Setelah Ling berbatuk pelan, kini terlihat banyak mata yang memandanginya.
"Kalian bisa menjadi bawahan ku, tetapi apakah kalian bisa mengikuti peraturan ku?" Tanya Ling kepada semua orang yang kini menatapnya dari bawah lantai arena.
Mereka terlihat agak ragu, namun setelah satu orang mengangkat tangannya, mereka semua satu persatu mulai mengikuti nya.
"Aku tau senior Ling bukanlah orang yang mesum, aku yakin dapat mengikuti semua aturan senior asalkan bukan yang aneh aneh seperti senior Kaito!" Seorang wanita yang tidak lain adalah Yuki dari ketua kelompok ilusi yang pertama kali mengangkat. Setelah itu, para wanita lainnya juga segera menyetujui nya, mereka dapat menilai bahwa Ling memang bukanlah seseorang dengan sifat seperti Kaito yang terus menerus berfikiran kotor.
"Baiklah, kalian dapat mendengarkan peraturan ku dulu sebelum menyetujui nya." Ucap Ling tegas, dia kemudian kembali melanjutkan perkataannya.
"Peraturan pertama, kalian harus menuruti perkataan ku dan tidak boleh ragu dengan perintah ku. Peraturan kedua, Jangan masuk ke kamar ku tanpa meminta izin dariku terlebih dahulu, kalian harus bertanya dari luar pintu, setelah kuperbolehkan, barulah kalian dapat membuka pintu. Peraturan ketiga, kalian akan mendapatkan latihan yang keras dariku, tentu sebagai hadiahnya aku akan memberikan kalian beberapa jurus jika kalian sudah memenuhi kriteria yang kumau. Peraturan keempat, selalu hormat dengan diriku dan juga Kaito, yah meski dia mempunyai sifat yang seperti itu, dia sebenarnya cukup baik, baiklah kita lanjutkan. Peraturan kelima, kembali kepada peraturan pertama, selalu mendengarkan perintahku, sampai disini ada yang tidak setuju?" Tanya Ling sambil melirik bergantian ke arah masing masing kelompok.
Yang pertama menjawab adalah segerombolan orang yang baru saja datang, mereka menggunakan pakaian serba merah dengan lambang wizard di dada, yah, mereka tidak lain adalah kelompok yang dipimpin oleh Eric.
"Kelompok Wizard, siap melayani tuan." Ucap Eric sambil setengah duduk hormat dan diikuti oleh kedelapan anggotanya.
"Kelompok ilusi siap melayani tuan." Yuki memberikan hormatnya diikuti oleh yang lainnya.
Dan yang paling terakhir adalah kelompok Elf, mereka memberikan hormat setelah kedua kelompok lainnya menyetujuinya.
"Saya sebagai ketua kelompok Elf, Estes siap melayani tuan." Merasa hanya dirinya yang belum memperkenalkan namanya, Estes pun pada akhirnya memberitahu namanya. Bersamaan dengan perkenalan dirinya, Estes segera menunduk memberikan hormat.
Sedangkan itu, Kaito sudah sejak tadi pergi untuk mengganti pakaian nya menjadi pakaian murid dalam setelah tetua Leo memberikannya pakaian murid dalam.
Ling menduga sepertinya rekan nya itu cukup sakit hati karena kejadian sebelumnya.
Ling menghela nafas, dia lalu membenarkan rambutnya yang berantakan itu kembali pada posisi semula, sejak tadi Ling mengenakan panjang rambut hitamnya untuk menutupi sebagian wajahnya, tetapi Ling untungnya mempunyai kemampuan untuk melihat lebih jelas, setelah mengonsumsi banyak nya mayat, Ling mempunyai mata yang sangat tajam, itu semua karena mata para mayat menjadi tersatukan otomatis pada tubuhnya dan pada akhirnya membuat Ling dapat melihat dengan jelas meskipun dengan jarak jauh, tentu bukan hanya itu, kuping, hidung, tulang, semuanya menjadi sangat kuat dan tajam setelah mengonsumsi banyak nya mayat.
Selesai membenarkan rambutnya, Ling kini barulah terlihat seperti awalnya, dia terlihat tampan dan juga terlihat imut, wajahnya membuat beberapa pipi gadis menjadi merah merona.
