Mobil yang dikendarai Anita melaju menuju bandara, mereka berempat sudah bertekad akan meninggalkan kota New York bahkan mungkin negara ini.
Braaakkk!
"Astaga Ma!"
Zean memegangi dahinya yang hampir saja mencium dasboard mobil. Lelaki remaja itu menoleh pada Sang Mama yang tiba tiba saja mengerem mendadak saat mobil yang ada didepan mereka tiba tiba berhenti.
"Kalian baik baik saja?"
Anita menoleh pada anak anaknya dan Samuel yang masih bersandar dibahu Inayna dengan tenang. Sepertinya pria itu masih merasakan denyutan dikepala akibat kecelakan yang dia alami beberapa belas menit yang lalu.
"Yeah, tidak juga Ma. Keningku hampir mencium dasboar mobil tadi."
Anita tersenyum mendengar ucapan putranya, satu tangannya terulur untuk mengacak rambut hitam lebat pria muda itu.
"What happen?"
Ina membuka kaca pintu mobil saat melihat orang orang terlihat berlarian kearah mobil mereka.
Keempat orang itu membeku seketika saat melihat apa yang sedang terjadi diluar. Samuel juga membuka kedua matanya saat mendengar suara gaduh dari luar mobil karena kaca jendela mobil itu Ina buka, otomatis suara suara itu bisa terdengar sampai kedalam mobil.
"Oh my God!"
Anita segera menekan perseneling mobilnya tanpa menunggu lagi saat dia melihat sesuatu yang mengerikan tengah mendekat kearah mereka.
"C'mon Mom!"
Zean berteriak keras pada sang Mama saat makhluk makhluk itu semakin mendekat kearah mobil mereka. Bahkan makhluk yang masih berbentuk manusia itu sampai ada yang menaiki mobil mereka.
"Me-mereka itu apa?"
Ina segera menutup kaca mobil saat salah satu makhluk itu menatap kearahnya.Bahkan Ina bisa melihat dengan jelas bentuk mereka, pakaiannya yang lusuh , kedua bola mata mereka memutih dengan begitu banyak bercak darah serta luka di wajah dan lehernya.
"Jangan ada yang mengeluarkan suara sedikit pun, tenang."
Samuel berbisik sembari menutup mulut Ina saat gadis itu akan berteriak karena melihat makhluk itu sudah menempelkan wajah mengerikan pada kaca mobil. Ina bahkan meraptkan tubuhnya pada Samuel yang terlihat tengah mengeluarkan sesuatu dari dalam kantung jaket hangatnya.
Salju diluar memang sudah tidak turun lagi ,namun udara diluar masih begitu dingjn. Namun sepertinya itu tidak berpengaruh pada makhluk makhluk itu.
Sroottt Sroottt Sroottt
Samuel menyemprotkan parfum didalam mobil, wangi parfum itu akan sedikit menetralkan wangi keringat dan bau anyir darah yang ada didalam mobil mereka. Samuel yakin makhluk itu mencium bau manusia sehat dari dalam mobil mereka maka dari itu ada beberapa makhluk itu yang masih mengintai mobil mereka.
Anita pun terlihat ragu untuk melajukan mobil karena makhluk makhluk itu bisa saja memecahkan kaca mobil mereka kalau mobil ini bergerak lagi. Karena mereka tahu kalau di dalam mobil ada manusia.
"Mereka makhluk apa?"
Ina berbicara lewat gerakan bibirnya pada Samuel tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Bahkan Zean sudah bersembunyi dibawah kursi saat melihat makhluk makhluk itu mengintip dikaca mobil.
"Mereka Zombie Kak, aku pernah melihatnya di film yang aku tonton dulu."
Zean menjawab pertanyaan Ina lewat gerakan bibirnya karena posisi Zean saat ini tengah berada didepan Samuel atau lebih tepatnya dibawah kaki Samuel. Lelaki remaja itu tidak berani untuk duduk didepan seperti tadi saat melihat makhluk makhluk itu menaiki melewati wajahnya.
Ina menatap pada Samuel yang terlihat masih siaga melihat kearah luar, pria berwajah tegas itu terlihat tengah memantau keadaan sekitar sembari memeluk tubuh Ina.
"Sam,"
Samuel menundukan wajahnya saat merasakan tarikan dijaket hangatnya. Saat Samuel menunduk wajah keduanya bertemu, dan hanya menyisakan beberapa centi meter saja.
"Iya, mereka zombie! kita harus segera pergi dari sini. Aunty nyalakan kembali mobilnya, kalau mereka menghalangi tabrak saja!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Anie Jung
Senam jantung 😄😄
2023-05-22
0
Anonymous
ada yang deg-deg gan eh tapi bukan jatuh cinta melain kan baca novel ini 😄😄😄
2023-05-20
0