Hahh!! Aku selalu penasaran tentang hidupku,dan kepalaku penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang aku juga tidak tahu apa jawaban nya.Menjalani hidup seperti rollercoaster dan hidup dalam air yang membuat tekanan dalam tubuh,membuat sesak di dada.
"Apa yang akan terjadi selanjutnya?","apa aku bisa merasakan kehangatan yang aku impikan?" salah satu pertanyaan yang sering muncul di kepala ku.
waktu masih kecil,aku selalu ingin tumbuh dewasa lebih cepat agar aku bisa keluar dari zona ini.Dan setelah dewasa aku tidak tahu harus kemana.Tidak ada rumah yang bisa ku tuju.Ibarat gelandangan,aku tinggal di pinggir jalan dan tidur di sembarang tempat yang tidak tahu kemana aku harus pergi.
Tidak ingin kembali ke masa di mana aku masih kecil,tidak mau juga aku terus berada di dewasa yang tidak mengenal diri sendiri.
Aku pikir,mengubur semuanya dalam dalam dan terus berjalan seiring berjalannya waktu aku bisa berdamai dengan keadaan ku,baik dulu maupun sekarang.Tapi ternyata aku salah.Semua itu menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
Aku tidak menyesal Allah SWT kasih aku kesempatan untuk merasakan bagaimana nikmatnya hidup dengan kasih sayang-Nya,aku hanya penasaran kenapa Allah SWT begitu percaya aku bisa melewati semuanya.
Aku tidak tahu apa yang aku rasain ini trauma,gangguan mental,ataupun depresi.Aku juga tidak bisa menjelaskan dan mengekspresikan apa yang aku rasain.
Hampa,kosong,pengen marah,gelisah,cemas berlebihan, Anxiety,selalu menyalahkan diri sendiri dengan semua yang terjadi.
Ketika melewati hari yang melelahkan aku hanya tersenyum,tapi dada ku sakit. Bahkan orang lain,teman atau orang terdekat pasti kebingungan dengan sikap ku.
Pernah pertama kali diantara teman dekat ku bilang pada ku "Kenapa kamu setiap kali kamu jawab selalu sambil senyum?padahal kita lagi susah loh?Semua orang juga pasti kesel kalo lagi kaya gini!"(saat itu keadaanya macet total dan rumah masih sangat jauh) aku tanpa bicara apapun malah kembali menjawab dengan senyum. Teman ku ini langsung diem bt dan aku juga gak bisa ngejelasin apa apa karena aku juga sama kesel tapi yang keluar dari ekspresi wajah ku cuman senyum senyum.Apa aku berlebihan???
Dan ke dua kali nya di keadaan yang sama aku pulang kerja dan temen kerja ku searah dengan ku jadi kita naik angkot bareng. Terus setelah nunggu lama karen macet temen ku yang bt bilang "Yah macet,gimana dong?Mana lama lagi!" kata temen ku.
"Iya"kata ku sambil senyum. Ngeliat ekspresi temen ku ,dia langsung bt dan mimik muka seperti aneh melihat ku, mungkin di pikirannya "Aneh banget si ni orang,bt tapi senyum senyum gitu".Dia balik ke posisi duduk nya semula dan menghadap ke jendela.
Sebelumnya,aku selalu berfikir bahwa aku aneh dan berbeda dengan yang lain karena banyak sekali perbedaan ku dengan mereka.
Dan setelah kejadian itu,aku benar benar berfikir bahwa aku memang orang aneh,jadi aku tidak percaya pada diriku sendiri.
Aku yang selalu cuek,dingin dan pendiam di tempat umum kecuali orang yang sangat dekat dengan ku,aku selalu pengen ngerasain gimana rasanya menjadi extrovert dan memiliki banyak teman,tapi aku masih belum bisa walaupun sering mencobanya.
Hmmm,,,aku ingin menjadi diri ku sendiri. Apa aku bisa?Pasti bisa,tapi mungkin hari lebih banyak usaha dan lebih keras lagi pada diri sendiri agar keluar dari zona yang kurang baik ini.
Saat,usia remaja dan aku mengingat kembali kejadian kejadian waktu aku masih kecil dan membiarkan diri aku dilecehkan orang lain,aku sering memarahi diri ku sendiri.
"Kenapa aku melakukan nya?" , "Apa kamu bodoh?" , "Kenapa? KENAPA?", aku sangat kesal pada diri ku.Aku merasa sudah tidak punya harga diri lagi.Dan pertanyaan nya,kenapa aku masih disini hingga saat ini???
Saat sekolah di SMK dan saat aku menemukan lelaki yang nge-treat aku dengan baik,dan bisa menggantikan sosok Aya,ibu,teman,Kaka,dan sebagai seorang pacar aku sangat bahagia karena bisa meluapkan segalanya dan jadi punya teman cerita. Aku sangat percaya pada nya, hinggal aku selalu takut kehilangan dan takut dia ninggalin aku.
