Bab 9

"Vina, ini sakit sekali... " rengek Jason pilu. Wajahnya lebam dan bengkak. Wajahnya berkali-kali lipat lebih besar dari saat dia baru saja dipukuli.

"Siapa yang melakukan ini?" tanya Vina sambil menarik napas dalam.

"Bajingan bernama Justin Dirgantara. Dia terus mengatakan bahwa dia adalah kakak iparku. Aku tidak setuju. Dia terus menamparku sampai aku menyetujuinya. Aku takut dia akan menamparku sampai mati," cerita Jason mengenai hal yang telah terjadi pada Vina.

"Sial! Beraninya dia!" Vina sangat marah sampai mengepalkan tangan dan dadanya bergetar.

Vina membatin, kakak ipar Jason? Bukankah itu artinya dia adalah suamiku?

Beraninya dia merusak reputasiku? Aku akan membuatnya membayar untuk itu!

"Apa kamu sudah menemukan di mana dia tinggal? Aku akan pergi dan berdebat dengannya!" kata Vina dengan marah.

"Itu tidak akan ada gunanya. Lupakan saja," kata Gilbert.

"Kakek, bagaimana mungkin kita membiarkannya begitu saja?" Vina sangat marah. Entah itu demi adiknya atau dirinya sendiri, dia harus membuat Justin meminta maaf.

Gilbert menghela napas panjang dan berkata, "Si Justin itu adalah kenalan Jihan. Tiger tahu bahwa Jason dipukuli oleh Justin, tetapi dia tidak melakukan apa pun. Kamu pasti sudah paham apa artinya." Vina pun tertegun.

"Kakek, apakah maksudmu Jihan dan tiga keluarga besar lainnya akan mengasingkan kita?"

Gilbert mengangguk.

"Keluarga Webster adalah gundukan harta besar. Semua orang itu tahu bahwa tidak tersisa banyak waktu lagi untuk aku hidup. Mereka semua ingin menjauhi kita. Setelah aku mati, mereka akan membagi-bagi harta kita. Warisan keluarga kita yang berusia seabad akan hancur."

"Keluarga kita runtuh! Aku merasa bersalah pada leluhur keluarga..."

Gilbert gelisah dan terbatuk hebat. Bahkan dia muntah darah.

"Kakek!"

"Kakek!"

"Tuan Webster!"

Keluarga Webster panik.

"Kakek, aku akan membawamu ke rumah sakit." Mata Vina memerah. Dia ingin membantu Gilbert bangkit dari sofa, tetapi Gilbert menghentikannya.

Gilbert memegang tangan Vina dan berkata dengan nada tulus, "Ayahmu dan saudara-saudaranya biasa-biasa saja dan tidak mampu memikul tanggung jawab besar. Jason adalah cucu laki-lakiku satu-satunya. Namun, kamu tahu pria seperti apa dia."

"Tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakitku. Aku bisa hidup selama beberapa bulan atau paling lama sekitar satu tahun. Awalnya, aku ingin membiarkan Jason mewarisi bisnis keluarga jika dia bisa memikul tanggung jawab dan membantumu menikah dengan keluarga baik-baik di Ibu Kota. Jadi, keluarga kita tidak akan hancur. Namun, Jason telah mengecewakanku."

"Oleh karena itu, aku akan membuat keputusan yang berbeda sekarang. Jangan salahkan aku. Di masa depan, kamulah yang akan menanggung beban Keluarga Webster. Aku harus memilih suami yang baik untukmu. Vina, lindungi keluarga kita."

"Dalam dua hari ke depan, aku akan menyebarkan berita bahwa aku akan mencarikan suami untukmu. Mungkin beberapa pemuda dari keluarga kaya di Ibu Kota dan Kota Silvia akan bersedia menikah ke dalam keluarga kita."

"Jika cukup banyak pemuda yang mau melakukan itu, aku akan mengumpulkan mereka dan memilih yang terbaik untuk menjadi suamimu. Saat itu, tidak peduli siapa yang aku pilih, aku harap kamu tidak akan menolak. Maafkan aku, Vina. Kamu harus mengorbankan cintamu untuk keluarga kita."

Vina hanya terdiam.

Setiap perempuan ingin menikah dengan laki-laki yang benar-benar dia cintai.

Meskipun demikian, Vina menyetujuinya.

Demi kakeknya dan Keluarga Webster, dia harus mengorbankan kebahagiaan hidupnya.

Hidup itu adil.

Gadis dari keluarga miskin, meskipun mereka tidak punya uang, memiliki kebebasan untuk jatuh cinta. Meskipun gadis-gadis dari keluarga kaya menjalani kehidupan yang baik, mereka kehilangan hak untuk bebas jatuh cinta.

Tidak ada yang bisa memiliki segalanya. Itu selalu benar.

