SKAK MAT

Keheningan menyelimuti ruangan, tubuh Jiang Xialun membeku untuk waktu yang lama hingga suara lembut adik ketiga membuat kesadarannya kembali.

“ Kakak kedua terlalu serius menanggapi permasalahan ini. Akulah yang ceroboh sehingga terpeleset dan jatuh kedanau…”, ucap Jiang Xia Yan santai.

“ Adik ketiga….”, ucap Jiang Xialun dengan suara bergetar.

Dia sama sekali tak menyangka jika pada akhirnya hanya kata tersebut yang keluar dari mulut sang adik setelah keduanya terdiam dalam waktu yang lama.

Namun, secepat mungkin Jiang Xialun menguasai perasaannya. Dengan lembut diapun kembali berkata “ Aku tahu yang dialami oleh adik ketiga. Aku harap adik tidak bersedih hati….”.

“ Kenapa aku harus bersedih kakak. Ini hanyalah masalah sepele…..”, ucap Jiang Xia Yan mematahkan presepsi Jiang Xialun.

Sebelum kakak keduanya kembali berkata, Jiang Xia Yan pun segera kembali bersuara sambil bangkit dari kursi yang didudukinya.

“ Maaf kakak, kepala adik masih sedikit pusing. Jika kakak sudah tidak ada hal yang ingin dikatakan lagi, adik undur diri untuk beristirahat….”, ucap Jiang Xia Yan dengan wajah dibuat sesedih mungkin.

Melihat jika kondisi adik ketiganya yang masih belum membaik, Jiang Xailun pun bangkit dari duduknya dan meninggalkan rumah tangga pertama dengan banyak pertanyaan yang melintas di kepalanya.

Keempat pelayan pribadi Jiang Xia Yan merasa sangat bahagia karena pada akhirnya nona mudanya tersebut tidak lagi terjebak dengan kata – kata lembut dan manis namun beracun yang dikeluarkan oleh Jiang Xialun.

Meski mereka merasa aneh dengan perubahan sikap nona mudanya yang dianggap sangat drastis tersebut, tapi ke empatnya merasa sangat bahagia karena pada akhirnya nona mudanya tersebut bisa bersikap tegas.

Sementara sang nona yang menjadi bahan pembicaraan mereka kembali terdiam sambil memejamkan kedua matanya dan berbaring diatas ranjang.

Saat ini Jiang Xia Yan bukan sedang tertidur melainkan dia sedang memikirkan banyak hal dalam kepalanya yang kecil itu.

Diapun memutar kembali slide memori yang ada. Jika sesuai dengan alur, kedatangan kakak keduanya tersebut telah berhasil memancing kemarahannya hingga dia langsung mendatangi rumah tangga kedua dan langsung menyerang kakak tertuanya hingga mendapatkan hukuman dari nyonya besar Jiang.

Karena sekarang Jiang Xia Yan berhasil menghindari takdir buruk tersebut, maka diapun harus mempersiapkan diri untuk menunggu apa yang terjadi esok hari.

............................................................................

Keesokan paginya, Jiang Xia Yan terlihat sangat bersemangat bangun. Dia ingin penasaran apa yang akan terjadi pagi ini.

Baru saja Jiang Xia Yan menyelesaikan ritual mandinya, Jinying terlihat masuk kedalam ruangan dengan wajah pucat.

“ Nona, anda ditunggu semua anggota keluarga untuk sarapan pagi dikediaman utama…”, ucap Jinying dengan nafas tersenggal – senggal.

“ Oh…jadi ini kejutannya….”, batin Jiang Xia Yan tersenyum licik.

Menurut ingatan pemilik tubuh asli, dirinya sama sekali tak pernah diijinkan untuk makan bersama di kediaman utama.

Jika pagi ini dia diundang, tentunya wanita tua tersebut memiliki maksud terselubung untuknya. Sambil tersenyum licik Jiang Xia Yan pun berkata  dalam hati “ Baiklah…aku akan masuk dalam permainan yang akan kalian buat pagi ini….”.

Melihat jika kediaman utama sangat jauh letaknya dari kediaman rumah tangga pertama membuat Jiang Xia Yan terus menggerutu dalam hati selama perjalanan.

