Pagi itu Jasmine baru sampai di sekolah, setelah di antar Abyan dengan motor nya. Setelah mengantarkan adiknya, Abyan langsung pergi menuju kampusnya. Pemuda itu sedang mengenyam pendidikan di salah satu kampus Negeri jurusan Pendidikan Olahraga dengan beasiswa penuh. Sedangkan Fatih sendiri sudah bekerja membantu Dika mengelola Restoran milik keluarga mereka.
Jasmine berjalan sendiri melewati halaman sekolah
Tiiiiinnnn!
Jasmine terjingkat kaget sampai menyingkir ke pinggiran saat merasa akan di tabrak mobil, ternyata Chika dan teman temannya lewat sambil tertawa ke arahnya.
"Astagfirullah!" ucap Jasmine menatap mobil Chika yang terus berjalan menuju parkiran
"Jasmine,, kamu gak papa kan?!"
Jasmine menoleh dan melihat teman seangkatan namun beda kelas, tapi satu ekskul dengan Jasmine dan Rangga. Rangga begitu kesal jika Rakha mendekati Jasmine, meski hanya mengajaknya ngobrol biasa.
"Aku gak papa Rakha" jawab Jasmine
"Siapa sih mereka,? kok jahat banget mau nabrak kamu?!" tanya Rakha
"Chika dan teman temannya..." Jawab Jasmine
Saat sedang bicara berdua, Rangga baru saja sampai dan melihat Jasmine bersama Rakha. Dengan cepat Rangga memarkirkan motornya dan berjalan mengikuti keduanya.
"Jas, nanti pulang ekskul bareng aku ya" ucap Rakha
"Enak saja!" batin Rangga dengan rahang sudah mengeras
"Aku,,,"
"Aku pulang bareng Jasmine" sahut Rangga dan membuat Jasmine juga Rakha menoleh kebelakang
"Rangga?!" Jasmine dan Rakha bersamaan menyebut nama Rangga
"Kenapa?! kaget?!" ucap Rangga menatap Rakha dengan tatapan tak suka
"Apa sih kamu?! aku ngajak Jasmine, kenapa kamu yang jawab?!" Rakha tersulut emosi
"Karena aku sudah bilang akan mengantar Jasmine pulang!" jawab Rangga
"Udah cukup! kalian berdua diem! aku gak mau pulang bareng diantara kalian berdua! Aku bisa pulang sendiri! kalau kalian masih mau ribut, sono ke lapangan sepak bola!" Ucap Jasmine kemudian memilih pergi
"Jasmine tunggu!" Ucap Rakha akan pergi mengejar Jasmine namun sudah di tarik tasnya seperti anak kucing oleh Rangga
"Kamu mau kemana?!" ucap Rangga kemudian menarik Rakha
"LEPASIN!" Sarkas Rakha sambil menyentak tasnya agar terlepas dari Rangga. Namun Rangga masih tidak mau melepaskan dan malah menyeret Rakha ke belakang gedung kosong di sekolah itu. Lalu Rangga melepaskan Rakha ketika mereka sudah sampai dan hanya berdua.
"Kenapa kamu selalu ikut campur urusanku dan Jasmine hah?!" Sarkas Rakha menarik krah baju Rangga dan menatapnya dengan sangat tajam. Sementara Rangga terlihat santai saja
"Aku gak suka kamu dekat dekat dengan Jasmine!" jawab Rangga dengan penuh penekanan
"Kenapa?! memangnya siapa Jasmine?! dan kamu, apa belum puas juga punya banyak pacar bahkan sudah hampir satu sekolah kamu pacari hah?!" sarkas Rakha
"Urusan Jasmine adalah urusanku! Aku sudah bilang, aku tidak suka kamu dekati Jasmine, mending cari cewek lain aja sana!" ucap Rangga
"Aarrgghhh!" Rakha mengangkat tangannya dengan bogeman kuat yang siap mendarat ke wajah Rangga
"Mau apa?"
"Mau pukul?!"
"Ayo pukul!"
Rangga menyodorkan wajah tampannya itu agar Rakha dengan mudah melesatkan bogeman nya. Dan karena sudah tersulut emosi, Rakha benar benar memukul wajah Rangga dan membuat pemuda itu tersungkur. Ujung bibir Rangga langsung robek karena begitu kerasnya mendapat pukulan tanpa perlawanan.
"Jika kau mau bersaing, bersaing dengan sehat!" Ucap Rakha kemudian dia pergi meninggalkan Rangga sendiri.
Rangga hanya tersenyum kecut saat melihat Rakha pergi ke kelasnya.
Lalu Rangga mengambil tas nya dan berjalan santai menuju ke UKS. Rangga tau jika pagi itu Jadwal Jasmine piket membersihkan ruangan UKS, dan Rangga memanfaatkan kesempatan itu untuk bertemu Jasmine. Rangga menutupi Lukanya agar tidak diketahui oleh para kekasih kekasih centilnya yang terus saja memanggil manggilnya saat dia melintas di depan kelas mereka. Melihat itu, Rangga terus berjalan dan sesekali menyuruh gadis yang mengikutinya untuk masuk ke dalam kelas.
Sementara itu Jasmine sedang menyapu ruangan UKS bersama temannya Difa, Kemudian Jasmine mengambil skop sampah dan mengangkat sampah itu lalu membuangnya ke kotak sampah. Saat akan kembali, Jasmine melihat Rangga yang sudah ada di depan ruangan UKS dengan wajah terluka. Jasmine memutar bola mata jengah saat melihat kondisi Rangga, karena hal itu bukan untuk yang pertama kali.
Kemudian Jasmine meletakkan sapu dan skop sampah lalu masuk kedalam UKS tanpa menghiraukan keberadaan Rangga.
"Difa, tolong kamu urus pasien itu yah! aku ke kelas dulu" ucap Jasmine sambil mengambil tasnya
Melihat siapa pasiennya, Difa langsung menganga
"Gak bisa Jas, aku ada ulangan pagi ini, kamu aja yah, nanti selesai ulangan aku balik ke UKS" ucap Difa lalu buru buru mengambil tas dan pergi meninggalkan Rangga dan Jasmine.
Jasmine menghela nafas berat sementara Rangga masih diam saja.
"Duduk" ucap Jasmine dan Rangga patuh, pemuda itu masuk lalu duduk di kursi. Dalam sebulan Rangga sudah 4kali masuk kedalam UKS karena terluka.
Kemudian Jasmine menuliskan daftar pengunjung UKS
"Ini kunjungan ke tiga, sekali lagi berkunjung, dapet payung!" cetus gadis itu dan Rangga terkekeh kecil
Jasmine menatap sebal, lalu dia mengambil kotak obat
"Tunggu Dokter Hana datang saja. Mungkin sebentar lagi sampai" ucap Jasmine
"Nanti infeksi" jawab Rangga
Jasmine menghela nafas lagi,
"Udah kamu aja sendiri yang ngobati, kamu kan calon dokter, ini obatnya" Jasmine memberikan kotak obat itu di depan Rangga
"Mana bisa ngobatin luka sendiri?! gak kelihatan lah , gimana sih?" ucap Rangga
"Cerewet sekali!" gumam Jasmine
"Aku dengar ya!" sahut Rangga
"Udah sana pindah ke ranjang!" cetus Jasmine dan Rangga pindah ke ranjang persakitan di UKS. Lalu Jasmine memasang sarung tangan dan mengambil obat di dalam kotak obat.
"Ini kenapa lagi sih?!" ucap Jasmine sambil memberikan tekanan pada luka di pipi Rangga
"Awww!" teriak Rangga karena merasakan sakit pada lukanya
"Di tonjok cowok yang deketin kamu pagi tadi" jawab Rangga sambil meringis menahan sakit
Jasmine tidak mau menatap wajah tampan Rangga, dia memilih tetap fokus mengobati lukanya saja.
"Dasar kurang kerjaan!" sungut Jasmine
Lalu Jasmine mengganti kapasnya dan akan membersihkan luka di ujung bibir merah Rangga yang sepertinya sobek. Berhadapan dengan begitu dekat seperti itu, membuat Rangga begitu senang. Meski Jasmine menolaknya, tapi dia bisa menatap wajah cantik itu dengan sangat dekat, bahkan jantungnya kini sudah seperti ingin melompat. Belum lagi, kedua kelopak mawar pink milik Jasmine seolah melambai lambai minta di sesap. Ah,, pasti manis!
"Aduh,, pelan pelan Jasmineeeee!"
Rangga terjingkat dan lamunannya buyar saat Jasmine kembali menekan lukanya dengan sedikit kuat.
.
.
.
.
Makane too Rangga, ojo miker mesum! 🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
ATITUSMIATI
Rangga modus
2024-05-31
0
Esther Lestari
modus mu Rangga😂
2023-03-09
2
Rinjani
uuuh dasar Modus Rangga🤣🤣🙈
2023-02-13
0