"Ya ampun. Sudah berapa lama mereka tidak makan apa pun?" tanya pemuda yang memimpin masuk ke ruang pribadi dengan geli.
"Siapa kamu? Apa aku mengenalmu? Kenapa kamu masuk ke ruanganku? Apa kamu tidak bisa lihat kalau aku dan keluargaku sedang makan siang?" kata Justin dengan tidak senang.
Anak-anak muda itu tertawa terbahak-bahak.
"Siapa aku?" Pemimpin muda itu menunjuk dadanya dan berkata, "Wah, dengarkan baik-baik. Kurasa akan membuatmu ketakutan. Aku Jason Webster dari Keluarga Webster di Weston!"
Setelah mengatakan itu, Jason berkacak pinggang, mengangkat kepala, dan membusungkan dada. Dia terlihat sangat angkuh.
Justin tertawa geli. "Jadi, kamu Jason. Aku mengenalmu. Aku calon kakak iparmu. Duduklah. Makan bersama kami."
Semua teman Jason tertawa lepas.
Namun, Jason tidak.
Teman-teman Jason merasa Justin sudah gila.
"Siapa kamu?" Jason bingung. Dia tidak tahu sejak kapan dia punya kakak ipar.
"Aku Justin Dirgantara. Aku akan menikahi kakakmu," seringai Justin.
"Apa apaan..." Jason sangat marah sampai hampir pingsan. Dia meraung, "Pakaian yang kamu kenakan bahkan tidak mencapai seratus dolar. Kakakku tidak akan menyukaimu!"
"Sudah kubilang. Cepat atau lambat aku akan menikahi kakakmu. Jangan marah. Dia akan menyukaiku," kata Justin yakin.
"Kamu ..." Jason sangat marah hingga jantungnya terasa nyeri.
"Memalukan. Andai saja aku tidak bertemu denganmu hari ini."
"Kakakku tidak akan menyukaimu. Bahkan kamu tidak pantas menjadi pelayan kakakku. Jika dia menyukaimu, aku akan mencungkil mataku."
"Apa kamu yakin?" Justin berkata, "Kuharap saat kakakmu jatuh cinta padaku, kamu tidak akan menyesalinya."
Jason tidak mau bicara omong kosong dengan Justin. Dia merasa Justin adalah pasien dari rumah sakit jiwa. Jason langsung berteriak, "Tendang orang-orang gila itu keluar dari sini. Aku butuh tempat untuk makan siang."
Begitu Jason mengatakan itu, sang manajer masuk dan membungkuk kepada Justin. "Tuan Dirgantara, saya benar-benar minta maaf. Ruangan pribadi ini secara khusus disediakan untuk Tuan Webster. Saya mengira beliau tidak akan datang hari ini dan Anda menghabiskan begitu banyak uang. Jadi, saya membiarkan Anda menggunakan ruangan ini. Saya tidak menyangka Tuan Webster akan membawa teman-temannya datang. Bisa tolong bantu kami? Saya akan memberi Anda ruangan baru."
Justin kesal. "Kamu memiliki sikap yang baik. Aku tidak ingin memarahimu. Jika tidak, kamu akan sangat menyesal."
Justin menatap Jason dan berkata, "Kamu seharusnya merasa terhormat mendapatkanku sebagai kakak iparmu. Bersikaplah baik. Jika bukan karena kakakmu, kamu bukan apa-apa bagiku!"
"Keluar dari sini dan jangan ganggu makan siangku bersama keluargaku atau aku akan menghajarmu."
Setelah Justin mengatakan itu, ruangan menjadi sunyi.
Semua orang tercengang.
Mereka bertanya-tanya, "Siapa dia?"
Kata-kata sombong Justin membuat Jason takut.
Secara naluriah, Jason merasa Justin bukan orang biasa.
Jason berpikir, dia tahu siapa diriku. Namun, dia sama sekali tidak takut padaku dan berbicara seperti itu padaku.
Siapa dia?
"Boleh aku tahu apa pekerjaanmu?" tanya Jason dengan hormat.
Raut wajah Justin menjadi dingin. Justin menghantamkan peralatan makannya ke atas meja dan berseru, "Apa kamu tidak dengar yang baru saja kukatakan?"
Setelah Justin berseru, Jason dan teman-temannya bergegas kabur dari ruangan tersebut.
"Aura yang menakutkan. Dia sangat menakutkan!"
kata Jason dengan ketakutan di luar ruangan sambil menepuk dadanya.
"Namun, kita sudah pernah melihat semua orang kalangan atas di Weston. Kita belum pernah melihat pria itu atau mendengar namanya sebelumnya," ucap seorang pemuda ragu-ragu.
