Di saat jam makan siang, kelima orang berkumpul di meja makan, saat itu Agus sudah kembali bekerja di perusahaan sehingga pria itu tak ada bersama-sama dengan keluarganya.
Heriyani pun sudah merasa lebih sehat sehingga dia bisa bergabung di meja makan dan itu untuk pertama kalinya dia duduk bersama-sama di meja makan dengan orang-orang di rumah setelah kembalinya suaminya dari desa.
Sambil makan, semua orang berbincang-bincang, namun tidak ada satupun yang mengajak heriyani berbincang hingga membuat heriyani hanya diam saja menikmati makanan yang disajikan.
Tak berapa lama, kemudian Clarissa mengeluarkan kartu ATM yang sudah ia siapkan, lalu perempuan itu meletakkan kartu ATM tersebut di depan heriyani.
"Ini kartu ATM yang ibu ambil saat kau masuk rumah sakit," ucap Clarissa sembari menatap heriani.
Heriyani melihat kartu ATM yang dia letakkan di atas meja, lalu dia kemudian mengangkat wajahnya menatap Ibu mertuanya sembari berkata, "Kenapa Ibu berkata kartu ATM ini ibu ambil saat aku masuk rumah sakit? Bukankah sejak suamiku pergi, kartu ATM ini telah hilang?"
Ucapan Hariyani langsung membuat 3 perempuan yang ada di depan heriyani menghentikan gerakan tangan mereka dan ketiganya menatap ke arah heriyani.
Wasti dan Kesya sangat terkejut mendengar ucapan perempuan itu sebab keduanya tidak menyangka bahwa ternyata heriyani akan berkata seperti itu.
Keberanian dari mana yang dicolong oleh perempuan itu sehingga sekarang Dia memiliki sedikit kemampuan untuk berbicara di hadapan mereka bertiga?
"Itu,, apa yang kau maksud?" Tanya Clarissa sembari menoleh ke arah putranya dan terlihat bahwa putranya juga menatap ke arahnya.
Tangan Clarissa memegang erat sendok dan garpu yang dari tadi ia gunakan untuk makan, dan dia berharap bahwa heriani hanya akan berhenti sampai di sini saja dan tidak melanjutkan perdebatannya.
"Ahh,, Apakah ibu tidak mengerti bahasa manusia? Aku bilang kalau aku sudah tidak memegang kartu ATM ini sejak berbulan-bulan yang lalu, lalu Mengapa ibu mengatakan bahwa Ibu baru mengambil kartu ATM ini sejak aku masuk rumah sakit?" Tanya heriani menatap ibunya hingga membuat Clarissa benar-benar kesal.
Perempuan itu tidak menatap Heriyani, tapi dia menatap putranya sembari berkata, "Bagaimana mungkin itu hilang sejak berbulan-bulan yang lalu, kau kan selalu menarik uang setiap bulan dari uang yang dikirimkan oleh suamimu untukmu?!"
Heriyani mengerutkan keningnya, "menarik uang? Aku tidak pernah menarik uang dari ATM itu, bahkan jumlah uang yang masuk pun aku tidak tahu," ucap Heriyani.
Wasti yang mendengarkan ucapan hariyani benar-benar marah sebab Dia tak menyangka bahwa perempuan itu ternyata benar-benar berani membantah ucapan ibunya.
Dia tidak tahan untuk tetap diam sehingga dia melototi kakak iparnya sembari berkata, "Kau!! Ya!! Bagaimana bisa kau tidak tahu? Bukankah ibu selalu memberitahu padamu bahwa dia selalu menarik uang dua setengah juta dari rekeningmu?!!"
Ucapan wasti benar-benar membuat Kesya dan Clarissa menoleh ke arah perempuan itu dengan kaki Kesya yang langsung menendang kaki meluas di bawah meja hingga membuat perempuan itu barulah tersadar dengan apa yang sudah ia katakan.
Wasti segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya selama beberapa detik sebelum melepaskan tangannya dari mulutnya lalu berkata, "maksudku,,, kaulah yang selalu mengatakan pada ibu bahwa kau menarik dua setengah juta dari rekeningmu!!!"
Keyla yang duduk di samping wasti langsung menganggukkan kepalanya, "benar! Kau selalu berkata seperti itu pada kami!!! Ibuku mana berani menarik uang dari rekeningmu? Dia kan sudah punya uang sendiri, dia mendapatkan uang dari putranya dan juga suaminya, Jadi uang yang dikirimkan Kakak aku padamu tidak mungkin diambil lagi oleh ibu!!!" Tegas Kesya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
vj'z tri
buahahahahhahahahaha buka kartu dia 🤣🤣🤣🤣
2024-08-24
0
kutu kupret🐭🖤🐭
cuiiiiiihhh sundal pereeekkk🖕🖕🖕💣
2023-04-30
0
atmawilaga
piring terbang ngapa🙄🙄🙄
2023-02-09
0