01-06-1794
Enam bulan sudah ahmad iskandar atau lebih dikenal didunia ini sebagai sultan muhammad jalal akbar memimpin dan memerintah kesultanan sunda baru, hari demi hari ia lewati untuk membangun kekuatan militer yang kuat, dengan senjata baru ahmad dan para petinggi baik militer maupun sipil kesultanan punya rasa optimis untuk menang.
Di pasukan darat, tentara kekaisaran sudah menggunakan senapan Bandung-1(gewehr 43), meriam Bandung-2 (zis-3). Serta mortir Bandung-1(type 97 mortar)
Dipasukan laut, meriam-meriam yang dibeli dari kerajaan ottoman hanya akan digunakan untuk pertahanan pantai sedangkan penggantinya adalah meriam Bandung-1(schwere kanone 18), meriam Bandung-3(pak-38) serta senapan Bandung-2(mg-34)
Bandung, istana kesultanan.
Di suatu ruangan terlihat ahmad sedang melakukan rapat dengan patih perthanan, para jendral, laksamana, serta para perwira tinggi pasukan kesultanan.
"baginda, menurut laporan mata-mata kita VOC saat ini sedang menunggu kedatangan armada ambahan yang setidaknya mencapai 5000 kapal frigat dengan 60 meriam, puluhan kapal kelas man'o war yang meriamnya sedikit lebih banyak dari frigat dan 1 kapal galeon perang yabg kemungkinan besar adalah kapal komando"ucap patih pertahanan sambil memberikan kertas putih
Btw, 2 minggu setelah ahmad memimpin kesultanan, mereka udah bisa memproduksi kertas putih yang halus dan juga di ekspor ke dinasti Qing dan dinasti joseon.
"hanya sebanyak itu? Bagus, baik kita masuk ke topik utama"
Semua yang hadir pun mengangguk.
"selama enam bulan ini...kita telah banyak berubah. Mulai dari senjata, cara berperang, strategi, perlengkapan pasukan, dan kita bahkan sudah menyiapkan 10 kapal baja yang mampu berlayar dengan mesin uap hasil kerja keras kita"
"anda terlalu memuji baginda, semua itu karena kehebatan anda dalam menggambarkannya sehingga kami bekerja dengan lebih mudah. Selain itu ekonomi kita juga naik pesat berkat kerjasama kita dengan dinasti qing serta dinasti joseon"ucap patih keuangan dengan gembira
"sesuai dengan rencana, kita akan menaklukan sunda kelapa...meski nama tempat itu sekarang diganti menjadi batavia"
"kita akan merebutnya dan juga mempertahankannya!"
""baik baginda!""
"sekarang kita rancang stateginya, semuanya silahkan lihat pada peta ini"
Tak lama datang 2 perwira dengan seragam baru kesultanan membawa sebuah peta sebesar 1x1 meter dan merentangkannya di lantai.
"kita sudah punya informasi tentang beberapa titik kelemahan seperti gudang bubuk mesiu dan senapan, meriam cadangan dan lain-lain"
"pertama silahkan lihat pada bagian timur..."
Ahmad pun menjelaskan strategi penyerangannya beberapa saat dan melakukan musyawarah mengenai apa saja kemungkinan penghambatnya.
Setelah rapat selesai, persiapan pun segera dilakukan dan ahmad sedang menunggu pemberitahuan pasukan untuk dikirim.
Dinding Kota bandung.
Terlihat puluhan ribu pasukan kesultanan berbaris rapih bersama senapan di bahu mereka.
seragam mereka punya motif mirip dengan seragam militer jerman era perang dunia kedua hanya saja didominasi warna merah dan putih untuk helm, dan garis di tengah di samping celana.
Mereka berbaris rapih hingga membentuk layaknya potongan batu bata jika dilihat dari atas.
Di tiap barisan nampak berkibar bendera kesultanan sunda yang memiliki arti keberanian dan kesucian serta berbudi luhur.
benderanya mirip dengan bendera indonesia saat ini namun dengan lambang kesultanan sunda tepat dibagian tengah.
...
...
Beberapa saat ahmad pun tiba di gerbang menghadap para pasukan kekaisaran dan mulai berpidato singkat.
"selamat pagi pasukanku, hari ini akan menjadi momen bersejarah bagi kita. Kesultanan sunda untuk menang dari bangsa barat"
"berkat kerja keras, disiplin, keberanian, serta kesetiaan. Kesultanan kita dapat bertahan dan bangkit dari belenggu penjajajah"
"maka dari itu, kita harus bisa! Kita wajib menang dalam perang ini!"
