Setelah samapi Di Mol. Kanaya terus mengikuti langkah Bams, karena ia merasa asing di sini apa lagi ini pertama kalinya dirinya datang ke Mol sebesar ini " Wah.. besar sekali " Gumam Kanaya namun masih bisa di dengar oleh Bams
" Nona, Mari kita ke Toko Buku " ajak Bams
" Oke " jawab Kanaya yang langsung mengekor
Bams melirik gerak gerik Kanaya Ia tersenyum kecil ketika Melihat Kanaya yang merasa kebingungan dan bahkan Kanaya seperti anak kucing yang selalu mengekor di ekor induknya.
" Nona, Apa anda tau apa saja yang akan Anda beli? " Tanya Bams
Kanaya menggelengkan kepalanya sambil menyengir " Tidak hihihi "
" kalo begitu, Anda duduk di sini biar saya yang membeli keperluan Anda " kata Bams yang menyuruh Kanaya duduk di kursi yang di sediakan di Toko buku lalu dirinya membeli peralatan untuk Kuliah Kanaya
Kanaya tersenyum ketika melihat Bams yang serius mencari kebutuhan untuk dirinya " Kanaya! "
Kanaya yang di panggil langsung menoleh " Silva! "
Kanaya langsung memeluk sahabatnya itu " aku sangat merindukanmu "
" Aku juga Kanaya "
Kayanya mengulurkan pelukannya " Kamu sedang apa di sini? " tanya Kanaya
" Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Kamu sedang apa di sini dan sama siapa? " tanya Silva
Kanaya tersenyum ia menggaruk kepala yang tidak gatal " Aku.. " Ucapan Kanaya terhenti ketika melihat Bams yang mulai mendekat " Aku bersama suamiku " Jawab Kanaya Yang langsung merangkul lengan Bams
Bams yang terkejut karena Di rangkul oleh Kanaya hanya bisa mematung " Wah ternyata Gosip itu benar, Kamu telah menikah dengan orang kota " ucap Silva
" Iyah, perkenalkan Ini suamiku. suamiku itu, ini Silva sahabatku " Kata Kanaya sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Bams
Bams yang mendapatkan Kode langsung mengulurkan tangannya " Bams " ucapnya
" Silva " jawab Silva
" Suamimu tampan " Bisik Silva ". Eh tunggu " Silva memberikan tatapan tajam kepada Kanaya " Kamu mempunyai hutang penjelasan kepadaku Naya " Kata Silva
" Heheh.. Nanti Aku jelasin kepadamu " jawab Kanaya
" Mana no, handphone milikmu Biar aku gampang menghubungi nanti " Kata Silva
Kanaya terdiam dirinya bingung harus bagai mana karena dirinya tidak memiliki handphone namun... " Suamiku, Bisakah kamu menaruh no telpon Silva di handphonemu? karena aku lupa gak bawa Handphone " Kanaya menunjukan gigi putihnya dengan kedua mata yang menyempit seolah dirinya meminta tolong kepada Bams
Bams menggelengkan kepalanya namun ia tetap menarik No handphone Silva di Handphone Milinya " Sudah " jawab Bams
" Terimakasih suamiku " Ucap Kanaya Tulus
Silva menatap Kanaya dengan suaminya itu Ia merasa Ada yang aneh namun Ia tidak ingin banyak bertanya apa lagi Stelah di lihat-lihat Suami Kanaya terlihat dingin dan Acuh
" Naya, Aku duluan ya soalnya Tante ku sudah menunggu. Nanti Aku akan hubungi kamu " Kata Silva
" Oke Silva " Ucap Kanya Yang langsung melambaikan tangannya kepada Silva
Setalah Kepergian Silva. Kanaya langsung melepaskan rangkulannya " Maafkan Aku Kak, Aku tadi sedikit bingung harus jawab apa kepada sahabatku itu, Dan Kakak pasti tau soal perjanjian itu " lirih Kanaya yang merasa tidak enak kepada Bams
" Sudahlah Ayo pergi, saya sudah membeli apa yang anda butuhkan besok " Kata Bams dingin
Kanaya mengikuti langkah Bams ia benar-benar merasa tidak enak kepada Bams apa lagi Bams terlihat kesal kepada dirinya.
Di dalam Mobil Kanaya melihat ke arah luar ia tidak berani bertanya atau mengajak Bams berbicara karena Kanaya takut Bams akan marah kepada dirinya
" Eh Stop Kak " Pinta Kanaya
" Ada apa Nona? "
" Em.. Kak, nolehkan Aku meminta sesuatu? " Tanya Kanaya
" Hm.. "
Kanaya tersenyum " Aku ingin ke Pet Shop " kata Kanaya
Bams mengerutkan keningnya " Mau apa Anda ke sana Nona? " tanya Heran Bams
" Aku ingin beli rumah kucung, pasir dan juga makanan Kucing " Kata Kanaya
" Baiklah " Jawab Bams. Bams membawa Mobilnya ke Pet Shop yang terdekat " Nona, Tunggu saja di sini biar saya yang membelikannya " kata Bams Yang langsung di Anggukan oleh Kanaya
Butuh Lima belas menit Kanaya menunggu Bams membeli pesanannya namun kedua mata Kanaya membulatkan ketika melihat Bams yang membeli keperluan kucing dengan lengkap " Kenapa banyak sekali " Gumam Kanaya
Bams masuk kedalam Mobil setelah ia menaruh barang belanjaannya di bagasi " Kak, Ko tadi aku liat banyak banget yang kakak beli? " Tanya Kanaya heran
" Itu buat sebulan lagian, Anda akan membutuhkan itu semua " Jawab Bams yang langsung mengendarai mobilnya kemabli untuk pulang ke rumah
Tidak ada pembicaraan lagi Kanaya Juga diam seribu Bahasa ia tidak ingin memancing kemarahan Bams kepada dirinya.
Sesampainya Di rumah Kanaya dan Bams langsung membawa belanjaan yang di beli tadi termasuk untuk kucing dengan di bantu oleh penjaga rumah.
Di Paviliun Kanaya langsung duduk di kursi Karena ia merasa lelah sungguh lelah " Non, Apa Non sudah makan siang? " Tanya Pelayan
" Belum Mbak " jawab Kanaya jujur
" Kalo begitu, Non mau di siapkan Apa? "
" Tidak perlu, Nanti saja Aku ngambil sendiri Mbak. lagian aku ini sehat, Aku masih bisa ngambil sendiri " Jawab Kanaya
" Nona, semua barang belanjaannya sudah saya simpan di dalam. Kalo begitu saya langsung permisi " kata Bams yang langsung pergi begitu saja
Kanaya yang melihat kepergian Bams lalu Kanaya melirik kearah pelayan Tadi " Mbak, apa Kak Bams sangat Kaku? " Tanya Kanaya
Sontak saja pernyataan Kanaya membuat si pelayan tersenyum " Hehehe... Tuan Bams, memang begitu Non, sudah jangan di pikirkan " Kata Si pelayan yang langsung mendapatkan Anggukan dari Kanaya
Meong...
" Ah anak kucingku, kamu pasti laper ya " Kanaya langsung menggendong Anak kucing itu " Nih, tadi aku sudah belikan kamu Makanan, jadi makanlah " Kata Kanaya yang menyiapkan makanan kucing di wadahnya.
Kanaya tidak langsung mandi ia malah menyusun rumah yang di belikan Bams tadi dengan di bantu oleh pelayan yang selalu setia berada di sisi Kanaya
" Mbak, lihat lucu kan " Kata Kanaya yang langsung memasukan anak kucing peliharaannya
" Apa Non, sudah memberikan nama? "
Kanaya berfikir sejenak lalu tersenyum " karena kucingnya betina bagaimana kalo kita kasih nama Ciki "
" Nama yang bagus Nona " Jawab Si pelayan itu
Kanaya tersenyum " Halo Ciki, sekarang nama kamu Ciki " ucap Kanaya
Pelayan melihat jam yang melingkar di tangannya " Non, hari sudah mulai sore, sebaiknya Non pergi mandi dan saya akan menyiapkan makan siang anda " Kata pelayan Itu
" baiklah, kalo begitu Aku mandi dulu " Jawab Kanaya yang tidak ingin membantah
Kanaya membersihkan tubuhnya bahkan Ia juga berendam dengan air yang sudah di berikan tetesan pewangi Agar tubuh Kanaya selalu wangi
Setalah Dua puluh menit, Kanaya keluar dari kamar mandi Ia melihat sudah ada makanan di meja " Mbak, sudah makan? " tanya Kanaya
" Sudah Non " Jawab nya
" Yasudah kalo begitu aku makan dulu ya "
Kanaya memakan makanannya ia tiba-tiba saja teringat kepada sang nenek di kampung, wajah kanaya berubah menjadi sendu
" Non, non tidak apa-apa? "
" Aku rindu Nenek di kampung Mbak " lirih Kanaya
Pelayan itu membuang napasnya pelan " Yang sabar ya Non "
Rumah Ciki 🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Elizabeth Yanolivia
setalah = setelah
2024-09-29
0
Elizabeth Yanolivia
yasudah = ya sudah
2024-09-29
0
Elizabeth Yanolivia
berfikir = berpikir
2024-09-27
0