SORE BERDUA

Mbak Sari Ya sudah membuatkan rujak ya langsung menaruhnya di meja makan " Ini bumbu rujaknya sudah jadi dan buah-buahannya juga sudah mbak potong-potong " kata Mbak sari

Kedua mata Kanaya langsung berbinar ketika melihat bumbu rujak dan buah-buahan di atas piring " Wah.. Mbak ini pasti enak sekali aku jadi tidak sabar ingin mencicipinya " Seru Kanaya " tapi.. " Kanaya langsung menunduk lesu

Mbak Sari merasa heran ketika melihat ekspresi Kanaya yang langsung berubah menjadi sendu " Ada apa Non? "

" Aku, Aku ingin makan rujaknya berdua sama Tuan Karan " Lirih Kanaya

Mbak Sari langsung membulatkan kedua bola matanya ia bingung harus jawab apa Mana berani dirinya mengabulkan keinginan Kanaya " Apa tidak ada keinginan yang lain gitu Selain itu Non? "

Kanaya menggelengkan kepalanya " Tidak ada, aku hanya ingin Tuan Karan makan rujak bersamaku " Jawab Kanaya

Mbak Sari menggaruk kan kepala yang tidak gatal " Mbak Coba bilang ke Tuan Bams ya Non, Siapa tahu Tuan Karan mau menemani non makan rujak ini "

Wajah sendu Kanaya langsung berbinar Iya senang karena Mbak Sari mau mencoba menghubungi Bams " Terimakasih Mbak " Jawab Kanaya yang senang

Entahlah Kanaya mempunyai keberanian dari mana ingin makan rujak bersama Tuan Karan padahal Kanaya tahu sendiri bahwa hubungannya dengan Tuan Karan tidak sebaik suami istri yang lainnya, Entah ini bawaan bayi entahlah Kanaya juga bingung..

Setelah menunggu 1 jam lebih akhirnya karan datang ke Paviliun iya langsung berjalan ke dapur dan melihat Kanaya yang sudah duduk di kursi meja makan " Apa kau mencari ku? " Tanya Karan di ujung pintu

Kanaya yang mendengar suara yang ia rasa kenal Kanaya langsung menoleh lalu menganggukkan kepalanya " Aku ingin makan rujak bersama Tuan, dan aku juga ingin disuapin sama Tuan " Jawab Kanaya dengan lantang, Entah Kanaya mempunyai keberanian dari Mana menjawab pertanyaan Dari Karan

Karan berjalan ke meja makan lalu ia menarik kursi yang dekat Kanaya sebelum itu karena membuka jas miliknya lalu melipatkan kemeja di bagian tangannya, Karan terus menatap Kanaya Dengan lekat " Baiklah, Mari kita makan Rujak ini bersama dan Aku akan menyuplai mu " Kata Karan

Tadi di perusahaan Ketika Karan Baru saja kembali dari Luar ia langsung di beri tau oleh Bams jika Kanaya Saat ini sedang ngidam Makan rujak Bersamanya, Awalnya Karan heran Kenapa Kanaya Menginginkan Dirinya untuk makan rujak bersama Namun setelah di jelaskan oleh Bams, Karan langsung pergi meninggalkan perusahaan

Ada rasa Senang di hati Karan Karena Kanaya Membutuhkan dirinya di saat mengidam, Perasaan yang tidak bisa di artikan, Senyum terus mengambang di pipi Karan ia benar-benar senang.

Di meja Makan Karan menyuapi Kanaya dengan telaten walaupun Awalnya dia merasa aneh mana ada rujak buah-buahan yang seperti ini Namun Ketika ingat dengan ucapan Bams jika saat ini Kanaya sedang mengidam ya mengikuti saja keinginan Kanaya

" Kamu mau tambah buah apa lagi? " Tanya Karan

" Sudah, ini juga sudah cukup " Jawab Kanaya

" Apa kamu sering makan rujak dengan buah-buahan ini, perasaanku ini bukan buah-buahan untuk dibuat rujak " Kata Karan

Kanaya tersenyum " Karena di dalam kulkas hanya ada buah-buahan ini jadi aku menyuruh Mbak Sari untuk membuat rujak menggunakan buah yang ada saja daripada beli bahannya dulu ke supermarket itu akan semakin lama " Jawab Kanaya

Karan menggelengkan kepalanya Iya merasa Kanaya Aneh " Jika nanti kamu membutuhkan aku, kamu langsung aja telepon ke nomorku jangan menelpon Bams, yang jadi suamimu itu aku bukan dia " Kata Karan tegas