Ketika dia meminta sesuatu yang sangat berharga bagi ku sebagai seorang perempuan, aku rela memberikan nya karena aku pikir tidak ada lagi yang akan bisa menjadi dia.
Tapi lama kelamaan hubungan ini menjadi toxic,dia sering datang dan bersikap baik pada ku karena dia memiliki maksud tertentu dan karena rasa kasihan dia terhadap ku.
Dan akhirnya aku mengetahui penyebab dia berubah dan berbeda,. Jadi aku meminta putus dengan nya Sampai 3 kali karena aku terus mengejar dia kembali.Aku hancur karena dia selingkuh dan cuman memanfaatkan ku,aku juga hancur karena sudah terlalu percaya dan dan bodoh.
Hmmm,,,keluarga ku mengkhianati kepercayaan ku dan mengecewakan ku, kemudian teman teman ku tidak ada yang tulus,dan pacar yang sudah sangat aku percaya dan berbagi cerita juga mengkhianati ku.
Aku sudah tidak tahu lagi harus percaya sama siapa.Aku terlalu takut untuk melihat kenyataan.
Masa kecil ku yang tidak bahagia, dan proses dewasa ku yang tidak mudah.
Berpura-pura selalu bisa menghadapi segala hal padahal aku tidak sekuat itu. Berpura-pura aku baik baik aja,tapi aku hancur lebur.
Dulu aku belum mengerti apa-apa tapi aku harus menjadi dewasa dan memahami apa yang terjadi, sekarang setelah dewasa aku sudah sangat fasih dengan apa yang terjadi di rumah.
Tidak mudah hidup dengan bayang-bayang masa lalu yang tidak baik,tapi aku juga belum menemukan cara untuk hidup berdampingan dengan luka.Apalagi luka yang di goreskan oleh keluarga sendiri.
Mungkin saat kalian membaca ini kalian akan kebingungan dengan ceritanya dan mungkin masih tidak rapih,tapi ini hanya seperti diary,aku ingin mengungkapkan apa yang aku pikir kan dan rasakan di sini.
Ketika Aku sering menangis setiap malam,paginya rasa lelah ku hilang.Aku menjadi sering tidur malam,atau bahkan tidak tidur.Aku gak tahu gimana cara memiliki jam tidur yang normal lagi.
Aku suka tidur dengan lampu mati karena lebih tenang di banding lampu menyala.Tapi aku ngga bisa tidur nyenyak,aku selalu mimpi buruk,yang bikin aku selalu was was ketika mau tidur ataupun saat tidur.
Apa kalian juga pernah begitu??Hmmm aku harap kalian memiliki tidur yang baik.Tidak mimpi buruk dan tidak mengalami hal yang menakutkan untuk kalian saat mau tidur.
Sekarang,aku semakin cengeng.Tapi aku nggak bisa nangis.Anehkan?Ketika aku mau nangis,air mata nya ga keluar walaupun sampai dada ku sesak tetep ngga keluar.
Kenapa begini?Apa ini gejala depresi atau Anxiety.? hmmm,cape banget sih setiap hari harus terus berusaha menahan semuanya beban di pundak,tapi aku ngga berani bilang karena mungkin beban mereka lebih berat di bandingkan aku.
Setiap kali aku mau marah karena suatu hal,aku selalu ngga bisa marah,tapi aku paling gampang memarahi diri ku sendiri.Apakah ini adil??
Taku,takut sekali.Tapi aku tidak bisa melakukan apa apa.Semenjak umurku yang sekarang aku menjadi sulit untuk berkonsentrasi dan lebih sering bergadang.
Ohh ya,dulu sebelum aku lulus sekolah,biaya ku di bantu oleh Kakak ku Marni,tapi setiap kali kita berantem atau lagi ngobrol dia akan bilang "Kalau bukan aku yang biaya in kamu ga bakalan bisa kaya gini." yah mengungkit ungkit tentang dia yang sudah membiayai sekolah dan kedua orang tua ku mengungkit-ungkit telah membesarkan ku tapi aku tidak sesuai harapan mereka.
Dalem hati aku juga pengen ngga jadi beban mereka,aku pengen mandiri,menghasilkan uang sendiri,ngebantu mereka dan bikin mereka bahagia, tapi yah mungkin ini belum waktunya aku untuk menjadi seperti mereka,karena mungkin langkah ku yang lambat dibandingkan yang lain.
Andai mereka tahu bagaimana hancur nya aku dan marah nya aku, mereka juga akan menyalahkan diri mereka karena tidak membesar kan ku dengan baik, dan aku ngga mau itu terjadi. Makanya aku lebih memilih untuk tetap terlihat cuek,seperti tidak peduli dan lebih banyak diam.
Karena diam ku adalah kekuatan bagi ku. Dian ku menjadi pendorong agar aku bisa lebih kuat dan lebih baik lagi. Dengan semua rencana yang sudah aku simpan.
Mah, Pak. Aku harap kalian akan mengerti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments