22-07-1796
Bandung, istana kesultanan.
Ahmad terbangun dari tidurnya setelah melakukan perjalanan jauh dari ottoman dan berkunjung ke london untuk menemui raja george 3 dalam menawarkan kapal yang sama yang dimiliki kesultanan ottoman, namun tentu saja dengan ukuran dan kaliber meriam yang lebih kecil dari ottoman.
"Ughh, segar rasanya bangun diatas ranjang...tunggu sebentar. Sial aku hampir lupa soal keluarga rothschild!"
"Aku hampir lupa jika perang napoleon didanai oleh 1 pihak yang sama...keluarga rothschild, yah aku harus mengurangi pengaruh mereka di kawasan eropa atau perang napoleon akan pecah"
Ahmad pun langsung beranjak dan pergi menuju kantornya, disana ia langsung mecari dokumen mengenai pergerakan keluarga rothschild di Asia yang untungnya ketemu.
"Jadi begitu ya, keluarga rothschild berencana menarik semua investasi di dinasti Qing yang akan membuat ekonomi mereka jatuh...mereka lebih mengerikan dari parasit"
"Aku harus mencegah ini terjadi, enak aja mereka mau menarik investasi dari mitra dagang Kesultananku. Baik kalian keluarga rothschild akan ku ikuti permainan ini"
Ahmad pun langsung mengecek kas negara dan totalnya mencapai 759,670 ton emas batangan tidak termasuk aset benda dan bangunan.
"Bagus sekarang tinggal menunggu mereka menarik investasi dan aku akan masuk dan mengambil alih pasar cina yang sangat besar"
Ahmad pun langsung pergi menuju ruangan kantor patih ekonomi dan perdagangan, disana terlihat sang patih sedang mengobrol dengan seseorang.
"Hmm? Ahh baginda?!, ada yang bisa saya bantu"
"Iya patih ku, dan ini masalah yang cukup serius. Meski kita tidak harus buru-buru, oh ya siapa dia?"
"Ohh, baginda perkenalkan ini putra dari Amschel von Rothschild, nathan von Rothschild"
'Apa?! Kenapa founder bank Rothschild cabang Inggris ada disini! Sialan pasti sejarah sudah jauh berubah'
"Suatu kehormatan bertemu dengan anda baginda Sultan, nama saya nathan von Rothschild"
'Sial dia juga masih muda! Pasti umurnya gak jauh beda denganku...tunggu bukankah dengan ini aku bisa menyelesaikan urusan dengan keluarga Rothschild lebih cepat'
"Ohh jadi kau yang dibicarakan oleh Raja George ketika aku berkunjung ke britania pasca perang untuk membuat hubungan kedua negara membaik?"
"Saya merasa terhormat baginda Sultan, dan maaf jika saya menggangu waktu penting baginda. Saya akan pamit dahulu"
"Tidak tetap duduk dikursimu, aku ingin dengar ada keperluan apa keluarga Rothschild dari Eropa datang jauh kemari"
"Kalau begitu saya akan menjelaslannya baginda"
"Silahkan wahai patihku"
"Baginda, tuan nathan von Rothschild datang kemari untuk meminjam dana sebesar 500 ton emas batangan untuk menutupi hutang keluarga cabang mereka di Kekaisaran Romawi Suci dan menyelamatkan bisnis mereka di Cina"
Seorang pelayan pun datang membawakan kursi dan ahmad pun duduk dikursi itu dengan tegap.
"Pinjaman ya, namun sebelum itu...kenapa keluarga Rothschild ingin menarik semua investasinya dicina? Bukankah jika ingin menyelamatkan bisnis kalian menambahkan modal dan memperkuat cakupan pasar dan konsumen?"
Seketika nathan von Rothschild pun berkeringat dingin, rencana keluarga Rothschild untuk mengubah sistem pemerintahan di daratan Cina sudah "terendus" Oleh pemimpin mitra negara targetnya.
"Apa maksud baginda? Kami tidak pernah berencana..."
"Jangan berdusta padaku, dengan kekuatan dan pengaruhku serta perusahaan-perusahaan dagang ku, menghancurkan bangunan 3 lantai keluarga Rothschild bukanlah masalah"
'Ti-tidak mungkin! Bahkan Sultan Sunda tahu soal "bangunan 3 lantai" Keluarga Rothschild?!' teriak nathan dalam hati.
"Dengar nathan von Rothschild, memang benar semua keluarga Rothschild itu cerdas namun kecerdasan tanpa logika dan hati nurani hanya akan membuat nama baik keluarga Rothschild hancur. Kalau soal dana aku tidak terlalu ambil pusing namun kalau keluarga Rothschild ingin menghancurkan ekonomi negara mitra kami...aku bisa jamin kalau perang antara "dunia timur dan dunia Barat" Tidak akan terelakan"
"Memang jika dengan menghitung jumlah armada laut...kekuatan kami kalah dengan gabungan semua negara Eropa, namun beda cerita jika kami sudah menguasai 40% ekonomi Eropa lewat ekspor barang-barang elektronik yang bahkan belum bisa dibuat oleh para ilmuan eropa"
"Contoh mudahnya...pendingin dan penghangat ruangan yang ditenagai oleh listrik, alat pengubah energi matahari menjadi listrik, mesin bertenaga besar yang digunakan untuk pertanian, bayangkan jika kami Berhenti menjual semua itu beserta suku cadang nya? Seberapa lama eropa bisa bertahan sebelum krisis?"
Nathan pun langsung menunduk dengan ekspresi rumit, awalnya ia berfikir Sultan Sunda akan mudah dipermainkan mengingat dinasti Qing juga pernah dibuat masuk dalam perangkap.
Ahmad yang sudah cukup muak pun langsung meberikan sebuah catatan pada nathan dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Nathan pun membuka catatan tersebut dan membacanya selama beberapa saat.
Setelah membaca catatan itu nathan pun langsung pamit undur diri dan kembali ke hotel tempat ia menginap.
Sementara itu ahmad sedang berada di area latihan tembak di area istana.
Disana ia berlatih bersama seluruh pengawalnya mulai dari latihan tembak jitu hingga tembak regu.
Seperti biasa ahmad memberikan pengarahan dan tips dalam latihan, tak lama kemudian patih perdagangan pun menemui ahmad.
"Baginda..."
"Ohh, ada apa? Apakah nathan von Rothschild sudah pulang?"
"Benar Baginda, namun bokehkah hamba bertanya?"
"Hmm silahkan saja"
"Baik, Baginda apa yang sebenarnya anda berikan pada tuan nathan? Setelah dia membaca kertas itu ia langsung pamit dan ketika berbalik badan saya sekilas melihat wajahnya paniknya"
"Ohh itu, aku hanya memberitahunya 3 kemungkinan yang bisa terjadi jika mereka berani macam-macam"
"Begitu, baik hamba permisi Baginda"
Ahmad pun mengangguk dan melanjutkan sesi latihan bersama pengawalnya.
29-07-1796
Satu minggu kemudian, ahmad kini sedang berada diatas kapal kenegaraan nya yang dikawal puluhan kapal suplai dan kapal perang andalan kesultanan Sunda.
Tak sendiri ahmad melakukan perjalanan ke kota mekkah yang menjadi wilayah otonomi khusus Kesultanan ottoman bersama Sultan Aceh, sultan siak, sultan palembang dan juga sultan Banjar.
Perjalan kali ini bukan hanya untuk mengunjungi kota suci umat islam namun juga untuk menemui raja kerajaan hejaz yang berada dalam naungan Kesultanan Ottoman sebagai kerajaan bawahan. Meski begitu politik dalam kerajaan hejaz masih bebas dari pengaruh Ottoman.
Tujuan ahmad kali ini adalah membuat kerajaan hejaz dan Ottoman semakin erat karena pasca perang napoleon menjadi renggang akibat mata-mata britania yang bekerja sama dengan fraksi liberal yang membuat beberapa politisi dan bangsawan melakukan perlawanan untuk menghilangkan pengaruh Kesultanan ottoman.
Kesultanan Aceh saat ini dipimpin oleh Sultan Alauddin Jauharul Alam Syah yang memerintah sejak tahun 1795 dan menjadi sultan pertama selain Kesultanan johor yang meminta bergabung dengan Kesultanan Sunda dengan sistem Federasi dimana Kesultanan Sunda berhak mengatur ekonomi dan politik luar negri Kesultanan Aceh.
Sebagai gantinya perdagangan, hak, serta status Aceh aman dari ancaman negara-negara Barat yang beberapa kali melakukan gerakan yang bisa memicu ketidakstabilan Aceh.
Setelah Kesultanan Aceh bergabung dibawah Kesultanan Aceh Kesultanan lain di Nusantara mulai bergabung dan kini secara pandangan internasional Kesultanan Sunda sudah menguasai dari Kesultanan Aceh sampai ke Kesultanan Bima di kepulauan Timor.
Berkat kekompakan para sultan yang bergabung dibawah Kesultanan Sunda kini perdagangan antara "dunia barat" Dan "dunia timur" Menjadi stabil.
Sedikit menjelaskan, bagi Kesultanan yang ingin bergabung dengan Kesultanan Sunda bisa memilih 2 cara pertama menyerahkan 20% wilayahnya dan mendapat status gubernur Jendral dan sisa wilayah kekuasaannya dijadikan sebagai provinsi otonomi khusus dengan 20% pendapatan pertahunnya diberikan kepada kesultanan sunda sebagai pajak, kedua menyerahkan setengah wilayahnya kepada kesultanan Sunda dan mendapat gelar gubernur Jendral dan memerintah sisa wilayahnya dengan 0% pajak.
Ahmad saat ini sedang duduk di kursi yang ada pada dek kapal dengan beberapa cemilan seperti basreng, batagor dan juga pangsit goreng yang membungkus bakso.
Ketika ahmad sedang menikmati langit senja, sultan Alauddin Jauharul Alam Syah atau dikenal sebagai gubernur Jendral Alauddin Jauharul yang memerintah Provinsi otonomi Aceh darussallam datang menemuinya.
"Baginda boleh saya duduk disebelah?"
"Tentu saja gubernur Jendral Alauddin, silahkan juga nikmati makanan pendamping disini"
"Terima kasih Baginda"
Gubernur Jendral Alauddin pun duduk dikursi sebelah ahmad dan mencicipi basreng dan batagor, terlihat bahwa gubernur Jendral Alauddin cukup suka dengan basreng dan batagor yang ada.
"Baginda boleh saya bertanya?"
"Silahkan saja saudara Alauddin, kita sama-sama sultan meski status saudara Alauddin kini menjadi gubernur jendral"
"Baiklah jika memang begitu yang saudara ahmad inginkan, saudara ahmad. Apakah tidak apa jika kami ikut ke mekkah bersama saudara ahmad? Bukankah saudara ahmad punya pekerjaan yang harus dilakukan di kerajaan hejaz?"
"Memang benar aku punya pekerjaan yang harus diselesaikan di kerajaan hejaz namun bukankah dengan begini kalian bisa ke mekkah tanpa keluar uang. Ini juga bisa menghemat pengeluaran dan aku tak mempermasalahkannya saudara Alauddin. Juga setelah ke mekkah aku akan berkunjung ke Damaskus jadi armada kapal disini akan menetap cukup lama di hejaz"
"Begitu ya, saya mengerti saudara ahmad. Saya permisi karena saya tidak terbiasa dengan angin laut"
"Silahkan saudara Alauddin, saya harap saudara yang lain tidak sakit karena perjalanan panjang ini"
"Terima kasih perhatiannya saudara ahmad namun kurasa itu cukup sulit"
Gubernur Jendral Alauddin pun masuk ke kabin dan menuju ke kamarnya.
Ahmad masih memandangi lautan yang luas karena teringat momen ketika ahmad kecil pergi berlayar bersama kakeknya yang sudah tiada.
"Kakek, laut ini mirip. Mirip dengan yang aku lihat ketika terakhir kali aku melihat kakek..."
Ahmad pun masuk ke kabin setelah udara cukup dingin dan membuat beberapa kru kapal yang berjaga langsung mengenakan mantel tebal.
02-08-1796
Beberapa hari kemudian, akhirnya armada ahmad pun tiba di laut Merah setelah melewati teluk aden, disana armada ahmad berpapasan dengan kapal perang Kesultanan Ottoman yang sedang berpatroli.
Kedua armada saling memberi salam kemiliteran dan sama-sama meneriakan takbir lewat speaker sebanyak 3 kali.
Armada ahmad pun tiba di pelabuhan kota mekkah, pelabuhan yang dulunya hanya mampu menampung 5 kapal seberat 5000 ton kini telah berubah menjadi pelabuhan besar dan paling maju di jazirah Arab dan utara aftika yang mampu menampung 100-120 kapal dengan berat mencapai 20.000-24.000 ton.
Dengan kapasitas pelabuhan yang sangat besar ini, Kesultanan Ottoman membangun armada ke-5 yang diberi nama al-ahmaddin yang berkekuatan 40 kapal ship of line 125 meriam, 400 kapal freegat 56 meriam, 100 kapal freegat uap 78 meriam dan 50 kapal baja dengan 80 meriam B-3 buatan Kesultanan Sunda.
Kapal kenegaraan ahmad pun merapat ke pelabuhan dan menurunkan jangkar.
Ahmad bersama para gubernur Jenderal Kesultanan Sunda yang lain pun turun, setelah itu mereka bersama para pengawal beristirahat.