Begitu dia datang, dapat dia lihat suasana dimeja makan sudah penuh dengan kehadiran keluarga kedua dan keluarga ketiga disana serta seorang wanita tua dengan dandanan mencolok duduk dikursi utama.

" Wanita tua itu pasti nona besar Jiang....", batin Jiang Xia Yan bermonolog.

Baru saja kakinya melangkah masuk, kakak keduanya sudah bersuara “ Kenapa adik ketiga baru sampai ?...lihatlah semua kue hampir dihabiskan oleh  Jiang Zhu….”.

Tentu saja ucapan Jiang Xialun yang lantang membuat atensi semua orang teralihkan dan menatap tajam kepadanya.

“ Tampaknya pertunjukkan akan segera dimulai….”, batin Jiang Xia Yan sambil menghela nafas panjang.

Dia dapat melihat tatapan penuh kebencian diwajah semua orang dilayangkan kepada dirinya, termasuk tatapan yang penuh ketidaksabaran dan kebencian yang teramat dalam ditunjukkan oleh wanita tua yang merupakan nenek tirinya itu.

Waktu melihat kakak tertuanya ingin bersuara, cepat – cepat Jiang Xia Yan menunjukkan bakat aktingnya dengan pura – pura pusing.

“ Maafkan keterlambatan yang saya lakukan ini. Karena tubuh yang lemah ini saya terpaksa harus beristirahat beberapa kali sepanjang perjalanan untuk bisa sampai kesini….”, ucapnya lemah.

Semua orang langsung terdiam dengan apa yang dikatakan gadis muda tersebut karena menyadari jika tubuh gadis itu memang sangat lemah, tapi tidak dengan Jiang Xiuying.

Dia tak mau berhenti sebelum adik ketiganya itu mendapatkan hukuman dari sang nenek. Dengan lantang diapun kembali mencoba untuk memprovokasi waktu melihat Jiang Xia Yan dengan santainya mulai duduk di kursi.

“ Adik ketiga, meskipun semua orang tahu kalau kamu sedang jatuh cinta kepada pangeran kedua, tapi secara sembunyi – sembunyi untuk melihatnya sampai jatuh ke danau bukankah itu suatu tindakan yang sangat tidak sopan…..”, ucapnya memprovokasi.

Melihat semua orang kembali mengingat kejadian memalukan yang mencoret nama baik keluarga tersebut, Jiang Xiuying diam – diam tersenyum senang dan melanjutkan ucapannya.

“ Dan parahnya,  pangeran kedua Ming Shin melihat kelakuan bodohmu itu. Apakah adik ketiga tidak berusaha untuk meminta maaf kepada pangeran kedua Ming Shin karena sudah membuatnya tidak senang…. ”, ucap Jiang Xiuying dengan tatapan sinis.

Melihat wajah nyonya besar Jiang menggelap, dalam hati Jiang Xiuying tertawa puas. Sekarang tinggal melihat bagaimana reaksi gadis bodoh itu atas ucapannya.

“ Jadi ini rencana mereka. Ingin membuatku mengakui kesalahan yang sama sekali tak kuperbuat dan menghukumku….”, batin Jiang Xia Yan sinis.

Jiang Xiuying merasa sedikit gelisah waktu melihat wajah Jiang Xia Yan masih tenang, seolah tak terganggu sedikitpun oleh ucapannya dan malah asyik menikmati hidangan yang ada dihadapannya dengan santai.

Jika Jiang Xia Yan bisa bersikap tenang dan santai, lain halnya dengan tatapan semua orang yang sudah terlihat tak sabar ingin melihat bagaimana gadis bodoh tersebut dihukum karena telah mempermalukan keluarga Jiang.

Setelah potongan kue yang ada dimulutnya telah habis dan menyesap teh hijau yang ada dihadapannya, Jiang Xia Yan pun mulai membuka mulut.

“ Kakak tertua, apa maksud ucapan kakak dengan mengatakan aku mencintai pangeran kedua Ming Shin ?...bukankah ucapan tersebut tak pantas diucapkan ?...apa kata orang jika ada yang mendengarnya ?....”, ucap Jiang Xia Yan menegur.

Seketika wajah Jiang Xiauying langsung merah padam menahan amarah. Dia sama sekali tak menyangka adik ketiganya yang bodoh itu mampu menegurnya seperti itu diahadapan semua orang.