" Aku tidak punya nomor tuan, Lagian Tuan juga tidak memberikan aku handphone Jadi bagaimana caranya pun menelpon Tuan " Jawab Kanaya jujur

Karan Mengerutkan keningnya Ada benarnya juga yang di bilang Kanaya, Dirinya kan tidak memperbolehkan Kanaya memegang handphone " Baiklah, Nanti Bams akan mengantarkan Handphone untukmu " Kata Karan

Wajah Kanaya langsung berbinar ia benar-benar tidak menyangka Jika Tuan Karan akan memberikan dirinya sebuah Handphone " Terimakasih Tua " Jawab Kanaya Tulus

" Yasudah Ayo makan lagi Rujaknya " Kata Karan Yang langsung di anggukan kepala oleh Kanaya

Akhirnya Mereka makan rujak berdua di meja Makan, Mereka benar-benar seperti pasangan Yang sesungguhnya, Saling Menyuapi dan Saling Bercerita walaupun hanya Obrolan Biasa saja.

setelah beres memakan rujak Karan tidak langsung kembali ke rumah utama dia malah menemani Kanaya untuk meminum teh di belakang Paviliun yang di mana tempat ini menjadi favorit Kanaya di saat Kanaya Sedang Sendiri melamun dan merindukan kampung halaman

Paviliun yang jaraknya agak jauh dari rumah utama membuat Kanaya bebas bisa ke sana ke sini hanya saja dia tidak bisa mendekati rumah utama.

Karan juga tidak menolak ajakan Kanaya untuk meminum Teh Iya malah merasa nyaman dan tenang ketika berdekatan dengan Kanaya, pandangan Karan Terus saja ke arah Kanaya, cara melihat senyum yang manis di wajah Kanaya entah kenapa jantungnya berdenyut lebih cepat dan kencang

" Tuan, apa Tuan sering ke sini? " Tanya Kanaya

" Tidak, Saya tidak pernah ke sini " Jawab Karan Jujur

" Oh.. Padahal di sini indah, tanaman yang subur banyak kupu-kupu cantik " Ucap kirana

" Apa kamu suka berada di sini? " Tanya Karan

Kanaya tersenyum " suka atau tidak, tetap saja aku harus suka karena selama satu tahun ini aku akan tinggal di sini sampai anak ini lahir " Ucap Kanya Yang tatapannya Ke depan " Aku di sini hanya sementara jadi aku harus menikmati ini semua walaupun sebenarnya hatiku hancur, dan aku juga merindukan kampung halamanku "

Karan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain Iya merasa menjadi pria yang egois sudah mengekang dan mengurung Kanaya di istananya sendiri, bahkan fasilitas yang Karan berikan tidak semewah seperti fasilitas yang ia berikan kepada Wenda, padahal Kanaya juga adalah istrinya..

Kanaya tersenyum kecil " sudah, jangan terlalu dipikirkan lagian aku menikmati kok berada di sini, nanti juga setelah urusanku dan Tuan selesai Aku akan segera pulang ke kampung halamanku dan berkumpul kembali bersama Nenekku " Ucap Kanaya, Kanya melihat Karan yang langsung terdiam membuat dirinya merasa tidak enak.

" Maafkan Aku "

" Tidak perlu meminta Maaf Tuan, Lagian ini sudah menjadi kesepakatan kita berdua " Jawab Kanaya

karena hari semakin sore dan Karan pun sudah mendapatkan pesan bahwa Wenda sudah pulang dari mall bersama sang mamah, karena langsung pamit kepada Kanaya untuk kembali ke rumah utama, Walaupun ada rasa enggan untuk pergi Tapi ia tidak ingin jika Wenda mencurigai dirinya yang lagi.

Kanaya yang melihat kepergian Karan hanya melihat dengan wajah Sendu, Ingin rasanya karena ia menahan kepergian Karan namun ia tidak berhak untuk melakukan itu apalagi karena juga memiliki istri lain

Kanaya meneteskan air matanya, Iya merasa cemburu kepada Wenda karena Wenda bisa memiliki suami yang sangat sempurna seperti Karan, apalagi karena begitu sangat mencintai Wenda tidak seperti dirinya yang hanya dibayar untuk mengandung anaknya Karan.

" Non, sudah sore, Ayo masuk " Ajak Mbak Sari

" Iyah Mbak " Kanaya Yang langsung berjalan mengikuti Mbak Sari untuk masuk ke Paviliun, wajah sendu Kanaya tidak bisa dibohongi jika saat ini dirinya sedang sedih dan menginginkan suaminya berada di sampingnya.