Walikota dan komandan divisi pasukan mekkah juga menyambut kedatangan ahmad dan gubernur Jendral lainnya di kantor walikota dan mengobrol sejenak.
Gema azan pun terdengar mereka pun langsung pergi menuju masjid bersama jamaah lainnya.
Setelah sholat berjamaah para Gubernur Jendral Kesultanan Sunda melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat di mekkah dan melakukan perdagangan.
Sementara itu ahmad bersama Jendral cakra jiwa yang menyamar menjadi pengawal pribadi ahmad pun pergi ke riyadh ibukota kerajaan hejaz.
Dengan menggunakan lokomotif ukuran sedang yang dibangun dengan dana Kesultanan Sunda lewat Kesultanan Ottoman kerajaan hejaz kini menjadi lebih baik dari yang sebelumnya hanya berpergian dengan kuda, unta dan keledai kini memiliki rel yang menghubungkannya ke pusat perdagangan Ottoman seperti Baghdad, mekkah, angkara, Damaskus, dan madinah.
Di lokomotif ahmad menggunakan 1 gerbong khusus yang sudah disiapkan sebelumnya dan penuh dengan penjagaan.
Cakrajiwa juga sudah tidak lagi menyamar dan mengenakan seragam militernya.
"Baginda ada laporan dari kedutaan kita di hejaz"
"Jelaskan"
"Siap, dari sambungan radio duta besar kita, tuan ahadiyah syah melaporkan jika saat ini sedang terjadi masalah politik di ibukota lantaran muncul fraksi rakyat yang berideologi... Aneh, mereka menyebutnya sosialisme Baginda"
Seketika ahmad langsung menjadi serius dan menatap cakrajiwa.
"Apa kau bilang?! Sosialisme!"
"Be-benar Baginda, mereka juga menggunakan gambar palu dan kapal pada kain berwarna merah sebagai bendera"
"Sialan! Apa-apaan ini! Sosialisme diakhir abad 18 dan awal 19?! Kenapa muncul ideologi yang merepotkan disaat aku ingin membangun kilang minyak"teriak ahmad dalam hati
"Baginda... Apa ada yang salah? "
"Ah-ah! Tidak juga, baik jelaskan padaku siapa yang menyebarkan ideologi ini?"
"Yang menyebarkan ideologi ini merupakan mantan pendeta katholik, namanya Karl marx von eutzech"
"apa! Kok bisa namanya mirip sih! Tapi disini ada marganya?"teriak ahmad dalam hati
"Begitu ya, mantan pendeta katholik?"
"Benar Baginda, duta besar kita sudah mencari informasi tentangnya dan ia adalah mantan pendeta keturunan salah satu bangsawan di Kekaisaran Romawi Suci"
"Baiklah Terima kasih infonya cakrajiwa, segera siapkan apa saja yang kita perlukan"
"Siap baginda"
Cakrajiwa pun pergi dan segera menyiapkan berbagai kepentingan sebelum tiba di kota riyadh sementara itu ahmad sedang memikirkan cara agar ideologi sosialis tidak tersebar lebih jauh lagi.
3 jam kemudian sejak perjalanan dari kota mekkah, lokomotif yang ditumpangi ahmad pun tiba dikota riyadh dan raja adam syahhadi al-saud pun menyambut ahmad di stasiun bersama duta besar Kesultanan Sunda ahadiyah syah.
""Selamat datang Baginda, selamat datang dikota riyadh""
"Terima kasih sambutannya saudara adam, juga tuan ahadiyah. Ini sangat berati bagiku. Dan untuk saudara adam tidak perlu formal. Kita sama-sama sultan. Panggil saja dengan namaku seperti saudara selim"
"Tidak Baginda, saya tidak bisa melakukan itu. Kesultanan Sunda sudah sangat berjasa pada kerajaan ku dan sebagai penghormatan tentu saya tidak bisa"
"Saudara adam, ini permintaan saya. Panggil saja nama saya karena saya tidak suka keformalan diantara saudara sesama sultan"
"Kalau begitu baik, saudara ahmad sekali lagi selamat datang di riyadh"
Setelah keluar dari lokomotif ahmad, adam dan ahadiyah pun menyaksikan tarian pedang untuk menyambut kedatangan ahmad.
Ahmad juga ikut melakukan tarian pedang khas saudi karena didunia asalnya ahmad hanya bisa melihatnya lewan TV atau sosmed.
Setelah penyambutan selesai ahmad langsung diantar ke istana tamu, bisa dibilang istana tamu ini cukup besar dengan luas tanah mencapai 2870m², terdapat juga area panahan dan tempat pacuan kuda.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Yahya
so bakso 😁😁
2023-02-28
0