kesuksesan dan kegagalan!

Saat aku masih kecil, aku ingin sekali cepat tumbuh menjadi dewasa dan memiliki pekerjaan. Setiap saat di sekolah aku selalu bermimpi menjadi orang sukses dengan keyakinan dan prinsip yang aku punya.

Aku bermimpi menjadi seseorang yang bisa membantu keluarga ku keluar dari kemiskinan dan menikmati hari hari yang bahagia. Aku ingin menjadi seseorang bisa berguna untuk orang lain. Karena dalam pikiran ku, ketika orang di sekitar ku bahagia aku juga akan merasakan kebahagiaan yang sama.

Aku yang selalu meyakinkan diri ku bahwa aku bisa melakukan segalanya, dan membahagiakan mereka, tapi nyatanya aku masih menjadi seseorang yang membebani mereka. Tidak tahu apa yang mereka pikirkan tentang ku karena di depan mereka aku hanyalah anak yang tidak bisa di andalkan. Sering mendengar mereka merendahkan ku, dan mengungkit semuanya yang sudah mereka beri.

Sekarang aku sudah dewasa dan punya kerjaan yang tetap meskipun aku tidak memiliki gajih yang besar dan mencukupi semuanya, tapi aku bersyukur karena tidak akan merepotkan mereka. Dan aku bahagia karena itu.

...----------------...

Kegagalan dan kesuksesan!

Sesuatu yang harus aku hadapi keduanya di masa depan maupun sekarang. Dua kata ini adalah kecemasan yang sesungguhnya harus aku hadapi karena ini adalah hal yang akan menjadi perhatian semua orang.

Ketika aku gagal, orang akan melihat itu dan membicarakan itu. Ketika aku sukses? Orang pun akan melakukan hal yang sama, membicarakan dan melihat.

Jika kita sukses dalam karir maupun hal lain nya orang akan bilang "Wahh, hebat yah udah bisa sesukses ini sekarang!" , "Ahh,, udah sukses sekarang yah!","Beda yah kalau udah sukses!" "Gimana caranya sih bisa sesukses ini?" "Alhamdulillah udah sukses, bisa angkat derajat orang tua.!" "Hebat yah umur segini udah sukses bisa bahagiain orang tua!" "Dulu terakhir ketemu masih kecil sekarang udah sukses." "Dulu masih bergelantungan di pagar buat minta uang, sekarang udah bisa nyari sendiri."

Iya,,, mereka akan memperlihatkan sisi suka mereka dan rasa kagum mereka, dengan banyak bicara mengenai masa lalu yang seakan akan mereka paling tahu.

Tapi ketika kita gagal? Mereka akan bilang "Makanya belajar yang bener biar sukses" "Lihat tuh, anak itu. Masih kecil tapi udah bisa bangga in orang tua nya." "Mau jadi apa nanti kalau kamu kaya gini?" "Kasian dong temen kamu harus nganterin dulu Kanu pulang malem malem." "Dia emang gitu, gak tahu di untung udah di sekolahin ngeluarin biaya banyak banyak ngga jadi apa apa" "Mamah tuh udah ngeluarin banyak biaya buat kamu sekolah ini itu, mana timbal balik nya kamu yang jadi anak?" "Harus nya kamu tuh mikir, kalau mau apa apa tuh"

Hehe,, iya cacian dan makian yang bakal kita dapet kalau kita gagal. Tapiii, apa mereka lihat perjuangan kita? Proses kita? Atau usaha yang kita lakuin biar bisa seperti ini?? NGGAK. Seberapa keras usaha kita, mereka ngga akan bisa lihat kecuali kita yang menunjukkan nya dengan kesuksesan.

Setelah sukses pun pasti selalu ada perkataan yang menyakitkan, tapi kita harus sadar terlebih dahulu karena yang mereka lihat adalah hasil bukan proses.

Setiap kali aku merasa gagal, aku akan menyalahkan diri ku karena tidak melakukan nya dengan baik. Tidak peduli seberapa keras aku bertahan dan berusaha, ketika orang lain tidak melihat usaha dan proses yang aku lakuin, dalam hati ku bicara "ketika kamu tidak terlihat oleh orang lain, maka teruslah buat mereka melihat mu!" Sampai tidak terasa aku sudah menyeret nyeret diri ku sendiri.