"Namaku, Gronth Ling Chen, kalian bisa memanggilku Ling, dan yah, untuk saat ini aku ingin kalian meminta maaf kepada Kaito, hhm, bukan kalian semua, hanya kelompok ilusi saja, menurutku tidak seharusnya kalian terlalu agresif dengan langsung menaruh pedang kalian pada tuan kalian, itu saja, yang lainnya bisa kembali ke tempat masing masing untuk mempersiapkan kepindahan kalian ke tempat ku." Ucap Ling, setelah itu dia menghela nafas pelan, dia kemudian melirik para tetua yang kini sedang melihat nya.
'Anak ini tampan, berpendidikan, mempunyai kemampuan, terlebih dia ahli bermain pedang, aku akan mencoba mengenalkan putriku dengan nya.' Batin Queen sambil memandangi Ling.
Sebuah tangan tiba tiba saja menepuk pundak Queen, "Tetua Queen, kau kenapa diam saja." Tanya Leo yang kini berada disampingnya, dia menepuk pundak Queen karena melihat Ling tengah berjalan ke arahnya.
Hal itu menyadarkan Queen kembali, dia kemudian tersenyum tipis sambil menggaruk kepalanya.
"Kalau begitu tetua Queen, aku serahkan mereka padamu, aku akan melaporkan hasilnya kepada Ketua." Leo berpamitan, tidak lama dia pun akhirnya pergi dengan kecepatan tinggi, meninggalkan Ling yang kini berada tepat didepan Queen.
Queen segera menyadari maksud dari Ling, diapun menuntun Ling ketempat yang akan dijadikan Ling sebagai tempat tinggal.
Sepanjang perjalanan, Queen terus berbicara memberitahu banyak hal tentang Akedemi kepada Ling. Dia tidak tau kemana perginya Kaito, Tetapi dia cukup yakin Kaito akan segera menyusul ke tempat tinggalnya dan juga Ling.
Tidak lama setelah berjalan cukup lama, Ling pun tiba di depan pintu kediaman nya yang baru, Bangunan bertingkat tiga dengan banyak kamar yang tersedia, terdapat pagar pembatas juga untuk kediaman yang Ling tempati saat ini. Ling cukup cepat untuk berjalan ke kediaman barunya karena para murid lainnya membukakan jalan bagi dirinya karena disisinya kini terdapat seorang tetua.
"Ini kuncinya, kalau begitu, sampai disini aku pamit, jaga dirimu baik-baik, ouh iya, besok kau harus berkumpul di aula pada jam setengah enam pagi, dan juga untuk masalah Kaito, aku akan meminta para penjaga untuk mencari Kaito, jadi kau tak usah khawatir. Kalau begitu sampai berjumpa lagi." Queen melambaikan tangan lalu terbang dengan cepat.
Ling juga melambaikan tangannya itu, dia kemudian memandang kunci yang baru saja diberikan oleh Queen kepadanya.
'Sudah sejak lama akhirnya aku memakai sifat ku yang dulu lagi.' Ling menggelengkan kepalanya pelan lalu mulai membuka pintu kediaman nya.
Saat memasuki tempat kediamannya, terlihat banyak debu yang menempel, dan juga ada beberapa sarang laba laba di rata rata ujung tembok.
Ling menghela nafas pelan, dia ingin segera mandi padahal karena ingin mengejar waktu untuk pergi ke kastil, tetapi dia juga tidak dapat mandi jika melihat tempat nya saja sekotor ini, dengan berat hati, Ling pun akhirnya membersihkan nya sendiri karena pelayannya belum sampai.
Ling juga kembali teringat dengan Zabuza, dia kemudian melirik kebelakang dan menghela nafas lega karena merasakan kehadiran Zabuza. Ling tidak dapat melihat Zabuza, tetapi dia dapat merasakan nya karena dia adalah mahluk buatannya.
"Hhm, sudah sejak lama untuk aku membersihkan rumah, tetapi untungnya aku memiliki jurus itu." Ucap Ling berkata sendiri.
Ling kemudian terlihat mengarahkan satu tangannya kedepan, dan dalam beberapa detik kemudian, muncul sebuah angin dengan api berwarna hitam ditengah tengahnya, Ling mengarahkan nya keseluruh tempat yang kotor.
_ _ _
C o n t i n u e d : Like dan bantu share yah, TQ semua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 278 Episodes
Comments
Dio Ganteng
wah enak bet ada estes, gak mati2 nanti ling nya dong
2024-12-30
0
shadow life
ok
2022-06-09
0
Pride [ K e b a n g g a a n ]
Estes Mobile Legends Kan Dia Juga Elf
2021-07-11
2