" Non, Nanti mau makan malam apa? " Tanya si Mbak

" Nanti saja Mbak, Kalo aku sudah Mood untuk Makan Aku lakan Bilang kepada Mbak " Jawab kanaya

" Baiklah, Kalo begitu nanti Non bilang ya " Kanya menganggukkan kepalanya.

Terpopuler

Comments

Elizabeth Yanolivia

Elizabeth Yanolivia

kanya = kanaya

2024-10-12

0

Elizabeth Yanolivia

Elizabeth Yanolivia

Aku lakan Bilang = aku AKAN bilang

2024-10-12

0

Elizabeth Yanolivia

Elizabeth Yanolivia

apalagi karena begitu = apalagi KARAN begitu

2024-10-12

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL MULA
2 NENEK MASUK RUMAH SAKIT
3 BANTUAN ORANG ASING
4 HARI PERTAMA
5 PERJANJIAN
6 GIBAH MAJIKAN
7 SEEKOR ANAK KUCING
8 MOL
9 HARI PERTAMA KULIAH
10 BINGUNG
11 KEHAMILAN
12 KEPULANGAN WENDA
13 KEHAMILAN SIMPATIK
14 KESEDIHAN WENDA
15 MALAM BERSAMA
16 MASUK KAMPUS
17 MASIH DI KAMPUS
18 RUJAK EKSTRIM
19 SORE BERDUA
20 KANAYA MASUK RUMAH SAKIT
21 JANJI
22 ACARA EMPAT BULANAN
23 GENGSI
24 MALAM BERSAMA
25 KEBENARAN I
26 KEBENARAN KE II
27 MERTUA BAIK
28 SATU BULAN KEMUDIAN
29 MENGETAHUI
30 NGIDAM
31 SEPERTI MELIHAT KARAN
32 Karan datang
33 Pulang kampung
34 CEMBURU
35 CERITA DI BALIK IKAN ASIN BAKAR
36 KARAN YANG MASIH TIDAK INGIN JUJUR
37 MANGGA MUDA
38 KEDATANGAN WENDA
39 INGIN MENYUDAHINYA
40 NAYA MASUK RUMAH SAKIT
41 APARTEMEN
42 MENCOBA MENERIMA
43 BERTEMU TEMAN BARU
44 KEDATANGAN WENDA
45 KENZO PRATAMA
46 WANITA ASING
47 WENDA KEMBALI
48 WASPADA
49 KANAYA DATANG KE KANTOR
50 LARAN MASUK RUMAH SAKIT
51 SEMBUH
52 Pulang kampung
53 RUMAH NENEK
54 BERBIKAN
55 RUMAH NENEK
56 BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
57 S2. NARAYA
58 S2. VEBBY YANG MATI KUTU
59 S2. BERTEMU LAGI
60 S2. Jessica Kirana
61 S2. GADIS MALANG
62 S2. SIKSAAN UNTUK JESICCA
63 S2. 10 TAHUN YANG LALU
64 S2. JESICCA PINGSAN
65 S2. MASAKAN JESI
66 S2. JESI MASUK RUMAH SAKIT
67 S2. PERUBAHAN JESICCA
68 S2. SETITIK PERHATIAN
69 S2. LIBURAN
70 S2. MINTA MAAF
71 S2. MEMINTA IJIN
72 S2. Villa
73 S2. RENCANA MENIKAH
74 S2. KEKESALAN RIRI
75 S2. ANCAMAN VEBBY
76 S2. FITNAH
