Setelah tiba di rumah, heriyani diantar oleh suaminya masuk ke dalam kamarnya dan perempuan itu terkejut bahwa ternyata kamarnya yang awalnya berada di belakang bersampingan dengan gudang kini telah dipindahkan ke kamar milik Kesya.
"Istirahat dulu," ucap Dito membantu perempuan itu naik ke tempat tidur dengan heriyani yang tidak langsung tidur, namun dia duduk bersandar sembari memperhatikan kamar tersebut.
Semua barang-barangnya sudah dipindahkan ke tempat itu, bahkan lukisan yang ada di dinding pun telah diganti dengan lukisan milik suaminya.
"Kak, ini barang-barang kalian," ucap Kesya bersama-sama dengan wasti membawa barang-barang heriyani ke dalam kamar dengan Kesya yang melihat ke arah heriani dengan tatapan kesalnya.
Sudah cukup lama dia menempati kamar tersebut, tetapi setiap kali kakaknya kembali dari desa, maka kamarnya akan digunakan lagi oleh kakaknya dengan kakak iparnya sehingga dia harus menumpang di kamar wasti yang membuatnya harus tidur di lantai, sebab Wasti tidak mau tidur bersama-sama dengan dia.
"Ah terima kasih," ucap Dito mengambil barang-barang itu, lalu dia menyusunnya di salah satu tembok di dalam kamar itu.
"Kau mengubah dekorasi kamar kita lagi?" Ucap Dito sembari memperhatikan kamar tersebut dan tataan kamar mereka sudah jauh berbeda dari yang terakhir kali dilihat Dito ketika dia datang ke kota.
Heriani yang mendengarkan ucapan suaminya benar-benar ingin tertawa, tetapi tentunya dia tidak bisa mengatakan apapun tanpa ada yang bukti yang jelas sehingga perempuan itu hanya berkata, "hm,, aku mengubahnya setiap 2 bulan sekali supaya aku tidak merasa bosan."
"Baiklah, itu juga bagus untukmu, ah,, tunggu di sini sebentar, aku akan mengambilkan air putih untukmu," ucap Dito yang jelas sudah mengerti kebiasaan istrinya selama mereka bersama-sama di rumah sakit, di mana perempuan itu setiap beberapa saat akan tiba-tiba meminta air putih untuk diminum.
"Baiklah," jawab heriyani berbarengan dengan Dito yang kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar untuk mendapatkan air putih bagi perempuan itu.
Saat pria itu tiba di dapur, ia melihat ibunya saat itu sedang memotong-motong ikan untuk dimasak.
Dito pun teringat akan pesan yang masuk ke ponsel ibunya sehingga pria itu menaruh air putih ke dalam gelas sembari berkata, "ibu, Apakah ATM istriku ada di tangan ibu?"
Pertanyaan itu langsung menghentikan gerakan tangan Clarissa dan dia sudah menduga bahwa heriani pasti akan mengatakan masalah ATM itu pada putranya.
Untungnya, dia sudah berjaga-jaga dengan masalah itu sehingga dia sudah menarik uang yang ada di ATM itu sebelum dikembalikan pada heriyani.
Oleh sebab itu, Clarissa menganggukkan kepalanya, "ya, waktu istrimu masuk rumah sakit, ibu mengambil barang-barangnya termasuk ATMnya, jadi ATM itu ada di tangan ibu. Nanti Ibu kembalikan," jawab Clarissa dengan tenang.
Sementara Dito yang mendengarkan ucapan ibunya, pria itu mengatup erat giginya dan dia menahan diri agar tidak membuat keributan di pagi hari itu, sebab saat itu istrinya baru saja kembali dari rumah sakit dan sebuah hal yang tidak baik jika seseorang baru saja keluar dari rumah sakit dan orang-orang di rumah sudah bertengkar.
Oleh sebab itu, setelah selesai mendapatkan air putih, Dito kemudian berkata, "kalau begitu nanti tolong kembalikan."
"Iya, nanti ibu kembalikan," ucap Clarissa sembari menatap punggung putranya yang keluar dari dapur dan perempuan itu menyertakan giginya dengan kesal.
"Sial!! Jangan-jangan heriani sudah mengatakan segalanya pada Dito?" Ucapan perempuan itu yang kini merasa cemas bahwa putranya mungkin sudah mengetahui segala sesuatu yang ia lakukan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
vj'z tri
🫣🫣🫣🫣 salah sasaran kamu sendiri yang tidak langsung ngasih tau ke Dito kamu narik uang 🤭🤭🤭🤭
2024-08-24
1
atmawilaga
klo omong u ud abis sm anak u nene lampirrr
2023-02-09
1
Cherry🍒
mana ada hahaa
2023-02-08
1