Sesampainya di kediaman, Ling segera masuk melewati gerbang bersama dengan zabuza yang kini menggunakan kekuatan ghost nya. Dan juga, saat ini semua orang sudah mengetahui identitas Ling, karena itu para penjaga gerbang kediaman segera memberikan hormat saat Ling berjalan di depan mereka.
Ling berjalan santai saat memasuki rumah besarnya, sebenarnya ini tidak seperti rumah pada biasanya, karena rumah yang Ling tinggali sekarang ini lebih terlihat seperti sebuah kastil besar.
Sesampainya di dalam kediamannya, Ling melihat ketiga saudaranya itu sedang berjalan ke arahnya, mereka terlihat sangat rapih dan sangat harum. Mungkin karena mengonsumsi mayat Goblin, Ling menjadi memiliki daya penciuman yang tajam. Ling menduga mereka akan pergi bersenang-senang, mungkin.
Ling berjalan ke arah ketiga saudaranya itu berniat untuk pergi ke ruang makan. Ketiganya menyadari sosok Ling, mereka pun melirik Ling yang kini sedang berjalan mengarah kepada mereka.
"Yo, Ling, apakah kau ingin ikut kakak kakak mu ini? Kita bertiga akan pergi ke tempat hiburan, apakah kau ingin ikut."
Dari ketiga sosok saudara Ling, pemuda berambut coklat dengan pakaian yang serba hitam itu terlihat mengajak Ling untuk bersenang-senang.
"Maaf, aku tidak ada waktu." Ucap Ling tanpa ekperesi melewati saudaranya itu dan pergi meninggalkannya.
Raut wajah dari saudara Ling yang tadi tersenyum ramah pun mulai terlihat berubah menjadi kerutan di dahi nya, dia sama sekali tidak terima dengan perlakuan Ling, "Sialan, aku padahal sudah bersikap baik, harusnya kau itu cukup diam dan ikuti saja keinginanku dasar sampah!" Dia langsung berputar arah dan menyerang Ling dari belakang.
Namun Ling hanya tersenyum, dia kemudian berjalan tidak memperdulikan pukulan yang akan dilancarkan oleh saudaranya itu.
"Rei, hentikan!" Teriak kedua saudara Ling secara bersamaan. Mereka mungkin memang benci dengan Ling, tetapi mereka tidak gila untuk melakukan penyerangan terhadap Ling di kediaman keluarga Gronth.
Rei terlihat tidak memperdulikan nya, tinju nya pun mengandung mana yang cukup kuat untuk membuat seseorang terpental jauh.
Alih alih melihat Ling terpental, sebelum tangannya menyentuh pundak Ling, tangan Rei terlihat berhenti. Hal itu tentu saja membuat semua orang selain Ling membuka matanya lebar-lebar, dalam hati mereka, pertanyaan pertanyaan mulai muncul.
'Bagaimana bisa?' Batin Rei tidak paham dengan tangannya yang seakan tertahan kan sesuatu, padahal dia tidak melihat adanya seseorang yang membantu Ling.
Ling kemudian berputar arah menghadap Rei, dia kemudian memainkan tangannya seraya memberikan tanda arah pukulan yang akan Zabuza serang.
Pukulan pun dilontarkan oleh Zabuza ke tubuh Rei, zabuza mengikuti semua arah dari jari tuannya itu.
Kedua saudara yang bernama Dean dan Malvis itu segera menyadari bahwa yang membuat tubuh Rei sampai terhempas ke atas adalah adiknya itu.
Mereka kemudian menatap satu sama lain, lalu tidak lama mereka mengangguk secara bersamaan dan segera menyerang Ling.
Ling dengan insting bertarung nya sangat mudah untuk menyadari bahwa kedua saudara lainnya itu juga berniat menyerang nya, karena itu dia segera mengeluarkan lima Golem yang berukuran 1m dengan kaki nya.
Kedua saudara nya segera mundur saat melihat sekumpulan golem yang berukuran besar itu terbuat hanya dengan satu gerakan kaki Ling, mereka cukup pintar untuk menyadari bahwa Ling setidaknya berada di atas tingkat mereka.
'K..kenapa Ling tiba tiba bisa sekuat ini?' Batin Dean tidak percaya dengan adiknya yang tiba tiba saja menjadi kuat, padahal dulu adiknya itu adalah orang yang lemah dimatanya.
"K..kau bagaimana bisa?" Ucap Malvis yang heran dengan adiknya itu. dalam hatinya, dia bertanya tanya, Bagaimana bisa dia sekuat ini? bukankah dia sampah keluarga Gronth?
