Heriyani berkata, "Apakah kau tidak berniat untuk pindah bekerja di perusahaan utama keluargamu?"
👌👌👌
Pertanyaan itu langsung membuat Dito menatap istrinya, lalu pria itu mengambil sebuah kursi dan diletakkan di samping ranjang istrinya.
Dito pun duduk di kursi tersebut sembari berkata, "Jangan khawatir, aku akan berusaha keras untuk memajukan peternakan di desa supaya nanti Kakek bisa melihat kinerjaku dan menarikku ke kantor pusat."
Ucapan suaminya dijawab oleh anggukan heriyani, lalu perempuan itu melihat suaminya mengambil ponsel Ibunya dan terlihat pria itu sedang memeriksa ponsel ibunya.
"Kenapa kau memeriksa ponsel ibu?" Ucap heriani berpura-pura merasa cemas bahwa mungkin saja ada sesuatu yang tidak seharusnya dilihat oleh pria itu di dalam ponsel Clarissa.
Tetapi dalam hati, tentu saja heriyani berharap pria itu akan menemukan sesuatu yang akan membuat pria tersebut marah terhadap Clarissa.
"Hm,, ini,," kening Dito yang makin berkerut saat ia melihat sederetan pesan penarikan saldo di ponsel ibunya di mana setiap bulan selalu ada laporan penarikan saldo yang sesuai dengan jumlah yang dikirimkan Dito ke rekening tersebut.
"Ada apa?" Tanya heriani saat ia melihat bahwa kening Dito benar-benar berkerut hingga membuat alis pria itu kini membentuk satu garis lurus yang sempurna.
"Tidak,," ucap Dito mematikan ponsel itu, dan dia tidak ingin membebani istrinya dengan memikirkan masalah itu, apalagi saat ini istrinya sedang sakit.
"Kau istirahatlah, Aku akan pergi menemui dokter untuk menanyakan kapan kau bisa keluar dari rumah sakit," ucap Dito sembari berdiri lalu pria itu pun keluar dari kamar perawatan heriyani dengan heriyani yang tersenyum melihat punggung pria itu.
'Tenang saja, akulah yang akan membuatmu segera masuk ke perusahaan utama keluarga,' ucap heriyani dalam hati sembari membaringkan tubuhnya dan dia tidur dengan tenang, sebab rasa sakit pada lukanya entah kenapa tidak lagi ia rasakan.
Dia terbaring entah berapa lama karena dia tertidur dengan lelap sampai akhirnya ketika heriani membuka matanya, dilihatnya suaminya sedang duduk di kursi samping tempat tidurnya dan pria itu bersandar ke tempat tidur heriyani.
Maka heriyani langsung duduk di tempat tidur dan melihat bahwa ternyata suaminya tertidur sembari memegang tangannya.
'Dasar,,' ucap heriyani dalam hati sembari tersenyum mengulurkan satu tangannya yang bebas, ia mengusap kepala pria itu.
Dia pun mengingat-ingat momen kebersamaan heriyani dengan pria tersebut, namun dia merasa kecewa pada heriyani ketika dia terus mengingat dan ternyata suaminya sangat perhatian terhadap heriyani, namun heriani saja yang selalu menutup diri terhadap pria itu.
Bahkan untuk memandang suaminya saja, heriani tak pernah berani melakukannya, seolah-olah perempuan itu akan tersakiti jika tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata suaminya.
"Oh,," tiba-tiba suara Dito yang mana saat itu pria itu telah bangun langsung membuat heriyani menarik tangannya yang mengusap kepala pria tersebut.
"Apa aku membangunkanmu?" Tanya heriani yang kini merasa bersalah pada pria tersebut sebab Dia melihat bahwa pria itu tertidur dengan pulas dan tampaknya kelelahan setelah perjalanan dari desa.
Tetapi Dito menggelengkan kepalanya dengan pelan, "jangan khawatir, apakah sekarang kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Dito sembari menatap perempuan yang duduk di atas ranjang.
"Ahh tidak," jawab heriani yang memang saat itu masih belum membutuhkan apapun.
Sebab, saat ini dia sudah merasa senang karena ada pria yang tulus menemaninya di situ Di saat keadaannya benar-benar terpuruk, jauh berbeda dengan kehidupannya yang lalu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
vj'z tri
semoga selalu bahagia kalian 🥳🥳🥳
2024-08-24
0
Yoni Hartati
heriani bisa jadi kurus, langsung dan cantik tdk ya? tdk kumal lagi😁😁
2023-05-06
0
chusni musfirah
pingin punya suami yg perhatian
2023-04-02
1