Setelah Ibu mertuanya pergi, maka heriani duduk di tempat tidurnya beberapa saat sampai akhirnya pintu kembali terbuka memperlihatkan suaminya yang kembali membawa makanan untuknya.
Dia terkejut ketika dia melihat ke arah pintu dan dia tidak melihat ibunya berada di sana.
Melihat tatapan pria itu, Heriyani langsung berkata, "tadi ketika bangun, Ibu berkata bahwa ada sesuatu yang terlupakan sehingga dia buru-buru pergi."
"Ahh,, begitu, tapi dia baik-baik saja kan?" Tanya Dito yang merasa cemas pada ibunya.
Heriyani mengganggukan kepalanya, "ya, perawat sudah memeriksanya, dan perawat bilang dia baik-baik saja," jawab heriani sembari memperhatikan pria yang ada di depannya kini membuka makanan yang dibawa oleh pria itu.
"Baguslah, sekarang waktunya kamu makan," ucap Dito sembari memberikan satu suapan pada heriani.
Heriani yang baru pertama kalinya diperlakukan seperti itu ketika dia sedang sakit langsung merasa terharu hingga perempuan itu dengan lahap menerima suapan dari suaminya.
Beberapa saat heriani terus disuapi oleh suaminya, tiba-tiba saja ponsel Clarissa yang diletakkan di atas meja bergetar menandakan ada sebuah pesan yang masuk.
"Ahh,, sepertinya Ibu mendapatkan pesan," ucap Clarissa sembari menoleh ke arah ponsel ibu mertuanya.
"Ahh,, aku jadi lupa kalau tadi aku membawa ponsel ibu," ucap Dito sembari memberikan satu suapan lagi ke arah heriani.
Heriani yang menerima suapan itu dengan cepat mengunyah makanannya lalu menelannya sebelum berkata, "cobalah baca pesannya, karena mungkin saja itu pesan yang penting."
Dito yang sebenarnya tidak terlalu peduli dengan pesan yang masuk ke ponsel ibunya akhirnya mengambil ponsel tersebut dan menuruti perkataan istrinya.
Pria itu membuka pesan yang masuk dan dia mengerutkan keningnya saat melihat sebuah informasi penarikan uang di ATM.
Pria itu lebih mengerutkan keningnya lagi saat dia membaca nama pemilik rekening yang ditarik uangnya hingga pria itu kemudian menatap Heriyani.
"Ini,, Kenapa ada informasi penarikan uangmu di ATM? Dan kenapa informasinya masuk di ponsel milik ibu?" Tanya Dito.
Heriani yang mendengarkan pertanyaan itu langsung bersorak gembira dalam hati, sebab Dia memang mengharapkan hal tersebut terjadi karena dia sudah menduga bahwa ibu mertuanya pasti buru-buru pergi melakukan penarikan tanpa mengingat bahwa ponselnya sedang dipegang oleh putranya sendiri.
Oleh sebab itu, heriani dengan cepat berbicara, katanya, "ya, Jadi waktu kau menyuruhku pergi membuat atm, Ibu pergi bersama-sama denganku, dan saat itu kan ponselku sedang rusak dan nomor ponselku juga sedang diblokir, jadi aku mendaftarkan nomor ibu di rekeningku. Ahh juga, beberapa bulan yang lalu ATM ku hilang, jadi aku tidak tahu siapa yang menggunakan ATM saat ini."
"Beberapa bulan yang lalu?" Tanya Dito dengan kedua alis nya berkerut membentuk satu garis lurus.
Sudah berbulan-bulan ATM perempuan itu hilang, tetapi tidak pernah mengatakannya?
"Ya," jawab Heriyani dengan suara kemenangan terus bergema di dalam hatinya.
Bagaimanapun, dia tidak sabar perempuan yang selalu menyiksa heriyani mendapat ganjaran atas apa yang sudah ia lakukan selama bertahun-tahun lamanya.
"Lalu kenapa kau tidak mengatakannya padaku? Aku selalu mengirim uang di rekening Itu! Dan mengapa pula kau tidak memberitahuku saat aku mengatakan aku mengirim uang di rekening itu?!" Tanya Dito yang merasa aneh.
"Itu,,," heriyani menahan ucapannya, lalu perempuan itu tertunduk seolah-olah dia merasa berat untuk mengatakan yang sebenarnya pada suaminya.
Hal itu membuat Dito semakin penasaran lagi dengan apa yang terjadi dan dia juga cemas bahwa perempuan itu mungkin telah mengalami kesulitan selama beberapa bulan terakhir.
Sebab, perempuan itu tidak memiliki pekerjaan, jadi satu-satunya jalan untuk mendapatkan uang ialah dengan mengambil uang kiriman darinya, tetapi jika berbulan-bulan perempuan itu tidak mendapatkan uang darinya, maka apa yang digunakan oleh istrinya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari?
Meski istrinya tinggal di rumah keluarganya, tetapi tentu saja untuk kebutuhan pribadi perempuan itu pastilah tidak akan dipenuhi oleh keluarganya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
vj'z tri
pucuk di cinta ulam pun tiba ....passs tepat waktu hadehhh clarisa gak tau hp di pegang dito ....buka kartu sendiri 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
2024-08-24
0
NOiR🥀
hahaha cerdas otakmu
2023-05-08
1
Ance Saragih
matapp
2023-04-18
0