Heriyani dengan sesegukan berkata, "tadinya aku ingin istirahat karena perawat menyuruhku untuk istirahat, tetapi ibu yang datang malah menelpon dengan suara yang begitu keras hingga membuat aku tidak bisa beristirahat. Suami, bisakah kau menyuruh ibu untuk pergi? Aku perlu menenangkan diriku sendiri."
"Baiklah," jawab Dito pada istrinya sembari pria itu kemudian menoleh melihat ibunya, "ibu, tolong keluarlah dulu, karena saat ini istriku berada dalam suasana hati yang buruk, nanti kalau dia sudah baikan baru aku akan memanggil ibu."
Ucapan putranya benar-benar membuat Clarissa tidak berdaya di tempatnya dan perempuan itu hanya bisa menggertakan giginya sembari mengambil tasnya dan paper bag pemberian putranya lalu dia keluar dari ruangan dengan perasaan cemasnya.
Perempuan itu cemas bila saja heriani berani mengadukan segala hal yang telah ia lakukan pada perempuan itu selama Dito tidak berada di rumah.
Maka setelah berada di luar ruangan, perempuan itu berusaha cepat-cepat memutar otaknya.
Bagaimana caranya mencegah kedua orang itu berbicara.
Maka setelah beberapa saat berpikir, perempuan itu pun berpura-pura jatuh pingsan di depan pintu saat melihat seorang perawat sedang lewat di koridor rumah sakit.
Buk!
Suara tubuh yang terjatuh langsung membuat sang perawat berlari menghampiri perempuan yang terjatuh itu, bahkan Dito yang ada di dalam ruangan pun sangat terkejut hingga dia pun membuka pintu ruangan.
"Ibu!!" Ucap Dito langsung membantu sang perawat mengangkat Ibunya, dan kemudian membawa Clarisa kembali ke dalam ruangan lalu membaringkan perempuan itu pada kursi panjang yang terletak dalam kamar Heriyani.
"Tolong periksa dia," ucap Dito dengan suara yang begitu panik menatap sang perawat hingga sang perawat itu pun memeriksa keadaan Clarissa.
Setelah beberapa saat, perawat itu kemudian berkata, "dia baik-baik saja. Sertinya dia hanya pingsan biasa jadi biarkan dia beristirahat sebentar."
Dito menganggukkan kepalanya dengan pelan, "baik, terimakasih," ucap Dito sembari memegangi tangan Ibunya dan membiarkan sampai rawat meninggalkan ruangan.
Heriyani yang melihat itu tersenyum mencibir, 'dasar,,, dia pasti hanya bersandiwara saja,' ucap heriyani dalam hati yang merasa kesal terhadap ibu mertua yang ia dapatkan ternyata adalah ibu mertua dengan penuh sandiwara dan kelicikan sudah mendarah daging pada tubuh perempuan itu.
"Sepertinya Ibu kelelahan, apalagi dia menghadiri acara pernikahan sepupu selama 3 hari berturut-turut." Ucap heriani dengan tangan terkepal menahan kekesalannya pada perempuan yang terbaring di atas kursi.
Dito menganggukkan kepalanya, "benar, kalau begitu biarkan dia beristirahat sebentar. Kau bilang kau ingin makan, apa yang mau kau makan supaya aku memberikannya untukmu?" Tanya Dito sembari berdiri menghampiri istrinya.
"Hm,, Aku ingin bubur, juga makanan yang berkuah," ucap heriani.
"Baiklah, kalau begitu Tunggu sebentar biar aku membelikannya untukmu, ah,, pegang ponselku dan hubungi aku di nomor ibu kalau nanti kau ada perlu apa-apa," ucap Dito menyerahkan ponselnya pada perempuan yang terbaring di tempat tidur lalu pria itu mengambil tas ibunya untuk mendapatkan ponsel milik ibunya.
"Baik," jawab Clarissa sembari mengerutkan keningnya melihat suaminya yang memeriksa tas ibunya, 'temukan ATM milikku di dalam tas itu!!' ucap heriyani dalam hati.
Tetapi kemudian, perempuan itu harus menelan kecewa saat Dito telah mendapatkan ponsel milik Larissa namun tidak mendapatkan kartu ATM milik heriyani yang diambil oleh Clarissa.
Meski begitu, heryani tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkan Dito keluar dari kamar inap tempat heriyani berada.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
vj'z tri
lagu lama malu terus pura2 pingsan 🤣🤣🤣🤣
2024-08-24
0
kutu kupret🐭🖤🐭
cuuuuuiiiiiihhhhhhh🖕🖕
mertua babi ngepet 🖕🖕☠️🦛
2023-04-30
0
fifid dwi ariani
trus ceria
2023-02-05
1