Setiap malam aku selalu mengalami susah tidur atau insomnia. Sambil menatap dan memainkan handphone dengan tatapan kosong. Dalam pikiran ku aku selalu membuat skenario atau cerita yang ingin aku ceritakan pada orang orang, karena aku tidak bisa mengungkapkan nya, jadi aku merangkainya dalam pikiran ku.
Sambil memain kan handphone dalam kepala ku sambil bertanya tanya tanpa ada jawaban yang ku ku jawab kembali.
Aku memikirkan tentang masa lalu ku, masa sekarang, masa depan, keluarga, kedua orang tua ku dan adik ku.
Memikirkan tentang diri sendiri yang belum menjadi apa apa. Memikirkan bagaimana aku akan menjalani hari esok, memikirkan bagaimana aku harus menjawab setiap pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan orang orang besok hari.
Aku selalu memikirkan "Kalau besok aku bertemu orang aku harus gimana kalau orang itu bertanya pada ku?" "Ketika orang bertanya tentangku, apa yang harus aku ceritakan? Apa mereka akan tertarik?" Aku selalu penasaran apa yang akan terjadi hari esok. Dengan semua persiapan ku semalam apakah aku bisa mengatasinya? Bagaimana jika aku tidak melakukannya dengan baik? Bagaimana jika mereka tidak suka atau tidak puas atau sakit hati dengan perkataan ku? Apa yang harus aku lakukan?
Di samping itu, aku juga memikirkan bagaimana aku saat ini. Ketika melihat orang-orang dan teman dekat ku sudah menjalani hidup nya dengan baik tapi aku masih diam di tempat yang sama.
"Berapa beruntung nya mereka!" atau menangis sendiri karena mengasihani diri sendiri.
Ketika orang orang sedang sibuk dengan pencapaiannya, aku masih sibuk dengan mental ku yang tak kunjung membaik sebelumnya.
Ketika aku memejamkan mata ku dalam gelap bayangan mata ku pemikiran-pemikiran itu selalu muncul dan membuat ku kehilangan rasa ngantuk ku.
Bayangan aneh, overthinking, dan memikirkan diri sendiri yang belum ada perubahan.
Selalu merasa kurang dalam diri, dan masih tetap berharap akan hari esok yang lebih baik lagi.
Harapan dan pemikiran negatif selalu datang bersamaan membuat ku harus berfikir bagaimana agar keduanya tetap seimbang dan dalam porsinya.
Hah,,, aku yakin akan membaik, tapi aku tidak yakin pada diri ku sendiri. Tidak tahu apakah aku bisa melakukan nya atau tidak.
Malam yang dingin, hening, lampu kamar yang di matikan dan hanya suara Air mengalir dari selokan pinggir kamar membuat suasana menjadi lebih tenang.
Tapiii, itu tidak membuat ku menjadi lebih relaks untuk tidur, aku masih tetap tidak bisa tidur.
Mencoba berbagai cara untuk membuat tidur ku lebih teratur dan sehat, tapi semuanya tidak ada yang berhasil.
Kadang aku selalu terpikirkan untuk membeli dan meminum obat tidur di apotik agar aku bisa tidur sehat dan pikiran ku tenang, tidak mimpi buruk dan tidak selalu terbangun, tapi aku tidak berani melakukan nya, aku tidak tahu apa itu boleh atau tidak.
...----------------...
Setiap kali aku merasa ingin bercerita tentang aku yang sebenarnya atau apa yang aku rasain, pasti selalu ada penolakan dalam hati, dan setiap aku nyoba untuk cerita pun tanggapan orang lain selalu seperti merendahkan dan kaya "Ah baru juga segitu, gue aja dulu gitu ga kaya Lo" , "Masa gitu aja udah stres, aku juga pernah tapi aku kuat".
Ya perbandingan, aku bukan tipe orang yang suka di banding bandingin, apalagi dari kecil sampe sekarang masih sering di bandingin sama orang tua ku dengan kakak kakak yang lain, jadi aku udah cape banget dengerin mereka yang suka banding bandingin ketika aku cerita. Jadi selalu milih buat cerita ke diri sendiri, ngobrol sendiri dan overthinking tiap malem.
Setelah cerita, ngobrol, kuatin diri sendiri baru aku bisa lebih lega dan lebih tenang.
