Malam Ini Kanaya pindah kamar ia Ingin tinggal di paviliun bersama para pelayan, Di sana ada kamar yang cukup untuk Kanaya bukan hanya itu kamar ini juga cukup bersih dan rapih apa lagi pasilitas yang komplit membuat Kanaya akan betah berada di sini.
Tadi ketika Kanaya bangun dari pingsannya ia langsung meminta pindah kamar ke paviliun, Karan tidak bisa menahan Kanaya karena Karan tidak ingin Kanaya merasa tertekan dan tidak nyaman berada di rumahnya.
" Non, Apa ada yang Non butuhkan lagi? " Tanya Pelayan
Kanaya tersenyum " Tidak Ada mbak, Ini sudah cukup. Terimakasih " Jawab Kanaya sambil tersenyum
" Baik kalo begitu saya permisi " Pamit si pelayan
Kanaya yang sudah melihat kepergian pelayanan tadi ia langsung merebahkan tubuh menatap langit-langi kamar, Kanaya merasa nyaman
" Nenek. Nenek apa kabar di kampung? Aku rindu Nenek " Gumam Kanaya. Kanaya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu memejamkan tatanya mungkin efek obat yang di berikan oleh pelayan tadi makanya Kanaya merasa ngantuk.
~PAGI HARI
Kanaya bangun dari tidurnya ia bangun pagi-pagi karena Memang sudah terbiasa bangun pagi " Mbak " Ucap Kanaya
" Iya Non, Ada apa? " tanya si pelayan yang kebetulan ada di Paviliun
" Apa yang harus Aku kerjakan " Ucap Kanaya
Pelayan itu terlihat bingung mana mungkin dirinya memerintah Kanaya untuk membereskan rumah " Tidak ada Nona " Jawab nya langsung
Kanaya memalingkan wajahnya " Masa ia rumah sebesar ini gak ada yang harus Aku kerjakan "
" Semua pekerjaan sudah ada yang pegang Non. Non Duduk saja lagian Non ini kan Istrinya Tuan Karan jadi mana boleh Non mengerjakan pekerjaan rumah "
Kanaya tersenyum tipis " Itu hanya status Mbak, Di luar itu aku masih sama seperti kalian, sama-sama kerja dan sama-sama di bayar " Jawab Kanaya Pelan
Pelayan itu merasa iba kepada Kanaya, Ia tau betul bagaimana pernikahan yang di jalani Nona nya ini karena kemarin Karan langsung mengumpulkan para pelayan dan pekerja yang lainnya untuk memperingati untuk menutup mulut tentang status Kanaya termasuk kepada kedua orang tuanya, Tidak ada yang boleh kasih tau siapa Kanaya sebenarnya.
" Aku akan sangat bosan di sini " keluh Kanaya Memanyunkan bibirnya
" Kalo tidak Nona, Jalan-jalan pagi saja di sekitar rumah. di sini halamannya cukup luas bahkan Ada danau juga di belakang " Sarana si pelayan.
" Benarkah? Wah.. Oke deh, Aku akan Ikuti saranmu " kata Kanaya dengan senyuman yang mengambang di wajahnya
Sedangkan Di meja makan Karan tengah sarapan seorang diri. Mempunyai Istri muda tidak membuat Karan denang atau bangga Ia malah Harus hati-hati.
" Tuan, Ada yang anda Inginkan? " Tanya Pelayan Itu
" Apa wanita itu sudah sarapan? " tanya Karan
Pelayan yang berdiri di dekat Karan langsung mengangguk Ia tau siapa yang di maksud oleh Karan " Sudah Tuan, Tadi pagi-pagi sekali Nona Kanaya sarapan " Jawabnya
" Hm.. Baiklah kalo kaya gitu " Karan mengusap bibirnya dengan Tisu " Saya akan ke kantor, Dan nanti siang akan Ada asisten saya yang akan mengantar wanita itu ke mol untuk belanja keperluan Kuliahnya "
" Baik Tuan " Jawab Pelayan itu sambil menunduk
Setelah kepaegain Karan. Para pelayan langsung di sibukkan dengan membereskan Meja dan piring Kotor.
