Brakk...
"Aaww uuhh...,"
Ina dan Anita memegangi keningnya yang terbentur dasbord mobil, padahal mereka sudah memakai sabuk pengaman namun karena benturan yang keras dari arah belakang mobil membuat mereka terhuyung kedepan. Bahkan Zean yang masih tertidur pun ikut terguling kebawah kursi.
"Kalian baik baik saja?"
Ina menganggukan kepalanya sembari memegangi keningnya yang lumayan berdenyut. Sedangkan Zean, remaja itu tengah bangkit walaupun setengah sadar.
"Ada apa dengan mobil itu? kenapa dia malah menabrakan mobilnya pada mobil kita?!"
Anita yang terlanjur kesal segera keluar dari dalam mobil, karena pagi mulai menyingsing suasana disana mulai ramai.
Anita dan kedua anaknya sudah hampir sampai bandara, kalau saja mereka tidak banyak memakan waktu dijalan mungkin ketiganya pagi ini sudah berada didalam pesawat.
"What are you doing?"
Anita mengetuk kaca pintu mobil itu berkali kali namun orang yang ada didalam mobil itu tidak juga kunjung keluar.
"Hei kau baik baik saja? tolong buka pintu mobilnya!"
Anita mengerutkan dahinya saat tidak juga kunjung mendapat respon dari sipengendara.
"Kenapa Ma?"
Anita yang hendak mengintip kaca pintu mobil itu urung dia lakukan karena Ina tiba tiba sudah berada didekatnya.
"Entahlah Mama sudah memanggil orang yang ada didalam mobil ini tapi dia tidak kunjung juga meresponnya. Apa mungkin dia pingsan didalam mobil? kalau iya bahaya, dia bisa mati percuma."
Anita kembali menundukan kepalanya kearah kaca mobil, sedangkan Ina malah terlihat lebih tertarik untuk menelisik area sekitar. Pandangannya terarah lurus pada satu titik, titik dimana ada segerombolan orang orang mulai mendekat kearah mereka dengan tampilan aneh dan................................menakutkan.
"Ma,"
"Sebentar Mama belum bisa melihat orangnya, kaca mobil ini terlalu gelap."
"Ma!"
"Wait wait!"
"Ma kita harus segera pergi dari sini!"
"What?"
"Ayo Ma!"
"Wait wait, terus orang yang didalam mobil ini gimana? Mama mau menolongnya dah..,"
Brakk..
"Astaga!"
Anita memegangi dadanya yang bergemuruh saat melihat keadaan orang yang ada didalam mobil. Orang itu terlihat menempelkan wajahnya kearah kaca mobil sembari berusaha untuk keluar dari sana, keningnya berdara lumayan banyak.
"Bantu Mama dulu keluarin dia!"
Ina menatap khawatir pada gerombolan orang orang menakutkan yang mulai mengikis jarak kearah mereka. Namun dia juga tidak mungkin membiarkan orang ada didalam mobil ini mati.
"Satu dua tiga tarik!"
Gagal
"One two three tarik!"
Sedikit lagi
"Ma!"
"Wait, kita coba sekali lagi!"
Ina menatap penuh harap pada kedua tangannya, dia berharap kedua tangannya berguna saat ini.
"Ayo aku bantu!"
Ina menganggukan kepalanya saat melihat Zean keluar dari mobil sembari membawa martil yang entah dia dapatkan dari mana.
Pyaarr...
Gagal
Pyarr...
Kaca mobil itu sudah pecah dengan dua kali hantaman Zean,dengan cepat Zean membuka kunci pintu mobil itu dari arah dalam.
Clekk..
Ina langsung menahan tubuh orang itu saat pintu mobil itu terbuka, Ina terlihat menyibakan rambut yang menghalangi wajah orang yang menumpu ditubuhnya.
"Sam, astaga ini Sam temen aku Ma!"
Ina tiba tiba saja panik saat melihat waja Sam yang mulai pucat, darah yang keluar dari keningnya juga tidak kunjung berhenti.
"Ayo bawa dia kemobil!"
Ina dan Zean memapah tubuh tinggi besar Samuel menuju mobil mereka, Anita dengan cepat membuka pintu mobil agar Ina bisa segera membawa masuk pria itu.
"C'mon Ma!"
Ina semakin dilanda panik saat melihat gerombolan orang orang itu semakin mendekat kearah mobil mereka. Ina juga semakin panik saat darah yang keluar dari dahi Samuel tidak juga kunjung berhenti padahal dia sudah menekan luka itu dengan saputangan yang diberikan oleh Zean.
"Mereka itu apa?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Anie Jung
Cepat cepat ada Zombie 😟😟
2023-05-22
1
Anonymous
ahhhh gimana ini semoga mereka selamat sampai bandara😩😩
2023-05-20
0