Karan yang sedang di balkon iya melihat Kanaya yang sedang memangku seekor kucing dengan senyuman yang manis di pipinya membuat Karan ikut tersenyum tipis Apa lagi Kanaya yang terlihat asik dan ceria seolah dirinya yang tidak memiliki beban sama sekali '' Cantik '' Gumam Karan
'' Siapa yang cantik? ''
Karan langsung menoleh kearah suara lalu ia tersenyum '' Tentu kamu yang cantik '' Balas Karan yang langsung memeluk dan mencium Wenda
Wenda tidak percaya begitu saja ia langsung menoleh keluar balkon namun di sana tidak terlihat siapapun
'' Kenapa, apa kamu curiga kepadaku? '' Tanya Karan yang langsung menahan tengkuk leher Wenda namun Wenda malah memalingkan wajahnya kearah lain '' Kenapa Honey, apa kamu tidak merindukan aku? ''
'' Bukan begitu hanya saja kamu sedang sakit Aku tidak mau tertular oleh mu '' Kata Wenda yang langsung mengelak
'' Yakin hanya itu, bukan karena kamu..? '' Tanya Karan dengan penuh selidik pasalnya Karan sangat tau betul bagai mana Wenda
'' Jangan ngasal deh kalo ngomong, seharusnya tuh Aku yang kesal bukan kamu '' Keluh Wenda '' Kamu hampir tiap malam main dengan wanita itu sedangkan Aku di sana sendirian meratapi nasib aku '' Lirih Wenda dengan wajah sedihnya
Karan yang merasa bersalah ia langsung memeluk dan mencium kening Wenda '' Maafkan Aku Honey, Aku tidak bermaksud menyakitimu, Kamu tau sendirikan Aku melakukan itu karena Aku ingin kita memiliki Anak ''
'' Anak anak dan Anak! itu terus yang kamu dan mamah kamu pikirkan, Apa kalian tidak merasa kasian kepadaku? '' Wenda semakin jadi menitihkan Air matanya '' Aku tau jika kalian membutuhkan Ahli waris namun kalian juga seharusnya merasakan apa yang Aku rasakan, Aku juga sedih tidak bisa memiliki Anak hiks.. '' Wenda menjatuhkan tubuhnya ke Atas lantai ia memeluk kedua kakinya
karan yang merasa bersalah ia langsung merengkuh dan memeluk Wenda '' Maafkan Kami Honey ''
Wenda langsung tersenyum sinis ketika melihat rasa penyesalan Karan '' Dengan begini kamu akan terus merasa bersalah kepadaku '' Gumam Batin Wenda
Karan membawa Wenda ke atas tempat tidur '' Maafkan Aku yang telah menyakiti hatimu dan maafkan Aku juga karena Aku telah mengkhianati kamu. Ini Aku lakukan semata-mata untuk kita agar Mamah tidak terus bertanya kapan kamu Akan hamil ''
'' Karan, Banyak jalan untuk memiliki Anak lagian kenapa kamu harus menikahi wanita itu/? Dengan Uang semuanya bisa selesai Karan ''
'' Kanaya yang menginginkan kita menikah karena dia tidak ingin hamil di luar nikah makanya Aku putusin buat menikahi dia, Toh waktunya juga tidak akan lama '' Kata Karan '' Aku janji jika dia sudah melahirkan Aku akan menceraikan dia dan hidup bahagia dengan kamu dan anak kita ''
Wenda langsung melirik kearah Karan '' Janji, jika wanita itu sudah melahirkan kamu akan meninggalkan dia dan menceraikan dia ''
'' Aku janji Honey ''
Wenda langsung memeluk Karan '' Aku pegang omongan mu, tapi jika kamu tidak bisa menepati janjimu maka aku yang akan pergi darimu ''
'' Itu semua tidak akan pernah terjadi Honey, kamu tau sendiri Jika aku sangat mencintaimu bahkan sangat menyayangimu sayang ''
'' Aku juga sangat menyayangi mu Karan ''
Karan langsung memeluk Wenda ia benar-benar menyayangi Wenda, Entah Apa yang jadi Istimewanya Wenda yang jelas Karan tidak bisa jauh dari Wenda.
Sedangkan di Paviliun Kanaya masih merenung dan membayangkan Apa yang sedang terjadi di kamar Suaminya, Tadi Pas Kanaya hendak masuk kedalam rumah ia sempat melihat Karan yang akan mencium Wenda, Sakit sudah pasti namun Apa daya jika Ia harus sadar jika dirinya hanyalah wanita bayaran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Elizabeth Yanolivia
mamah = mama
2024-10-04
0
Elizabeth Yanolivia
mamah = mama
menitihkan = menitikkan
2024-10-04
0
Elizabeth Yanolivia
bagai mana = BAGAIMANA
2024-10-04
0