KANAYA MASUK RUMAH SAKIT

di kamar Karan, Wenda melibatkan kedua tangannya di dada ia bertanya-tanya suaminya dari mana Kenapa ketika ia tadi mencari tidak menemui sang suami padahal mobil sudah terparkir di depan parkiran tapi dia tidak menemui suaminya

Ceklek...

" Dari mana kamu? " tanya Wenda dengan Ketus

" Cari angin " Jawab Karan berjalan ke arah kamar mandi Karena ia merasa gerah

" Tunggu! " Kata Wenda

Wenda berjalan ke arah kanan ia mencium seluruh tubuh keran dan mencari sesuatu yang mencurigakan namun bunda tidak menemukan itu " mandilah, tadi Aku harus di salon bersama mamah dan aku juga habis perawatan miss.... " Goda Wenda

" Aku lelah Honey, Bolehkan Malam ini Aku istirahat saja " Kata Karan yang langsung masuk kedalam kamar mandi

Wenda mengepalkan kedua tangannya ketika mendapatkan tolakan dari sang suami, baru kali ini Karan menolak ajakannya padahal biasanya Karan selalu semangat jika dirinya mengajak untuk bermain " Pasti mereka habis bermain makanya menolak ku " Wenda benar-benar kesal kepada Karan, Iya tidak terima di tolak oleh Karan

Wenda keluar dari kamar ya langsung berjalan ke Paviliun, panggilan Mamah Erina pun tidak Wenda hiraukan Ia terus berjalan ke pavilion dengan wajah yang sangat kesal " Ada apa dengannya " Gumam Mamah Erina heran

Di paviliun Wenda mencari keberadaan Kanaya iya memukul-mukul pintu kamar Kanaya dengan cukup keras

" Kanaya!!! Keluar kamu!! " Panggil Wenda

Kanaya yang hendak ingin tidur ia langsung Berdiri dan membuka Pintu

Palak....

" Dasar Wanita tidak benar!!! Bisa-bisanya kamu merayu suamiku dan bermain dengan mu hah!!! " Tuduh Wenda

Kanaya memegangi pipinya karena terasa perih " Maksud Nyonya apa? Main? siapa yang main? " Ucap Kanaya

" Alah.. jangan ngeles deh kamu, Aku tau jika suamiku tadi habis dari sini dan kalian menghabiskan sore kalian dengan bermain di atas tempat tidur "

" Jaga Ucapan Anda ya Nyonya, Apa nyonya juga lupa jika Aku ini juga istri sah nya Tuan Karan, Jadi Apa salahnya jika aku bermain dengan suamiku Sendiri " Ucap Kanaya yang membenarkan Ucapan Wenda toh di jelaskan juga tetap saja Wenda akan menuduh dirinya

" Dasar!! Wanita gak tau diri " Wenda Menjambak Rambut panjang Kanaya Lalu mendorong Kanaya ke atas tempat tidur dan menindih Kanya

" Auch.. sakittt!!! " Keluh Kanaya

Mbak Sari yang mendengar teriakan Kanya ia langsung menghampiri kamar Kanaya " Nyonya Wenda, Lepaskan Nona Kanaya " Teriak Mbak Sari

" Jangan ikut campur kamu upik Abu, Ini urusanku dan juga dia!! " Tatapan Wenda benar-benar mengerikan

" Sakitttttt " Runtuh Kanaya Yang perutnya di duduki oleh Wenda

Mbak Sari tidak habis akal ia langsung menggedor Kamar Bams dan meminta Bams untuk menghentikan kegilaan Wenda

Bams yang mendapatkan Aduan dari Mbak Sari, Ia langsung berjalan ke kamar Kanaya, Wajah Bams sudah membulat ketika melihat Ada Darah di pipi Kanaya " Nyonya hentikan!!! " Bentak Bams, Bams Membawa Wenda untuk turun di atas perut Kanaya

" Mbak, Bawa Nona Kanaya ke rumah sakit dan Pastikan Jika Nona Kanaya dan Bayi yang ada di dalam Kandungan nya baik-baik saja " Kata Bams yang langsung di anggukan oleh Mbak Sari

Mbak Sari langsung membawa Kanaya ke pintu yang biasa mereka lewati jika ingin keluar dari Rumah itu, Katanya yang merasakan sakit di bagian perutnya ia terus merintih kesakitan " Mbak, sakit hiks... "

" Yang sabar ya Non, sebentar lagi kita akan Sampai di rumah sakit " Kata Mbak Sari

Sedangkan di Paviliun, Bams tidak habis pikir dengan kelakuan Wenda " Apa Nyonya tidak berfikir bagai mana jika terjadi sesuatu kepada Nona Kanaya, Dan Apa Nyonya Tidak berfikir bagai mana jika Tuan Karan Sampai tau kejadian ini? "

" Maka dari itu kamu jangan banyak omong!! " Bentak Wenda yang langsung meninggalkan Bams di paviliun

Bams memijat pelipisnya ia benar-benar Pusing dengan kelakuan Wenda " Tuan, kenapa anda harus menikahi wanita yang seperti Nyonya Wenda " Gumam Bams

Bams langsung mengambil Kunci Mobil lalu pergi ke rumah sakit dimana Kanaya di Rawat.

~ RUMAH SAKIT

Di rumah sakit Kanaya langsung ditangani oleh Dokter, Kanaya cukup beruntung karena tekanan yang diberikan oleh Wenda tidak mengakibatkan keguguran, hanya saja Kanaya harus dirawat beberapa hari di rumah sakit karena kandungannya yang lemah

Mbak Sari merasa kasihan kepada Kanaya ia menitihkan air matanya, Mbak Sari sungguh tidak tega melihat keadaan karena ia saat ini terbaring lemah di atas tempat tidur dengan pipi yang merah dan sudut bibir yang lembam, Mbak Sari tidak habis pikir dengan Nyonya Wenda yang bisa-bisanya dia mendidih perut Kanaya dan menyiksa Kanaya dengan membabi buta tanpa alasan yang jelas lagian bukannya Tuhan karena itu adalah suaminya Kanaya juga jadi kenapa Wenda harus marah salah sendiri dirinya tidak bisa hamil.

Bams langsung masuk ke dalam ruangan Kanaya Iya langsung menanyakan bagaimana keadaan karena ya kepada Mbak Sari " Bagai mana dengan keadaan Nona Kanaya? "

Mbak Sari membuang napasnya pelana " Keadaan yang sudah membaik dan kandungannya juga tidak apa-apa hanya saja Nona Kanaya harus dirawat di sini beberapa hari karena kandungannya yang lemah sekalian pemulihan " Jawab Mbak Sari

Bams Mengangguk " jika itu yang terbaik lakukanlah, Tapi kamu jangan bilang kepada Tuan jika Nona Kanaya dirawat di rumah sakit karena ulah istri pertamanya "

Mbak Sari mengerutkan keningnya ia merasa heran kenapa harus merahasiakan perbuatan Wenda " Kenapa Tuan? "

" Jika kamu mau mengadukannya bisa-bisa Nyonya Wenda melakukan hal yang lebih dari ini, kamu tahu sendiri bagaimana Nyonya Wenda, Jadi aku harap kamu tidak banyak omong kepada Tuan Karan " Kata Bams

Omongan Bams ada benarnya juga semakin dirinya mengadu pasti Nyonya Wenda akan semakin menyiksa Nona Kanaya " baiklah jika ini buat kebaikan Nona Kanaya "

" Biaya rumah sakit akan aku urus dan biaya untuk kalian di sini pun akan aku transfer ke rekeningmu, Aku harap ini akan menjadi rahasia kita jangan sampai Tuhan Karan tau " Bams langsung meninggalkan ruangan Kanaya

Lagi lagi Mbak Sari merasa iba kepada Kanaya karena hidupnya yang akan semakin sulit dan akan penuh rintangan " Yang kuat ya Non, semoga Non bisa melewati ini semua dan berharap Setelah semua ini berlalu dan akan mendapatkan pria yang lebih baik yang sangat menyayangi Non dan menerima Non Apa adanya " Gumam Mbak Sari

ternyata Dari tadi karena yang sudah bangun ia mendengarkan pembicaraan Mbak Sari dan juga Bams, Iya tidak menyangka jika Bams menyuruh mbak sari untuk diam tentang dirinya padahal dirinya tidak salah yang salah hanyalah Nyonya Wenda yang sudah menuduh dirinya yang tidak-tidak

Hatinya terasa sakit perih, kenapa dia terluka pun suaminya tidak boleh tahu padahal ini menyangkut dirinya dan juga calon anak mereka, jika sampai anak yang ada dalam kandungannya Tidak ada,n ia tidak akan segan-segan untuk menuntut Wenda

" Mbak " Lirih Kanya yang sudah mengusap air matanya

Mbak Sari yang sedang duduk di sopa langsung berdiri dan menghampiri Kanaya " Iyan Non " jawab Mbak Sari

" Aku ingin pulang Bi " Lirih Kanaya

" Maaf non, Tapi Dokter tidak memperbolehkan Non Pulang dulu karena kandungan Non yang saat ini lemah " Kata Mbak Sari

" Tapi Jika aku sudah sembuh bolehkan Aku pulang ke kampung halamanku ku bi, Aku merindukan Nenekku Mbak Hiks... "

. Mbak Sari bingung harus jawab apa karena dia tidak mempunyai wewenang untuk menjawab pertanyaan Kanaya " Mbak tidak tahu non, tapi Mbak akan cuma ngomong ke Tuan Bams, tapi tidak janji ya Non karena keputusan tetap saja dari Tuan Karan " Kata Mbak Sari

Kanaya menganggukkan kepalanya lalu ia memalingkan wajahnya ke arah lain, air mata yang ia tahan kini telah tumpah rasanya hidupnya ini sangatlah pelit, andai saja waktu bisa diputar Mungkin karena ia tidak akan mau menerima tawaran dari Karan namun kini masih sudah menjadi bubur waktu sudah tidak bisa diulang.

~ RUMAH UTAMA

Karen yang baru keluar dari kamar mandi tidak melihat keberadaan Wenda di kamarnya, Karan tidak mencari keberadaan Wenda, Iya Malah memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur karena rasanya ia sangat lelah hari ini, namun ketika ia ingin memejamkan kedua matanya sekarang malah merasa gelisah jantungnya berdetak tidak karuan Iya merasa ada sesuatu hal namun tak apa itu " Ada apa denganku ini, Tidak biasanya aku merasakan hal seperti ini " Gunma Karan memegangi dadanya

Brak..

Wenda masuk ke dalam kamar dengan membantingkan pintu lalu ia masuk ke dalam kamar mandi tanpa menyapa Karan yang sudah terbaring di atas tempat tidur

Karan yang melihat istrinya tiba-tiba datang dan membandingkan pintu ia merasa heran, Ada apa dengan istrinya itu kenapa tiba-tiba dia marah-marah

yang tadinya Karan akan tidur Iya langsung duduk menunggu sang istri keluar dari kamar mandi

Ceklek..

Wenda keluar dari kamar mandi menggunakan handuk mandinya lalu ia pergi ke ruang ganti dan mengambil gaun Tidurnya yang tipis

Karan berdiri lalu ia menghampiri sang istri di ruang ganti " Honey, Ada Apa denganmu? " Tanya Karan yang memeluk Wenda dari belakang

" Aku tidak apa-apa " Jawab Wenda yang melepaskan pelukannya dari sang suami Lalu ia pergi membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur

Karan heran kepada istrinya itu lalu ia mengikuti Wenda ke atas tempat tidur " Kamu kenapa hmm... Apa kamu sedang mau datang bulan Makanya kamu marah-marah begini "

" Pikir saja Sendiri " Jawab Wenda yang langsung memejamkan kedua matanya

Karan membuang nafasnya pelan lalu ia memberikan tubuhnya di samping sang istri diajak ngobrol cuman percuma karena istrinya itu malah memilih untuk tidur, Karan tertidur sambil memeluk tubuh sang istri dari belakang ia melupakan perasaannya yang gelisah.

