"Kenapa mereka terus saja melihat kearah kita? memangnya kita berdua terlihat aneh?"
Ina memindai penampilannya saat ini dari atas hingga bawah, tidak ada yang aneh menurutnya. Outfit yang dia pakai juga terkesan sopan dan tidak terbuka, tapi kenapa orang orang itu terus saja mengarah padanya.
"Jangan dilihat!"
Aiko mengalihkan wajah Ina dengan cepat saat gadis itu hendak membalas tatapan pria dan wanita yang tengah menatap kearah mereka.
"Why?" Ina sedikit berbisik pada Aiko, gadis berambut hitam itu nasih menuntut jawaban dari temannya.
"Pokoknya jangan dilihat, jangan sampai kau berurusan dengan mereka oke!"
Ina masih belum mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh temannya ini. Kenapa dis tidak boleh membalas tatapan mereka? dan kenapa dia jangan sampai beturusan dengan mereka? memangnya mereka kenapa? apa mereka memiliki penyakit menular?
"Why?"
"Pokoknya ingat kata kataku, kalau kita mau aman di kampus ini, jauhi mereka terutama pria berjaket denim lusuh yang dikucir itu."
"Jangan dilihat!" lanjutnya
Astaga Aiko benar benar gemas dengan teman barunya ini, sudah diperingatkan untuk tidak melihat kearah mereka Ina masih saja keras kepala.
"Ck, ya sudah kalau tidak boleh dilihat, kita pergi saja dari sini, Aku juga sudah selesai."
Aiko menganggukan kepalanya, dia segera meraih tasnya dan berjalan mengikuti Ina yang terlebih dulu menuju area pembersihan sisa makanan.
🐇🐇🐇
"Aku pulang!"
Ina mengibas ngibaskan jaket bulunya yang lembab karena salju, sore ini gadis itu pulang dengan menumpang mobil Aiko karena sang Papa tidak bisa menjemputnya.
"Kamu pasti kedinginan ya sayang, ayo Mama sudah siapkan air hangat untukmu. Setelah mandi kamu segera menyusul kami didapur oke!"
Ina menganggukan kepalanya, gadis itu memang tengah kedinginan setengah mati saat ini. Suhu dingin sore ini membuatnya hampir membeku, bahkan jari jarinya terasa mati rasa padahal dia sudah memakai 5 lapis sarung tangan.
Waktu sepuluh menit sudah cukup bagi Ina untuk membersihkan diri, gadis itu segera turun dari kamarnya untuk menyusul sang Mama dan Adiknya di ruang makan.
"Bagaimana sekolah kalian hari ini?"
Ina dan Zean terdengar menghela nafasnya bersamaan, kedua adik dan kakak itu saling menatap lalu kemudian tertawa bersama.
"No bad," Ina menjawab seadanya, gadis itu kembali memakan nasi dan sayur yang sedari tadi siang dia inginkan.
"Aku juga sama seperti Kakak, tidak buruk. Yeah sekolahku lumayan nyaman." remaja yang masih berusia 16 tahun itu pun menjawab seadanya.Ya sekolahnya disini memang tidak terlalu buruk, dia langsung mendapat teman tadi, ya walaupun teman barunya itu agak sedikit cerewet dan banyak bicara. Tapi yeah no bad, dari pada tidak punya teman sama sekali bukan.
"Papa tidak pulang?"
Anita yang tengah menuangkan air minum digelas anak anaknya menganggukan kepalanya. Suaminya itu memang harus lembur malam ini, padahal hari ini adalah hari pertama kerjanya tapi ternyata Lukman harus lembur karena tengah melakukan penelitian.
"Mungkin Papa akan pulang besok pagi, setelah kalian menghabiskan makan malam, kalian segera tidur oke!"
"Yes Ma!"
Anita menatap kearah jendela rumah mereka, salju mulai turun cukup lebat. Pemanas ruangan sudah dia nyalakan namun suhu masih terasa dingin, sepertinya Anita akan menyalakan perapian mereka nanti agar suhu dirumah ini sedikit lebih hangat dari pada saat ini.
SEMOGA KALIAN SUKA THANK'S
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
@@Ayyaa@@
tegang nya sedikit z.. ya thor.
2023-09-03
0
Anie Jung
Selalu suka ko Kak Author 😘
Detik detik menegang kan, menuggu Zombie 🤣🤣🤣👍👍👍
2023-05-22
0
Anonymous
suka kok kak defri 🤗🤗🤗
2023-05-20
0