Belum juga raut keterkejutan semua orang mereda dengan ucapan berani yang dikeluarkan oleh Jiang Xia Yan kepada kakak tertuanya, gadis itu kembali berkata yang membuat semua orang tak bisa untuk tak melotot karena terkejut.

“ Kakak tertua harus berhati – hati dalam memilih kata yang hendak diucapkan. Pangeran kedua Ming Shin adalah keluarga kekaisaran dan kita sebagai klan tertua di negara ini harus lebih berhati – hati lagi jika tak ingin mendapatkan hukuman karena telah mencemarkan nama baik keluarga kekaisaran….”, ucap Jiang Xia Yan dengan penuh penekanan.

“ Bukankah saat aku jatuh ke air kakak tertua ada disampingku. Apakah kakak tertua juga melihat pangeran kedua Ming Shin ?.….”, Jiang Xia Yan terlihat melempar bola panas ke tangan Jiang Xiuying.

Jiang Xiuying yang sudah tahu jika adik ketiganya itu akan menyeretnya kedalam permasalahan ini hanya bisa diam menahan amarah sambil mencengkeram sisi gaunnya dengan erat.

“ Ya, aku melihatnya….”, ucap Jiang Xiuying dengan wajah sedatar mungkin, berusaha untuk menahan gejolak amarah yang sudah meluap dihatinya.

“ Bukankah waktu itu aku sedang berjalan – jalan bersama kakak tertua di tepi danau hingga tak sengaja terpeleset dan jatuh ke danau….”

“ Tanpa diduga, disaat yang sama pangeran kedua Ming Shin lewat disana…”

“  Sekarang yang jadi pertanyaan, bagaimana aku bisa tahu jika pangeran kedua Ming Shin datang ke kediaman Jiang ?...

“ Apakah ada surat yang datang ke kediaman menyampaikan tentang adanya kunjungan tersebut ?...”

“ Jika ada pun, apakah mungkin aku yang berada jauh dari kediaman utama mengetahui hal tersebut sedangkan informasi yang terjadi di kediaman utama selama ini aku tak pernah tahu jika tidak ada yang memberitahuku….”, ucap Jiang Xia Yan dengan nada datar dan dingin.

Wajah semua orang terlihat sangat pias dengan tubuh membeku waktu mendengar perkataan yang keluar dari mulut Jiang Xia Yan.

Jiang Xiuying yang tak terima dengan ucapan adik ketiganya itu berusaha untuk membantahnya, namun dihentikan oleh sang ibu yang langsung menatapnya dengan garang.

Jiang Xia Yan sangat tahu jika dalam kediaman Jiang banyak orang pintar. Tentunya mereka sangat paham dengan semua kata yang baru saja dia ucapkan tersebut.

Melihat semua anaknya diam – diam mulai memperebutkan kursi kekaisaran dibelakangnya, kaisar Ming Qin sangat membenci para pangeran yang menjalin hubungan dekat dengan para pejabat dan bangsawan kelas atas.

Dan kaisar tidak akan segan – segan untuk memenggal kepala siapapun yang berani melakukan hal tersebut karena tindakan itu sama dengan pengkhianatan dan merupakan tindakan pemberontakan secara diam – diam dibelakangnya yang bertujuan untuk melengserkannya dari kursi kekuasaannya saat ini.

Ada ribuan mata dan telinga kaisar yang tersebar dimana – mana, termasuk juga di kediaman Jiang yang merupakan salah satu klan tertua di negara ini dan memiliki kekuatan yang ditakuti kekaisaran Ming.

Kalimat yang baru saja diucapkan oleh Jiang Xia Yan secara tidak langsung mempertanyakan kesetiaan para pejabat terhadap kaisar.

Jika ayah Jiang Xia Yan, Jiang Shing yang saat ini berada diperbatasan sangat tidak mungkin untuk dicurigai.

Tapi kedua pamannya, Jiang Quon dan Jiang Yu dimana keduanya adalah pejabat kekaisaran tentunya hal tersebut  perlu diwaspadai oleh kaisar Ming Qin jika kabar ini sampai berhembus di istana karena keduanya memegang posisi penting dipengadilan.

