Setelah kelompok baju hijau dikalahkan telak oleh Ling dan Kaito, kini kelompok pakain pink atau kelompok wanita yang maju sebagai lawan selanjutnya.
Saat mereka melangkah dan naik ke atas panggung arena, terlihat Kaito yang sangat cerewet, dia terus berbicara hal yang sama membuat Ling terus membersihkan kupingnya itu.
"Kau ini, lihat saja, setelah kita selesai, aku akan menantang mu di akhir tahun." Ucap Kaito dengan nada yang cukup keras.
"Baiklah-baiklah, kau ini berisik sekali sih." Ling merasa cukup terganggu dengan ocehan Kaito yang tidak penting itu, dia kemudian meniup ujung jari kelingkingnya yang baru saja digunakannya untuk membersihkan telinga ke arah Kaito.
Kaito menjadi semakin kesal, dia ingin melepaskan tinjunya ke arah Ling, namun sapaan dari para gadis membuat dirinya menghentikan langkahnya.
"Hallo tuan Kaito, apakah kau sudah siap?" Tanya salah satu wanita yang berada paling depan di antara yang lainnya.
Kaito segera menjaga sikapnya di depan para gadis, dia lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"T..tentu saja, aku selalu siap kapanpun kalian mau." Ucap Kaito dengan wajah yang memerah merona.
Ling tidak tertarik untuk bertukar salam dengan para wanita itu, dia menjadi seorang yang dingin dimata para kelompok wanita. Dan juga, perlu diketahui, Ling pada hidupnya dulu tak pernah percaya lagi dengan yang namanya wanita, dia hanya percaya kepada dirinya sendiri ataupun temannya, sebab, sahabat karibnya terbunuh oleh hasutan seorang wanita, karena itu Ling selalu menjaga jarak dari mereka dulu, dan pada akhirnya sekarang sifatnya pun masih tetap sama dengan dirinya yang dulu.
"Bisakah kita langsung mulai." Ucap Ling dengan wajah yang datar. Membuat beberapa wanita menghilangkan senyumannya.
'Laki laki ini, menarik, aku sepertinya akan mencoba mainan baru.' Batin ketua dari kelompok perempuan. Dia tersenyum namun hatinya berbeda.
"Baiklah, kalau begitu yang lainnya." Sang ketua dari kelompok itu melirik para anggota nya, mereka satu persatu mulai mengangguk.
"Baiklah, kita mulai ujian kali ini, hhm, tetapi sebelum itu aku akan menjelaskan satu hal kepada kalian tentang aturan yang akan menguntungkan kalia-." Belum selesai menyelesaikan perkataannya, Ling segera menutup bibirnya dengan jari telunjuknya.
"Bisakah kau mulai saja, aku sudah bosan." Ucap Ling dengan wajah yang datar.
"B.. baiklah, semuanya, mari mulai!" Ucap Ketua kelompok itu cukup keras, dia mulai menginstruksikan kepada seluruh anggotanya untuk memulai operasi ujian.
Ling Chen hanya diam dan menutup matanya, dia sudah siap jika dirinya langsung terkena ilusi. Sedangkan itu, Kaito masih belum siap saat tiba tiba saja kesadarannya hilang dibuat oleh para kelompok wanita.
Setelah memberikan ilusi kepada Ling dan Kaito, para anggota mulai mengobrol, mereka saling menanyakan apa yang rekan lainnya itu masukan di ilusi dari antara Ling dan Kaito.
"Ketua Yuki, ngomong ngomong kau memasukannya ilusi apa?" Tanya seseorang yang kini berada disampingnya sambil menunjuk Ling.
"Ah, aku memasukkan ilusi dewasa dan juga ilusi ketakutan terbesarnya, tapi kau tau aku sungguh berterima kasih karena kepadamu karena telah memberikan kesempatan mu kepada ku Lilia." Ketua kelompok itu tertawa sambil menghalangi bibirnya dengan tangan kanannya.
"Tapi ketua Yuki, kenapa dia tetap dapat berdiri?" Tanya Lilia yang penasaran.
Yuki hanya menggeleng gelengkan kepalanya, dia juga tidak tahu kenapa Ling tetap dapat berdiri meskipun terkena ilusinya.
Semua mata kini tertuju pada Ling, pasalnya baru kali ini mereka melihat seseorang yang dapat berdiri walaupun terkena ilusi dari mereka.
Meskipun Ling menghilang dari kesadarannya, tetapi tubuhnya tetap berdiri tegak, membuat nya kini menjadi pusat perhatian.
* * *
Didalam ilusi tempat Ling, Ling kini berada disebuah kamar dengan ditemani beberapa gadis muda.
'Ilusi? hhm, aku pernah bertemu dengan ahli ilusi tingkat dewa, namun belum ada yang bisa membuat ku terkena dampaknya, tetapi apa ini, mereka bahkan tidak secantik ilusi yang pernah dibuat oleh ahli ilusi tingkat kaisar, bagaimana mereka dapat membuat ku terkena dampaknya? apakah mereka serius?
