Bab 20

Di dalam gua.

Di sana terdapat anak muda yang sedang melakukan meditasi, anak muda itu sangat serius saat bermeditasi dan dia juga sedang menyerap energi langit dan bumi di dalam gua itu.

Yaa pemuda itu tidak lain adalah Kurnia. Kurnia saat ini sedang bermeditasi, karena sebelumnya dia sudah meminum pil Plusan dan pil Marrie. setelah mengkonsumsinya Kurnia berhasil memuliakan lukanya dan dia sembuh totol dari lukanya itu.

Dan juga kekuatan Kurnia bertambah.

Beberapa saat kemudian suara dan energi langit dan bumi keluar dari tubuh Kurnia. energi itu menyelimuti semua tubuh Kurnia, Kurnia juga terlihat lebih kuat dari pada biasanya.

" argh..." (teriakan Kurnia)

Ternya Kurnia saat ini sedang melakukan terobosan menaikkan tingkat kultivasinya. Dan Kurnia berhasil.

Sekarang Kurnia lebih kuat juga tingkat kultivasinya naik menjadi Mendingkers tingkat menengah, itu sangat berharga bagi Kurnia.

Kurnia pun berteriak karena kegembiraan ini, Kurnia tidak menyangka akan secepat ini dia bisa menerobos ke tingkat Mendingkers tingkat menegah.

Beberapa hari sebelumnya.

Setelah Kurnia memutuskan untuk berlatih dan mengkonsumsi kedua pil itu di dalam gua ini. Kurnia langsung memulainya tanpa basa basi lagi di segera duduk bersila, lalu menenangkan pikirannya, setelah merasa tenang dia mulai mengeluarkan pil Marrie, untuk di meminumnya terlebih dahulu sebelum meminum pil Plusan.

Karena sebelumnya Kurnia sudah bertanya kepada Zaza, diantara pil Plusan dan pil Marrie, dia harus mengkonsumsi pil yang mana terlebih dahulu.

Zaza berkata kalau itu tidak akan bermasalah, anatar pil mana yang harus di minum terlebih dahulu, karena khasiat kedua pil itu tidak akan berkurang, walaupun di minum pertama atau kedua.

Tapi Zaza menyarankan Kurnia agar mengkonsumsi pil Marrie terlebih dahulu, karena lebih baik menyembuhkan luka Kurnia, agar kalau nanti bermeditasi akan lebih mudah.

Kembali lagi saat Kurnia mengkonsumsi pil Marrie, beberapa menit kemudian Kurnia merasa seluruh tubuhnya terasa ringan dan sudah tidak ada rasa sakit lagi, dan itu tandanya Kurnia sudah sembuh totol.

" Wow pil Marrie ini sangat hebat, setelah meminumya beberapa menit saja, luka yang ada di tubuhku langsung sembuh seketika." (kata Kurnia)

" itu karena tuan memenuhi syarat untuk meminumnya dan khasiat pil itu dengan cepat akan langsung bekerja di dalam tubuh tuan." (kata Zaza)

" Baiklah sekarang waktunya untuk memulihkan tenagaku." (kata Kurnia)

Setelah itu Kurnia langsung mengkonsumsi pil Plusan untuk memulihkan tenaganya. Seperti saat mengkonsumsi pil Marrie tadi, hanya selang beberapa menit saja, Kurnia langsung merasa kekuatannya kembali pulih dengan cepat. efek pil Plusan juga secepat pil Marrie tadi.

" Bagaimana perasaan anda tuan?" (kata Zaza)

" ini lebih baik dari yang aku kira, tubuhku seperti hidup kembali dan energi di dalam tubuhku juga bertambah, seakan akan itu akan meledak keluar. Menurut keadaan tubuhku saat ini aku merasa akan menerobos tingkat kultivasi. apakah tebakanku benar Zaza? apakah kamu bisa merasakannya Zaza?" (kata Kurnia)

" Dari tanda tanda yang di sebutkan oleh tuan, hamba juga berfikir kalau tuan cepat atau lambat akan menerobos tingkat. mungkin membutuhkan sekitar 1 minggu untuk tua menerobos tingkat, 1 (satu) minggu itu pun waktu yang hamba perkirakan paling cepat." (kata Zaza)