Setiap malem kalau aku ngga bisa tidur sama sekali, setelah aku berbincang sama diri ku sendiri, aku selalu bayangin atau buat plant hari besok bakal ngelakuin apa dan apa yang bakal aku lakuin suatu saat nanti.
...----------------...
Berbicara soal malam, malam adalah waktu favorit ku. Karena malam dalam waktu yang paling tenang buat cerita sama diri sendiri, walaupun berisik di kepala tapi dingin dan tenang nya malam selalu bisa membuat ku hangat.
Seperti bulan yang sendiri dan bintang yang bantu menyinari dan menemani setiap malam nya di gelap nya langit malam.
Malam sama kamar ini, mungkin akan ikut bingung dengan aku yang seperti ini, tapi mereka menjadi saksi apa yang aku doa kan dan harapkan.
Malam dan kamar ini ikut mendengar harapan ku dan jadi saksi untuk mimpi ku.
Aku tidak tahu kapan Allah SWT akan menjawab doa ku dan mengabulkan doa ku, tapi aku yakin dan percaya Allah SWT mendengarkan nya di setiap doa ku.
Malam, kamu menjadi pendengar yang baik ketik aku berbicara dengan diri ku sendiri.
Ketik malam di pandangan orang lain selalu terkenal dengan waktu overthinking nya, menurut ku juga begitu, tapi itu semua seimbang dengan evaluasi ku.
Di waktu ini, aku selalu mengevaluasi diri ku sendiri, apa yang salah dari ku dan kenapa aku melakukan seperti itu? Dan ku jawab lagi sendiri "Karena waktu bisa menyembuhkan nya suatu saat nanti".
Hmmm,, mempunyai teman yang bisa ngobrol bersama dan saling berbagi cerita emang bisa membuat kita lega, tapi malam yang mendengar jauh lebih bisa merasakan nya.
...----------------...
Hah,, pasti ada setiap malam nya merasa bersalah karena terlalu keras pada diri sendiri, tapi jika aku tidak keras aku tidak akan bisa mengontrol diri ku.
Setiap malam sebelum tidur aku cuman bilang "Maaf sudah merepotkan mu. Kamu sudah melakukan yang terbaik. Kalau kamu melakukan kesalahan, gak apa apa kamu bisa memperbaikinya besok. Jangan terlalu memaksa, Allah SWT tahu apa yang terbaik untuk kamu".
Meskipun pagi dan seharian nya selalu menyalahkan diri sendiri hehee.
Terlalu naif memang jika aku bilang aku bisa melakukan semua nya dan aku kuat, karena nyatanya aku masih sering menangis setiap malam nya.
Dibalik overthinking ku, aku selalu bersembunyi di balik rasa bersalah ku pada diri ku sendiri.
Bukankah tidak apa jika kita melakukan kesalahan? Atau bukankah tidak apa jika kita mengeluh? Tapi kenapa rasanya sangat malu dan tidak bisa mengakui apa yang kita rasakan.
Kepala ku sering sakit entah kenapa. Mungkin karena beban yang ia tanggung lebih besar dari sebelumnya.
Rambut yang mulai rontok, dan badan yang sudah tidak bisa berbohong lagi.
Lelah rasanya terus berada di keadaan seperti ini, tapi bukan kah lebih baik jika kita yang lebih mendekat agar rasa sakit nya sedikit berkurang?
Berdamai dengan luka, berdamai dengan keadaan, berjalan dengan tenang dan memaafkan diri sendiri untuk semua hal yang menyakitkan.
Hidup selalu penuh dengan proses dan pembelajaran, kalau kita ingin lebih pintar, kita juga harus lebih giat untuk belajar.
Bukan tentang pintar dan tidak, tapi lebih memahami apa yang sedang kita pelajari.
Mungkin sekarang aku selalu tidak bisa tidur dengan teratur, tapi jika aku belajar dan menerapkan kedisiplinan serta melakukan semuanya dengan berfikir positif, bukankah akan ada hal baik kedepannya.? Haruskah aku mencobanya.?
Belajar memang membosankan dan membuat cepat lelah, tapi dengan belajar kita akan bisa lebih baik lagi dan lebih bisa memahami apa soal yang di berikan guru pada kita. Siapa guru nya? Yah pengalaman kita sendiri yang kita ambil positif dan negatifnya.
semangat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments