Rangga dan Jasmine baru saja sampai di depan rumah Jasmine. Setelah tadi mereka makan bakso bersama dengan teman teman yang lain. Tampak saat itu mobil Dika sudah parkir di depan rumah,
"Makasih ya kak" ucap Jasmine kepada Rangga sambil memberikan helm kepadanya
"Iya, besok pagi aku jemput ya, kamu bareng aku aja ke puncak. Pasti Ayah gak bisa anter kamu" ucap Rangga
"Emm,, nanti aku tanya ayah dulu ya,, nanti aku kabari kakak kalau aku ikut kakak apa di anter ayah" jawab Jasmine
"Oke,, kalau gitu aku pulang yah" ucap Rangga dengan tersenyum pada Jasmine
"Iya,, makasih" ucap Jasmine dengan tersenyum kecil
"Iya pa mereka tetep ngotot mau gusur resto kita, mau gak mau kita beradu di meja hijau untuk mempertahankan apa yang kita punya"
"Dika gak akan diem aja, pokoknya Dika akan berusaha semaksimal yang Dika bisa. Dika sudah mengubungi pengacara kita buat bantu ngurus semuanya nanti. Papa tenang ya,, Jangan sampai mama tau soal ini dulu sebelum semuanya aman terkendali, takutnya mama drop lagi"
Terdengar suara Ayah Jasmine yang sedang menelfon kakek Jasmine sepertinya. Jasmine dan Rangga yang masih berada di depan rumah sama sama saling diam dan mendengarkan percakapan Dika, kemudian suara itu menjauh, mungkin Dika masuk kedalam ruangan lain.
"Jasmine,,,"
Rangga menyentuh bahu Jasmine dan membuat gadis itu kembali berbalik menatap Rangga
"Kak,,"
"Kamu jangan Khawatir, aku akan bantu mengurus masalah ini, kamu percaya kan pada kakak?!" tanya Rangga saat keduanya saling menatap
"Iya,, Jasmine percaya" jawab Jasmine dengan mata berkaca kaca
"Sekarang kamu masuk, dan istirahat yah. kakak pergi sekarang" ucap Rangga
Kemudian pemuda itu pergi meninggalkan Jasmine yang masih berdiri menatap kepergiannya. Rangga tidak langsung pulang, tapi pemuda itu akan datang kerumah paman Chika yang dia ketahui adalah seorang yang berpengaruh di kota besar itu.
**
Rangga baru saja sampai di gerbang rumah besar paman Chika, dia tidak bisa langsung masuk karena harus melewati pemeriksaan terlebih dulu.
"Ada keperluan apa mencari tuan Prabu?" tanya petugas keamanan
"Saya Rangga, anak pemilik rumah sakit Tri Medika, saya disuruh papa saya untuk mengantarkan pesan langsung kepada pak Prabu" ucap Rangga, terpaksa dia menjual papanya agar bisa masuk kedalam dan bertemu dengan paman Chika
"Sebentar"
Petugas keamanan itu terlihat sedang menelfon ke dalam, tak lama petugas itu memperbolehkan Rangga masuk setelah mendapat perintah dari dalam. Tidak membuang waktu, Rangga menjalankan motornya memasuki halaman luas rumah paman chika. Sampai di depan Rangga memarkirkan motornya dan berjalan masuk kedalam, namun dia kembali di periksa sebelum di perbolehkan masuk kedalam.
"Silahkan masuk" ucap petugas saat tidak mendapati hal mencurigakan dan membahayakan dari Rangga. Lalu Rangga masuk kedalam dan duduk di sofa tamu, menunggu pemilik rumah besar itu keluar.
Beberapa menit menunggu, keluar lah seorang pria paruh baya berpakaian santai menghampiri Rangga
"Ada perlu apa kamu datang kemari?" tanya pak Prabu saat duduk di sofa
"Mungkin bapak perlu kenal saya. Nama saya Rangga anak dari Angga dermawan, pemilik rumah sakit Tri Medika. Saya datang kemari meminta kepada bapak untuk menghentikan rencana bapak menggusur dan mengambil lokasi Waroeng Noesantara. Jangan mengusik jika bapak tidak ingin terusik" ucap Rangga
Pak Prabu diam sesaat,
"Jangan bapak pikir saya tidak tau, siapa yang menyuruh anda untuk mengusik tempat itu. Pasti itu karena Keponakan bapak, Chika kan?!" ucap Rangga lagi
"Kenapa kamu ikut campur?! sedang kamu tidak tau menau soal letak tata kota " ucap pak Prabu
"Hah?! jika memang mereka salah, kenapa tidak sejak dulu di gusur?! bapak pikir saya bodoh?! Lebih baik bapak berhenti mengusik resto itu, atau kasus papanya Chika akan muncul ke permukaan" ucap Rangga
"Tau apa kamu hah?!" sungut pak Prabu,
Pak Prabu mengumpat dalam hati karena mendapat ancaman dari anak muda seperti Rangga.
"Anak ini hanya menggertak ku!" batin pak Prabu
Rangga tersenyum miring melihat pria paruh baya itu terlihat emosi
"Tidak perlu emosi pak, cukup bapak ikuti apa mau saya, maka saya akan diam. Ingat, jika Papa Chika di penjara, bapak akan ikut terseret dalam kasus itu! Silahkan bapak pikirkan baik baik"
"Saya permisi"
Rangga bangkit dari tempat duduknya kemudian melenggang keluar dari rumah besar itu tanpa rasa takut. Sedang pak Prabu masih tercengang saat dia hadapkan dengan bocah ingusan yang malah mengancam posisinya. Pilihan yang sulit, dan dia tidak bisa gegabah
"Apa benar dia tau semuanya? atau anak itu hanya mengarang cerita?! tapi,, dia anak seorang pengusaha sukses, bisa saja dia mencari tau semuanya! Ini tidak bisa di biarkan, aku tidak mau di penjara"
.
.
.
.
Tinggalin jejak kalian dong gaessss, yang rameeeee 😌
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Erna M Jen
bagus rangga ..
kau cepat sekali bergerak
2024-09-09
0
Zeplin Radison
Rangga kayak profesional 😀
2023-03-14
1
Esther Lestari
Rangga beraksi👍👍
2023-03-09
1