77 S2. HINAAN
78 S2. KANTOR
79 S2. PENCULIKAN
80 S2. PENYELAMATAN
81 S2. KEDATANGAN BU ERINA
82 S2.HARI BAHAGIA
83 S2. MENYERAHKAN DIRI
84 S2. Beti
85 S2. VEBBY YANG MASIH TIDAK BISA MENERIMA
86 S2. PENDERITA RIRI
87 S2. KOTA B
88 S2. JESSICA TERSIRAM AIR PANAS
89 S2. SEAFOOD
90 S2. ROMANTIS ALA KENZO
91 S2. MEMBASMI HAMA
92 S2. RINDU SAMBEL TERASI
93 S2. RAMEN
94 S2. RENCANA LIBURAN PAPAH DAN MAMAH
95 S2. GERAM KEVIN
96 S2. DUFAN
97 S2. KEVIN
98 S2. MiKO
99 S2. BARBEQUE
100 S2. PISANG GORENG
101 S2. KEMBALINYA LAURA
102 S2. KEVIN
103 S2. TWINS
104 S2. TIDAK ADA RESTU
105 S2.SATU BULAN KEMUDIAN
106 S2. INFO! INI ADALAH CERITA NARA YANG SUDAH MENJADI SEORANG GADIS
107 S2. AKAL BULUS KENZO
108 S2. KEBERANIAN NARA
109 S2. HARI NARA
110 S2.HARI-HARI NARA
111 S2 KOTA B
112 S2. BERTEMU LAGI
113 S2 TEMAN BARU
114 S2. BIOSKOP
115 S2. MENJADI DEKAT
116 S2. SEMAKIN DEKAT
117 S2. JUNO PATAH HATI
118 S2. NARA KECELAKAAN
119 S2 NONTON
120 S2. ISI HATI BRIAN
121 S2 MAKAN MALAM
122 S2. KESALON
123 S2. PERGI KE ACARA
124 S2. PESTA
125 S2. JADIAN
126 S2 KE KANTOR
127 S2. BRIAN NAKAL
128 S2. GOSIP
129 S2.
130 S2. HANCUR DALAM SEKEJAP
131 S2. JALAN-JALAN
132 S2. KLARIFIKASI
133 S2. SELALU ADA DRAMA
134 S2. MBAK RANI TERTANGKAP
135 S2. MASIH DI RUMAH SAKIT
136 S2. KETAHUAN
137 S2. LAMARAN
138 S2.FLASHBACK
139 S2. MERAJUK
140 S2. KEHANCURAN LUNA
141 S2. NARA PULANG
142 S2. MOOD YANG KURANG BAIK.
143 S2. HIBUR NARA
144 S2.
145 S2. KEDATANGAN SILVIA
146 S2. MAKAN MALAM
147 S2. BERTEMU
148 S2. DI GADAI
149 S2. OOO KETAHUAN
150 S2. KEPUTUSAN
151 S2. SAH
152 S2. PENGANTIN BARU
153 S2. BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
154 S2. RESEPSI
155 S2. BULAN MADU
156 S2. MASIH LIBURAN
157 S2. TENTANG JESSY.
158 S2. BALI
159 S2. KETEMU FABIAN
160 S2. KEDATANGAN ORANG TUA BRIAN
161 S2. TENTANG ERLANGGA
162 S2. MAKAN SIANG MENUJU SORE
163 S2. MENGHINDAR
164 S2. KEDATANGAN ERINA.
165 S2. KEDATANGAN RIANTI
166 S2. KABAR DUKA
167 S2. TANDA-TANDA
168 S2. POSITIF
169 S2. BERTEMU KEVIN.
170 S2. ERINA
171 S2. KESIALAN ERINA.
Episodes

