"Baiklah, kalau begitu ayo kita berjuang bersama-sama," ucap Dito.
"Ya,,," jawab heriani sembari terus melangkahkan kakinya hingga Dia kemudian teringat akan sesuatu lalu perempuan itu menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap suaminya.
"Satu bulan lagi ulang tahun Kakek, apakah kau sudah menyiapkan hadiah untuk kakek?" Tanya heriyani yang jelas tahu bahwa setiap kali kakek mereka berulang tahun maka seluruh keluarga akan dikumpulkan di kediaman utama termasuk mereka.
Seluruh keluarga akan berlomba-lomba menyiapkan hadiah terbaik untuk sang kakek demi menarik hati sang kakek supaya mereka mendapatkan posisi yang bagus di dalam keluarga, maupun di dalam perusahaan.
Dari ingatan heriyani, perempuan itu mengingat bahwa keluarga mereka selalu memberikan hadiah terburuk dari seluruh hadiah yang disiapkan oleh para anggota keluarga lainnya sehingga membuat keluarga mereka selalu dipandang rendah oleh seluruh keluarga lain.
Oleh sebab itu, pada acara ulang tahun ini heriyani berharap dia mereka bisa memberikan hadiah terbaik sehingga bisa memenangkan hati sang kakek.
"Belum, nanti kita pikirkan bersama," ucap Dito.
"Kalau begitu, Bagaimana kalau kita memikirkannya sekarang sambil berjalan-jalan?" Ucap heriyani sembari mempererat genggamannya pada tangan suaminya dengan perempuan itu melihat sebuah anggukan kepala dari suaminya sebagai jawaban terhadap ucapannya.
Jadi, mereka melanjutkan langkah mereka untuk berjalan-jalan dengan heriyani yang kemudian berkata, "aku dengar akhir-akhir ini kakek mengincar sebuah lukisan yang bernilai 3 miliar?"
Dito yang mendengarkan itu mengerutkan keningnya, dan dia tidak mengerti mengapa perempuan itu bisa mengetahui hal tersebut Padahal dia sendiri tidak mengetahui apa-apa tentang itu.
Oleh sebab itu, untuk menjawab rasa penasarannya, maka Dito kemudian bertanya, katanya, "dari mana kau mengetahui itu?"
Heriani terdiam beberapa detik, Dia teringat ketika heriani dulu pergi terburu-buru dari rumah untuk bekerja di pabrik yang ada di dekat kompleks perumahan mereka, dan saat itu Heriyani yang selalu lewat taman belakang tanpa sengaja mendengar sepupu suaminya berbicara berdua.
Sehingga, heriyani kemudian berkata, "itu,, aku tidak sengaja mendengar percakapan kakak sepupu dengan asisten kakek, jadi aku tahu kalau kakek menginginkan lukisan senilai 3 miliar. Katanya lukisan itu ialah milik seorang seniman yang sudah meninggal sekitar 100 tahun yang lalu. Aku mendengar percakapan kakak sepupu dengan asisten kakek yang mengatakan bahwa kakak sepupu akan berusaha mendapatkan lukisan itu untuk menyenangkan hati kakek," kata heriyani.
Tetapi Dito yang mendengarkan itu hanya bisa melepaskan genggaman tangan mereka lalu dia berpindah merangkul perempuan itu sembari berkata, "tidak mudah untuk mendapatkan lukisan seperti itu, apalagi harganya tidak main-main."
Heriani yang mendengar itu jelas tahu mengapa suaminya berkata seperti itu, sebab untuk membeli rumah sendiri pun mereka benar-benar harus menabung untuk waktu yang cukup lama, sebab pengeluaran keluarga mereka terhitung jauh lebih besar daripada pemasukan mereka.
Itu semua disebabkan oleh 3 perempuan yang ada di rumah mereka yang tahunya hanya menghambur-hamburkan uang demi kepuasan terhadap gaya hidup mereka.
"Ahh itu,, aku tahu seperti itu, tapi aku rasa kita harus mencobanya sebelum berpikir bahwa tidak ada cara untuk mendapatkan lukisan tersebut." Ucap heriyani dengan penuh percaya diri benar-benar membuat Dito mengerutkan keningnya.
Dia tidak menyangka bahwa ternyata istrinya benar-benar ingin mendapatkan lukisan tersebut untuk diberikan pada kakek mereka, padahal perempuan itu sendiri tahu bahwa mereka tidak memiliki modal apapun, bahkan untuk sekedar melihat lukisan tersebut.
Tetapi karena saat itu dia mengetahui istrinya sedang sakit dan tidak mungkin dia mengatakan hal yang menyakiti perasaan istrinya, maka Dito hanya bisa tersenyum menganggukkan kepalanya, "kalau begitu kita akan mencobanya." Ucap Dito yang merasa bahwa ucapan mereka ini hanya akan menjadi ucapan saja, tidak akan pernah dilaksanakan.
Sementara heriani yang mendengarkan ucapan suaminya, perempuan itu benar-benar bersemangat, "bagus!! Kalau begitu sekarang tinggal memikirkan Bagaimana caranya supaya kita bisa mendapatkan lukisan tersebut!!!" Ucap heriyani yang mana sebuah rencana sudah terbesit dalam pikirannya untuk mencari tahu informasi tentang lukisan tersebut.
Meski begitu, dia belum mengatakan apapun pada suaminya dan hanya menyimpan idenya tersebut dalam hatinya saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
Ana Ajertoinn
hidup melarat...kalaupun dikumpul duit dito sama papanya tanpa dibagi ke 3 tikus itu pun belum tentu mampu membayarnya....kecuali semua harta heriani ikut bersamanya..huhuhuhuh
2024-10-21
0
vj'z tri
🤔🤔🤔🤔 gimana ya cara nya biar dapet tuh lukisan
2024-08-24
0
fiza
nk myenangkan org,kluar wit bayak watpe..vongok🙄..klo pon atuk ko kaya,xyah pi la,klo kena hina
2024-05-14
1