"Jangan khawatir. Aku tadi memotretnya. Kirim foto dan namanya ke teman-teman kita. Kita akan segera tahu identitasnya," kata seorang pemuda.
"Ide bagus, Marvin. Kamu sangat pintar. Cepat, tanyakan. Jika dia berkuasa, kita akan pergi. Akan tetapi, jika dia pembohong, aku akan memberinya pelajaran!" Jason mendekati Marvin Lynn, menantikan jawabannya.
Sekitar lima menit kemudian, Marvin menerima sebuah berita yang sangat berharga.
Marvin membaca kata-kata itu: "Aku kenal pria ini. Dia miskin dan tidak memiliki latar belakang yang kuat. Jika kamu ingin tahu, aku bisa memberitahumu. Dia adalah mantan menantu Arya, pemilik Klinik Tradisional Pusaka. Tiga hari yang lalu, karena Lily ingin menceraikannya, dia meminum banyak obat tidur untuk bunuh diri. Aku dengar dia dan Lily sudah bercerai. Marvin, kenapa kamu begitu tertarik pada pecundang seperti itu?"
Anak-anak muda itu merasa geli.
Mereka semua tertawa.
"Sulit dipercaya, kita sudah takut pada pecundang seperti itu. Kupikir dia kuat. Namun, ternyata dia hanya berpura-pura!" Jason tertawa terbahak-bahak.
"Jago sekali aktingnya. Dia benar-benar terlihat seperti seseorang yang berkuasa. Jika tidak melihat informasinya, aku akan memercayainya," ucap Marvin.
"Ayo kembali ke ruangan itu dan beri dia ceramah," kata Jason dan kembali ke ruangan Justin bersama teman-temannya.
Pada saat yang sama, di ruang pribadi.
"Justin, aktingmu sangat bagus. Bahkan aku tadi percaya bahwa kamu adalah orang penting." Sandra mengacungkan jempol pada Justin sambil tersenyum.
"Ya, Justin berakting sangat baik. Dia membuat pemuda dari Keluarga Webster kabur ketakutan. Justin luar biasa. Aktor yang hebat!" Hery pun mengacungkan jempol pada Justin.
Justin tersenyum kecut, "Ayah, Ibu, aku tidak berpura-pura."
Tiba-tiba, terdengar suara keras.
Pintu ruangan itu didobrak.
"Kamu membohongiku! Beraninya kamu! Aku tahu kamu seorang pecundang yang baru saja bercerai dan diusir! Aku akan membuatmu membayar kebohonganmu!" Jason bergegas masuk dengan agresif dan membalik meja. Meja bundar dengan diameter lebih dari dua meter dengan mudah dibalik oleh Jason.
Semua makanan dan piring jatuh ke lantai.
Semuanya hancur.
Hery dan Sandra gemetar ketakutan. Wajah mereka langsung pucat.
"Ayah, Ibu, jangan takut."
Justin menarik orang tuanya ke belakangnya. Kemudian, dia menyampirkan tangan di belakang punggung dan berjalan ke arah Jason selangkah demi selangkah.
"Hari ini, aku akan memberimu pelajaran yang bagus demi keluargamu."
"Berhentilah berpura-pura! Kamu akan menyesal!" Jason mengambil kursi dan melemparkannya pada Justin.
"Justin! Hati-hati!" teriak orang tua Justin.
Saat itu, Justin mengangkat kakinya dan mematahkan kursi yang terlempar ke arahnya. Kemudian, dia menendang dada Jason.
Justin menendang Jason dengan keras.
Jason merasa seperti baru saja tertabrak mobil. Seluruh tubuhnya terpental mundur dan menabrak dinding ruangan. Ketika jatuh ke lantai, Jason memuntahkan segumpal darah.
"Tuan Webster!"
Teman-teman Jason tercengang.
"Ayo kita sama-sama hajar dia!"
Marvin berseru, kemudian sekitar enam pemuda bergegas menyerang Justin.
Justin sangat cepat.
Tak lama berselang, semua pemuda tertendang hingga terkapar dan terus mengerang kesakitan.
Justin telah mendapatkan sedikit inti sari kultivasi. Dengan pengalaman tempur ratusan ribu tahun, meski tubuh ini lemah, Justin mampu dengan mudah mengalahkan ratusan orang biasa seperti para pemuda itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
Eric ardy Yahya
si Jason Webster ternyata pengecut juga , kalau berani satu lawan satu dong , ngapain bawa anak buah kamu ke sini kalau terakhirnya kamu jadi pecundang ?
2024-01-30
1
Izhar Assakar
tak ada suara bantingannya kurang seru,,,,skiip
2024-01-25
0
Imam Sutoto Suro
mantap gan lanjutkan seruuuu
2023-11-18
0