"pasukan-pasukan yang aku banggakan, perang ini bukan hanya sekedar perang biasa namun perang yang menentukan nasib bangsa kita dimasa yang akan datang"
"untuk itu, mari kita bersama-sama berjuang demi kedaulatan kesultanan kita. Allah akbar!"
""allah akbar!!!""
"semuanya, mari mulai perang ini dengan menyanyikan lagu kebangsaan baru kita bersama-sama"
Setelah itu datang para musisi keatas gerbang dan mulai menyanyikan irama lagu kebangsaan, dengan hikmat pasukan kesultanan pun mengikutinya.
Lirik:
-makmur dan jayalah kesultanan kita, bersama bangun kekuatan negara
-adil dan jujur selamat sentosa, bahagia slalu bersama sang sultan
-hidup rukun damai, hidup bersaudara
-badai menerpa kita tetaplah, kesultanan kuat
-dibawah panji persatuan, mari snandungkan suka cita
-hidup sang sultan yang adil dan perkasa
-hidup pasukan kesultanan kita
-berani maju tak gentar dengan musuh, bersama rakyat kami kan bersatu
-jayalah kesultanan, jayalah persatuan
-sejahtera, makmur, dan berjaya, itulah kesultanan dibawah panji persatuan....."
Lagu kebangsaan pun terus dinyanyikan dengan semangat dan hikmat, setelah selesai ahmad pun turun dari gerbang dan memimpin pasukan didepan.
Di belakang ahmad ada sekitar 3000 pasang pasukan kuda yang masing-masing menderek meriam Bandung-2, dibelakangnya ada lagi sekitar 15.000 pasukan berkuda bersenjata senapan Bandung-3(arisaka type 38)
Kemudian setelahnya ada sekitar 300 gerobak kuda bersenjata senapan Bandung-3 juga membawa Mortir Bandung-1 beserta amunisinya.
Kemudian pasukan terakhir adalah pasukan infantri bersenjata senapan Bandung-1 yang berjalan kaki sambil menenteng senapan mereka.
Jumlah total pasukan yang ahmad pimpin adalah 50.000 orang dengan berbagai macam kemampuan tempur baim itu kavaleri, infantri, maupun artileri.
50.000 pasukan ini adalah pasukan terbaik yang diseleksi oleh kepatihan pertahanan kesultanan dengan ketat sesuai standar sultan.
Sedikit info, pasukan yang ahmad pimpin adalah divisi baru bernama GEMRAMA(gempur, serang, utama) yang terdiri dari 6000 pasukan meriam, 15.000 pasukan kavaleri, 900 pasukan mortir, 600 pasukan bantuan tembakan(senapan mesin), dan total 27.500 pasukan infantri(500nya buat jaga logistik).
08-06-1794
Seminggu perjalanan dilalui oleh pasukan kesultanan untuk mengambil alih dan menguasai kota batavia akhirnya tiba.
Setelah melewati waktu cukup lama dalam perjalanan karena jumlah pasukan yang banyak serta melakukan perawatan pada persenjataan yang akan digunakan dalam perang, pasukan ahmad tiba dengan persiapan penuh.
Batavia, kastil batavia.
Kastil batavia adalah sebuah benteng utama sekaligus pusat kegiatan VOC di batavia, kastil atau benteng ini punya luas sekitar 9 kali luas benteng benteng noordwijk, dan 4 kali lebih luas dari benteng jacatra, yang sebelumbya menjadi benteng terbesar kota batavia(jakarta). luas total kastil batavia kira-kira mencapai 57.600 m².
Dengan luas sebesar itu, kastil batavia dipersenjatai dengan 2000 meriam 24 pound, 1500 meriam 12 pound, 50 mortir 24 pound, 38.000 pasukan line infantri, 12.000 pasukan light kavaleri, serta 5.700 penembak meriam/mortir.
Selain persenjataan, kastil batavia juga dilindungi dengan dinding beton setinggi 15 meter setebal 5 meter serta parit selebar 2 meter berkedalaman 1,5 meter.
Kastil batavia, ruang aula.
Hari ini dilaksanakan rapat yang dipimpin oleh raja willem kelima yang ikut dalam pelayaran.
"yang mulia, sungguh sebuah kehormatan luar biasa bagi saya karena anda datang jauh-jauh ke batavia"ucap direktur VOC
"tak masalah, kota ini merupakan kota penting demi kerajaan kita jadi wajar aku memberikan perhatian khusus"
"terima kasih yang mulia, saya sungguh berteri..."
Boom! Boom! Boom! Boom!
Boom! Boom! Boom! Boom!
"lapor! Ada serangan dari selatan!, musuh berjumlah kurang lebih 50.000 orang dilengkapi meriam dan mortir!"
