2 minggu kemudian
Hari hari yang dijalani david dan nantha semangkin dingin. Tidak ada tegur sapa atau bahkan berpapasan saja mereka jarang. David lebih sering menghabiskan waktunya dikantor sampai larut malam. Sedangkan nantha sibuk menjadi buruh cuci tetangga komplek hanya beda block saja.
Ya, semenjak mengetahui bahwa dia hamil, nantha merubah tujuan nya untuk bekerja. Yang awal bekerja ingin melanjutkan study sekarang tujuannya itu untuk biaya hidupnya kedepan sampai tiba dia melahirkan. Sejak itu dia memutuskan untuk bekerja apa saja asalkan dari kerjaan halal.
Ketika dia belanja di depan komplek rumahnya, tiba tiba nantha mendengar kalau ibu kompleks sebelah sedang mencari asisten yang mau bekerja hanya mencuci dan menyetrika saja karna dirumah ART nya sedang pulang kampung dalam waktu yang lama.Mendengar itu, tanpa berpikir panjang nantha langsung mencalonkan diri nya untuk mengambil pekerjaan tersebut.
Pertama ibu itu curiga kepada nantha, karna dari penampilan nantha tidak cocok menjadi ART, jadi segi perawatan kulit hingga wajah, dia cocoknya sebagai nyonya besar. Bukam ART.
" kamu serius mau jadi ART ? Kamu tahu gaji ART itu berapa?" kata ibu itu kepada nantha sambil menelisik penampilannya.
" iya bu, memangnya kenapa buk? " ucap nantha sambil melihat penampilannya sendiri.
" kamu gak salah? Pakaian yang kamu kenakan saja kalau di bandingkan dengan gaji yang kamu dapat kan jauh lebih mahal harganya. Jangan bergurau sama saya non, saya serius cari ART non. bukan mencari menantu!.hahaahaha." kata ibu yang diseberang komplek
Anantha baru menyadari apa yang ibu itu maksud. Ya jika dilihat penampilan nantha orang gak akan percaya kalau nantha melamar sebagai ART. Karna pakaian yang dipakai nya sekarang walaupun simple orang elite akan tau bandrol harganya yang bisa mencapai 15jutaan lebih hanya melihat dari brand yang dikenakan nya.
Ya, anantha memakai stelan cassual dari salah satu hight brand yang terkenal dengan simbol G didepannya.
" ooo... Ibu melihat pakaian saya toh buk? Ini saya beli dari pakaian bekas nyonya saya dulu buk, nyonya saya dulu ukuran badannya sama dengan saya buk. Waktu itu nyonya saya sudah bosan dengan pakaian2 nya trus akan di tumpuknya di tong sampah, ya saya cegah dong buk, karna saya tau kalo pakaian orang kaya pasti mahal. Kan sayang dibuang mending ku minta sama nyonya saya. Ee...ternyata dikasih nya. Saya disuruh nyicil lima ratus rebu buk dalam dua bulan untuk semua pakaian yang akan dibuangnya. Ya saya maulah buk. Kesempatam emas buat saya buk, kapan lagi punya baju branded buk? Kalo nunggu gajian ART mah sampai lebaran monyet pun gak terbelik buk.hihihi." bohong nantha.
Dan akhirnya dia diterima sebagai buruh cuci dikomplek itu dengan bayaran dua juta satu bulan. Anantha sangat bersyukur mendapatkan pekerjaan nya itu, selain bisa beli keperluan tumbuh kembang janin nya dia juga bisa nabung. Karna tempatnya bekerja tidak membutuh kan biaya transfortasi. Hanya sekitar 10 menitan jalan sudah sampai.
Dan sekarang pagi subuh pukul 04.00 wib nantha harus bangun untuk memasak sarapan suaminya karna pukul 07.00 wib dia harus bekerja. Meskipun masakan nya tidak pernah dimakan suaminya, tapi menurut nantha ini adalah salah satu kewajiban dia sebagai istri, yaitu memasak makanan untuk suami nya. Apalagi ART sudah tidak ada, jadi dia mengambil alih semua tugas yang ada di rumah suaminya.
Pukul 06.00 wib pagi dikamar david.
"Oek...oekk..oekk"
david memuntahkan semua isi perutnya kedalam wastafel.
Ya, sudah beberapa hari ini setiap hari david selalu muntah setiap pagi sehingga dia tidak lemas tak berdaya. Dan karna alasan itu juga dia tidak pernah sarapan dirumahnya, karna jika dia sarapan pun percuma, karna pada akhirnya makanan itu akan dikeluarkan kembali olehnya. Selain itu, dia tidak mau melihat nantha mengkhawatirkan dirinya disaat dia mengandung anak pria lain. Itu akan sangat menyakitkan hati david.
" ish.. Selalu saja seperti ini kalau setiap pagi." gumam david kesal.
Setelah itu david segera membersihkan diri untuk pergi kekantor. Sedangkan nantha sedang menata masakannya di meja makan.
" sudah pukul 06.00 wib, sebentar lagi kak david turun. Aku harus pergi ke kamar. Aku gak mau merusak hari kak david karna melihat ku". Gumam nantha pelan.
Buru buru dia bereskan dapur yang berantakan sisa masakannya itu, dan langsung ke kamar nya sekalian bersiap kerja.
Pukul 06.30 wib david turun, Dari tangga dia bisa melihat menu makanan yang dimasak sang istri untuk sarapan. Dia menatap sedih masakan sang istri, ingin memakannya tapi dia takut muntah lagi. Dan jika itu terjadi bisa di pastikan dia akan berada di Rumah Sakit karna sudah tak bertenaga lagi. Akhirnya dia pergi dari ruangan tersebut menuju parkir mobil nya.
" Seandainya kamu tau keadaan ku sebenarnya...
" seandainya kamu tau betapa sakitnya hati ku karna mengetahui kamu hamil..
" seandainya kamu mengetahui perasaan ku yang sebenarnya....
" ahhkk....aku sakit sayang.." teriak david pilu dari dalam mobil.
Setelah sedikit tenang, david menjalankan mobilnya menuju kantor. Sepanjang perjalanan menuju kantor dia terus uring uringan. Sampai tiba di sebuah perempatan jalan dekat kantor, david tiba tiba ingin meneteskan air liurnya karna melihat mangga muda yang berada di staling tukang rujak itu.
Buru buru david menuju kantor dan memarkirkan mobil nya di parkiran kantor. Setelah itu dia berlari ke perempatan jalan yang didepan kantor tempat tukang rujak itu berada. Betapa bahagianya david karena mendapat buah mangga muda yang diinginkannya. Ditentengnya bungkusan buah itu sambil masuk keruangan nya. david duduk di kursi kebanggaannya sambil membuka bungkusan buahnya tadi dan melahapnya hingga tandas tak bersisa...
Setelah itu david bingung dengan diri nya sendiri. Dilihatnya bungkusan buah tadi yang dimakan nya dengan heran.
" aku kenapa ya? Seumur umur aku tidak pernah makan makanan yang asam gini, tapi rasa nya kenapa cocok di lidah ku? Lezat sekali. Aneh.
Bodo ahh... Yang penting aku tidak mual, malah aku merasa semangkin baikan sekarang." guman david masa bodo.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments