Hayy aku kembalii🖤🖤
selamat malam minggu
yuk mari baca guyss
🤗🤗
***
Terlihat Fatih masih sibuk memimpin beberapa rapat hari ini bersama klien-klien penting di perusahaan miliknya. Sudah dua kali rapat yang sudah ia jalani sebelum waktu nya makan siang. Ia terlihat pucat dan layu. Kepalanya masih terasa berat, apalagi peristiwa tadi pagi masih saja menghantui fikirannya.
"Ibu nggak apa-apa?" bisik Lani. Ia adalah asisten pribadi Fatih dikantor.
Fatih hanya menggeleng terus memperhatikan Kolega nya yang masih berbicara.
"Tapi wajah Ibu pucat sekali, mau saya buat kan teh hangat?"
Karena mendengar Lani yang terus berbicara akhirnya Fatih menoleh cepat dengan tatapan dingin.
"Maaf Bu, saya hanya khawatir." Lani menundukan kepalanya, lalu memutuskan bungkam untuk tidak menawarkan apapun lagi kepada Fatih.
Tak beberapa lama, ada seseorang yang muncul, menyita pandangan Lani diambang pintu ruang meeting. Ia memberi kode agar Lani mendekatinya.
Ia pun memundurkan kursinya, untuk berlalu menghampiri sosok itu.
"Ada apa..?"
Tanya Lani kepada David.
"Gawat Mba..!"
"Ayo cepat katakan, saya masih harus menemani Ibu didalam!"
"Pak Fahmi membuat keributan di lobby. Ia memecahkan vas bunga dan melemparkan kesana kemari secara brutal. Ia kesal karena satpam tidak memperbolehkannya untuk bertemu dengan Ibu bos---"
Karena merasa panik Lani begitu saja hilang dari pandangan David yang belum selesai bicara. Ia harus cepat memberitahukan masalah ini kepada Fatih.
Lani pun berbisik tepat dipusat telinga Fatih. Sontak membuat ia tertegun dan terperanjat. Ia hanya membulatkan dua bola matanya untuk menatap Lani dalam-dalam. Sang asisten memberikan anggukan pasti bahwa benar Fahmi sedang membuat keonaran.
"Tolong kamu handle dulu, saya kebawah!"
Tanpa mengucap apapun Fatih langsung bangkit meninggalkan klien-klien nya, ia berjalan tergesa-gesa sambil sedikit menundukan kepalanya kebawah, memasukan kedua tangannya ke dalam saku jas kantor.
Mereka semua saling memandangi wanita muda ini dengan rautan kebingungan.
"Maaf Bapak dan Ibu, saya ambil alih sebentar." Lani menggantikan posisi Fatih saat ini.
Tak berapa lama, pintu lift terbuka di lantai lobby utama. Sudah banyak karyawan yang berkumpul melihati Fahmi yang masih bersitegang dengan para satpam yang ada.
"Hemmm..." suara deheman terdengar diantara orang-orang yang sedang sibuk memandangi Fahmi.
Sontak mereka menoleh ke sumber suara. Beberapa karyawan terlihat kaget dan langsung bubar ketika Bos nya datang.
"Sayang..lihat mereka, ingin menghalangi ku bertemu kamu!" tutur Fahmi. Ia sedikit mengerang sakit, terlihat ada darah tercucur dari luka robek punggung jarinya.
"Lepaskan dia, Pak! Kalian kembalilah bekerja!"
Satpam pun melepas Fahmi begitu saja.
"Ikut aku..!" Fatih menatap dingin wajah Fahmi. Lelaki itu pun menurut mengikuti langkah kaki Fatih menuju ruang kerjanya.
"Duduk--!" ucap Fatih ketus kepada Fahmi sambil menunjuk sofa yang ada disana. Fahmi pun menurut.
"Mau apa lagi sih, Mas? Aku bilang, kamu jangan datang lagi kesini!"
"Apa salahku? Aku hanya ingin bertemu dengan kamu, Fat! Aku kangen--"
Fatih terus sibuk menyiapkan obat-obatan dari kotak P3K untuk mengobati mantan suaminya itu.
"Jangan terus buat aku malu, Mas! Ini kantor, banyak karyawan yang lihat. Semua sudah pada tahu kalau aku sudah menikah lagi dengan Mas Ibra! Tolong Mas, jaga nama baik ku!"
Fatih duduk di sofa yang sama lalu mulai membersihkan luka yang ada di tangan Fahmi.
"Ingat Mas, kita sudah bercerai! Aku bukan milikmu lagi. Aku istrinya Mas Ibra sekarang!"
Seketika tangannya digenggam oleh Fahmi.
"Tolong Fat, jangan terus diulang-ulang! Aku benci mendengarnya. Kembalilah sama aku..sayang! Walau mungkin kamu sudah tidur dengannya, tapi aku nggak masalah. Aku akan tetap menerima kamu!"
"Gila kamu, Mas!" Fatih melepaskan genggaman tangan itu dengan cepat.
"Cintanya aku hanya buat kamu, Fat! Apa kita nggak bisa kaya dulu lagi?" Fahmi makin merapatkan tubuhnya untuk lebih dekat dengan Fatih.