"apa?! Bagaimana bisa mereka memiliki mortir! Untuk meriam bahkan mereka harus membeli pada kekaisaran ottoman!"
Diluar kastil batavia.
"arahkan meriam kalian! Cepat!"
"isi amunisinya!"
"tembak!!!"
Boom! Boom! Boom! Boom!
Namun sayang tembakan dari meriam kastil batavia tidak mampu menjangkau pasukan kesultanan sunda sehingga mengakibatkan semangat juang mereka drop.
"komandan! Meriam kita tidak bisa menjangkau mereka! Bagaimana ini?!"
"naika..."
Duar!
Seketika komandan penembak meriam itu hancur akibat tembakan meriam Bandung-2.
Tenda komando pasukan kesultanan.
Di tenda terlihat ahmad sedang mendiskusikan bentuk serangan untuk menangkap gubernur VOC yang merupakan pemimpin utama dari kastil batavia.
"baginda, saya punya usul untuk menghancurkan gerbangnya juga setelah kita melakukan tembakan beruntun saat ini"
"gerbang ya, yah itu bagus"
"kalian gunakan pasukan mortar untuk menghancurkannya dan gunakan kavaleri untuk menyerbu masuk dan tembaki pasukan musuh, sementara itu pasukan infantri akan mengikutinya dari belakang dan menerobos masuk mencari para pimpinan musuh serta menemui mata-mata yang sudah aku kirim"
"ciri-ciri mereka adalah menggunakan ikat kepala berwarna merah dan putih"
"siap! laksanakan baginda"
Jendral itu pun keluar tenda dan segera memberikan perintah serta mengatur pasukan.
"huft...buat senapan bolt-action aja butuh waktu 5 bulan dan baru bisa diproduksi masal seminggu kemudian"
"untung kapasitas produksi kesultanan cukup besar dan lagi tak kusangka setengah populasi kesultanan pernah menganyam pendidikan dikesultanan ottoman"
"hahh, yah ini baru awalan. Mungkin nanti aku bakalan membebaskan sumatra, bali, kalimantan, sama semenanjung melaka"
Tak lama jendral yang tadi ia perintahkan pun kembali.
"lapor baginda, gerbang sudah hancur duluan sebelum pasukan mortir siap menembak"
"lah...kenapa bisa begitu? Ya sudah langsung serang pakai kavaleri dan infantri namun katakan pada pasukan mortir untuk tetap waspada"
"siap baginda"
Selama 6 bulan ini juga ahmad mengganti tata kedisiplinan militer yang awalnya terkesan monarkisme menjadi lebih militerisme dan itu membuat kesultanan mengalami perubahan sosial sedikit.
Namun bukannya hal buruk, justru perubahan sosial itu membuat banyak kemajuan pada kesultanan seperti:
1.meningkat pesatnya minat bergabung dalam tentara kesultanan.
2.meningkatkatnya daya jual-beli kesultanan, meskipun terdengar tidak ada kaitan namun ini faktanya.
3.kalangan rakyat dan bangsawan semakin saling terbuka dan membuat militer menjadi akses untuk memberikan aspirasi rakyat pada bangsawan.
4.meningkatnya minat membaca,menulis,dan menghitung diseluruh kesultanan yang awalnya 55% menjadi 89%.
Kembali ke pertempuran, saat ini ribuan pasukan kavaleri dengan cepat masuk kedalam area kastil batavia dan menembaki serdadu kerajaan belanda dan VOC yang masih dalam keadaan yang cukup buruk akibat tembakan beruntun dari meriam 76mm HE-FRAG(high explosive-fragmanted)
Dalam waktu kurang dari 30 menit kastil batavia pun di menyerah dan banyak mayat terkena ledakan bergelimpangan.
"akkh Cuih! Itu layak untuk kalian orang-orang VOC!"
"sudahlah fadli kita harus mengurus dulu para tahanan, ingat kata baginda sultan. Biar mereka seperti binatang tapi kita jangan"
"...yah kau benar, aku sepertinya masih terlalu dendam dengan mereka"
"yah memang, tapi yang paling dibicarakan sekarang adalah asisten dari gubernur VOC...tak kusangka dia adalah pemimpin mata-mata yang baginda sultan kirim dan juga merupakan adik dari patih pertahanan"
"hei kalian! Cepat bawa bantu bawa mayat-mayat ini! Atau kalian akan dihukum keliling barak 20 putaran!"
""siap komandan""
Tenda komando pasukan kesultanan.
ahmad beserta jendral-jendralnya sedang menerima hasil laporan dari pertempuran singkat namun menentukan itu tengah mengawasi para tahanan yang mereka bawa dan mereka terkejut.
