Ahmad yang sudah selesai mandi dan mengganti pakaiannya pun segera duduk dimeja belajarnya. Ia pun segera menyalakan hpnya dan menelpon seseorang.
tuuut
"halo, om irfan ini ahmad"
"ohh, kenapa mad"
"gini om, ahmad kan dapet transferan dari ayah beli beli motor. Om bisa siapin 1 unit buat dikirim hari ini kerumah gak?"
"ohh, bisa. Emang udah diizinin?"
"udah ama om aziz, katanya tadi pas ngasih transferan ayah sekalian ngasih tahu kalo ahmad mau beli motor"
'sebenarnya belum sih, hehe'
"hmm, yaudah ntar om sendiri yang anter kerumahmu"
"ya om, makasih"
"ya sama-sama"
Ahmad pun menutup telponnya dan membuka aplikasi rumazon di hpnya.
"oke waktunya belanja, ahh sebelum itu liat saldo dulu...wokey dah masuk"
"hmm, laptop ROG yang ramnya 16gb roomnya 1 TB...yang ini aja deh"
"hp...gak usah masih bagus speknya, ohh ya beli bahan-bahan itu juga, abis itu..."
Ahmad pun terus berbelanja dan mencari banyak apa yang ia perlukan nanti termasuk rompi anti-peluru yang mampu menahan hingga kaliber 7,62X51mm serta benda tajam.
ahmad pun memeriksa belanjaanya dan karena sudah semua yang ingin ia beli ahmad pun segera melakukan pembayaran.
"hmm, ini lumayan banyak...oh ya panah besi juga harus kubeli"
"hmm, ini jarak efektifnya sampe 300 meter. Bahannya dari aluminium sama baja dan harganya 15 juta...oke beli satu aja plus 50 anak panah tambahan"
Lalu di hp ahmad muncul beberapa metode pengiriman, ada yang akan tiba besok, ada yang seminggu kemudian. Tentu ahmad langsung memilih yang pengirimannya bisa tiba besok.
Setelahnya ahmad beranjak dan pergi keluar rumah, karena lapar ia pun pergi menuju seorang penjual batagor.
"mang dadang"
"hah?, ohh ahmad. Ada apa?"
"biasa, batagornya 20 porsi bungkus ya"
"hah! 20, beneran ini"
"beneran atuh mang, nih uangnya"
"siap mad, tunggu bentar yak"
"ya"
15 menit pun berlalu dan semua pesanan ahmad selesai dibuat.
"nih mad udah selesai"
"makasih mang, ahmad ambil satu sisanya bagiin ke anak-anak di kolong jembatan ***** yah"
"ehh, kasih ke mereka? Yaudah mamang langsung antar ya"
"ya mang, hati-hati"
"ya mad"
Ahmad pun pulang kerumahnya dan masuk kekamarnya, ahmad pun makan batagor yang barusan ia beli setelahnya masuk kembali ke lemari bajunya dan masuk ke pintu penghubung.
"ahh, udara disini jauh lebih segar. Waktunya ganti baju...eh kok waktu disini kaya gak terlalu beda sama di rumah ya?"
"sebelumnya aku kesini dan tinggal selama 6 jam, pas balik ke kamar waktu cuma bergerak 30 menit abis itu jual emas ama shoping kira-kira 2 jam-an dan disini...kayaknya sama aja"
"hmm, kalo gitu bukannya ini artinya kalo aku ada didunia ini. Waktu dibumi lebih lambat dan kalo aku dibumi waktu didunia ini bergeraknya sama...aneh banget"
"yah bodo amat, ini bisa jadi keuntunganku"
Ahmad pun segera mengganti pakaiannya dengan pakaian kesultanan sunda dan keluar dari kamarnya, sebelum keluar ia juga tak lupa membawa smg mp-5 milik ayahnya untuk berjaga-jaga.
identitas ayah ahmad sangatlah misterius, ia adalah orang dengan banyak rahasia.