Ling bangkit dari tempat duduknya yang dikelilingi gadis itu, dia lalu tertawa sambil menutupi sebelah matanya, "Hancur!" Ucap Ling di ruang ilusi itu.
Dalam beberapa detik setelah Ling berkata hancur, ilusi tersebut seketika hancur, membuat Yuki sebagai ketua kelompok sekaligus orang yang memasukkan ilusi menjadi terkejut.
Ling pun kembali kedalam kesadarannya, dia tersenyum manis namun hatinya berkata lain.
Ling pun mengeluarkan pedang kecil yang sempat dirinya ambil dari para kelompok baju hijau, dia memainkan pedang tersebut sangat cepat, membuat para kelompok wanita menjauhi Ling.
"B.. bagaimana bisa? aku telah memasukkan ilusi 12 gadis kupu kupu, kenapa kau tetap lolos, dan juga masih ada ilusi ketakutan terbesar mu, bagaimana bisa kau lepas dari ilusi ku, bahkan ini belum 10 menit dari aku memasang ilusi."
"Ilusi mu ini sungguh payah dibandingkan ahli ilusi yang pernah kutemui dulu, mana mungkin kau bisa membuat ku kalah hanya dengan ilusi rendahan mu itu." Ucap Ling dengan wajah yang datar. Ling bahkan tak ragu untuk menjelek-jelekkan nama dari ketua kelompok wanita atau disebut kelompok ilusi.
Yuki menundukkan kepalanya kebawah saat mendengar ucapan Ling, tidak beberapa lama dia kemudian mulai menangis, namun dirinya menangis tanpa mengeluarkan sedikit suara.
Para anggota dari kelompok Yuki langsung mencoba untuk menyerang ling, mereka cukup kesal dengan tingkah laku Ling yang menjelek-jelekkan nama ketuanya itu.
Kedelapan anggota Yuki mulai berputar putar disekeliling Ling, mereka tidak hanya memutari Ling, namun mereka juga melancarkan serangan ilusi.
"Yang kalian lakukan semuanya adalah, Perbuatan yang sia sia." Ucap Ling dengan kuda kuda memegang pedang kecilnya itu.
'Tujuh gerakan pedang surgawi.' Batin Ling. Ling mengeluarkan jurus pedang yang sangat cepat, membuat mata yang memandanginya tidak menyadari bahwa Ling telah selesai melakukan serangan.
Mereka hanya melihat Ling menaruh pedang nya di sarung pedangnya kembali. Ling kemudian kembali berdiri tegak dan berjalan mendekat ke arah Yuki.
Hal itu tentu saja menjadi sangat menarik bagi para tetua, khususnya pada kelompok berbaju merah, meskipun mereka rata rata Class Wizard, tetapi ada satu orang dengan Class Dragon yang menjadi pemimpin mereka.
"Ouh, anak itu sungguh menarik, bisa bisanya dia berjalan santai meskipun dikelilingi oleh para anggota kelompok ilusi, aku tau serangan mereka paling lemah, tetapi mereka semua mempunyai kemampuan Perunggu bintang 5 hingga 7 loh. Itu bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng bagi Ling yang mempunyai tingkat Perunggu juga, meskipun Ling mempunyai tingkat Perunggu bintang 9, tetapi itu sangat berisiko." Ucap Queen, berbincang dengan temannya.
Para anggota dari kelompok ilusi kemudian menjadi sangat kesal, mereka kemudian mengarahkan pedang mereka secara bersamaan ke arah Ling, namun sesuatu yang sangat mengejutkan terjadi, senjata mereka yang hampir saja terkena Ling, tiba tiba saja hancur menjadi debu, tubuh mereka juga tiba tiba saja lemas.
Sedangkan itu, sebelum semuanya hampir mengenai tubuh Ling, Ling membuat suara dengan tangannya itu, dan seketika itu, mereka semua terjatuh dengan pedang yang kini sudah hancur menjadi debu.
Lalu, Ling juga kemudian menyentil kening Yuki, dan seketika itu juga, Yuki terjatuh dengan air mata yang masih membekas.
"Ini sangat mudah, lanjutkan dengan ronde ketiga." Ucap Ling sambil menepuk nepuk tangannya, dia sedang membersihkan tangannya dari debu yang menempel.
Semua orang menatap Ling dengan heran, mereka tidak tau kenapa semua dari kelompok ilusi tiba tiba saja menjadi terjatuh, dalam hati mereka hanya berfikir bahwa Ling menggunakan...
_ _ _
C o n t i n u e d : Like anda share. Tq :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 278 Episodes
Comments
shadow life
ta
2022-06-09
0
macan
thor dragon itu bukan class tapi rass
2021-06-26
0
Naomi
jonesssssssssenasib kita ya...
2020-12-21
0