Melihat semua orang terdiam dengan wajah tegang akibat ucapan yang keluar dari mulutnya, diam – diam Jiang Xia Yan mencibir dalam hati.

“ Ternyata cuma segini saja pertunjukan pagi ini…sangat tidak menarik….”, batin Jiang Xia Yan mencemoh.

Dengan santainya, Jiang Xia Yan kembali memakan hidangan yang disediakan dihadapannya tanpa menghiraukan tatapan membunuh yang dilayangkan semua orang kepadanya, terutama tatapan penuh kebencian dari nyonya besar Jiang.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

ternyata semuanya kicep ya Jiang Xia Yan kl dah ngomong 😏😏

2025-01-02

0

muntiah

muntiah

knp kata dialog sm kata saat membatin sm,jd krang bgus thor.hrusnya kata" saat dialog tu biasa aj tulisan ny,yg membedakan nya tuch cm tanda (") aj.kl pas membatin br dgn tulilan yg miring" tuch.🤨🤨🤨🤨
g' tau aq ap nama nya tulisan begitu.

2024-08-17

4

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussukses

2024-07-21

0

lihat semua
Episodes
1 KECELAKAAN
2 KEMATIAN YANG TRAGIS
3 KEBERUNTUNGAN GANDA
4 TAMU TAK DIUNDANG
5 SKAK MAT
6 KEJUTAN
7 PEMBALASAN KECIL
8 FENG MO TIAN
9 PENUH TANDA TANYA
10 HUKUMAN UNTUK GUI MOMO
11 AKSI
12 PERBINCANGAN IBU DAN ANAK
13 PENYAKIT ANEH CHI ANG BEI
14 HANCURNYA SEGEL
15 MEMBANTU
16 MENGOBATI
17 SOSOK SANG DEWI PENOLONG
18 PENASARAN
19 DIA LAGI......
20 CURIGA
21 UNDANGAN
22 PESTA PERJAMUAN MUSIM GUGUR
23 UNJUK BAKAT
24 MEMBALIKKAN KEADAAN
25 GEGER
26 MEMECAH KONSENTRASI
27 KEJUTAN
28 DILUAR EKSPETASI
29 MEMBUNGKAM MULUT SEMUA ORANG
30 UJI NYALI
31 SENJATA MAKAN TUAN
32 RENCANA LICIK
33 PENGAWAL PRIBADI
34 MAWAS DIRI
35 KUIL GUANDONG
36 JEBAKAN
37 MALAM PANAS
38 MALAM MENCEKAM
39 DRAMA PAGI INI
40 PEMBALASAN DENDAM DIUMULAI
41 RASA SAKIT YANG DALAM
42 GERAM
43 MURKA
44 ADU ARGUMEN
45 HUKUMAN
46 PERTENGKARAN
47 HUKUMAN BAGI PELAYAN YANG LALAI
48 NASIB GUI MOMO
49 SALAH PREDIKSI
50 KABAR MENGEJUTKAN
51 RENCANA PERTUKARAN PERNIKAHAN
52 KEBAKARAN
53 KADO ULTAH NYONYA BESAR JIANG
54 KECEWA
55 HOT NEWS
56 MENCARI DUKUNGAN
