Bab 11

"Tapi ada yang lebih manis dari ini,," ucap Rangga sambil menatap Jasmine

"Apa?" tanya Jasmine beralih menatap Rangga

"Kamu" Jawab Rangga dengan terus menatap Jasmine dengan senyumnya

"Ck! dasar tukang gombal! kak Rangga pikir aku akan meleleh gitu dengan gombalan kak Rangga?! Halah modus lama, pasti cewek cewek kakak udah sering banget kakak gombalin kayak gitu! dan mereka pasti langsung memeleh!" jawab Jasmine pura pura biasa saja, padahal dalam hatinya ingin sekali meledak

"Emang beda ya perawannya pak Dika!" kekeh Rangga namun tatapannya tidak putus sedikit pun dari Jasmine

"Itu yang bikin aku makin cinta" gumam Rangga dengan tersenyum lalu beralih pada eskrimnya

"Kakak ngomong apa?" tanya Jasmine karena samar samar mendengar ucapan Rangga

"Gak ada,, ayo cepat habiskan eskrim mu, nanti perawannya pak Dika dicariin lagi karena gak pulang pulang" jawab Rangga dengan tersenyum

"Iyaaaaa" sahut Jasmine dengan masih penasaran, apa yang dikatakan Rangga yang tidak bisa dia dengar dengan jelas.

Setelah menghabiskan Eskrim Mereka, Rangga mengajak Jasmine segera pulang.

Sementara itu, di resto keluarga pak Dirdja yang di kelola Dika dan Fatih kini sedang menghadapi peninjauan ulang izin usaha mereka yang sebenarnya sudah bertahun tahun berdiri namun baru kali ini mendapatkan surat dari pemerintah bahwa resto itu akan di tinjau kembali izin pendiriannya. Di ruangan manager sekarang ada Dika, Fatih, Oma dan Opa.

"Kenapa di tinjau ulang yah? setiap bulan kita rutin bayar pajak, kita juga punya surat surat pendirian resto ini, tanah dan bangunan juga surat suratnya lengkap" ucap Fatih

"Kabarnya pemerintah akan mengambil alih tempat ini dan akan dijadikan pusat perkantoran.. peninjauan ulang hanya alasan mereka untuk mencari celah agar kita mau melepas tempat ini " ucap pak Dirdja

" Bukannya pemerintah memiliki banyak lahan kosong di kota ini?! kenapa harus resto kita?! ini benar benar gak adil!" ucap Fatih

"Kita gak boleh gegabah, yang kita hadapi bukan orang biasa. Oma rasa mereka akan memberi penawaran agar kita mau pindah dari sini. Bisa saja jika kita menolak, mereka akan mencabut surat izin pendirian usaha di resto kita. Itu bisa saja terjadi, meskipun resto ini sudah bertahun tahun berdiri,,," ucap Oma

"Oma benar,, kita pun juga harus mencari tau kenapa tempat kita saja yang di tinjau, sedang di samping samping kita tidak?" ucap Opa

"Sekarang kita kumpulkan semua dokumen penting di resto ini untuk mempertahankan hak kita. Sejauh dan semaksimal kita berusaha mempertahankan, tapi Jika Allah berkehendak lain, maka kita hanya bisa mengikhlaskan dan mencari tempat baru " ucap Dika dan semua setuju.

**

Di tempat lain, Rangga dan Jasmine baru saja sampai di rumah. Namun rumah itu terlihat sepi. Lalu keduanya turun dari motor

"Kayaknya rumahmu gak ada orang" ucap Rangga

"Mungkin belum pada pulang,, Aku berani kok dirumah sendiri" ucap Jasmine

"Beneran?!" tanya Rangga

"Iyah beneran" jawab Jasmine

Rangga terlihat ragu akan meninggalkan Jasmine, dia takut gadis itu kenapa napa

"Udah aku tunggu disini sampai ada keluarga mu pulang" ucap Rangga lalu duduk di kursi teras

"Ya ampun,, Jasmine berani kak,, lagian ini masih siang juga, masih terang! memangnya Jasmine anak kecil apa?! udah sana pulang! aku mau tidur siang" ucap Jasmine

"Siang setan gak ada tapi setan kepala hitam bisa aja gangguin kamu! kalau kamu kenapa napa gimana?!" tanya Rangga

"Gak ada,, aku udah biasa sendiri dirumah" jawab Jasmine

"Udah kamu masuk saja, aku akan berjaga disini" ucap Rangga

"Dih, ngeyel! terserah deh, Aku mau tidur!" ucap Jasmine lalu mengambil kunci dari tas dan membuka pintu rumah. Sementara itu Rangga masih duduk di kursi sambil menunggu keluarga Jasmine pulang.

Lalu Jasmine masuk dan berjalan menuju ke kamarnya. Gadis itu berganti pakaian, lalu merebahkan dirinya di atas ranjang. Ingin memejamkan mata dan segera tidur namun begitu sulit.

"Aaah! jadi kepikiran kan?!" Lalu Jasmine duduk dan keluar dari kamar, dia berjalan pelan dan mengintip dari balik gorder, ternyata Rangga benar benar masih di depan rumah sambil bermain game di ponselnya.

" Ya ampunnnn,,, dia beneran jagain aku?!" batin Jasmine

Gadis itu merasa terharu, lalu dia berjalan ke dapur untuk membuat minuman. Setelah jadi dia membawa keluar bersama dengan cemilan.

"Loh, gak jadi tidur siang?" tanya Rangga kaget saat melihat jasmine keluar dengan membawa nampan

"Gak bisa tidur, ini diminum, tapi jangan GR yah! ini cuma sebagai bayaran kakak temenin aku dirumah" ucap Jasmine dengan ketus

Rangga terkekeh, lalu mengambil gelas berisi es teh dan meminumnya

"Siapa juga yang GR!" sahutnya lalu meletakkan kembali gelasnya dan kembali bermain game di ponselnya.

"Lama banget sih mama pulang!" ucap Jasmine

Jasmine kesal karena Rangga sibuk dengan ponselnya, tapi mau melarang juga apa hak nya?!, jadilah dia menggerutu sendiri

Rangga melihat Jasmine cemberut, lalu pemuda itu menutup gamenya dan menyimpan ponselnya.

"Kenapa cemberut?" tanya Rangga

"Siapa yang cemberut?" Jawab Jasmine lalu mengambil kentang goreng dan memasukkan kedalam mulutnya

" Itu bibir di monyong monyongin, minta di cium?!" kekeh Rangga dan sontak membuat Jasmine menoleh dengan tatapan tajam melebihi tajamnya silet.

Tin!

Keduanya menoleh ke depan dan terlihat Abyan dan Dinda baru sampai di rumah.

"Selameeeeet dari amukan!" batin Rangga sambil mengelus dadaa

.

.

.

.

.

Ya ampunnn Rangga! 🤯

Terpopuler

Comments

Rinjani

Rinjani

weswes Rangga pasti kepikiran takut Chika dtg🤭😄🥰🌹🌹❤❤💐👏

2023-02-14

3

Nie.aja

Nie.aja

😂😂😂😂

2022-12-29

1

Desilia Chisfia Lina

Desilia Chisfia Lina

wah rangga jentel banget

2022-12-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!