Setelahnya ahmad pun berjalan menuju keluar kediamannya, sepanjang jalan ahmad mendapat penghormatan dari pasukan yang berjaga serta yang berpapasan dengannya.
Tak lama kemudian ahmad tiba di depan gerbang istana, kemudian ia menuju sebuah stable kuda di dekat gerbang.
'hmm, di ingatan itu aku bisa menunggangi kuda dan biasanya manggil mang ari sang penjaga stable kalo mau pake kuda...coba deh'
"mang ari, saya mau berkuda sebentar menuju tempat pemotongan kayu"
"baik baginda...ini kuda baginda"
"terima kasih, oh ya mang ari. Panggilkan 10 pasukan berkuda untuk mengawal saya"
"dimengerti baginda, baik mohon tunggu sebentar baginda"
Beberapa saat pasukan berkuda berjumlah 10 orang tiba dan langsung naik ke kuda mereka masing-masing.
"baik semuanya, kita akan menuju beberapa tempat. Sekarang ikuti aku"
"baik baginda"
Tukutuk! Tukutuk! Tukutuk!
Mengendarai kuda Ahmad dan pengawalnya pun segera pergi keluar area istana.
"siapa pemimpin para pengawal saat ini"tanya ahmad sambil menoleh kebelakang
"itu saya baginda"
"siapa namamu"
"nama hamba arya fatih baginda"
"arya, apa kamu tahu tempat pembuatan papan dekat sini"
"hamba tahu baginda, kebetulan sepupu saya juga salah satu penebang disana"
"pimpin jalannya kita akan membeli banyak papan untuk membangun armada baru"
"baik baginda"
Ahmad beserta para pengawalnya pun mengikuti arah pergi arya, mereka berkuda dengan cukup cepat atas perintah ahmad.
Beberapa kali mereka berpapasan dengan pedagang dan pasukan patroli kesultanan selama perjalanan, akhirnya ahmad beserta rombongan pun tiba.
Tempat itu terlihat seperti sebuah pabrik papan kuno dengan beberapa peralatan besar dan banyak kapak serta penuh dengan ketukan kayu yang dipotong.
"baginda, ini tempat yang saya maksud"
"hmm, panggilkan pemiliknya. Katakan padanya kita perlu bicara secara rahasia"
"baik baginda"
Salah satu pengawal ahmad pun menuju tempat itu dan mengagetkan seorang pengerajin.
"tuan, apa pemilik tempat ini ada? Jika ada katakan padanya bahwa baginda sultan ingin berbicara dengannya secara rahasia"
"ba-baginda sultan?! Baik, akan saya panggilkan bos"
Pengerajin itu pun berlari masuk dengan cepat, tak lama keluar 2 orang dan salah satunya adalah sang pemilik.
"tu-tuan?! A-ada apa baginda ingin berbicara secara rahasia dengan saya"
"saya sendiri tidaklah tahu, kata baginda sultan ini penting"
"ba-baik, kalau baginda bersedia untuk masuk ke gubuk kecil..."
"aku bersedia"kata ahmad mendekat diatas kudanya
"ba-baginda?!"
"tenang, ini hanya nasalah bisnis"
"ba-baik, silahkan baginda"
Ahmad pun turun dari kudanya dan berjalan mendekat.
"kalian jaga tempat sekitar dan jika ada sesuatu yang mencurigakan segera lapor"
""baik baginda""
"kamu pemilik tempat ini benar?"
"benar baginda, hamba adalah pemilik tempat ini"
"ayo masuk, kita perlu bicara"
"baik baginda"
Ahmad bersama pemilik itu pun masuk kesebuah ruangan dengan beberapa kursi kayu.
"silahkan baginda"
"umm, terima kasih"
"ja-jadi, baginda ada perlu apa menemui saya?"
"aku ingin memesan banyak papan kualitas terbaik"
"papan kualitas terbaik, baik akan saya siapkan mulai hari ini"
"bagus, aku ingin membeli 80.000 papan kualitas terbaik dengan panjang tiga meter, tebal dua jari telunjuk, dan selebar bentangan telapak tangan"
"baik baginda, saya catat sekarang"
"...baginda boleh saya bertanya"
"kuizinkan"
"kapan baginda ingin semua papannya selesai?"