Kanaya yang sedang Asik Jalan-jalan di belakang rumah Ia malah menemukan Anak kucing. Kanya langsung berjongkok lalu mengusap Anak Kucing Itu " Kamu sedang apa di sini dan dimana Ibu mu? " Kanaya menari keberadaan ibu Kucing namun tidak menemukannya " Apa kamu tersesat "
Karena tidak kunjung menemui ibu si Kucing. Kanya membawa Anak kucing itu ke Paviliun " Nona dari mana? " Tanya Pelayan
Kanaya tersenyum " Aku habis jalan-jalan Mbak " Jawab Kanaya Jujur
" Dan itu? " tunjuk Pelayanan ke si anak kucing
" Ini tadi aku menemukan Anak kucing yang nyasar, bolehkan jika Aku memeliharanya? lagian Kasian dia hanya seorang diri " Kata Kanaya dengan raut wajah yang sedih
" Tapi.. "
" Sudah gak perlu takut, Nanti biar Aku ijin langsung kepada Tuan " Ucap Kanaya. ia tau jika pelayanan itu takut jika Tuan Karan Marah
" Hm.. baiklah, Kalo begitu biar Aku carikan kardus biar anak kucing ini tidak berkeliaran kemana saja "
Kanaya langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Kanaya Duduk di kursi depan Paviliun lalu menaruh anak kucing itu di pangkuannya, Dengan rasa sayang Kanaya mengelus dan mengajak Anak kucing itu bermain.
" Nona, Ini kardusnya " Kata pelayan
" Ah iya. Terimakasih ya Mbak " Kanaya yang langsung menaruh anak kucing itu di dalam Kardus " Kamu di sini ya, jangan berkeliaran lagi " kata Kanaya
Sedari tadi pelayan Itu terus memperhatikan Kanaya, Kanaya yang lembut dan penyayang membuat pelayanan itu merasa jika Kanaya pantas menjadi seorang nyonya di rumah ini
" Nona, hampir saja saya lupa "
Kanaya menoleh kepada pelayan " Ada apa? " Tanya Kanaya
" Tadi Tuan, berpesan jika Anda harus bersiap Karena akan ada Asisten Tuan datang untuk mengantarkan Anda belanja keperluan Kuliah nanti "
" Benarkah Mbak? " Seru Kanaya berbinar
" Iyah Non " Jawab nya sambil tersenyum
Karena senang Kanaya langsung memeluk si pelayan membuat si pelayan kaget " Maaf Aku terlalu senang, kalo begitu Aku akan bersiap dulu " kata Kanaya yang langsung pergi kedalam Kamarnya
Sedangkan pelayan Ia masih terkejut baru kali ini dirinya di peluk oleh Majikannya sndiri " Ya ampun Aku mimpi Apa semalam " Gumam si pelayan Itu sambil senyum-senyum sendiri
Tidak butuh waktu lama Untuk Kanaya bersiap ia menggunakan pakaian yang Ada di lemari, pakaian yang sudah di siapkan oleh para pelayan Kemarin sore
" Kenapa Bajunya pada pendek semua " Keluh Kanaya yang menatap pakaiannya yang serba mini.
Karena tidak Ada pilihan lain Kanaya mengambil bress berwarna Pink muda yang panjangnya hanya selutut, Karena bagian pundaknya sedikit terbuka Kanaya menggerai rambut panjangnya agar bisa menutupi pundak.
" Kamu cantik Kanaya, tapi sayang nasib hidupmu tidak secantik rupamu " Gumam Kanaya di depan Kaca menatap dirinya sendiri
Wajah yang cantik Dan tubuh yang mungil namun memiliki Melon yang montok dan Ping_l yang Bulat membuat Kanaya tidak seperti sebayanya.
Tok...
tok..
tok.....
Kanaya Langsung menoleh ke arah Pintu " Apa itu orang yang akan mengantarkan aku " Gumam Kanya yang langsung membuka Pintu Kamar nya
Ceklek...
" Selamat siang Nona " sapa Si Pria itu
Kanaya melirik pria yang berdiri di depan pintu kamarnya, lumayan tampan Apa lagi dengan setelan Jas dan rambut yang di sisir Rapih
" Siang juga " Jawab Kanaya
" Perkenalkan Saya Bams, Nona. Saya Adalah Asisten Tuan Karan " Kata Bams yang masih menunduk
" Aku Kanaya Tuan. senang bisa berkenalan dengan Tuan " Jawab Kanaya
" Anda bisa memanggil saya dengan nama Nona, tidak perlu memanggil saya denah sebutan Tuan " Kata Bams
" Tapi itu tidak sopan, bagai mana jika Aku panggil Kakak saja " ucap Kanaya " lagian kita ini sama-sama bekerja di sini jadi Jangan terlalu sungkan Kak " lanjut Kanaya
Bams langsung menoleh kearah Kanaya " Baiklah Nona, Kalo begitu Mari saya antar Anda untuk membeli keperluan Kuliah Anda " Kanaya langsung menganggukkan kepalanya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Elizabeth Yanolivia
rapih = rapi
2024-09-27
0
Elizabeth Yanolivia
bress = dress
2024-09-27
0
Elizabeth Yanolivia
denah = dengan
2024-09-27
0