Updated 171 Episodes

1
AWAL MULA
2
NENEK MASUK RUMAH SAKIT
3
BANTUAN ORANG ASING
4
HARI PERTAMA
5
PERJANJIAN
6
GIBAH MAJIKAN
7
SEEKOR ANAK KUCING
8
MOL
9
HARI PERTAMA KULIAH
10
BINGUNG
11
KEHAMILAN
12
KEPULANGAN WENDA
13
KEHAMILAN SIMPATIK
14
KESEDIHAN WENDA
15
MALAM BERSAMA
16
MASUK KAMPUS
17
MASIH DI KAMPUS
18
RUJAK EKSTRIM
19
SORE BERDUA
20
KANAYA MASUK RUMAH SAKIT
21
JANJI
22
ACARA EMPAT BULANAN
23
GENGSI
24
MALAM BERSAMA
25
KEBENARAN I
26
KEBENARAN KE II
27
MERTUA BAIK
28
SATU BULAN KEMUDIAN
29
MENGETAHUI
30
NGIDAM
31
SEPERTI MELIHAT KARAN
32
Karan datang
33
Pulang kampung
34
CEMBURU
35
CERITA DI BALIK IKAN ASIN BAKAR
36
KARAN YANG MASIH TIDAK INGIN JUJUR
37
MANGGA MUDA
38
KEDATANGAN WENDA
39
INGIN MENYUDAHINYA
40
NAYA MASUK RUMAH SAKIT
41
APARTEMEN
42
MENCOBA MENERIMA
43
BERTEMU TEMAN BARU
44
KEDATANGAN WENDA
45
KENZO PRATAMA
46
WANITA ASING
47
WENDA KEMBALI
48
WASPADA
49
KANAYA DATANG KE KANTOR
50
LARAN MASUK RUMAH SAKIT
51
SEMBUH
52
Pulang kampung
53
RUMAH NENEK
54
BERBIKAN
55
RUMAH NENEK
56
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
57
S2. NARAYA
58
S2. VEBBY YANG MATI KUTU
59
S2. BERTEMU LAGI
60
S2. Jessica Kirana
61
S2. GADIS MALANG
62
S2. SIKSAAN UNTUK JESICCA
63
S2. 10 TAHUN YANG LALU
64
S2. JESICCA PINGSAN
65
S2. MASAKAN JESI
66
S2. JESI MASUK RUMAH SAKIT
67
S2. PERUBAHAN JESICCA
68
S2. SETITIK PERHATIAN
69
S2. LIBURAN
70
S2. MINTA MAAF
71
S2. MEMINTA IJIN
72
S2. Villa
73
S2. RENCANA MENIKAH
74
S2. KEKESALAN RIRI
75
S2. ANCAMAN VEBBY
76
S2. FITNAH
77
S2. HINAAN
78
S2. KANTOR
79
S2. PENCULIKAN
80
S2. PENYELAMATAN
81
S2. KEDATANGAN BU ERINA
82
S2.HARI BAHAGIA
83
S2. MENYERAHKAN DIRI
84
S2. Beti
85
S2. VEBBY YANG MASIH TIDAK BISA MENERIMA
86
S2. PENDERITA RIRI
87
S2. KOTA B
88
S2. JESSICA TERSIRAM AIR PANAS
89
S2. SEAFOOD
90
S2. ROMANTIS ALA KENZO
91
S2. MEMBASMI HAMA
92
S2. RINDU SAMBEL TERASI
93
S2. RAMEN
94
S2. RENCANA LIBURAN PAPAH DAN MAMAH
95
S2. GERAM KEVIN
96
S2. DUFAN
97
S2. KEVIN
98
S2. MiKO
99
S2. BARBEQUE
100
S2. PISANG GORENG
101
S2. KEMBALINYA LAURA
102
S2. KEVIN
103
S2. TWINS
104
S2. TIDAK ADA RESTU
105
S2.SATU BULAN KEMUDIAN
106
S2. INFO! INI ADALAH CERITA NARA YANG SUDAH MENJADI SEORANG GADIS
107
S2. AKAL BULUS KENZO
108
S2. KEBERANIAN NARA
109
S2. HARI NARA
110
S2.HARI-HARI NARA
111
S2 KOTA B
112
S2. BERTEMU LAGI
113
S2 TEMAN BARU
114
S2. BIOSKOP
115
S2. MENJADI DEKAT
116
S2. SEMAKIN DEKAT
117
S2. JUNO PATAH HATI
118
S2. NARA KECELAKAAN
119
S2 NONTON
120
S2. ISI HATI BRIAN
121
S2 MAKAN MALAM
122
S2. KESALON
123
S2. PERGI KE ACARA
124
S2. PESTA
125
S2. JADIAN
126
S2 KE KANTOR
127
S2. BRIAN NAKAL
128
S2. GOSIP
129
S2.
130
S2. HANCUR DALAM SEKEJAP
131
S2. JALAN-JALAN
132
S2. KLARIFIKASI
133
S2. SELALU ADA DRAMA
134
S2. MBAK RANI TERTANGKAP
135
S2. MASIH DI RUMAH SAKIT
136
S2. KETAHUAN
137
S2. LAMARAN
138
S2.FLASHBACK
139
S2. MERAJUK
140
S2. KEHANCURAN LUNA
141
S2. NARA PULANG
142
S2. MOOD YANG KURANG BAIK.
143
S2. HIBUR NARA
144
S2.
145
S2. KEDATANGAN SILVIA
146
S2. MAKAN MALAM
147
S2. BERTEMU
148
S2. DI GADAI
149
S2. OOO KETAHUAN
150
S2. KEPUTUSAN
151
S2. SAH
152
S2. PENGANTIN BARU
153
S2. BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
154
S2. RESEPSI
155
S2. BULAN MADU
156
S2. MASIH LIBURAN
157
S2. TENTANG JESSY.
158
S2. BALI
159
S2. KETEMU FABIAN
160
S2. KEDATANGAN ORANG TUA BRIAN
161
S2. TENTANG ERLANGGA
162
S2. MAKAN SIANG MENUJU SORE
163
S2. MENGHINDAR
164
S2. KEDATANGAN ERINA.
165
S2. KEDATANGAN RIANTI
166
S2. KABAR DUKA
167
S2. TANDA-TANDA
168
S2. POSITIF
169
S2. BERTEMU KEVIN.
170
S2. ERINA
171
S2. KESIALAN ERINA.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!