17 : Operasi Pemicu

Banda Aceh, pelabuhan militer.

Di pagi hari prajurit pasukan khusus sekaligus elit Kesultanan Sunda tengah bersiap menaiki kapal untuk berlayar menuju prancis, tugas di miliki 400 pasukan khusus bernama puragabaya adalah mencari cara agar perang napoleon meletus dengan hasil yang menguntungkan blok tinur.

Pasukan puragabaya memiliki motto "leuwih hade maot dina layanan ti maot ngahianat" Artinya:lebih baik mati dalam pengabdian, dari pada mati sebagai penghianat.

Persenjataan pasukan ini bisa dibilang sudah sangat jauh melampaui zaman, senapan standar yang digunakan puragabaya adalah SSBG-6 singkatan dari senapan serbu bogor, angka enam adalah kaliber senjatanya yaitu 6,56X48mm. Memiliki jarak tembak efektif mencapai 560 meter, kecepatan peluru mencapai 805 m/s dan kecepatan tembak mencapai 800 peluru/menit dengan magazin 25 peluru.

senjata ini memiliki kemiripan dengan HK G3 buatan jerman semasa perang dingin namun dengan kemampuan yang bisa digunakan disegala iklim.

senjata ini juga mudah untuk dibongkar dan dirawat serta dipakai untuk latihan, senjata ini memungkinkan penggunanya untuk menukar mode tembakan dari otomatis, semi-otomatis dan tunggal.

Ada juga versi karbin dengan panjang laras yang lebih pendek, disesuaikan untuk pertempuran jarak dekat ataupun di tempat yang sempit. Yang berbeda dari SSBG-6 hanya nama, kaliber, popor dan juga panjang laras.

diberi nama SSBG-5 karena menggunakan kaliber 5,56X45mm, memiliki jarak tembak efektif mencapai 300 meter karena panjang larasnya hanya 235mm, kecepatan peluru mencapai 520 m/s dan memiliki kecepatan tembak mencapai 600 peluru/menit dengan 2 pilihan magazin yaitu 25 dan 35 peluru.

Ketika matahari sudah cukup tinggi, kapal yang mengangkut ratusan pasukan khusus ini pun berlayar menuju samudra hindia dengan tujuan akhir laut Mediterania.

Kapal yang menjadi angkutan pasukan khusus ini merupakan kapal kargo yang membawa setidaknya 13,000 ton bahan makanan pokok dari Kesultanan Sunda untuk prancis sebagai bantuan kepada rakyat prancis.

Kesultanan Sunda juga bekerja sama dengan Kesultanan Ottoman yang memiliki koneksi dengan 6 bangsawan pro-rakyat di prancis sehingga akan lebih mudah menyusupkan pasukan kesana.

Di kapal seorang komandan berpangkat letnan kolonel tengah memandangi lautan.

Ajudannya yang baru menyusul pun ikut memandangi lautan sambil menjalankan tugas sebagai ajudan, untuk saat ini.

"Letka rahman, menurutmu apakah misi kita hanya melakukan spionase"

"Siap, saja rasa begitu. Namun entah kenapa kotak kayu penuh senjata dan amunisi itu membuat saya ragu setiap kali memikirkannya"

"Aku tidak tahu kenapa baginda Sultan mengirim kita ke negara Eropa ini, meski bertujuan baik namun entah kenapa ada rasa yang mengganjal dipikiranku"

"Siap, Jika boleh saya..."

"Tentu letka rahman"

"Siap, menurut saya tugas ini bukan hanya melakukan spionase namun juga sabotase. Dari info pasukan intelejen yang sudah berada disana juga memberikan laporan tentang kelompok pemberontak bawah tanah yang dipimpin oleh seorang muslim prancis"

"Sepertinya baginda Sultan berniat mengubah negara di Eropa menjadi negara muslim"

"...letka rahman siapkan 20 kopi, aku mau bicara dengan para kapten"perintah sang komandan

"Siap!"setelah memberi hormat letnan rahman pun pergi ke dapur unum

Perjalanan laut pun berlalu dengan cepat karena cuaca yang entah bagaimana mendukung pelayaran mereka dan arus laut tidak pernah berlawanan arah.