"Mas jangan kayak gini! Kamu nggak boleh membuat malu diri kamu sendiri, apa kata media nanti? Kamu juga seorang Direktur, Mas! Kamu harus memberi contoh yang baik, tidak bersikap kampungan seperti ini!"
"Aku kayak gini, karena kamu, Fat! Tolonglah kembali sama aku! Apa kamu yakin meneruskan rumah tangga bersama lelaki berumur seperti dia?"
"Nggak bisa, Mas! Dan nggak akan pernah! Udah sebaiknya kamu pergi dari sini!"
Seketika tangan Fatih ditarik paksa oleh Fahmi yang begitu saja mau bangkit meninggalkan dirinya.
Terlihat tubuh Fatih terayun dan akan terjatuh kepelukan Fahmi.
Lalu
Brrrrr
Kedua mata Fatih dan Fahmi bersamaan menoleh ke arah pintu yang sudah terbuka.
Seketika Fatih melotot tajam, bibirnya terbuka sedikit, deru nafasnya naik turun melihat sesosok yang kini tengah berdiri diambang pintu melihati mereka.
Blug.
Sebuah kantung plastik berisi makanan dan setangkai bunga jatuh terurai di atas lantai. Terlihat Ibra juga tidak kalah kaget dengan apa yang ia lihat sekarang.
Melihat istrinya tengah memeluk mantan suaminya, hanya berdua didalam ruangan dengan pintu tertutup.
"Mas?" seru Fatih memanggil Ibra yang sudah memutar langkahnya kembali meninggalkan ruang kerja Fatih
"Lepasin aku!" Ucapnya kasar kepada Fahmi.
Ibra terus berlari dengan cepat. Fikirannya kacau. Dadanya terasa sedikit sesak, nafasnya menderu-deru. Kepala dan matanya terasa sakit melihat Fatih tengah bermesraan dengan Fahmi.
Jlag.
Menutup pintu mobilnya dengan kasar. Dengan cepat ia meraih obat penenang yang ia simpan di laci mobil. Menelan langsung kemudian mendorongnya dengan air secara brutal. Ia tidak perduli percikan air minum itu sudah membasahi kemeja kerjanya.
Memutar kunci lalu menekan pedal gas untuk melajukan mobilnya agar secepat mungkin enyah dari sini.
"Tunggu sayang! Kamu ngapain ngejar dia sampai lari-larian kaya gini segala?"
Tangan Fahmi merengkuh lengan Fatih yang sedang tergesa-gesa membuka pintu mobil miliknya.
"Lepas! Brengsekk kamu, Mas! Ini semua karena ulah kamu!" Fatih mendorong tubuh Fahmi begitu saja. Meninggalkan lelaki itu tanpa ucapan pamit yang berarti.
"Harusnya saya nggak begitu saja percaya tentang ucapan kamu kemarin malam!"
"Berduaan begitu mesra dengan mantan suami, apakah itu yang dinamakan bisa menjaga kehormatan?"
Ibra terlihat memukul stir mobilnya dengan kasar. Ia terus melaju cepat. Amarahnya tidak tertahan.
Mengapa juga ia harus marah? Bukankah ia sudah menyetujui kesepakatan dengan Fatih, agar mereka tidak mencampuri urusan masing-masing sampai dimana mereka akan saling menerima atau saling melepaskan.
"Des, tolong maju kan keberangkatan saya ke Bali malam ini !"
Fatih tetap mengikuti jejak kemudi mobil Ibra yang cukup jauh dari pandangannya.
Ia menjadi panik, ketegangannya kembali muncul. Rasa cemas kembali membuncah, sialnya ia tidak mempunyai cadangan obat penenang saat ini.
Fatih hanya tahu Ibra marah, tapi wanita itu tidak tahu jika sesungguhnya Ibra mulai menyukai dirinya.
"Mas, tolong kamu jangan marah sama aku!"
Begitu pun sebaliknya, yang Fatih tahu ia mengejar Ibra hanya ingin menjelaskan tentang kesalah fahaman ini. Bukan untuk menjelaskan tentang hatinya yang mulai terbiasa akan sosok Ibra di dekatnya.
Mungkin cinta butuh proses untuk bertahta dalam relung jiwa mereka.
***
Like dan komen ya guys❤️🖤
bisa mampir ya ke karya ku yang lain :
**1. MantanKu PresdirKu SuamiKu
Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Jangan berhenti Mencintaiku**
Bisa pilih di profil ku ya...
Thankyou guys, with love gaga❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Mbah Edhok
Fatih sebagai seorang isteri seseorang benar-benar melakukan kesalahan fatal ... tidak menjaga kehormatan suami... sudah ada cinta atau tidak kepada suaminya ... dengan menyetujui dinikahi seseorang itu artinya dia siap dengan status isteri seseorang ... pintar bersekutu lah tapi tidak pintar menjaga kehormatan sebagai seorang isteri ...
2022-12-15
0
Putri Minwa
udah jadi mantan aja masih belagu
2022-10-15
0
Ika Sriwulandari
cemburu
2021-07-22
0