Terpopuler

Comments

Elizabeth Yanolivia

Elizabeth Yanolivia

nafasnya = napasnya
memberikan tubuhnya = membaringkan tubuhnya

2024-10-17

0

Elizabeth Yanolivia

Elizabeth Yanolivia

iya langsung = IYA langsung

2024-10-16

0

Elizabeth Yanolivia

Elizabeth Yanolivia

membandingkan pintu = MEMBANTING pintu

2024-10-16

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL MULA
2 NENEK MASUK RUMAH SAKIT
3 BANTUAN ORANG ASING
4 HARI PERTAMA
5 PERJANJIAN
6 GIBAH MAJIKAN
7 SEEKOR ANAK KUCING
8 MOL
9 HARI PERTAMA KULIAH
10 BINGUNG
11 KEHAMILAN
12 KEPULANGAN WENDA
13 KEHAMILAN SIMPATIK
14 KESEDIHAN WENDA
15 MALAM BERSAMA
16 MASUK KAMPUS
17 MASIH DI KAMPUS
18 RUJAK EKSTRIM
19 SORE BERDUA
20 KANAYA MASUK RUMAH SAKIT
21 JANJI
22 ACARA EMPAT BULANAN
23 GENGSI
24 MALAM BERSAMA
25 KEBENARAN I
26 KEBENARAN KE II
27 MERTUA BAIK
28 SATU BULAN KEMUDIAN
29 MENGETAHUI
30 NGIDAM
31 SEPERTI MELIHAT KARAN
32 Karan datang
33 Pulang kampung
34 CEMBURU
35 CERITA DI BALIK IKAN ASIN BAKAR
36 KARAN YANG MASIH TIDAK INGIN JUJUR
37 MANGGA MUDA
38 KEDATANGAN WENDA
39 INGIN MENYUDAHINYA
40 NAYA MASUK RUMAH SAKIT
41 APARTEMEN
42 MENCOBA MENERIMA
43 BERTEMU TEMAN BARU
44 KEDATANGAN WENDA
45 KENZO PRATAMA
46 WANITA ASING
47 WENDA KEMBALI
48 WASPADA
49 KANAYA DATANG KE KANTOR
50 LARAN MASUK RUMAH SAKIT
51 SEMBUH
52 Pulang kampung
53 RUMAH NENEK
54 BERBIKAN
55 RUMAH NENEK
56 BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
57 S2. NARAYA
58 S2. VEBBY YANG MATI KUTU
59 S2. BERTEMU LAGI
60 S2. Jessica Kirana
61 S2. GADIS MALANG
62 S2. SIKSAAN UNTUK JESICCA
63 S2. 10 TAHUN YANG LALU
64 S2. JESICCA PINGSAN
65 S2. MASAKAN JESI
66 S2. JESI MASUK RUMAH SAKIT
67 S2. PERUBAHAN JESICCA
68 S2. SETITIK PERHATIAN
69 S2. LIBURAN
70 S2. MINTA MAAF
71 S2. MEMINTA IJIN
72 S2. Villa
73 S2. RENCANA MENIKAH
74 S2. KEKESALAN RIRI
75 S2. ANCAMAN VEBBY
76 S2. FITNAH
77 S2. HINAAN
78 S2. KANTOR
79 S2. PENCULIKAN
80 S2. PENYELAMATAN
81 S2. KEDATANGAN BU ERINA