"jika satu bulan, apa kau sanggup"
"sa-satu bulan?! Ma-maaf baginda tapi i-itu mustahil"
"baiklah kalau begitu berapa banyak papan yang bisa kau buat dalam sehari"
"ha-hanya 400 buah, namun jika saya bekerja sama dengan pemilik pabrik papan yang lain di kesultanan mungkin bisa sampai 3000 buah perhari karena setiap pabrik punya kemampuan produksi yang berbeda"
"baiklah, aku serahkan padamu. Dan ingat aku akan selalu mengawasi pabrik papan ini agar tak ada masalah"
"tentu baginda, terima kasih karena telah mempercayakan kami tentang pesanan besar ini"
"jadi berapa total biayanya?"
"mohon tunggu sebentar baginda, saya akan menghitungnya......totalnya 2 emas batangan"
"kau yakin?"ucap ahmad sedikit melotot
"be-benar baginda, hamba tidak salah hitung"
"baiklah, aku akan bayar setengah dulu...ini 1 emas batangannya"
"terima kasih baginda"
"kalau begitu aku permisi"
"silahkan baginda, silahkan"
Ahmad pun kelaur dan menemui pengawalnya, setelahnya ia pun melanjutkan perjalanan menuju pinggiran kota.
Ia pun menoleh ke kiri dan kanan, terlihat banyak pedagang arab, cina, melaka, dan juga jawa sedang memperjualkan dagangan mereka.
Tak hanya itu, ada juga beberapa orang eropa yang membeli rempah-rempah. Namun salah satu orang belanda malah mengancam dengan menodongkan flinlocknya pada pedagang rempah itu.
Segera ahmad dari kudanya segera berjalan mendekat dan mendengar pembicaraan mereka.
"turunkan harganya pribumi!"
"ti-tidak bisa tuan, i-itu adalah harga terendahnya"
"hah?! Kamu pikir aku bodoh! Turunkan harganya atau..."
"coba tembak kepalanya dan besok adalah hari terakhir bagi VOC bisa berdiri di sunda kelapa"
"hah?! Mengganggu saja Siapa kau!"
"aku, aku adalah sultan MUHAMMAD JALAL AKBAR, sultan dari kesultanan sunda baru"
"kheh! Pffthahahaha, sultan ya"
"heh! Pribumi tetaplah pribumi! Kalian adalah ha..."
Ratatatatata!!!
Ahmad pun segera memberondongkan senapan smg mp-5 milik ayahnya yang ia bawa secara sengaja untuk berjaga-jaga, seketika orang belanda itu dipenuhi dengan peluru dan rubuh tak bernyawa.
Orang-orang yang ada di tempat itu takut dan beberapa berlari namun setelah mereka melihat ahmad mereka menjadi tenang.
"baginda, terima kasih sudah menyelamatkan hamba!"ucap pedagang yang sebelumnya ditodong
"tak apa, sudah menjadi tugasku sebagai sultan untuk melakukan apa yang benar"
"anda benar baginda, hamba sangat berterima kasih! Ah!"
"jika berkenan, baginda saya akan memberikan 2 karung rempah ini pada a..."
"aku tak butuh, itu daganganmu jadi gunakan itu untuk mengenyangkan istri dan anakmu"
"terima kasih baginda, sungguh saya sangat berterima kasih"
Ahmad pun kembali menyandangkan senapan smg-nya dan menungganggi kudanya lagi.
"semuanya, baru saja kita melihat kesombongan orang-orang belanda ini dan mereka justru berakhir mati. Hal itu juga akan terjadi pada siapapun yang berani macam-macam pada kesultanan sunda baru jadi jangan takut pada mereka"
"kalian berdua ambil mayat ini dan bakar sampai habis diluar kota, terlalu lama membiarkan mayat bisa membuatnya membusuk dan menyebarkan wabah"
""baik baginda""ucap 2 pengawal ahmad serentak
"sekarang, ini pengumuman langsung dariku. Kepada seluruh pandai besi diseluruh kota bandung dan sekitarnya besok kalian diharap hadir diistana"
"siapa pun diundang kecuali orang-orang barat"
"itu saja, pengawalku waktunya kembali"
""baik baginda!""
Ahmad pun kembali ke istananya dan segera masuk kekamar pribadinya.
Setelah mengganti baju Ahmad pun kembali kekamarnya lewat pintu penghubung ke rumahnya semula.
"huft...ckh! Belanda bajingan!"
"oke waktunya memulai rencanaku dan sekarang...waktunya serius"
Ahmad pun berjalan menuju ruang tamu untuk minum tak lama datang sebuah mobil pick-up berwarna putih tiba didepan rumahnya.
"itu pasti mobilnya om irfan"
Ahmad pun segera keluar rumah, diluar nampak 4 orang dewasa sedang menurunkan motor baru ahmad. 3 menggunakan seragam dan 1 menggunakan pakaian kantoran.
"nih mad motornya, gimana bagus gak?"
"ya bagus lah, kan om yang pilihin"
"haha, yaudah nih...surat-suratnya ada disini oh mau sekalian om anterin buat bikin sim gak?"
"gausah om, ahmad sendiri aja besok kan deket"
"yaudah deh"
"nih om, totalnya 15 juta"
"eh, buat kamu om kasih harga 13 juta aja"
"eh! Beneran om! Beneran?!"
"yah iya dong, om juga punya hutang budi ama bapakmu dan anggap aja om nambahin buat beli nih motor"
"yey! Makasih om, oh ya fiana gimana kabarnya? Masih pemalu buat cari temen disekolah barunya gak?"
"yahh, semenjak main sama kamu dari kecil...dia udah mendingan, gak pemalu amat cuma masih agak segan aja kalo mau kenalan"
"ohh, gitu ya. Oh ya om uang 2 jutanya kasih ama fiana aja ya. Ahmad dulu sering dibantuin waktu mau ulangan pas belajar bareng jadi ya anggap aja itu traktiran ahmad yang udah dikumpulin dari SD ampe tamat SMP"
"ehh, beneran kamu mau ngasih fiana 2 juta? Bukannya kegedean?"
"lah om sendiri ngasih ahmad diskon motor ampe 2 juta, Hayo gimana? Yang duluan ngasih 2 juta siapa?"
"yah, iya juga yah. Yaudah om telpon dulu fiananya"
"lah! Eh! Eh! Jangan om, jangan ntar dia nanya-nanya gak jelas lagi dari mana asal uangnya? Om tahu sendirikan kalo fiana ngebahas uang pasti kaya tante tari"
"ohh, bener juga ya. Hahaha"
"yaudah om, ahmad mau nyoba motornya dulu ya"
"yah, hati-hati. Om pamit ya"
"ya om, om hati-hati juga"
Mobil pick-up itu pun pergi dan ahmad segera mencoba motor barunya.
Vroom! Vroom!
"wuihh, gini toh rasanya beli motor pake uang sendiri? Meskipun bukan uang dari kerja"
"oke waktunya jalan-jalan"
Ahmad pun segera tancap gas dan pergi berkeliking u tuk menghilangkan stess dikepalanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
gua berharap banget novel ini dibaca banyak orang dan banyak yang suka.
di noveltoon kebanyakan novel romantis atau kultivasi jadi gua mau berbeda dari yang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Samuel Sety Atmaja
gw dukung thor
2023-03-04
0
Yahya
gw setuju thor di NT kebanyak kultivasi atau fantasi timur. fantasi baratnya dikit mungkin efek komik manhuanya kali ya
2023-02-27
0
anggita
suara kuda lari.. tukutuk. tukutuk. klo suara kereta api tut tut tut..
2023-02-03
0