57 PERHATIAN
58 KETIDAK PUASAN
59 PESTA PENYAMBUTAN
60 ADU STRATEGI
61 JATUH KE PERANGKAP SENDIRI
62 TERBONGKAR
63 DALAM GENGGAMAN
64 CATUR PERANG
65 SHENTAN SHE
66 MENJUAL INFORMASI
67 PENYERANGAN
68 BERTEMU DUA BERSAUDARA DONG
69 RENCANA CERDIK
70 RENCANA BESAR
71 PERSELISIHAN
72 SALING SINDIR
73 DIPERMALUKAN
74 PEMUSNAHAN
75 BADAI
76 RUANG RAHASIA
77 TERTANTANG
78 KETEGANGAN
79 GALAU
80 KEKEJAMAN JIANG YONG
81 BERDUKA
82 FESTIVAL LENTERA
83 PENCULIKAN
84 KEKAISARAN RU
85 KEPERCAYAAN
86 KESENANGAN YANG TERHENTI
87 MEMINTA IJIN
88 INSIDEN
89 MISI
90 PENASARAN
91 PERCAKAPAN TENGAH MALAM
92 RENCANA BUSUK JIANG YONG
93 PENYAMARAN
94 MEMBUJUK
95 PERTEMUAN TAK TERDUGA
96 MASA LALU HAN SHAN YANG
97 MELOBBY
98 TAK BISA DITEBAK
99 MENJALANKAN RENCANA
100 DRAMA DIPESTA PERJAMUAN
101 TAK BISA BERKUTIK
102 RENCANA PEMISAHAN DIRI
103 PENGANGGU
104 BERTUKAR PIKIRAN
105 TAK PUAS
106 TINDAKAN
107 EKSEKUSI
108 TERKEJUT
109 KUNJUNGAN
110 MISI TERSELUBUNG
111 MURKA
112 HEBOH
113 PENJELASAN
114 MENJADI TARGET
115 RENCANA LANJUTAN
116 MUNCULNYA SIHIR KUNO TERLARANG
117 PETUNJUK PART 1
118 PETUNJUK PART 2
119 TEKA - TEKI TERSEMBUNYI
120 SALING TERKAIT
121 BUKU PEMINDAH JIWA
122 DILUAR PREDIKSI
123 PEMBUKTIAN
124 RITUAL
125 FAKTA MENCENGANGKAN
126 DISKUSI
127 RISAU
128 CEMBURU
129 PERTEMUAN
130 BATU PERMATA HITAM
131 MENYUSUN RENCANA BARU
132 SEPENGGAL KISAH MASA LALU
133 API KEMARAHAN
134 KEKHAWATIRAN
135 GONCANGAN RUMAH TANGGGA KETIGA
136 RAGU
137 MASUK PERANGKAP SENDIRI
138 KEHANCURAN JIANG XIALUN
139 KEMALANGAN RUO XINXIN
140 MENGUMPULKAN KEKUATAN
141 TERUNGKAP
142 SERANGAN FAJAR
143 GONCANGAN
144 PENDERITAAN
145 SETITIK INFORMASI
146 KEMALANGAN
147 PUAS
148 MISI
149 MASUK KEDALAM JEBAKAN
150 PREDIKSI
151 PENGALIH PERHATIAN
152 KEBERADAAN API SUCI
153 PEMBERONTAKAN PART 1
154 PEMBERONTAKAN PART 2
155 RENCANA MENGISI POSISI YANG KOSONG
156 HANCURNYA KEKAiSARAN MING
157 ASA YANG ADA
158 PILIHAN
159 PERMAINAN HATI
160 MENCOBA TENANG
161 KEPUTUSAN
162 JALAN MASING - MASING
Episodes

