Karan yang sedang tertidur lelap tiba-tiba harus terbangun karena perutnya yang merasa di kocok ia langsung lari ke dalam kamar mandi
Owekkk..
Owekk.....
" Ada apa dengan perutku kenapa tiba-tiba saja merasakan mual yang sangat luar biasa '' Keluh Karan yang duduk di atas kloset '' Apa jangan-jangan Aku sakit '' Gumam Karan yang berjalan keluar dari kamar mandi dengan langkah gontai dan tangan yang masih memegangi perutnya
Karan yang merasa lemas dan tidak mampu untuk berjalan ia memilih untuk membaringkan kembali tubuhnya di tempat tidur padahal hari ini adalah hari kepulangan Wenda Istri tercinta yang sudah satu bulan ini tidak iya temui bahkan Wenda tidak pernah mengangkat telpon ataupun membalas pesan yang Karan Kirim.
Sedangkan di Paviliun Kanaya malah sedang asik dengan secangkir susu hangat yang di buatkan oleh Pelayan yang bisa menemani Kanaya '' Mbak, selama ini Aku selalu memanggil Mbak namun Aku tidak tau siapa nama Asli Mbak? ''
Pelayan itu tersenyum ia merasa tersanjung karena Nona yang selama ini ia jaga menanyakan Nama dirinya Padahal selam ia bekerja di sini tidak ada yang peduli siapa Nama dirinya '' Loh ko Mbak malah tersenyum ''
'' Saya merasa tersanjung Non, Selama ini tidak pernah ada yang bertanya siapa nama saya padahal saya bekerja di sini sudah hampir sepuluh tahun '' Jawabnya
Kanaya tersenyum '' Jadi siapa Nama Mbak? ''
'' Nama saya Sari Non, saya bekerja di sini sudah hampir sepuluh tahun '' Jawab Mbak Sari
'' Wah ternyata sudah lama juga ya mbak, aku pikir Mbak sari belum selama itu soalnya masih terlihat cantik dan muda hehehe.. ''
'' Non bisa saja, Saya sudah berusia tiga puluh lima tahun Non sudah tua ''
'' Jangan gitu Mbak, yang usia itu tidak menjamin tua atau muda '' Ucap Kanaya '' Oh iya Mbak, Ko Mbak selalu menemani Aku di sini bukannya pekerjaan Mbak juga banyak ya '' Tanya Kanaya
'' Saya di tugaskan sama Tuan Bams untuk selalu menjaga Non dan menemani Non jika sedang bosan '' Jawab Mbak sari
Awalnya Mbak sari adalah pelayan yang selalu merapihkan kamar Karan dan juga Wenda namun kini Mbak Sari di tugaskan untuk menjaga dan melindungi Kanaya, Mbak sari cukup bisa di handal kan Apa lagi Mbak sari jago bela diri jadi Bams merasa tenang jika Kanaya pergi bersama Mbak sari.
Kanaya tersenyum simpul ia benar-benar merasa jika hidupnya itu sudah seperti burung di dalam sangkar. Kanaya menatap langit yang biru ia merindukan hari-harinya yang bebas tanpa ada kekangan.
'' Mbak, Aku jadi rindu Nenek. Nenek bagai mana ya kabarnya Apa Nenek sudah sehat? '' Lirih Kanya
Mbak sari langsung meraih tangan Kanaya '' Nenek pasti Baik-baik saja Apa lagi Tuan Karan telah memberikan Fasilitas kesehatan yang cukup bagus bahkan Mbak yakin jika Tuan Karan tidak akan membiarkan Nenek begitu saja ''
Kanaya menatap Mbak Asri dengan sendu '' Amin Mbak, Mudah-mudahan saja yang Mbak ucapkan itu benar '' Jawab Kanaya
Di rumah Utama sedang di hebohkan oleh Wenda yang pulang dengan membawa sejumlah koper miliknya. Ia menyuruh para pelayan untuk membawa koper tanpa di seret '' Pokonya koper-koper milikku tidak boleh Ada yang lecet dengar Itu '' Kata Wenda yang langsung naik ke lantai dua
'' Baby... Aku pulang!!! '' Teriak Wenda yang langsung masuk kedalam kamar miliknya dan sang suami
Wenda melihat Karan yang masih tertidur lelap bahkan tidak Biasanya jam segini Karan masih tertidur '' Baby, Apa kamu baik-baik saja? '' tanya Wenda yang duduk di samping Karan
'' Kamu sudah sampai Honey '' Lirih Karan pelan
'' Kamu sakit sayang '' Keluh Wenda '' Kenapa kamu tidak bilang jika sedang sakit, kalo Aku tau kamu sedang sakit begini mungkin Aku akan tinggal di hotel untuk sementara waktu '' keluh Wenda
'' Apa kamu tidak ingin merawat ku Honey, lagian ini hanya sakit biasa bukan sakit karena Virus ''
'' Tapi Aku takut Karan. Aku takut jika kamu terkena Virus atau Jangan-jangan Kamu punya penyakit kelamin karena sudah tidur dengan wanita itu '' Tuduh Wenda '' Pokonya Aku tidak ingin satu kamar dengan mu dan Aku juga tidak ingin kamu sentuh sebelum Dokter menyatakan bahwa kamu baik-baik saja '' Wenda langsung keluar dari kamar Karan, ia benar-benar tidak ingin satu kamar dengan suaminya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Elizabeth Yanolivia
WHATTT!!!!!
2024-10-04
0
Elizabeth Yanolivia
asri = sari
2024-10-03
0
Elizabeth Yanolivia
bagai mana = bagaimana
kanya = kanaya
2024-10-03
0