" Apa..?? 1 (satu) minggu. itu pun waktu paling cepat? berarti aku mungkin akan menunda untuk menerobos tingkat ini. dari pada harus menerobos tingkat dan harus bermeditasi 1 (satu) minggu di dalam gua ini, lebih baik aku mengikuti pertandingan Asakanda." (kata Kurnia)

" Hamba menyarankan tuan untuk melakukan terobosan di sini tuan, dalam waktu normal 1 (satu) minggu, Tapi bukankah tuan memiliki pil Ular red long? apakah tuan lupa kalau pil itu bisa membantu mempermudah dan mempercepat untuk tuan melakukan terobosan. Kalau tuan mengkonsumsi pil Ular red long, mungkin hanya membutuh sekitar beberapa hari saja, untuk tuan berhasil menerobos tingkat kultivasi tuan." (kata Zaza)

" Kamu benar Zaza. Bagaimana aku bisa melupakan keberadaan pil Ular red long itu. Baiklah aku akan melakukan terobosan ini dengan cepat. menerobos naik tingkat selanjutnya, ayo semangat..." (kata Kurnia)

Kurnia pun mengkonsumsi pil Ular red long dan bermeditasi. itu lah yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Kembali lagi di hari ini, Kurnia yang berhasil menerobos dan naik ke tingkat Mendingkers tingkat menegah.

" Haha... haha.... akhirnya aku berhasil menerobos ke tingkat Mendingkers tingkat menegah, aku sangat menyukai ini dan tidak ada bosan bosannya. Zaza sudah beberapa hari aku bermeditasi di sini?" (kata Kurnia)

" Tuan bermeditasi di dalam gua ini sekitar 3 (tiga) hari." (kata Zaza)

" Woww... itu sangat cepat, jadi aku menerobos 1 (satu) tingkat hanya memerlukan 3 (tiga) hari saja saat bermeditasi, aku pikir aku memang seseorang jenius hahaha. Baiklah sekarang masih ada 4 (empat) hari lagi yang tersisa untuk acara bertanding Asakanda akan di mulai, aku masih bisa bersantai santai di sini." (kata Kurnia)

" Tapi tuan bukannya tuan bilang sebelum kita keluar dari kediaman Keluarga Chen dan di kejar kejar oleh kedua tetua itu, anda bilang kurang 1 (satu) minggu lagi acara pertandingan Asakanda akan di mulai.??" (kata Zaza)

" Yaa itu memang benar, memangnya ada apa? apakah ada yang salah.?? bukankah memang benar 1 (satu) minggu itu ada 7 (tujuh) hari. sedangkan aku bermeditasi di sini hanya 3 (tiga) hari saja. Jadi masih ada 4 (empat) hari lagi untuk pertandingan Asakanda di mulai." (kata Kurnia)

" Tuan memang benar dalam hal itu, tapi ada yang tuan tidak tau. Tuan memang bermeditasi 3 (tiga) hari saja. akan tetapi saat tuan pertama kali masuk ke dalam gua ini, jika di hitung dari hari saat meninggalkan kediaman keluarga Chen, tuan sudah menghabiskan sekitar 5 (lima) hari di sini." (kata Zaza)

" Oh... berarti hanya 5 (lima) hari. itu masih... eehh... apa?? apa... 5 (lima) hari? gila aku kira aku di sini hanya 3 (tiga) hari. bagaimana aku bisa lupa saat pertama kali kemari untuk menyembuhkan luka lalu mencari harga karun juga bertarung melawan ular red long. sekarang langit sudah akan gelap, lebih baik aku berangkat ke kota sekarang agar tidak terlambat untuk mendaftarkan ikut acara pertandingan Asakanda." (kata Kurnia)

Saat itu Kurnia mulai perjalanannya ke kota Asakanda di saat langit akan mulai gelap.

Dari jarak gua sampai ke kota Asakanda memerlukan waktu sekitar setengah hari, jadi Kurnia harus bisa sampai di sana sebelum pendaftaran untuk mengikuti pertandingan Asakanda di tutup.

Setelah berhasil keluar dari gua, dengan cepat Kurnia langsung berlari secepat mungkin dan juga menggunakan langkah shadownya.

Dan langit pun mulai gelap hanya ada sedikit sinar bulan yang menyinari, Kurnia tetap melanjutkan perjalanannya.

Setelah menempuh setengah perjalanan, Kurnia melihat ada seseorang laki laki yang berlari ke arahnya. Kurnia yang merasa ada yang aneh dan juga karena di sini adalah hutan jadi dia harus tetap waspada. Kurnia yang melihat itu pun langsung menyembunyikan dirinya agar laki laki itu tidak melihatnya.

Laki laki itu se umuran dengan Kurnia, tapi laki laki itu berlari dengan buru buru juga pandangannya sesekali melihat ke arah belakang, seperti dia di kejar oleh hal yang berbahaya.

Dan juga ternyata laki laki itu terluka cukup parah, maka dari itu ketika dia berlari, walaupun berlari dengan sungguh sungguh tetap saja laki laki itu hanya berlari pelan karena dia terluka.

" Lebih baik aku pergi dari sini jangan ikut campur masalah orang lain." (kata Kurnia)

Ketika Kurnia akan meninggalkan tempat itu Kurnia melihat ada 3 (tiga) orang yang berlari ke arah laki laki tadi dan 3 (tiga) orang itu memakai pakaian serba hitam dan juga mereka menutupi wajah mereka dengan kain hitam.

Kurnia yang melihat itu pun mengurungkan niatnya untuk pergi, Kurnia kembali bersembunyi dan ingin melihat sebenarnya apa yang terjadi.

" Kalau yang aku lihat ketiga orang berpakaian hitam itu mungkin seseorang pembunuh bayaran, kalau tidak mengapa mereka memakai pakaian serba hitam dan juga menutupi wajah mereka. Mungkin laki laki yang berlari dan terluka itu adalah target mereka." (kata Kurnia)

Ketiga orang berpakaian hitam itu akhirnya berhasil menyusul laki laki tadi.

" Hahaha... he'e bocah jangan berlari lagi, untuk apa berlari lagi kalau kamu tetap akan mati di hutan ini. Lebih baik kamu serahkan dirimu biar kami bisa membunuhmu dengan cepat agar kamu mati tanpa merasakan sakit." (kata salah satu dari ketiga orang itu)

" Kenapa... kenapa kalian mau membunuhku, apa aku pernah berbuat salah kepada kalian?" (kata Laki laki itu)

" Kamu memang tidak ada salah kepada kami, kami hanya menjalankan tugas saja, dan itu untuk membunuhmu." (kata salah satu dari ketiga orang itu)

" Jadi kalian adalah pembunuh bayaran?" (kata Laki laki itu)

" Yaa kami adalah pembunuh bayaran." (kata salah satu pembunuh bayaran itu)

" Siapa yang menyuruh kalian? dan berapa banyak hadiah yang kalian terima untuk membunuhku? kalau kalian tidak membunuhku dan melepaskanku, aku akan memberikan kalian hadiah 5 (lima) kali lipat dari hadiah yang kalian terima." (kata Laki laki itu)

" Hahaha... siapa yang menyuruh kami, kamu tidak perlu mengetahuinya. Sedangkan tawaran yang kamu berikan cukup menarik bagi kami, tetapi sebagai pembunuh bayaran, kami harus memiliki prioritas. Dan prioritas kami adalah menyelesaikan misi yang telah di sepakati. Jadi kalau kamu mau memberikan hadiah kepada kami dan melipatkannya beberapa pun kami tetap akan membunuhmu." (kata pembunuh bayaran itu)

Kurnia yang melihat kejadian itu, dia merasa kasihan terhadap laki laki itu, karena Kurnia juga pernah mengalami di buru seseorang, di kepung dan di kejar kejar untuk di bunuh.

Oleh karena itu Kurnia memutuskan untuk melindungi laki laki itu dan membantunya.

" Baiklah kamu lebih baik diam agar kami tidak repot repot untuk membunuhmu." (kata pembunuh bayaran)

Setelah itu salah satu seseorang pembunuh bayaran itu melambai tangannya, itu adalah isyarat untuk melakukan pembunuhan. Melihat kode tersebut kedua pembunuh bayaran lainya berlari menyerang laki laki itu.

Sebelum mereka bisa menyerang laki laki itu, akhirnya Kurnia memutuskan turun tangan, Kurnia keluar dari tempat persembunyiannya. Saat keluar dari persembunyian, Kurnia langsung menggunakan langkah shadow.

" Langkah shadow." (kata Kurnia)

Secara tiba tiba Kurnia muncul di depan laki laki itu dan menahan serangan dari kedua pembunuh bayaran itu.

Kurnia berhasil menahan serangan kedua orang itu dan Kurnia membalas serangan mereka. Kedua pembunuh bayaran yang masih terkejut oleh ke datang Kurnia, tidak sempat menghindar dari serangan balasan Kurnia.

Akan tetapi hanya 1 (satu) pembunuh bayaran yang terkena serangan Kurnia yang fatal. dan pembunuh bayaran itu langsung memuntahkan darah.

" uhukk... " (suara muntahan darah dari salah satu pembunuh bayaran itu)

Sedangkan yang satu lagi memang terkena serangan Kurnia, tapi dia sedikit bisa menghindarinya, jadi tidak terluka cukup parah.

" Siapa kamu? kenapa kamu mencampuri urasan kami?" (kata Pemimpin pembunuh bayaran itu) yang menyaksikan kedua anak buahnya di serang.

Kurnia yang tidak mau menanggapi ketua pembunuh bayaran itu, Kurnia hanya bertanya kepada laki laki itu.

" Apakah kamu tidak apa apa?" (kata Kurnia)

" Yha aku tidak apa. terima kasih untuk bantuannya tadi." (kata Laki laki itu)

Ketua pembunuh bayaran yang bertanya kepada Kurnia, tapi Kurnia tidak menghiraukannya, dan ketua pembunuh bayaran itu marah.

" Dasar serangga kecil berani beraninya kamu mengabaikanku?? Aku akan membunuhmu dan laki laki itu bersama sama sekarang juga." (kata ketua pembunuh bayaran itu)

" Oh.. baiklah, aku akan menunggu kamu berhenti mengoceh, lalu kita bisa bertarung." (kata Kurnia)

" Hahaha.... hanya serangga di tingkat Mendingkers menengah saja berani melawan kami?? anak buahku memang bukan lawanmu karena mereka hanya di tingkat Mendingkers tingkat rendah. Tapi kalau aku berbeda, Aku sudah di tingkat Mendingkers tingkat tinggi. Bagiku kamu hanyalah seekor serangga kecil, aku bisa membunuhmu dengan mudah." (kata ketua pembunuh bayaran itu)

" Baiklah kita lihat siapa yang akan mati." (kata Kurnia)

" Kamu akan menyesal karena berani berurusan denganku." (kata pemimpin pembunuh bayaran itu)

Sebelum mereka saling menyerang, Laki laki itu menyarankan Kurnia agar pergi dari sini, karena Kurnia bukan lawan pemimpin pembunuh bayaran itu.

Kurnia hanya di tingkat Mendingkers menengah sedangkan ketua pembunuh bayaran itu di tingkat Mendingkers tingkat tinggi. jadi laki laki itu khawatir Kurnia akan terseret dan terbunuh karenanya.

Akan tetapi Kurnia bilang, kalau dia tidak perlu khawatir. karena Kurnia bisa mengalahkan mereka semuanya.

Terpopuler

Comments

Putra_Andalas

Putra_Andalas

ntah pikun atau emg Goblok loe,Thor...😬
barusan diatas naik ke Tk.Mendingkers Menengah , skrang naik lagi tapi masih di Tingkatan yg SAMA..!!! 💥

2024-12-18

0

Putra_Andalas

Putra_Andalas

klo pelupa bkin catatan kaki , Author Goblok...!!

2024-12-18

0

Dhewa Samadhi

Dhewa Samadhi

anjing bener ini novel,,,,

2024-11-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!