Bab 16

Setelah lama Kurnia berhenti di jalan buntu dan menerima nasibnya saat ini karena tidak menemukan apa, akhirnya Kurnia memutuskan untuk berjalan keluar dari dalam gua. sebelum Kurnia berjalan keluar ada yang sedang mengajaknya berbicara.

" Tuan tolong jangan keluar dulu." (kata Zaza)

Ternyata yang mengajak bicara Kurnia itu adalah Zaza. Kurnia lupa keahlian dari Zaza. kalau Zaza bisa merasakan energi atau benda berharga yang ada di sekitarnya.

" Ohh... iya aku hampir melupakanmu Zaza, kalau kamu bisa merasakan benda harta karun. maaf Zaza tadi aku terlalu fokus dan lelah karena tidak menemukan apa pun di sini." (kata Kurnia)

" Tidak apa apa tuan, mungkin karena tuan belum terbiasa dengan adanya Zaza si sisi tuan." (kata Zaza)

" Yaa mungkin karena itu. bagaimana Zaza apakah kamu bisa merasakan dimana harta karun itu?" (kata Kurnia)

" Hamba sudah merasakannya tuan, setelah kita berhenti di sini beberapa saat lalu." (kata Zaza)

" Bagus lah kalau begitu. Jadi di mana harta karun itu Zaza? Karena aku tidak melihat di sini dan tidak bisa merasakannya." (kata Kurnia)

" Wajar saja tuan tidak bisa merasakannya. Karena energi dari benda berharga itu ada di balik dinding jalan ini tuan." (kata Zaza)

" Jadi maksudmu harta Karun itu tersimpan di balik jalan buntu ini?" (kata Kurnia)

" Kemungkinan benar ada di balik jalan buntu ini tuan. mungkin jalan buntu ini di buat dengan sengaja agar tidak ada seseorang yang mengetahui kalau di dalam gua ini terdapat benda berharga. Sekarang tuan cobalah untuk menghancurkan dinding jalan buntu ini, tapi tetaplah berhati hati tuan. karena kita tidak tau apakah ada bahaya atau tidak di dalam sana. (kata Zaza)

" Baiklah aku akan menghancurkan dinding ini." (kata Kurnia)

Setelah itu Kurnia menghancurkan dinding itu dengan tinjunya.

" tinju iblis penghancur " (kata Kurnia)

Dan terdengarlah suara ledakan yang cukup keras.

" duarr...... "

" duarr..... "

" duarr..... " (suara ledakan)

Setelah beberapa pukulan yang di luncurkan Kurnia dengan hati hati akhirnya dinding jalan buntu itu hancur dan terlihat ada sebuah jalan rahasia.

" Ayo Zaza kita lihat ada apa di dalam sana." (kata Kurnia)

" Yaa tuan" (kata Zaza)

Setelah itu mereka berjalan masuk.

Di sisi lain di kediaman Chen.

Aula besar keluarga Chen. Aula besar sebuah keluarga biasanya di jadikan tempat untuk berdiskusi dan rapat keluarga.

" Lapor kepala keluarga." (kata Sugi Chen) " Yaa bicaralah. Apakah kalian sudah membunuh Kurnia.? (kata Shon Chen) kepala keluarga Chen)

Yaa. yang ada di aula tersebut adalah Shon Chen (kepala Keluarga Chen) Sugi Chen dan 2 (dua) tetua keluarga Chen yang di tugaskan untuk membunuh Kurnia. Shon Chen tidak tau kalau Kurnia belum mati.

" maaf kepala keluarga Chen, kami gagal membunuh Kurnia." (kata Sugi Chen)

" Apa.?? Kalian gagal membunuh Kurnia? dasar bodoh..!!! hanya membunuh seorang sampah saja tidak bisa.!! (kata Shon Chen)

" Itu karena Kurnia sangat licik tuan kepala keluarga Chen. Ternyata Kurnia juga menyembunyikan kekuatannya, meridian Kurnia juga sudah pulih. Dan dia berhasil melarikan diri. (kata Sugi Chen)

" Lalu di mana sekarang dia?" (kata Shon Chen)

" Kurnia melarikan diri ke dalam hutan tuan." (kata salah satu tetua yang mengejar Kurnia)

" Apakah kalian juga tidak bisa menemukannya?" (kata Shon Chen)

" maaf tuan kami tidak bisa menemukan Kurnia, saya rasa Kurnia sudah sangat hafal jalan jalan di hutan itu, jadi dia bisa melarikan diri dari kami." (kata salah satu tetua lagi yang mengejar Kurnia)