Keesokan harinya, saat fajar, Justin tiba-tiba membuka mata. Dua sinar menyorot keluar dari matanya, menghantam sungai, dan menyebabkan cipratan air setinggi lebih dari sepuluh meter.

Jika ada yang melihat itu, Justin mungkin akan dianggap sebagai monster.

Bagaimanapun, tidak ada yang bisa menembakkan sinar dari mata mereka dan menyebabkan kerusakan seperti bom.

"Baik. Setelah satu malam, aku berada di tingkat pencapaian besar dari Alam Pemurnian Energi. Aku sudah pernah melakukan ini sebelumnya. Meskipun aku berada di bumi, kecepatan kultivasiku sangat cepat." Justin puas.

Terdapat sembilan alam kultivasi: Alam Pemurnian Energi, Meditasi, Ekspansi, Ahli, Keabadian, Inkarnasi, Transendensi, Keilahian, dan Alam Penghakiman.

Setiap alam dibagi menjadi lima tingkatan, yaitu tingkat masuk, tingkat pencapaian awal, tingkat pencapaian besar, tingkat puncak, dan tingkat penyelesaian.

Dulunya Justin berada di tingkat penyelesaian Alam Penghakiman. Dia telah menguasai banyak keterampilan kultivasi. Jadi, Justin telah membuat kemajuan yang sangat pesat.

Melihat hari masih pagi dan dia tidak terburu-buru ingin mempermalukan Arya, Justin menangkap beberapa ikan seukuran telapak tangan dan memanggangnya.

Saat ikan hampir matang, Justin mendengar sebuah suara.

"Aku bertanya-tanya siapa yang sedang memanggang ikan. Ternyata kamu, Dokter Dirgantara."

Justin mengikuti suara itu dan melihat Jihan dalam balutan pakaian olahraga dan sedang berjalan mendekat bersama Tiger dengan tangan di belakang punggung.

"Selamat pagi, Jihan. Ayo. Kemarilah. Cicipi ikan panggangku," sapa Justin pada Jihan sambil tersenyum.

"Baiklah. Pasti rasanya lezat," kekeh Jihan.

Dengan cepat Tiger meletakkan dua batu besar di samping Justin. Tiger dan Jihan duduk mengitari api unggun.

"Ada dua ikan di setiap tusuk dari tiga tusukan ini. Masing-masing dari kita mendapat dua ikan."

Justin berbagi ikan dengan Tiger dan Jihan. Dia pun mulai makan terlebih dahulu.

Sebenarnya, Jihan tidak menyukai ikan itu. Ikan itu terlihat gosong. Jihan meragukan apakah ikan itu bisa dimakan.

Namun, demi Justin, Jihan menggigit ikan itu. Dia mengunyahnya dan terkejut. Jihan berseru, "Astaga! Enak sekali!"

Kemudian, Jihan langsung melahap ikan itu.

Tiger mengerutkan kening.

Dia bertanya-tanya apakah ikan itu benar-benar seenak itu.

Jadi, Tiger juga mencicipi. Lalu, dia makan lebih cepat dari Jihan.

"Dokter Dirgantara, bagaimana caramu memanggang ikan ini? Sangat enak. Bahkan tulang ikannya sangat renyah," tanya Jihan sambil menggigit tulang ikan.

"Benar, enak sekali. Ini ikan paling enak yang pernah aku makan." Tiger selesai makan dan menjilati tusukannya.

Justin tersenyum dan tidak berkata apa pun.

Dia tidak bisa memberi tahu mereka bahwa dia menggunakan air seninya sebagai garam.

Jika tahu, Tiger dan Jihan pasti akan muntah.

"Omong-omong, kudengar kamu adalah ahli bela diri di tingkat pencapaian besar di Alam Tenaga Dalam. Tunjukkan yang bisa kamu lakukan," ucap Justin. Justin pernah mendengar tentang seni bela diri dan mengetahui empat alamnya: Alam Tenaga Luar, Tenaga Dalam, Kesempurnaan, dan Alam Dewa. Namun, dia belum pernah melihatnya sebelumnya. Justin penasaran siapa yang lebih kuat, dirinya atau Jihan. Jihan berada di tingkat pencapaian besar Alam Tenaga Dalam dan Justin berada di tingkat pencapaian besar Alam Pemurnian Energi.

Terpopuler

Comments

Ramlah

Ramlah

enyak enyak enyak...bhaahahahaha 👌👌👌🤣🤣🤣🤣😝😝😝😝

2024-07-06

0

Zanzan

Zanzan

ngghilani bro....🤮🤮🤮🤣🤣🤣

2024-03-24

0

gelatik

gelatik

alternatif ya bagus

2024-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab 183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Bab 204
205 205
206 Bab 206
Episodes

Updated 206 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab 183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Bab 204
205
205
206
Bab 206

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!