82 S2.HARI BAHAGIA
83 S2. MENYERAHKAN DIRI
84 S2. Beti
85 S2. VEBBY YANG MASIH TIDAK BISA MENERIMA
86 S2. PENDERITA RIRI
87 S2. KOTA B
88 S2. JESSICA TERSIRAM AIR PANAS
89 S2. SEAFOOD
90 S2. ROMANTIS ALA KENZO
91 S2. MEMBASMI HAMA
92 S2. RINDU SAMBEL TERASI
93 S2. RAMEN
94 S2. RENCANA LIBURAN PAPAH DAN MAMAH
95 S2. GERAM KEVIN
96 S2. DUFAN
97 S2. KEVIN
98 S2. MiKO
99 S2. BARBEQUE
100 S2. PISANG GORENG
101 S2. KEMBALINYA LAURA
102 S2. KEVIN
103 S2. TWINS
104 S2. TIDAK ADA RESTU
105 S2.SATU BULAN KEMUDIAN
106 S2. INFO! INI ADALAH CERITA NARA YANG SUDAH MENJADI SEORANG GADIS
107 S2. AKAL BULUS KENZO
108 S2. KEBERANIAN NARA
109 S2. HARI NARA
110 S2.HARI-HARI NARA
111 S2 KOTA B
112 S2. BERTEMU LAGI
113 S2 TEMAN BARU
114 S2. BIOSKOP
115 S2. MENJADI DEKAT
116 S2. SEMAKIN DEKAT
117 S2. JUNO PATAH HATI
118 S2. NARA KECELAKAAN
119 S2 NONTON
120 S2. ISI HATI BRIAN
121 S2 MAKAN MALAM
122 S2. KESALON
123 S2. PERGI KE ACARA
124 S2. PESTA
125 S2. JADIAN
126 S2 KE KANTOR
127 S2. BRIAN NAKAL
128 S2. GOSIP
129 S2.
130 S2. HANCUR DALAM SEKEJAP
131 S2. JALAN-JALAN
132 S2. KLARIFIKASI
133 S2. SELALU ADA DRAMA
134 S2. MBAK RANI TERTANGKAP
135 S2. MASIH DI RUMAH SAKIT
136 S2. KETAHUAN
137 S2. LAMARAN
138 S2.FLASHBACK
139 S2. MERAJUK
140 S2. KEHANCURAN LUNA
141 S2. NARA PULANG
142 S2. MOOD YANG KURANG BAIK.
143 S2. HIBUR NARA
144 S2.
145 S2. KEDATANGAN SILVIA
146 S2. MAKAN MALAM
147 S2. BERTEMU
148 S2. DI GADAI
149 S2. OOO KETAHUAN
150 S2. KEPUTUSAN
151 S2. SAH
152 S2. PENGANTIN BARU
153 S2. BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
154 S2. RESEPSI
155 S2. BULAN MADU
156 S2. MASIH LIBURAN
157 S2. TENTANG JESSY.
158 S2. BALI
159 S2. KETEMU FABIAN
160 S2. KEDATANGAN ORANG TUA BRIAN
161 S2. TENTANG ERLANGGA
162 S2. MAKAN SIANG MENUJU SORE
163 S2. MENGHINDAR
164 S2. KEDATANGAN ERINA.
165 S2. KEDATANGAN RIANTI
166 S2. KABAR DUKA
167 S2. TANDA-TANDA
168 S2. POSITIF
169 S2. BERTEMU KEVIN.
170 S2. ERINA
171 S2. KESIALAN ERINA.
Episodes