Tidak ada kesuksesan yang tidak mengalami kegagalan. Satu hal yang aku sadari tentang kegagalan dan kesuksesan adalah "Aku tidak akan bisa merasa sukses ketika aku belum merasakan kegagalan. Di balik semua kesuksesan seseorang pasti mereka mengalami saat saat mereka gagal. Hanya saja orang luar tidak di ijinkan masuk untuk melihat dapurnya." Kesuksesan tidak selalu hanya dilihat dari seberapa kuat dan seberapa sukses kita di masa depan, tapi tentang bagaimana kita menghargai sebuah proses dan menikmati hasil dari proses itu sendiri.

...----------------...

Si saat aku tidak bisa melihat dapur ku sendiri dan hidup tanpa memilah dan memilih, aku akan semakin kehilangan arah ku.

Tahun 2017, saat aku sudah kehilangan arah, aku selalu berfikir bahwa aku akan gagal dalam hal apapun, tapi aku masih terus berjalan tertatih. Aku tidak tahu seperti apa aku saat itu, aku hanya merasa aku akan gagal. Jadi aku tidak terlalu terobsesi dengan apapun, aku melakukan apa yang menurut ku bisa.

Tapi di tahun tahun selanjutnya aku berfikir bahwa aku harus berubah, aku harus menunjukan diri ku. Tapi aku tidak tahu harus memulai dari mana. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk merubah diri ku. Aku mulai menulis per kalimat dan perkara di note handphone ku, aku menulis apa yang aku pikirkan di sana.

Saat itu aku sudah terpikir aku ingin menulis sebuah buku, tapi aku tidak bisa menulis. Aku tidak punya pengetahuan tentang menulis. Saat tahun 2022 bulan 3 tanggal 16 aku mulai menulis pemikiran ku dalam sebuah buku berjudul kebebasan. Di buku itu aku menceritakan tentang kebebasan dalam pendapat, kebebasan dalam hidup, kebebasan dalam hak ku untuk memilih daaan kebebasan untuk keluar dalam ruangan kegelapan yang aku tinggali.

Setelah selesai menulis buku itu, aku rasa aku sedikit memiliki perubahan secara emosional, aku menjadi lebih bisa mengontrol diri ku, tapi saat dalam menulis buku kebebasan itu, emosi ku tak bisa ku kendalikan, aku banyak menangis saat menulis itu.

Aku memaksa ingatan ku untuk kembali mengingat luka luka itu disaat aku masih terjebak di kegelapan itu. Semua rasa sakit, semua luka, pengelasan, kekecewaan semuanya aku rasakan kembali saat itu. Dan sekarang saat aku menulis buku ini, aku pikir aku masih ada di sana tapi dalam diri ku yang sudah pasrah dan dalam keadaan yang mungkin sudah bisa menerima segalanya.

Entah sudah bisa di bilang buah dari aku menulis buku itu atau aku memang sudah memaafkan diri ku, tapi aku sedikit berhasil berubah diri ku.

Entah kesuksesan atau kegagalan kedua nya sama sama memiliki resiko dan tanggung jawab nya sendiri. Tapi aku akan memohon pada diri ku agar tidak terlalu terburu buru lagi, aku akan memohon kepada diri ku tidak apa jika aku salah, memohon untuk tidak terlalu menyiksa dir sendiri dan tidak terlalu menyalahkan diri sendiri.

Di masa depan, entah itu sukses atau pun gagal setidaknya aku sudah pernah mencoba nya. Dan tidak akan menyesali apa yang sudah terjadi, hanya perlu belajar lagi jika aku gagal, dan berterima kasih pada diri ku jika aku berhasil.

Untuk apapun itu, aku berharap akan ada hari bahagia untuk diri ku dan orang di sekitar ku. Dan aku berharap semua orang bisa menentukan tingkat sukses nya sendiri tanpa membandingkan dengan orang lain dan mendengarkan apa kata orang lain.

Dan berharap tidak terlalu menyalahkan diri nya sendiri atas apapun yang terjadi.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!