Ling tidak menjawab nya langsung, dia lebih memilih untuk segera membuat Rei kehilangan kesadaran nya. Tepat setelah beberapa detik kemudian, Zabuza mengatakan Rei telah pingsan.
Ling segera berbalik arah untuk berjalan masuk ketempat nya, namun sebelum itu dia mengatakan...
"Kalian, sadar dirilah." Ucap Ling sebelum membalikkan badannya dan pergi bersama zabuza.
* * *
Setelah beberapa jam dari kejadian Ling membuat Rei babak belur, kedua saudara itu melaporkan nya kepada kakak tertua yang bernama Len Yi.
Len Yi adalah saudara dari Ling, meskipun dia hanya seorang anak pungut dari keluarga Gronth, tetapi semua adik nya tunduk kepadanya, hanya Ling saja yang tidak pernah tunduk kepadanya meskipun sudah dihajar berulang kali.
Len Yi yang mendengar Rei dibuat babak belur pun terdiam beberapa saat, dia sungguh sulit untuk percaya adiknya yang cukup kuat itu dapat dibuat babak belur.
"Ceritakan detail nya kepada ku." Ucap Len Yi.
"Baik." Ucap keduanya bersamaan.
Mereka mulai menceritakan tentang kejadian dimana mereka bisa bertarung dengan Ling, raut wajah dari Len Yi juga terlihat berubah-ubah, dia tidak menyangka adiknya itu sekuat yang diceritakan oleh kedua adiknya itu.
Tetapi sejatinya Len Yi masih belum dapat percaya sepenuhnya, dia lalu menyuruh adik kecil nya yang bernama Sera untuk membuat Ling terlihat sangat menjijikkan di mata kedua orangtuanya.
"Sera, aku punya tugas untuk mu." Ucap Len Yi.
Sosok perempuan dengan rambut yang diikat datang dengan elegan, dia lalu berjalan mendekati Len Yi.
Len Yi lalu memberitahu rencananya tentang apa yang harus dilakukan adiknya itu. Setelah selesai memberitahu, dia kemudian terlihat tersenyum jahat dengan kedua tangannya sebagai penopang dagunya.
'Mari kita lihat, apakah dia dapat bertahan dari pesona Sera, atau malah dapat bertahan.'
* * *
Ling Chen saat ini sedang duduk bersila di atas kasur sambil melakukan latihan yang pernah dirinya pelajari di kehidupan lalunya.
Tubuh Ling terlihat mengeluarkan warna biru disekujur tubuhnya. Ling saat ini juga hanya mengenakan celana nya tanpa mengenakan baju untuk menutupi bagian atasnya.
Tubuh Ling Chen saat ini sungguh berbeda dari Ling Chen yang dulu, karena Ling yang sekarang mempunyai otot dan tubuh yang kuat, terlebih lagi Ling juga mempelajari ilmu Roh, karena itu dia menjadi lebih kuat dari pada orang setingkat nya.
Setelah berlatih selama berjam-jam, Ling pun menyudahi latihannya itu, karena dia tau kapan efek dari latihannya ini akan terlihat, sudah tujuh jam berlalu setelah Ling kembali dari Kastil.
Ling kemudian turun dari kasurnya, dia lalu segera berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sebentar lagi akan sangat kotor dan bau.
Tiba di kamar mandi, Ling kini terlihat mengeluarkan sebuah cairan hitam dari tubuhnya, cairan hitam itu adalah racun yang berada ditubuh seseorang, biasanya seseorang yang menginginkan untuk mengeluarkan racun dalam tubuhnya, harus menggunakan akupuntur dan berbagai ramuan, namun itu tidak berlaku bagi Ling, Ling mempunyai cara khususnya tersendiri.
"Huh, ini pasti akan memakan waktu yang cukup lama" Gumam Ling sambil menghela nafas.
Setelah tiga puluh menit tan berlalu, Ling keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi bagian bawahnya.
Dia lalu berniat untuk segera membuka Sistem, namun sebelum dia membuka sistem, seseorang masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu...
_ _ _
C o n t i n u e d :
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 278 Episodes
Comments
Sang M
bantaii semua saudaramu. tunjukkan kekuatanmu. Lanjutkan Dominasimu. Raih puncak level Absolure Universe
2024-02-07
0
[ O 5 - 8 ] Mr. Rax
kasih hukuman segs brutal:v
2022-05-13
0
Baiq Siti Sarah
kok namanya kayak barat ch gk cina namanya acak..ydah cina, barat , indo jdi pineng
2022-04-13
0