Begitu Jiang Xia Yan selesai membersihkan tubuh, Lin segera masuk kedalam kamar sambil membawa semangkok kecil rebusan tanaman obat yang dimintanya tadi.
Begitu selesai makan malam, Jiang Xia Yan pun segera meminum ramuan obat tersebut dan menyuruh keempat pelayannya untuk keluar dengan alasan dia akan beristirahat cepat malam ini.
Begitu pintu ditutup dan semua lilin dimatikan, Jiang Xia Yan segera bangkit dari ranjang dan mulai duduk dengan posisi lotus.
Saat ini dapat dia rasakan jika ramuan obat yang tadi diminumnya mulai bereaksi. Luka dalam akibat empat ikatan segel telah putus perlahan mulai menutup dan tenaga dalam Jiang Xia Yan mengalami peningkatan.
“ Ini akan sangat bagus jika terus seperti ini….”, batin Jiang Xia Yan senang.
Setelah seluruh luka dalam tubuhnya sembuh, perlahan Jiang Xia Yan mulai menarik masuk energy yin yang ada disekitarnya kedalam tubuhnya.
Ctasss….
Satu ikatan segel perlahan terlepas membuat aliran energy yin yang masuk kedalam dantiannya semakin bertambah besar.
Jiang Xia Yan terus fokus agar aliran energy yang masuk tidak terputus hingga dantian miliknya sudah mulai penuh dengan energy yin.
Ctasss….
Ctasss….
Dua ikatan terakhir putus juga, membuat hati Jaing Xia Yan merasa sangat lega. Setelah semua ikatan segel telah lepas, perlahan energy yin yang telah berkumpul didantian miliknya perlahan membuat segel retak dan akhirnya pecah.
Ctakkk…krakkk…krakkk…blesss….
Aliran darah Jiang Xia Yan terlihat mengalir dengan deras seiring energy yang masuk kedalam inti dantiannya.
Membuat tubuh gadis tersebut mengeluarkan sinar untuk sesaat hingga menimbulkan tanda tanya bagi siapapun yang melihatnya.
“ Sinar apa itu ?...arahnya dari kediaman keluarga Jiang….”, guman seseorang yang kebetulan sedang menatap langit malam itu.
“ Cari tahu siapa itu dan laporkan kepadaku….”, ucapnya kepada bawahannya.
“ Baik….”, ucap sosok berbaju hitam yang langsung melesat pergi meninggalkan kediaman.
Kening lelaki tersebut berkerut cukup dalam. Setahu dirinya didalam keluarga Jiang saat ini tidak ada orang yang memiliki kekuatan sebesar itu selain Jiang Shing dan Shio Mei.
“ Tapi mereka berdua masih berada diperbatasan utara ?....apakah ada yang kulewatkan….”, gumannya sedikit risau.
Ya…lelaki itu adalah pangeran kedua Ming Shin. Dia bisa dibilang cukup dekat dengan dua adik tiri Jiang Shing karena keduanya adalah pejabat pemerintahan yang memegang posisi strategis di istana.
Jika dia melewatkan satu orang kuat yang berbakat, itu akan sangat merugikan baginya. Sementara itu, Jiang Xia Yan yang segel kekuatannya telah terbuka memilih untuk beristirahat.
Besok dia berencana akan kembali mencari tanaman obat tersebut untuk kembali meningkatkan energy tubuhnya agar bisa lebih cepat dalam berlatih.
Selian itu, dia juga akan membaca buku medis untuk mencari tahu obat apa yang sesuai untuk diberikan kepada putra pertama keluarga Chi.
Meski baginya tak ada untungnya menyelematkan keluarga Chi. Tapi jika dibiarkan begitu saja, maka kaisar akan semakin melaju cepat dengan rencananya.
“ Setidaknya, kesembuhan Chi Ang Bei akan membuatnya berhenti sejenak untuk melakukan rencana berikutnya….”, batin Jiang Xia Yan bermonolog.
Setelah menyusun rencana untuk besok, gadis muda tersebut segera memejamkan kedua matanya menuju alam mimpi.
Sementara itu, pengawal bayangan yang ditugaskan oleh pangeran kedua Ming Shin terlihat kebinggungan karena sama sekali tak mendapati jejak siapa yang telah melepas energy sebesar itu.
Dia sudah berkeliling dari kediaman utama, rumah tangga pertama, kedua dan ketiga namun dirinya sama sekali tak merasakan ada aura yang cukup kuat disana.
Untungnya tadi Jiang Xia Yan sudah menutup auranya sehingga tidak akan ada orang yang bisa mendeteksi kekuatannya.
