Seperti yang ku takkan sebelumya, aku tidak tahu akan seperti apa aku di masa depan. Apakah aku akan masih seperti ini? Atau lebih baik? Atau mengalami kegagalan? Atau masih biasa biasa saja, aku tidak tahu.
Aku pun tidak tahu apakah orang orang yang ada di sekeliling ku akan tetap sama atau mungkin semakin berkurang, atau mungkin bisa jadi bertambah, aku tidak yakin.
Entah untuk orang lama atau orang orang baru yang masuk ke kehidupan ku nanti, aku mungkin akan berbeda dari yang kalian lihat dan kenal, tapi yang kalian harus tahu aku akan ada di sana untuk kalian kapan pun kalian membutuhkan ku. Mungkin tidak akan setiap saat aku ada di sisi kalian dan ada saat saat aku tidak bisa membantu, tapi aku akan berusaha.
Untuk orang baru kalian pasti akan mengenal ku dengan versi ku saat itu, tapi untuk orang orang yang dari lama mengenal ku pasti akan sedikit terkejut dan mungkin kecewa karena aku tidak akan bisa memenuhi semua keinginan mereka dan akan menolak ketika aku merasa tidak nyaman. Karena aku tidak mau memaksa diri ku untuk menyukai hal hal yang sebenarnya tidak aku sukai.
Sedikit demi sedikit aku mencoba berubah untuk lebih mendengarkan diri ku sendiri. Mengais diri ku sendiri dan merangkul diri ku agar lebih kuat dan lebih merasa di cintai, bukan cuman dari orang lain tapi dari diri ku sendiri.
Ketika saat saat proses itu terjadi, aku sungguh-sungguh minta maaf karena membuat kalian tidak nyaman. Aku tidak tahu seberapa penting hidup ku untuk kalian, tapi setiap Kelo bertemu orang baru atau pun orang orang lama, aku selalu menganggap kalian berharga. Aku selalu menyayangi kalian, karena aku tidak tahu cara menunjukan nya, jadi kalian pasti tidak akan mengetahui hal itu.
Aku tidak berusaha meminta pengertian kalian, aku hanya akan meminta kalian sedikit melihat ku walau cuman satu kali, karena aku juga ingin merasa di lihat dan di anggap ada.
...----------------...
Untuk keluarga ku tercinta, bohong kalau aku bilang aku tidak pernah marah dan benci pada kalian. Bohong kalau aku bilang aku selalu mengerti kalian. Bohong kalau bilang aku tidak apa apa. Bohong kalau aku bilang aku tidak kecewa.
Aku pernah merasakan itu semua, bahkan mungkin sering. Tapi itu sama sekali tidak mengurangi rasa hormat dan sayang ku pada kalian. Aku sering memikirkan kalian, aku sering menangis karena kalian, tapi aku tidak mau kalian tahu, karena aku tidak ingin kalian menyalahkan diri kalian atas kesalahan ku.
Mah, Paa!!
Maaf aku belum menjadi apa yang kalian harapkan. Maaf aku belum bisa mengangkat harkat dan derajat kalian. Maaf aku belum bisa membahagiakan kalian. Maaf karena aku suka marah. Maaf karena aku pernah membenci. Tapi itu karena aku sudah terlalu lelah dan banyak ketidaktahuan ku tentang kalian .
Aku salah karena tidak bertanya, dan kalian yang tidak bercerita karena tidak ingin anaknya mengetahui hal itu. Tapi aku tidak apa.
Mah, Pak!!
Aku selalu penasaran tentang apa yang kalian pikirkan sebagai orang tua, aku tidak tahu apa yang sudah terjadi pada kalian dari sebelum aku lahir sampai aku lahir, tapi aku bisa memahami apa yang kalian rasakan saat kalian bertengkar.
Mah!!
Mungkin aku masih kurang banyak hal di banding kakak kakak ku yang lain, tapi aku selalu berusaha yang terbaik untuk ku. Aku selalu berusaha agar bisa unggul seperti yang lain, jadi bisa kah untuk tidak selalu membandingkan aku dengan yang lain?
Di masa depan, jika aku tidak menjadi apa yang kamu harapkan, aku selalu berharap kamu bisa menerima ku dan tidak membandingkan ku lagi. Aku harap kamu bisa melihat usaha ku sekali saja. Tidak semua anak bisa unggul dalam satu hal yang sama.
