanya pemilik restoran kecil. Beraninya kamu menyuruh Tiger membantumu? Kamu bukan aku!" Jason memarahi Ross, lalu menoleh pada Tiger. "Benar 'kan, Tiger?"
Tiger mencibir. Demi nama baik Keluarga Webster, dia tidak mengatakan apa pun pada Jason. Tiger melangkah ke Justin.
Melihat itu, Jason berteriak kegirangan.
"Justin, mati kamu...
Namun, Jason tidak sempat menyelesaikan kata-katanya.
Tiger mendatangi Justin, memberi salam, dan mengulurkan satu tangan dengan hormat. "Tuan Dirgantara, bos saya Tuan Bright ingin bertemu dengan Anda. Dia membutuhkan bantuan Anda."
Kata-kata Tiger membuat orang lain tercengang.
"Jihan mengirimmu untuk mengundangku, tentu saja, aku harus pergi. Ada satu hal. Aku menghabiskan tujuh belas ribu dolar untuk makan siang ini. Namun, mejaku dibalik dan orang tuaku ketakutan. Aku tidak bisa pergi begitu saja bersamamu seperti ini." Justin menarik kursi dan duduk. Jelas, dia tidak akan pergi bersama Tiger sampai mendapatkan penjelasan.
Tiger pandai mengamati orang. Dia tahu hal yang Justin inginkan. Tiger melirik ke sekeliling ruangan. "Siapa yang membalik meja ini?"
"Aku yang melakukannya." Jason tidak takut pada Tiger. Dia berasal dari Keluarga Webster. Meskipun dia tidak tahu alasan Jihan meminta bantuan orang tidak berguna ini, Jason yakin Tiger tidak akan menyakitinya demi Justin, sang pecundang.
"Ganti rugi tujuh belas ribu ribu dolar padanya." Tiger tidak berani menyakiti Jason, tetapi dia berani meminta Jason membayar Justin atas kerusakan tersebut.
"Kenapa aku harus melakukannya?" kata Jason dengan arogan, "Sekalipun aku membakar rumahnya, tidak ada yang akan menyuruh ku mengganti rugi untuk itu."
Tiger memicingkan mata. Dia ingin memukul Jason, tetapi dia menahan hasrat tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
mantuuul thor lanjutkan seruuuu
2023-11-18
0
Harman LokeST
siiiiikkkkssssssaaaassssaaaaaaaaaaaaaa teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeerrrrrrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn kiipaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
2023-09-23
1