Updated 171 Episodes

1
AWAL MULA
2
NENEK MASUK RUMAH SAKIT
3
BANTUAN ORANG ASING
4
HARI PERTAMA
5
PERJANJIAN
6
GIBAH MAJIKAN
7
SEEKOR ANAK KUCING
8
MOL
9
HARI PERTAMA KULIAH
10
BINGUNG
11
KEHAMILAN
12
KEPULANGAN WENDA
13
KEHAMILAN SIMPATIK
14
KESEDIHAN WENDA
15
MALAM BERSAMA
16
MASUK KAMPUS
17
MASIH DI KAMPUS
18
RUJAK EKSTRIM
19
SORE BERDUA
20
KANAYA MASUK RUMAH SAKIT
21
JANJI
22
ACARA EMPAT BULANAN
23
GENGSI
24
MALAM BERSAMA
25
KEBENARAN I
26
KEBENARAN KE II
27
MERTUA BAIK
28
SATU BULAN KEMUDIAN
29
MENGETAHUI
30
NGIDAM
31
SEPERTI MELIHAT KARAN
32
Karan datang
33
Pulang kampung
34
CEMBURU
35
CERITA DI BALIK IKAN ASIN BAKAR
36
KARAN YANG MASIH TIDAK INGIN JUJUR
37
MANGGA MUDA
38
KEDATANGAN WENDA
39
INGIN MENYUDAHINYA
40
NAYA MASUK RUMAH SAKIT
41
APARTEMEN
42
MENCOBA MENERIMA
43
BERTEMU TEMAN BARU
44
KEDATANGAN WENDA
45
KENZO PRATAMA
46
WANITA ASING
47
WENDA KEMBALI
48
WASPADA
49
KANAYA DATANG KE KANTOR
50
LARAN MASUK RUMAH SAKIT
51
SEMBUH
52
Pulang kampung
53
RUMAH NENEK
54
BERBIKAN
55
RUMAH NENEK
56
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
57
S2. NARAYA
58
S2. VEBBY YANG MATI KUTU
59
S2. BERTEMU LAGI
60
S2. Jessica Kirana
61
S2. GADIS MALANG
62
S2. SIKSAAN UNTUK JESICCA
63
S2. 10 TAHUN YANG LALU
64
S2. JESICCA PINGSAN
65
S2. MASAKAN JESI
66
S2. JESI MASUK RUMAH SAKIT
67
S2. PERUBAHAN JESICCA
68
S2. SETITIK PERHATIAN
69
S2. LIBURAN
70
S2. MINTA MAAF
71
S2. MEMINTA IJIN
72
S2. Villa
73
S2. RENCANA MENIKAH
74
S2. KEKESALAN RIRI
75
S2. ANCAMAN VEBBY
76
S2. FITNAH
77
S2. HINAAN
78
S2. KANTOR
79
S2. PENCULIKAN
80
S2. PENYELAMATAN
81
S2. KEDATANGAN BU ERINA
82
S2.HARI BAHAGIA
83
S2. MENYERAHKAN DIRI
84
S2. Beti
85
S2. VEBBY YANG MASIH TIDAK BISA MENERIMA
86
S2. PENDERITA RIRI
87
S2. KOTA B
88
S2. JESSICA TERSIRAM AIR PANAS
89
S2. SEAFOOD
90
S2. ROMANTIS ALA KENZO
91
S2. MEMBASMI HAMA
92
S2. RINDU SAMBEL TERASI
93
S2. RAMEN
94
S2. RENCANA LIBURAN PAPAH DAN MAMAH
95
S2. GERAM KEVIN
96
S2. DUFAN
97
S2. KEVIN
98
S2. MiKO
99
S2. BARBEQUE
100
S2. PISANG GORENG
101
S2. KEMBALINYA LAURA
102
S2. KEVIN
103
S2. TWINS
104
S2. TIDAK ADA RESTU
105
S2.SATU BULAN KEMUDIAN
106
S2. INFO! INI ADALAH CERITA NARA YANG SUDAH MENJADI SEORANG GADIS
107
S2. AKAL BULUS KENZO
108
S2. KEBERANIAN NARA
109
S2. HARI NARA
110
S2.HARI-HARI NARA
111
S2 KOTA B
112
S2. BERTEMU LAGI
113
S2 TEMAN BARU
114
S2. BIOSKOP
115
S2. MENJADI DEKAT
116
S2. SEMAKIN DEKAT
117
S2. JUNO PATAH HATI
118
S2. NARA KECELAKAAN
119
S2 NONTON
120
S2. ISI HATI BRIAN
121
S2 MAKAN MALAM
122
S2. KESALON
123
S2. PERGI KE ACARA
124
S2. PESTA
125
S2. JADIAN
126
S2 KE KANTOR
127
S2. BRIAN NAKAL
128
S2. GOSIP
129
S2.
130
S2. HANCUR DALAM SEKEJAP
131
S2. JALAN-JALAN
132
S2. KLARIFIKASI
133
S2. SELALU ADA DRAMA
134
S2. MBAK RANI TERTANGKAP
135
S2. MASIH DI RUMAH SAKIT
136
S2. KETAHUAN
137
S2. LAMARAN
138
S2.FLASHBACK
139
S2. MERAJUK
140
S2. KEHANCURAN LUNA
141
S2. NARA PULANG
142
S2. MOOD YANG KURANG BAIK.
143
S2. HIBUR NARA
144
S2.
145
S2. KEDATANGAN SILVIA
146
S2. MAKAN MALAM
147
S2. BERTEMU
148
S2. DI GADAI
149
S2. OOO KETAHUAN
150
S2. KEPUTUSAN
151
S2. SAH
152
S2. PENGANTIN BARU
153
S2. BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
154
S2. RESEPSI
155
S2. BULAN MADU
156
S2. MASIH LIBURAN
157
S2. TENTANG JESSY.
158
S2. BALI
159
S2. KETEMU FABIAN
160
S2. KEDATANGAN ORANG TUA BRIAN
161
S2. TENTANG ERLANGGA
162
S2. MAKAN SIANG MENUJU SORE
163
S2. MENGHINDAR
164
S2. KEDATANGAN ERINA.
165
S2. KEDATANGAN RIANTI
166
S2. KABAR DUKA
167
S2. TANDA-TANDA
168
S2. POSITIF
169
S2. BERTEMU KEVIN.
170
S2. ERINA
171
S2. KESIALAN ERINA.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!