Updated 162 Episodes

1
KECELAKAAN
2
KEMATIAN YANG TRAGIS
3
KEBERUNTUNGAN GANDA
4
TAMU TAK DIUNDANG
5
SKAK MAT
6
KEJUTAN
7
PEMBALASAN KECIL
8
FENG MO TIAN
9
PENUH TANDA TANYA
10
HUKUMAN UNTUK GUI MOMO
11
AKSI
12
PERBINCANGAN IBU DAN ANAK
13
PENYAKIT ANEH CHI ANG BEI
14
HANCURNYA SEGEL
15
MEMBANTU
16
MENGOBATI
17
SOSOK SANG DEWI PENOLONG
18
PENASARAN
19
DIA LAGI......
20
CURIGA
21
UNDANGAN
22
PESTA PERJAMUAN MUSIM GUGUR
23
UNJUK BAKAT
24
MEMBALIKKAN KEADAAN
25
GEGER
26
MEMECAH KONSENTRASI
27
KEJUTAN
28
DILUAR EKSPETASI
29
MEMBUNGKAM MULUT SEMUA ORANG
30
UJI NYALI
31
SENJATA MAKAN TUAN
32
RENCANA LICIK
33
PENGAWAL PRIBADI
34
MAWAS DIRI
35
KUIL GUANDONG
36
JEBAKAN
37
MALAM PANAS
38
MALAM MENCEKAM
39
DRAMA PAGI INI
40
PEMBALASAN DENDAM DIUMULAI
41
RASA SAKIT YANG DALAM
42
GERAM
43
MURKA
44
ADU ARGUMEN
45
HUKUMAN
46
PERTENGKARAN
47
HUKUMAN BAGI PELAYAN YANG LALAI
48
NASIB GUI MOMO
49
SALAH PREDIKSI
50
KABAR MENGEJUTKAN
51
RENCANA PERTUKARAN PERNIKAHAN
52
KEBAKARAN
53
KADO ULTAH NYONYA BESAR JIANG
54
KECEWA
55
HOT NEWS
56
MENCARI DUKUNGAN
57
PERHATIAN
58
KETIDAK PUASAN
59
PESTA PENYAMBUTAN
60
ADU STRATEGI
61
JATUH KE PERANGKAP SENDIRI
62
TERBONGKAR
63
DALAM GENGGAMAN
64
CATUR PERANG
65
SHENTAN SHE
66
MENJUAL INFORMASI
67
PENYERANGAN
68
BERTEMU DUA BERSAUDARA DONG
69
RENCANA CERDIK
70
RENCANA BESAR
71
PERSELISIHAN
72
SALING SINDIR
73
DIPERMALUKAN
74
PEMUSNAHAN
75
BADAI
76
RUANG RAHASIA
77
TERTANTANG
78
KETEGANGAN
79
GALAU
80
KEKEJAMAN JIANG YONG
81
BERDUKA
82
FESTIVAL LENTERA
83
PENCULIKAN
84
KEKAISARAN RU
85
KEPERCAYAAN
86
KESENANGAN YANG TERHENTI
87
MEMINTA IJIN
88
INSIDEN
89
MISI
90
PENASARAN
91
PERCAKAPAN TENGAH MALAM
92
RENCANA BUSUK JIANG YONG
93
PENYAMARAN
94
MEMBUJUK
95
PERTEMUAN TAK TERDUGA
96
MASA LALU HAN SHAN YANG
97
MELOBBY
98
TAK BISA DITEBAK
99
MENJALANKAN RENCANA
100
DRAMA DIPESTA PERJAMUAN
101
TAK BISA BERKUTIK
102
RENCANA PEMISAHAN DIRI
103
PENGANGGU
104
BERTUKAR PIKIRAN
105
TAK PUAS
106
TINDAKAN
107
EKSEKUSI
108
TERKEJUT
109
KUNJUNGAN
110
MISI TERSELUBUNG
111
MURKA
112
HEBOH
113
PENJELASAN
114
MENJADI TARGET
115
RENCANA LANJUTAN
116
MUNCULNYA SIHIR KUNO TERLARANG
117
PETUNJUK PART 1
118
PETUNJUK PART 2
119
TEKA - TEKI TERSEMBUNYI
120
SALING TERKAIT
121
BUKU PEMINDAH JIWA
122
DILUAR PREDIKSI
123
PEMBUKTIAN
124
RITUAL
125
FAKTA MENCENGANGKAN
126
DISKUSI
127
RISAU
128
CEMBURU
129
PERTEMUAN
130
BATU PERMATA HITAM
131
MENYUSUN RENCANA BARU
132
SEPENGGAL KISAH MASA LALU
133
API KEMARAHAN
134
KEKHAWATIRAN
135
GONCANGAN RUMAH TANGGGA KETIGA
136
RAGU
137
MASUK PERANGKAP SENDIRI
138
KEHANCURAN JIANG XIALUN
139
KEMALANGAN RUO XINXIN
140
MENGUMPULKAN KEKUATAN
141
TERUNGKAP
142
SERANGAN FAJAR
143
GONCANGAN
144
PENDERITAAN
145
SETITIK INFORMASI
146
KEMALANGAN
147
PUAS
148
MISI
149
MASUK KEDALAM JEBAKAN
150
PREDIKSI
151
PENGALIH PERHATIAN
152
KEBERADAAN API SUCI
153
PEMBERONTAKAN PART 1
154
PEMBERONTAKAN PART 2
155
RENCANA MENGISI POSISI YANG KOSONG
156
HANCURNYA KEKAiSARAN MING
157
ASA YANG ADA
158
PILIHAN
159
PERMAINAN HATI
160
MENCOBA TENANG
161
KEPUTUSAN
162
JALAN MASING - MASING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!