" Biarlah sampah itu senang dulu. aku yakin dia tidak akan berani melangkahkan kakinya di keluarga ini dan juga di kota ini." (kata Shon Chen)

" Anda benar tuan" (kata tetua itu lagi)

" Tapi kita harus tetap membunuhnya, kalau tidak mungkin akan menjadi masalah di masa depan nanti." (kata Shon Chen)

" Kepala keluarga, lebih baik kita mengumumkan berita pemburuan terhadap Kurnia lalu memberikan hadiah yang bisa menangkapnya atau pun yang membunuhnya. Kita umumkan kalau kurnia telah semena mena membunuh seseorang di keluarga Chen sebagai alasan untuk memburunya." (kata Sugi Chen)

" Yaa itu ide yang bagus. Kalian kedua tetua cepat umumkan berita ini, agar sampah itu cepat ketemu dan mati. Dan kamu Sugi Chen lebih baik kamu fokus berlatih seperti Ye Chen untuk berpartisipasi di pertandingan Asakanda." (kata Shon Chen)

" Baik tuan kepala keluarga. Aku yakin kakak Ye Chen pasti akan menjadi juara di pertandingan Asakanda kali ini dan masuk ke dalam sekte Langit Merah. menyusul kakak besar Lian Chen, pada saat itu kepala keluarga Chen akan terkenal di kota kita dan keluarga Chen akan menjadi maju." (kata Sugi Chen)

Lian Chen adalah anak pertama dari Shon Chen dan kakak dari Ye Chen. Lian Chen sekarang sudah menjadi murid dari sekte Langit merah dan berlatih di sana.

" Aku juga berfikir seperti itu." (kata Shon Chen)

Setelah itu kabar mengenai Kurnia menjadi buronan keluarganya sendiri yaitu keluarga Chen menjadi pusat perhatian di kota Asakanda.

tulisan dan foto Kurnia tersebar si mana mana.

Di kota Asakanda banyak seseorang yang sedang mencari Kurnia karena hadiah yang di berikan keluarga Chen yang bisa menangkap atau membunuh Kurnia sangat menggiurkan, yaitu 1000 (seribu) keping emas untuk yang bisa menangkapnya dan 2000 (dua ribu) keping emas yang dapat membunuhnya.

Oleh karena itu berita ini menjadi topik nomer 1 (satu) di kota Asakanda sekarang.

Kembali di mana Kurnia berada.

Saat ini Kurnia dan Zaza sedang berjalan masuk lebih dalam di gua itu, setelah Kurnia berjalan beberapa langkah dia merasakan ada aura membunuh di depannya.

" Tuan berhenti dulu, jangan meneruskan jalan tuan." (kata Zaza)

Kurnia pun berhenti berjalan sesuai arahan dari Zaza.

" Ada apa Zaza? apakah ada masalah? aku juga memiliki firasat yang buruk. karena aku merasakan ada aura membunuh di sini walaupun aura itu tidak terlalu kuat." (kata Kurnia)

" Bagus kalau tuan bisa merasakannya, insting tuan menjadi lebih kuat saat ini. mungkin insting tuan lebih peka karena tuan sudah beberapa kali bertarung belakangan ini." (kata Zaza)

" Yaa kamu benar Zaza. aku merasakan kepekaan terhadap lingkungan sekitarku dan itu lebih tajam dari biasanya." (kata Kurnia)

" Tuan berjalan majulah dan jangan sampai menimbulkan suara yang keras. Hamba rasa aura ini adalah aura binatang buas yang menjaga tempat ini." (kata Zaza)

" Baiklah." (kata Kurnia)

Kurnia melanjutkan berjalannya tapi kali ini dia lebih hati hati. Tidak lama kemudian terlihatlah binatang buas yang menjaga gua itu.

" Zaza apakah binatang buas yang kamu maksud adalah ular besar yang berada di depan kita ini? Binatang buas itu terlihat sedang tertidur." (kata Kurnia)

" Yaa tuan. Binatang buas itu adalah Ular red long. tuan harus membunuh ular red long itu sebelum dia bangun. (kata Zaza)

Terpopuler

Comments

sulistyowati Cantik

sulistyowati Cantik

slalu di sini buat dukung Kurnia 👑🥰🥰

2023-01-19

1

Mbah Wiro

Mbah Wiro

tarik terus thooor🤭🤭🤭

2022-12-21

1

info26

info26

seru seru

2022-12-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!