Tak disangka raja belanda sendiri datang ke batavia untuk mengirimkan pasukan bantuan namun malah berakhir menjadi tahanan perang.
Berdasarkan laporan asisten gubernur VOC yang merupakan pemimpin mata-mata kesultanan, menjelaskan bahwa raja willem 5 memberikan perhatian besar pada batavia atau sunda kelapa karena merupakan kota yang sangat penting bagi belanda untuk mempertahankan pengaruhnya di asia.
"jadi dia raja belanda? Tak kusangka keberuntunganku sebesar ini"tanya ahmad
"benar baginda, ini adalah raja belanda saat ini dan menjadi pemimpin dari kastil batavia"jawab pemimpin mata-mata kesultanan bernama umar siddiq
"bagus, bawa semua tahanan penting ke bandung dan jaga dengan sangat-sangat ketat"
"sedangkan sisa tahanan serdadu bawa mereka ke tambang, lokasi pembangunan dan pertanian"
"laksanakan baginda!"
Umar pun pergi dan ahmad segera naik ke menara tertinggi di kastil batavia sambil membawa bendera kesultanan.
Ahmad beserta pengawalnya pun melakukan pengibaran bendera sambil menyanyikan lagu kebangsaan kesultanan.
Pasukan kesultanan yang lain pun ikut menyanyikan dan memberikan hormat pada bendera kesultanan.
Setelah pengibaran ahmad pun berjalan ke pinggir menara.
"semua pasukanku!"
"hari ini kita semua telah mengukir sejarah pertempuran batavia pada dunia dan hal ini akan menjadi sejarah pembuka bagi kebangkitan kita semua!"
"untuk itu, aku sultan muhammad jalal akbar!"
"dengan ini menyatakan kota ini sebagai kota jakarta dan akan menjadi pangkalan armada terbaru kita!"
"semuanya, para pasukanku, para jendralku, para patihku, sebagai sultan aku sangat berterima kasih atas kesetiaan kalian dan aku juga menghidupi keluarga rekan-rekan kita! Saudara-saudara kita yang telah gugur agar penerus mereka memiliki masa depan uang cerah!"
"hari ini juga akan ku umumkan bahwa kesultanan akan melakukan ekspansi keseluruh nusantara dan menyatukan benua sunda yang telah hilang dari dunia!"
"hidup kesultanan!!!"
""hidup kesultanan!!!""
""hidup baginda sultan!!!"
""hidup kesultanan!!!""
""hidup baginda sultan!!!""
""hidup kesultanan!!!""
""hidup baginda....""
13-06-1794
5 hari setelah pertempuran batavia, ahmad beserta para jendralnya telah kembali ke bandung dengan sebagian pasukan tinggal di benteng sunda kelapa(sebelumnya batavia) untuk dibangun ulang bersama pekerja dari bandung dan bogor.
Alasan mengapa ahmad tiba lebih cepat karena pasukannya tidak sebanyak sebelumnya dan sebagiannya adalah kavaleri dan pasukan yang dibawa bersama gerobak.
Bandung, istana kesultanan.
Dengan tubuh lelah ahmad pun menjatuhkan dirinya pada kasur empuk di istananya dan meminta para pelayan jangan mengganggunya selama ia belum keluar dari kamar.
"hahh, capek juga...padahal cuma beberapa kali mengomandoi pasukan penerobos sama 15 kali nembakin meriam"
Yap, ahmad benar-benar perang tanpa mempedukikan statusnya sebagai komandan tertinggi saat itu dan melakukan serangan dengan menembakan meriamnya sendiri serta memimpin pasukan menerobos masuk sambil menenteng senapan bandung-3 dan malah berhasil menemukan gudang bubuk mesiu.
Untungnya ahmad yang memimpin pasukan hingga mereka lebih memilih membawa bubuk mesiunya keluar sebagai bonus dari perang.
Di gudang itu ada sekitar 400 tong bubuk mesiu dengan masing-masing tong seberat 60kg ditambah ada sekitar 30.000 buah bola meriam seberat 24 pound dan 60.000 buah bola meriam 12 pound.
Tentu semua bola meria itu akan diolah ulang dan sebagian kecil akan digunakan untuk memperkuat pertahanan pesisir dari benteng-benteng kesultanan, meskipun benteng-benteng itu juga sudah dilengkapi dengan meriam bandung-1 dan meriam bandung-3.
Namun dengan alasan serangan kejutan, meriam-meriam yang dibeli dari ottoman tetap digunakan sehingga kemenangan di kota batavia atau sekarang jakarta akan lebih dikenal karena kehebatan strategi dari pada kemampuan senjatanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
anggita
VOC.. Belanda. kompeni🙄
2023-02-03
0