16-04-1798

Perjalanan yang diperkirakan memakan waktu sampai 5 bulan melewati laut kini hanya ditempuh selama 4 bulan 6 hari.

Tentu ini menjadi kabar bagus karena persediaan makanan mereka masih cukup banyak dan juga persenjataan mereka lebih awet karena tidak terlalu lama terkena embun dari air lain.

Sang komandan pasukan yang berada di ruang komando kapal pun memberikan beberapa informasi pada sang kapten untuk berlabuh di dermaga ke-5 kota Marseille karena lebih dekat dengan rekan mereka yang berasal dari Ottoman dan juga ada ke-6 bangsawan pro-rakyat yang sudah menunggu sejak matahari terbit.

Sang kapten pun setuju dan mengarahkan kapal ke dermaga ke-5, tangga miring pun mulai diturunkan dan jembatan di haluan kapal mulai diturunkan kearah pelabuhan.

Alasan kenapa kapal yang digunakan berjenis lst adalah, pelabuhan dimasa ini sangat dangkal untuk kapal kargo Kesultanan kecuali untuk negara Ottoman, hejaz, qing, mughal dan persia yang sudah diupgrade oleh kuli nusantara.

Ke-6 bangsawan pro-rakyat pun datang menghampiri bersama pengawal pribadi mereka, ada juga 2 diplomat dari Ottoman yang ditugaskan sebagai transator.

Ke-6 bangsawan pun mengobrol dengan sang kapten sembari mengawasi abk-nya membongkar semua kotak-kotak yang ada didalam untuk dibawa ke sebuah gedung yang sudah disewa.

Rencananya gedung tersebut akan dijadikan tempat pembagian makanan sekaligus markas tugas operasi spionase.

Bongkar muat pun selesai dan 4 unit truk keluar setelah kapal kosong, dengan ukuran yang besar serta bergerak tanpa kuda sudah cukup membuat penduduk sekitar yang heran menjadi terkejut.

Truk SKT-97, truk pabrikan PT. surakarta mechanic yang merupakan versi sipil dari truk angkut militer bernama kebo cilacap. Yang diproduksi oleh pustrandar/pusat transportasi darat Kesultanan yang menaungi sejumlah perusahaan mulai dari kendaraan hingga perkeretaapian.

truk tersebur memiliki kesamaan desain dengan truk tatra 111 namun berbeda dalam kemampuan, mesin truk ini mampu mencapai kecepatan maksimal 110km/jam di jalan raya dan 78km/jam dimedan offroad.

Pertama sebuah kapal baja berlabuh dan melakukan bongkar muat yang dijaga pasukan bangsawan, lalu kereta besi yang berjalan tanpa kuda.

Di balik gang sempit, beberapa orang prancis tengah mengawasi kapal Kesultanan Sunda yang tengah melakukan bongkar muat.

Mereka adalah anak buah bangsawan paling berkuasa di selatan daratan prancis, marquis le bujouen.

"Petra siapkan pasukan, malam ini kita akan merebut semua bahan makanan itu dari bangsawan tercela dan rakyat kotor yang ada disana"

"Dimengerti tuan, kami akan melakukan persiapan"

Salah satu diantara mereka pun pergi dan langsung lenyap diantara bayangan bangunan.

20-04-1798

Malam hari, pasukan khusus puragabaya milik Kesultanan Sunda tengah siaga penuh. Mereka sudah mengawasi gerak-gerik mencurigakan sejak mereka datang.

Semua truk yang ada pun dipasangi barikade dari kayu setebal 50mm, senjata yang digunakan prancis saat ini hanyalah musket dan belum ada senapan berjenis breench loading jadi barikade dari kayu sudah cukup melindungi dari tembakan

Sang komandan yang bertugas

"kepala operasi disini kepada tim elang, situasi kondisi"

"Siap kepala operasi, situasi saat ini cukup buruk. Ada 80 orang bersenjata musket dengan 2 diantara mereka nampak seperti pemimpin"

"Diterima, terus pantau situasi dan amankan jalur yang berpotensi mereka jadikan tempat pelarian"

"Dimengerti kepala operasi"

Disisi pasukan marquis le bujouen, semua persenjataan mereka telah siap untuk menembak dan hanya dengan 1 perintah maka pertempuran berdarah akan dimulai.

"Tuan kami siap diposisi, kami juga tidak menemukan mereka dalam keadaan siaga malam"

"Tidak, kalian salah. Pasukan Kesultanan Sunda jelas berada disana dan aku yakin ada seorang perwira"

"Jika kita ketahuan bukan hanya marquis le bujouen yang akan mendapat masalah. Tapi seluruh prancis bisa saja jatuh dalam perang"

"Tapi gedung tempat mereka berada bahkan tidak diterangi lilin. Tuan yakinlah kami bisa mengurus mereka semua"

Orang yang dipanggil tuan hanya menghela nafas, kenapa ia diberi pasukan yang hanya bisa menyerang tanpa memikirkan apa konsekuensi selanjutnya dari apa yang mereka lakukan.

"Baiklah kita akan menyerang tepat setalah tengah malam"

Waktu berlalu dan sudah lewat tengah malam, semua pasukan Kesultanan yang berada di gedung hanya menunggu sambil makan dan minum karena menunggu mangsa cukup menguras rasa sabar yang membuat perut lapar.

Ketika mereka sedang sedikit mengobrol dentuman tembakan beriringan dari arah sekeliling pun muncul

Dor! Dor! Dor! Dor!

Tembakan beruntun ala musket langsung membuat mereka ke posisi siaga dan bersiap menembak sesuai perintah.

"Kepada seluruh elemen, disini kepala operasi. Perintah menembak diizinkan, kuulangi perintah menembak diizinkan"

Ratatatata!

Tembakan beruntun pasukan Kesultanan sunda langsung membalas tembakan musket yang merusak sebagian fasilitas yangbada diluar gedung.

Penduduk disekitar pun terkejut dan segera pergi mengungsi dengan keadaan mengantuk.

"Ibu aku takut"ucap seorang anak berumur tahun yang mengantuk namun terus berlari

"Tenang ya nak, kita akan pergi dulu. Sepertinya ada bangsawan yang mau mengambil paksa bantuan makanan dari kerajaan sunda"

"Ibu kenapa bangsawan selalu jahat pada kita, apa salah kita bu"

"Salah kita ya...ibu rasa terlahir sebagai orang prancis?"

Pertempuran dimalam itu berhasil dimenangkan dengan mudah oleh pasukan kesultanan sunda, bekas pertempuran tidak terlalu banyak karena pasukan kesultanan sunda menembak dalam posisi yang lebih tinggi dari lawan.

Setelah pertempuran itu, sang komandan pasukan puragabaya langsung memerintahkan operasi penangkapan marquis le bujouen yang merupakan pengirim orang-orang bersenjata dimalam itu berdasarkan beberapa surat, dan medali yang ada pada komandan penyerang yang terbunuh.

26-04-1798

Kota dijon, markas napoleon bonaparte.

Kota dijon adalah kota dengan populasi terbesar dan kota perdagangan termaju di wilayah selatan prancis. Memiliki banyak pusat dan distrik perbelanjaan serta 4 distrik industri kain dan 4 industri senjata membuat kota ini sangat cocok menjadi markas napoleon bonaparte dan kelompok pembebasan rakyatnya.

Napoleon sudah memulai pergerakan revolusi sejak ia menjadi pedagang dan membebaskan para budak yang dibelinya dari afrika dan benua amerika lewat spanyol.

Dia membebaskan budak dan menawarkan mereka pekerjaaan dengan gaji dan jam pekerjaan yang diinginkan oleh siapapun dizaman ini.

Selain itu ia juga menyebarkan ajaran islam di beberapa distrik miskin di kota ini dengan bantuan anak buahnya yang sudah lebih dahulu bersyahadat.

Malam hari yang dingin Pasukan puragabaya yang berjumlah 50 orang itu sudah membawa sekitar 8,000 pucuk senapan B-3 beserta 40,000 amunisinya, alasannya karena senapan B-1 berjenis semi-otomatis dan terlalu cepat menghabiskan peluru jika dipakai oleh orang yang tidak terlatih.

"Komandan ini tempatnya, kami juga sudah melakukan kontak dengan beberapa orang anggota mereka"ucap letka rahman

"Bagus, kita mulai negosiasinya"balas letkol muhaddin

Letkol muhaddin dan ajudannya letka rahman langsung mengetuk pintu gedung markas napoleon.

Tok Tok Tok

Pintu pun sedikit terbuka dan terlihat seorang dengan pakaian panjang khas eropa abad 18 sampai 19.

"Ada yang bisa dibantu tuan?" Ucapnya bertanya dengan curiga

"Kami pasukan kesultanan sunda, dari intelejen kesultanan. Kami ditugaskan untuk mengirimkan bantuan senjata"

"Ini surat perintah kami, dan ditandatangani langsung oleh baginda sultan, patih pertahanan dan keamanan, serta panglima militer"

"Benarkah, silahkan masuk. Boleh saya bertanya apa itu Patih pertahanan?"

"Jika di eropa mereka adalah para mentri, hanya berbeda penyebutan namun secara kedudukan sama"

"Begitu, terima kasih sudah menjelaskan, ini pengetahuan yang sangat menarik"

Letkol muhaddin dan ajudannya masuk lewat pintu sementara Pasukan puragabaya lain masuk lewat gudang untuk membongkar persenjataan.

Ruang rapat, lantai 2 gedung.

Letkol muhaddin dan letka rahman sudah duduk ditempat yang di sediakan, mereka juga tidak dikelilingi oleh orang-orang napoleon tanda bahwa mereka diterima sebagai kawan.

Pintu terbuka dan terlihat napoleon masuk sambil membawa beberapa kertas dan juga pena bulu.

Melihat wajah letkol muhaddin, membuat napoleon langsung terkejut dan duduk dengan cepat.

"Sebelumnya boleh saya bertanya pada tuan..."

"Nama saya Muhaddin"

"Tuan muhaddin apa anda keturunan Rasulullah?"

Pertanyaan napoleon membuat seisi ruangan terkejut, semua yang ada disana beragama islam dan tentu saja terkejut mengetahui orang yang ada didepan mereka adalah keturunan manusia paling mulia didunia.

Sementara itu letka rahman juga terkejut karena identitas letkol muhaddin sebagai keturunan Rasulullah hanya diketahui militer dan keluarga serta tetangga rumahnya.

"Dari mana anda tahu jika saya keturunan Rasulullah tuan napoleon?"

"Wajah anda mengingatkan saya dengan seorang ulama keturunan Rasulullah di maroko. Saat itu ketika saya baru saja bebas dari perbudakan beliau menjadi orang pertama yang membantu saya dan mengajarkan islam setelah keempat sahabat saya"

"Saat itu beliau juga mengajarakan saya al-qur'an dan hadis serta menamkan nilai-nilai islam yang membuat iman saya semakin kuat"

"Ternyata seperti itu, sungguh mengagumkan tuan napoleon bisa sampai ke titik sekarang...benar saya memang keturunan Rasulullah, nama panjang saya adalah muhaddin al-haddad dan merupakan marga keturunan Rasulullah terbesar kedua jika dilihat dari pencatatan sipil kesultanan"

"Suatu kehormatan bagi kami tuan muhaddin, kami tak pernah menyangka bantuan yag diberikan oleh kesultanan sunda juga dikirim langsung oleh keturunan Rasulullah"

"Tak perlu sampai seperti itu tuan napoleon, ini hanya perintah dari atasan dan tugas kami menjalanankan sebaik-baiknya"

"Baik kalau begitu mari kita mulai, mungkin anggotaku sudah menyambut kedatangan kalian namun izinkan aku sekali lagi menyambut kalian. Selamat datang di markas jihad rakyat prancis, para utusan kesultanan sunda"

"Terima kasih tuan napoleon, ini surat yang diberikan oleh baginda sultan kepada anda"ucap letkol muhaddin memberikan sebuah surat berwarna putih yang disimpan dalam kaca berbentuk tabung dengan kedua tangannya.

Napoleon pun menerima surat tersebut dengan kedua tangan dibawah dan membacanya dengan seksama, ia lantas menitikan air mata dan membuat semua anggota jihad rakyat prancis kebingungan.

Lalu rapat dilanjutkan dengan koordinasi dan kerjasama dimulainya revolusi prancis dengan penyerangan pertama adalah penjara di benteng ujenk yang menahan 5000 orang yang melawan pemerintah kerajaan dengan 3537 orang diantaranya adalah muslim.

Rencana disusun serapih dan sebaik mungkin, pasukan kesultanan yang ada di kota dijon akan menjadi instruktrur dan juga penasehat militer sekaligus penghubung antara organisasi jihad rakyat prancis dengan tentara kesultanan dan juga sultan muhammad jalal akbar.

Bantuan makanan juga terus berdatangan dari kesultanan sunda dan membuat rakyat daerah selatan banyak yang pindah dari daerah bangsawan mereka ke daerah bangsawan pro-rakyat.

Salah satu wilayah bangsawan pro-rakyat adalah kota Marseille yang dipimpin oleh duke le furbeton. Meski dirahasiakan oleh seringnya ia ke gereja namun ia adalah seorang muslim.

Ia mencoba mendapatkan dukungan orang-orang gereja yang pro-rakyat dengan memanfaatkan ketaatan rakyat prancis akan agama mereka namun pemerintah kerajaan prancis justru menyalahgunakannya.

Duke furbeton juga adalah bangsawan pertama yang berhasil diajak kerjasama oleh napoleon lewat perdagangan, kota Marseille yang dulunya kotor dan penuh bau menyengat kini menjadi kota terbersih di prancis berkat bantuan napoleon.

Sekolah-sekolah rakyat Juga dibangun di dekat distrik miskin dan diberi jaminan jika lulus dengan nilai tertentu akan mendapat pekerjaan pasti dan tetap namun ada kemungkinan naik gaji yang mana sangat diimpikan oleh orang-orang.

Sekolah-sekolah rakyat juga didanai dengan sumbangan kesultanan ottoman, kekaisaran persia, dan kesultanan sunda membuat sekolah-sekolah rakyat disana juga tidak kalah bagus fasilitasnya dengan sekolah bangsawan.

Materi yang diajarkan juga mengikuti standar kesultanan sunda dengan pelajaran matematika, bahasa prancis, bahasa arab, dan dagang menjadi pelajaran utama dan wajib lulus dengan nilai 70.

Setiap keluarga dari siswa sekolah rakyat juga akan mendapat jatah makan per-minggu dari kesultanan sunda lewat duke le ferbeton dan membuat golongan rakyat menjadi semakin banyak yang ikut.

Awalnya pelajaran agama islam akan dijadikan pelajaran wajib untuk standar kelulusan oleh duke ferbeton namun itu terlalu berbahaya , maka dari itu atas saran letkol muhaddin pelajaran islam pun menjadi pelajaran yang wajib diikuti namun tidak dijadikan standar untuk lulus, meski begitu nilai standar kelulusan setiap pelajaran adalah 60 dan dianggap sebagai nilai plus.

Meski dizaman modern nilai dalam belajar mengajar tidak lagi terlalu penting namun dizaman ini semua pengetahuan hanya memiliki 1 sumber yaitu buku, semakin banyak membaca buku maka akan semakin banyak pula pengetahuan dan bisa digunakan dimana saja.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!