Karena akan sangat berbahaya jika sampai ada orang yang tahu jika dia memiliki kekuatan yang sangat besar sedangkan dirinya masih belum bisa mempergunakan kekuatan tersebut dengan maksimal.
Pangeran kedua Ming Shin terlihat sangat geram waktu pengawal bayangannya tak menemukan jejak apapun dikediaman keluarga Jiang.
“ Tampaknya orang ini tidak bodoh…dia mampu menyembunyikan kekuatannya dengan sangat baik…”, batin pangeran Ming Shin sambil menatap kedepan dengan tajam.
“ Siapapun itu…aku harus mendapatkannya….”, batin pangeran kedua Ming Shin penuh tekad.
Pangeran kedua Ming Shin tak ingin lengah dan kecolongan seseorang yang memiliki kekuatan besar tersebut untuk bersanding bersamanya karena jika membiarkannya akan sangat merepotkan bagi dirinya dimasa depan.
Didalam kekaisaran Ming tidak adanya sosok sebagai putra mahkota membuat peluang semua orang terbuka untuk memperebutkan kursi penerus tahta tersebut.
Bahkan anak dari permaisuri Ming hanya berstatus sebagai pangeran pertama dan putri ketiga. Kebijakan ini dibuat oleh kaisar Ming Qin agar semua anaknya bisa bersaing dengan adil.
Apalagi dia sangat tahu jika pangeran pertama yang lahir dari rahim permaisurinya itu memiliki tubuh yang sangat lemah sehingga tidak mungkin baginya untuk meneruskan tahta di negara yang kejam dan keras ini.
Dan lagi kaisar Ming Qin masih belum ingin turun dari kekuasaannya saat ini. Jadi, adanya sosok putra mahkota akan selalu membayangi langkahnya untuk turun dari singgahsananya.
Dibilang egois, memang seperti itulah sifat kaisar Ming Qin. Selama dia masih memegang kekuasaan maka jangan harap siapapun bisa berada diatasnya.
Maka dari itu dia terus berupaya untuk menghancurkan siapapun yang dianggap membahayakan posisinya sebagai orang nomor satu di kekaisaran Ming.
“ Bagaimana posisi Jiang Shinng saat ini ?....”, tanya kaisar Ming Qin sambil memutar cangkir anggur ditangannya.
“ Jenderal besar Jiang Shing beserta istri dan putra pertamanya masih berada diperbatasan utara. Bulan depan baru mereka akan kembali ke ibukota melaporkan keberhasilan melumpuhkan para pemberontak di wilayah perbatasan timur….”, ucap kasim Du melaporkan.
“ Kurasa kita harus memberikan sambutan yang bagus untuk Jiang Shin nanti….”, ucap kaisar Ming Qin sambil tersenyum licik.
Dia sebenarnya sangat berambisi ingin menghancurkan putra pertama tetua Jiang tersebut.
Tapi mengingat kekuatan militer yang dimiliki keluarga Jiang sangat besar ditambah banyaknya pengikut yang berada dibawahnya membuat kaisar licik tersebut harus pelan – pelan menghadapinya.
Kali ini dia akan menyambut kepulangan jenderal besarnya tersebut denga hadiah yang istimewa dan tak terlupakan.
Sementara itu, obyek yang menjadi pembahasan kaisar Ming Qin bersama kasim Du sedang asyik bercengkerama dengan bawahannya.
Jiang Shing sudah tak sabar untuk kembali ke ibukota untuk bertemu putri bungsunya Jiang Xia Yan. Begitu juga dengan istri dan anak sulungnya yang sudah menyiapkan banyak oleh – oleh untuk Jiang Xia Yan.
“ Aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan putri kecilku yang manis….”, ucap Xiao Mei sambil tersenyum lebar.
Sementar itu, didalam tendanya Jiang Chen terlihat menatap mantel bulu serigala berwarna abu – abu yang berhasil dibuatnya.
Rencananya dia akan memberikan hadiah mantel bulu tersebut kepada sang adik agar melindunginya dari musim dingin yang sebentar lagi datang.
“ Aku sudah tak sabar bertemu dengan Yan’er dan melihat senyum manisnya….”, ucap Jiang Chen sambil mendekap mantel bulu tersebut didadanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Fazira Fauziah
kenapa ibunya harus ikut juga coba, anaknya di tinggal sendiri, parah banget
2024-11-08
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kalian tdk th kl Jiang Xia Yan mengalami perundungan
2025-01-02
0
™•~•zira Kanaya°•°
kalian tidak tau putri kalian selalu teraniaya 🥲
2023-11-13
14