Tapi aku berterima kasih karena mamah sudah membiayai sekolah ku dan kebutuhkan ku selama di sekolah dan saat ini. Aku berterima kasih karena mamah memilih menjadi tulang punggung keluarga demi menyekolahkan anak anak mamah.
Pak!!
Kata orang, cinta pertama anak perempuan adalah ayah nya. Tapi cinta pertama ku sudah membuat ku takut dan trauma. Dan kata orang yang lebih mengerti dari pada aku bilang anak perempuan akan selalu menjadi tanggung jawab ayahnya sampai kapan pun, tapi aku tidak bisa merasakannya.
Pak!!
Aku mengerti keadaan mu, aku tahu apa pekerjaan mu, dan aku tahu batas kemampuan mu dalam memberi nafkah, jadi aku tidak akan terlalu menuntut mu untuk itu. Tapi aku ingin mengeluh sedikit, terkadang aku juga merasa iri ketika melihat teman teman ku yang selalu membanggakan ayah nya yang memenuhi keinginan nya, dan menjadi sosok ayah yang bertanggung jawab pada anak dan istrinya. Aku iri ketika melihat mereka mendapatkan kasih sayang yang utuh dari seorang sosok ayah. Mereka terlihat bahagia sekali.
Tapi aku bersyukur karena Bapak tidak menyerah untuk mengurus ku sampai aku tumbuh besar sekarang bersama adik ku. Aku bersyukur karena bapak selalu bercerita pada ku dan adik ku tentang apapun. Aku bersyukur karena bapak aku mengerti tentang kesederhanaan.
Pak! Makasih, makasih karena sudah membuat ku mengerti bahwa kebahagiaan bukan lah seberapa banyak uang yang kita miliki, melainkan seberapa banyak kita bersyukur dengan apa yang telah kita punya.
Untuk kakak-kakak ku, aku mungkin kesal dan membenci kalian karena sering di banding bandingkan, tapi aku juga menyukai kalian, aku menyayangi kalian.
Aku berterima kasih karena aku dapa banyak belajar dari kalian. Maaf karena aku tidak bisa membantu kalian seperti yang sering kalian lakukan. Maaf karena aku belum bisa menjadi adik yang baik dan belum bisa di banggakan.
Dan untuk adik ku, Riri. Aku tahu jalan mu sedikit berbeda dengan ku. Kamu harus berdiri di kaki sendiri dan berada di luar begitu lama. Aku tidak bisa mengurus mu dengan baik, maaf.
Riri! Aku tidak berharap kamu memaksa diri mu untuk berubah, tapi aku harap di masa depan, kamu bisa menjadi lebih baik dengan versi mu. Aku ingin melihat kamu memiliki hidup yang indah dan nyaman.
Maaf karena aku tidak bisa menjaga mu dengan baik. Aku menyesal dengan itu semua. Tapii, terimakasih karena sudah bertahan disaat orang orang memilih mengakhiri hidup nya demi ketenangan, tapi kamu bisa bertahan sampai saat ini.
Ri! Andai waktu bisa ku ulang, aku ingin memberikan cinta dan kasih sayang yang utuh untuk mu.
...----------------...
Suatu saat dimasa depan, aku berharap aku masih bisa memiliki kesempatan untuk menebus kesalahan kesalahan ku. Aku berharap mereka masih bisa melihat ku tumbuh dengan baik dan menjadi kebanggaan mereka.
Di masa depan, baik aku gagal atau pun sukses aku ingin mereka ada di sisi ku.
Mungkin ini bukan "RUMAH" yang aku impikan dan tidak bisa menjadi "RUMAH" yang aku harapkan, tapi aku berharap aku bisa memperbaiki rumah yang sudah usang ini, menjadi rumah yang layak untuk di tempati dan di huni, meskipun aku tidak tahu dari mana awal nya.
Sampai ketemu di masa depan, menjadi apapun itu, atau seperti apapun itu aku berharap kalian memiliki kebahagiaan kalian dan selalu tetap sehat.
RUMAH yang tidak layak huni pun jika di perbaiki akan terlihat bedanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments