Aku mencintai keluarga ku, aku percaya pada mereka. Aku melihat sisi baik nya. Dan aku akan memaafkan mereka, aku memaafkan diri ku sendiri. Aku percaya suatu saat aku akan menemukan apa yang aku cari.
Ketika aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan aku selalu berfikir mungkin ini belum waktu nya, atau Allah SWT lebih tahu apa yang terbaik untuk diri ku. Aku meyakinkan diri ku untuk terus dan selalu berpegang pada prinsip ku.
Aku percaya dan meyakini apa yang tidak aku dapatkan sekarang akan aku dapatkan suatu hari nanti jika memang itu yang terbaik untuk ku menurut-Nya.
Masa lalu? Masa kini? Dan masa depan pasti dan selalu memberikan pelajaran yang baik yang bisa aku ambil hikmah nya. Selalu mencoba berfikir positif untuk diri ku sendiri. Mencoba mempelajari apa yang tidak aku pahami.
...----------------...
Di masa lalu, aku tidak marah karena tidak mengerti apapun. tapi sekarang aku sudah besar, aku sudah mengerti dan mempelajari setiap hal yang ada di sekitar ku.
Aku mengingat setiap momen momen menyakitkan ku di masa lalu, aku masih merasa sakit dan kecewa karena itu. Rasa bersalah selalu ada di dalam diri ku. Saat aku tinggal dalam kegelapan dan menyukai kesendirian ku, aku selalu menemukan hal hal yang membuat ku terkejut dan belajar tentang hidup ku ini.
Aku selalu berusaha untuk bertahan pada diri ku, aku belajar meyakinkan diri ku semuanya akan baik-baik saja.
Saat berada di sana, aku pikir aku ini kuat dan bisa bertahan dalam segala keadaan. Aku melihat diri ku dan merasa aku akan baik baik aja jika aku sendirian. Aku rasa aku bahagia seperti ini.
Tapi lama kelamaan aku sadar bahwa aku se kesepian itu hehe... Aku selalu menyadari nya ketika aku melihat kehangatan orang lain. Saat mereka saling memperlihatkan hangat nya sebuah hubungan yang harmonis dan romantis, entah itu dalam hubungan kekeluargaan? Pertemanan? Atau pun hubungan adik Kaka yang saling melindungi.
Hal hal kecil seperti saling mengungkapkan kan kata cinta yang sederhana. Mungkin sebenarnya bukan orang nya yang aku inginkan ketika melihat itu, tapi aku membutuhkan perlakuan yang sama dan kehangatan yang sama yang aku lihat pada seseorang itu.
Bukan iri karena tidak mendapatkan orang yang di lihat tapi iri karena tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Apakah aku terlalu banyak meminta? Aku tidak tahu, tapi aku rasa tidak.
...----------------...
Di masa sekarang, semakin terlihat jelas jika aku hanya membutuhkan kehangatan yang di dapatkan orang lain.
Di masa sekarang, ketenangan dan keluasan hati adalah kunci utamanya. Itu lah yang aku pikirkan sekarang.
Di masa sekarang, ketika aku menghadapi banyak cacian dan mendengar kemarahan seseorang yang di lampiaskan orang lain menjadi hal yang selalu membuat termenung.
Termenung karena, apa benar cara seperti itu yang seharusnya di dapatkan atau dilakukan? bersikap dingin dan hanya diam pun terasa seperti tertarik kembali pada kegelapan itu.
Sekarang, menunjukan sisi dingin dan acuh tak acuh adalah cara ku untuk menenangkan diri yang sedang butuh pelukan ini. Ini adalah cara ku memeluk dan memanjakan diri ku.
Aku tidak tahu di masa depan akan seperti apa, tapi di banyak hal dan rencana yang aku siapkan untuk di masa depan. Berharap umurku cukup untuk melihat, menjalani dan merasakan dari setiap proses nya.
...----------------...
Di masa depan, ketika aku menjalani tugas tugas dan pr ku yang belum selesai, aku berharap kedua orang tua ku dan keluarga kecil ini masih ada dan dapat menyaksikan anak keempat nya ini, sukses di kaki nya sendiri, dan dapat merasakan juga kebahagiaan dari proses yang ku alami.
Masa depan, meskipun aku sering meragukan diri ku sendiri, aku harap aku bisa melewati setiap rintangan nya.
...----------------...
Jika di dengar sekilas ini sudah terdengar baik dan bisa untuk di lakukan dan pasti sangat menyenangkan ketika melihat nya dari dekat dan percaya bahwa masa depan akan baik baik saja.
Tapi pada akhirnya, aku tetap kembali ke dalam diri ku yang terkunci di sana. Aku kembali dengan ketidak percayaan diri ku.
Pada akhir nya, aku masih kebingungan dan masih berada dalam labirin kehidupan ku. Pada akhirnya aku kalah dengan keadaan, aku kalah dari diri ku sendiri.
Sekarang sudah begini, apa aku bisa dengan percaya diri dapat menemukan jalan untuk keluar?? Kunci yang selalu aku pegang erat erat akhirnya hilang entah dimana.
Pintu yang selalu aku pandangi setiap harinya, pada akhirnya tetap tidak bisa aku buka. Dan tidak ada yang bisa membuka selain diri ku sendiri.
Se percaya diri apapun untuk masa depan, tatap saja aku kalah dengan masa sekarang. Aku kalah dengan ego ku.
Dan pada akhirnya, aku mengasihani diri ku sendiri dengan lebih baik. Hmmmm...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments