Sekitar lebih dari 1 (satu) jam Kurnia menunggu, Akhirnya kemudian Kurnia melihat Yuna terlihat lebih tenang dan Kurnia memberanikan diri untuk menghampiri Yuna. Kurnia pun duduk di sebelah kanan Yuna dan mengajaknya bicara.
" ehm... anu... itu... " (kata Kurnia)
Kurnia gugup dan sedikit bingung harus mulai bicara apa dan bagaimana. Kurnia mulai menenangkan pikirannya dan mulai bicara lagi kepada Yuna.
"em... masalah tadi....(kata kata Kurnia yang masih gugup) Yuna maaf tadi aku tidak sengaja. itu murni kecelakaan. Aku tidak berniat untuk meyentuh milikmu itu. Dan sebagai gantinya kamu bisa memukulku sekeras yang kamu mau. Aku tidak akan menangkis dan juga tidak akan membalas seranganmu." (kata Kurnia)
Yuna yang berdiam diri dan sedih pun akhirnya berbicara.
" Hem... Aku tau kalau kamu tidak sengaja. Dan karena kamu tulus untuk meminta maaf kepadaku. Jadi seperti yang kamu bilang tadi. Kamu harus menerima serangan dari ku dan kamu tidak boleh menangkisnya dan membalas seranganku." (kata Yuna)
" Yaa baiklah. Kamu bisa memulai seranganmu sekarang." (kata Kurnia)
Kurnia sudah bersiap siap untuk menerima serangan dari Yuna. Dan Yuna pun juga sudah bersiap akan meluncurkan serangannya ke arah Kurnia.
Tapi saat Yuna mulai meluncurkan serangannya. Yuna memberhentikan serangannya saat kurang dari 1 inci lagi serangnya mengenai Kurnia. Dan Yuna tidak melanjutkan serangannya.
Sedangkan di sisi lain. Kurnia yang melihat kejadian itu pun berkata.
" Kenapa tidak menyerangku? aku sungguh sudah bersiap menerima seranganmu." (kata Kurnia)
" Huh... Kalau aku menyerangmu. Kamu tidak mungkin bisa menahan seranganku dan kamu akan mati. Dan ketika setelah kamu mati, pasti kamu akan menghantuiku terus. Aku tidak mau di ikuti hantu sepertimu. (kata Yuna)
Sebenarnya Yuna tidak tega untuk menyerang Kurnia dan takut kalau Kurnia merasa kesakitan. Maka dari itu Yuna mengurungkan niatnya untuk menyerang Kurnia.
" huh... untung saja kamu tidak jadi menyerangku. Kalau tidak mungkin aku akan benar benar mati kalau pun masih hidup aku pasti akan menjadi orang yang cacat. (kata Kurnia)
Kurnia pun merasa lega karena dia tidak jadi terkena pukulan dari Yuna. Tapi Kurnia tidak tau mengapa Yuna mengurungkan niatnya untuk tidak memukulnya.
" Bagus kalau kamu tau diri. kalau kamu itu lemah." (kata Yuna) sebagai alasan agar Kurnia tidak curiga.
" Ya... ya... baiklah. kamu yang lebih hebat. Dan kamu yang terkuat." (kata Kurnia)
" Hahaha..... bukannya sombong. tapi kamu sendiri yang bilang lho. Bukan aku yang memaksa." (kata Yuna)
" huh... padahal tadi ketika bertarung denganku aku lah menang dan dialah yang kalah." (kata Kurnia dengan suara pelan)
" Apa? apa yang kamu katakan?" (kata Yuna)
" eh.. bukan apa apa. bukan apa apa" (kata Kurnia) karena takut kalau Yuna marah dan mengubah pikirannya untuk menyerang Kurnia.
Setelah itu mereka pun mulai melupakan apa yang telah terjadi tadi saat mereka bertarung dan mulai akrab seperti biasanya.
Tiba-tiba ada seekor burung merpati putih yang datang dan berada di atas kepala mereka berdua. Di kaki burung merpati itu terdapat sebuah surat. Merpati itu pun terbang menghampiri Yuna.
Di zaman ini burung merpati putih biasanya di jadikan untuk mengirimkan surat. agar lebih cepat dan tidak merepotkan seseorang yang ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain.
Setelah menghampiri Yuna merpati putih itu mendaratkan tubuh kecilnya ke tangan Yuna. Yuna pun mengambil surat yang ada di kaki merpati itu dan membacanya.
Selesai membaca isi surat itu Yuna sedikit merasa sedikit sedih.
Kurnia yang melihat itu pun berkata.
" Ada apa? kenapa wajahmu terlihat sedih?" (kata Kurnia)
" huh.. siapa yang sedih? aku baik baik saja." (kata Yuna)
" lalu surat apa itu?" (kata Kurnia)
" Untuk apa kamu bertanya tanya.? ini urusanku bukan urusanmu." (kata Yuna)
" Yaa Baiklah terserah." (kata Kurnia)
Sesaat setelah itu Yuna berbicara kepada Kurnia dan menjelaskan kalau dirinya akan pergi untuk kembali ke rumahnya.
" Aku akan pergi dari sini dan kembali kerumahku. Waktu yang diberikan untuk aku berlatih di hutan ini sudah selesai. Dan aku akan kembali sekarang." (kata Yuna)
" Oh... Aku juga sudah selesai dengan latihanku dan aku juga akan pergi pulang keruhamku. Kalau kita di takdirkan untuk bertemu lagi, cepat atau lambat kita akan segera bertemu. Sampai jumpa." (kata Kurnia) sambil melambaikan tangannya kearah Yuna untuk salam perpisahan.
" Yhaa. pada saat itu aku akan mengalahkan mu." (kata Yuna) Dan juga sambil melambaikan tangannya untuk membalas lambaian tangan dari Kurnia.
Setelah itu mereka pun berpisah dan kembali kerumah mereka masing masing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Putra_Andalas
Bahasa mu Garing amat, Thor...😵
2024-12-18
0
sulistyowati Cantik
next next
2023-01-19
1
Mbah Wiro
genjot terus thooor👍👍👍
2022-12-19
1