"Lewat sini!"
Ina dan yang lainnya masih setia mengikuti langkah Samuel, mereka tengah berjalan menyusuri Mall kosong ini agar dapat segera keluar. Mereka yakin para makhluk itu sudah berhasil mendobrak pintu kaca dan berhasil masuk. Maka dari itu mereka harus segera keluar dari gedung ini.
"Shii*t! pintunya terkunci!"
Samuel mengumpat kasar saat pintu yang akan mereka lewati ternyata masih terkunci, mereka semua yang ada disana saling menatap penuh khawatir.
"Lalu bagaimana?"
Salah satu pria yang ada dirombongan mereka ikut angkat bicara, kedua bola matanya menatap khawatir pada lorong yang tadi mereka lewati.
"Kita dobrak!"
Samuel memundurkan langkahnya, dia dan tiga pria lainnya mengambil ancang ancang lalu secara bersamaan membenturkan tubuh mereka pada pintu baja itu.
"Sekali lagi! lebih kencang! 1 2 3 dobrak!"
Brakkk!
Gagal, pintu itu tidak juga kunjung terbuka, kalau saja kunci pintu itu berupa gembok mungkin Samuel akan dengan mudah menghancurkannya. Namun sayangnya pintu ini bisa terbuka hanya dengan kunci kartu.
Brakk!
Samuel dan yang laiinnya tidak menyerah begitu saja, bahkan para wanita ikut membantu para pria untuk dapat membuka paksa pintu yang akan membawa mereka kepintu belakang gedung ini.
Tap Tap Tap Tap Tap
Mereka saling menatap satu sama lain saat mendengar suara langkah disekitar lorong, bukan hanya satu atau dua langkah namun begitu banyak langkah yang terdengar, Dan mereka sangat yakin kalau itu adalah langkah para makhluk yang berhasil memasuki gedung ini.
"Sembunyi!"
Samuel segera memerintahkan pada mereka untuk bersembunyi dimana pun yang penting mereka aman saat ini.
Sebelum menarik lengan Ina, Samuel lebih dahulu menyemprotkan parfum yang dia bawa untuk menetralisir bau keringat mereka agar tidak terlalu tercium oleh makhluk makhluk itu.
"Sssttt!"
Samuel menyembunyikan wajah Ina didadanya saat gadis itu terlihat mengigil ketakutan melihat kaki kaki mengerikan yang melewati mereka. Saat ini Ina dan Samuel tengah bersembunyi dikolong sebuah meja, sedangkan Zean dan Anita sang Mama berusaha mati matian agar tempat mereka tidak dilewati oleh makhluk makhluk itu.
Zean bahkan harus menahan nafas sekuat tenaga sembari membekap mulutnya sendiri saat melihat makhluk itu beberapa centi meter didekatnya. Karena Zean dan Anita tengah bersembunyi dibalik sebuah spanduk iklan.
'Ya Tuhan selamatkan kami, selamatkan kami.'
Itulah doa doa yang tengah mereka panjatkan, bahkan Aiko juga menahan nafas serta menutup kedua matanya saat melihat makhluk itu mulai mendekat kearah persembunyiannya.
"Mama bantu Aiko, Aiko belum mau mati."
Aiko terus saja bergumam didalam hatinya, dia tidak berani untuk membuka mulutnya. Jangankan membuka mulut, bernafas saja Aiko berusaha menahannya.
Brakkk!
Suara benda jatuh membuat antensi makhluk makhluk itu terarah kearah lain. Gerombolan makhluk makhluk itu terlihat berjalan terhuyung dan tertatih menjauh dari area persembunyian mereka.
Semua orang yang ada ditempat itu menghembuskan nafasnya lega saat melihat makhluk makhluk itu sudah tidak ada diarea itu.
"Astaga aku hanpir kehabisan nafas."
Zean menghirup nafasnya dalam dalam sembari memeluk sang Mama. Sedangkan Ina, dia terlihat lebih tenang saat Samuel mengatakan kalau makhluk makhluk itu sudah pergi.
"Kalian baik baik saja?"
Semuanya mengangguk yakin sebelum suara jeritan tidak jauh dari mereka memekikan telinga.
Pandangan mereka terarah pada lorong yang saling menghubungkan, disana mereka melihat makhluk itu tengah memangsa seorang pria yang usianya mungkin sama dengan Papanya Ina dan Zean.
"Sam!"
Ina mengenggam erat lengan Samuel, dia menatap ngeri pada makhluk yang tengah menggigit batang leher pria itu dengan sadisnya.
"Run!"
HOLLA GOOD MORNING EPRIBADEH
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA BUAT KARYAKU YANG SATU INI KLIK LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
NEXT PART SEMOGA KALIAN SUKA, THANK'S
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Anie Jung
Sungguh bikin jantung berdebar debar.
2023-05-22
0
Anonymous
semoga mereka ga ketahuan 🥺🥺🥺
2023-05-20
0