bab 10

Keesokan harinya.

Mereka berdua mulai berdebat lagi tentang siapa yang akan menang.

" Ayo kita mulai bertarung dan lihat siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah." (kata Yuna)

Yuna yang sangat bersemangat ingin mengalahkan Kurnia. karena Yuna tidak terima orang yang berada di bawah level kultivasinya bisa menerima serangannya dan tidak ada yang menang di antara mereka sangat mereka bertarung.

Sedangkan Kurnia tidak ada sedikit pun rasa bersemangat. karena dia lapar.

" Kenapa kamu cerewet sekali sih... lebih baik kita memburu hewan buas dulu lalu makan dagingnya dan baru mulai bertarung. Baru kita bisa mengeluarkan tenaga penuh kita saat bertarung nanti." (kata Kurnia)

" huh... bilang aja kalau kamu tidak berani" (kata Yuna)

" Yaa terserah padamu. aku akan berburu hewan buas dulu." (kata Kurnia)

Kurnia berjalan untuk berburu hewan buas dan meninggalkan Yuna.

" hei... Kurnia tunggu aku." (kata Yuna)

Yuna pun menyusul Kurnia. Mereka berdua berburu hewan buas bersama.

Tengah hari kemudian mereka kembali dan membawa hewan buruan mereka. setelah itu mereka memanggang daging hewan buruan mereka dan memakannya.

Beberapa saat kemudia.

Mereka sudah selesai makan dan mereka bersiap siap untuk bertarung.

" Ayo kita mulai pertarungan kita." (kata Yuna)

" Yaa baiklah. kalau kamu kalah jangan bilang kalau aku menindas seorang wanita. (kata Kurnia)

" huh... cerewet " (kata Yuna)

Mereka pun bertarung seperti kemarin. Kali ini Kurnia terlihat sedikit lebih unggul dari Yuna. karena sebelumnya Kurnia hanya menahan serangan Yuna saja.

Tapi sekarang berbeda. sebab Kurnia tidak hanya bertahan saja dia juga menyerang.

Beberapa jam kemudian mereka berhenti bertarung karena kelelahan. mereka memulihkan kekuatan setelah bertarung. setelah selesai memulihkan kekuatan.

Mereka bertarung kembali sampai malam hari tiba.

Setelah malam hari tiba mereka berhenti bertarung dan memanggang daging hewan buas buruan mereka dan memakannya.

Selesai makan mereka berlatih sendiri sendiri untuk menyiapkan kekuatan dan strategi untuk saling bertarung lagi besok.

1 minggu berlalu seperti hari hari biasa seperti yang mereka lakukan sebelumnya. Tapi hari ini berbeda mereka memiliki kepercayaan diri untuk menang dan mengalahkan satu sama lain.

" Hahaha.... kali ini kamu akan kalah dari ku Kurnia. aku memiliki kartu As yang baru sekarang." (kata Yuan)

" Jangan terlalu percaya diri. menurutku kali ini kamu lah yang kalah Yuna. aku juga memiliki jurus andalan yang baru. (kata Kurnia)

" Baiklah ayo kita buktikan. dan mulai lagi pertarungan kita. (kata Yuna)

Setelah itu mereka berdua bertarung lagi.

" jurus tinju guntur." (kata Yuna)

" jurus tinju iblis penghancur." (kata Kurnia)

" ayolah kita keluarkan jurus andalan kita. biar kita cepat tau siapa yang akan menang." (Kata Yuan)

" Yaa... aku juga setuju." (kata Kurnia)

Setelah itu Yuna berteriak.

" Yhak.... " (teriakan Yuna)

Ternya Yuna telah naik ke tingkat mendingkers tingkat tinggi.

" Haha... bagaimana menurutmu aku sudah naik ke tingkat mendingkers tingkat tinggi." (kata Yuna)

" Bukan hanya kamu saja lihatlah ini." (kata Kurnia)

Kurnia pun berteriak.

" Yhak..... " (teriakan Kurnia)

Dan ternyata Kurnia juga telah naik ketingkat mendingkers tingkat menegah.

" ohh... tidak aku sangka ternyata kamu juga telah naik tingkat. Tapi naik tingkat kultivasi ku itu bukan satu satunya andalanku." (kata Yuna)

" Aku juga berfikir seperti itu. sepertinya kamu telah mempelajari jurus baru. Aku juga telah mempelajari jurus baru juga. ini akan menjadi lebih seru lagi." (kata Kurnia)

" Yaa.. aku jadi lebih bersemangat untuk mengalahkanmu." (kata Yuna)

Mereka pun saling menyerang dengan jurus baru yang telah mereka pelajari.

" Jurus tinju gelombang angin " (kata Yuna)

Yuna menyerang Kurnia dengan jurus barunya dan Kurnia menghindari jurus Yuna dengan jurus yang juga baru di pelajari.

" langkah shawdo." (kata Kurnia)

Dan mereka terus saling jual beli serangan. mereka bertarung cukup sengit. Saat Yuna kelelahan dan kehilangan konsentrasi Kurnia menggunakan kesempatan itu untuk menyerang.

" langkah shawod." (kata Kurnia)

Tiba tiba Kurnia sudah berada di depan Yuna. Tapi Kurnia tidak menyerang Yuna hanya mengulurkan tangannya dan memegang tubuh Yuna.

Kurnia yang bangga atas kemenangannya tidak sadar kalau Yuna sedang marah.

" Kenapa rasanya berbeda. kenapa ini sangat lembut, besar dan kenyal." (kata Kurnia)

Kurnia yang heran lalu melihat tangannya. ternyata tangannya bukan memegang bahu Yuna tapi tangannya sedang memegang gundukan besar yang indah milik Yuna.

Yaa gundukan itu adalah payudara Yuna yang besar dan indah itu. Yuna yang marah karena buah dadanya di pegangan oleh Kurnia dan akhirnya Yuna menampar wajah Kurnia dengan keras.

" plakk... " (suara tamparan yang mendarat ke wajah Kurnia)

" Ma. maaf.... aku tidak sengaja. (kata Kurnia)

Kurnia langsung menarik tangannya dari buah dada yang indah milik Yuna. Yuna pun berlari pergi menjauh dari Kurnia sambil bersedih.

Dan Kurnia hanya bisa diam dan menunggu agar Yuna tenang. Baru dia akan mengajak Yuna bicara dan meminta maaf kepada Yuna.

Terpopuler

Comments

Dhewa Samadhi

Dhewa Samadhi

Autor cabul,Bahasanya saja masih recehan novel busuk

2024-11-15

0

Putra_Andalas

Putra_Andalas

Bahasa Opooo iki..!?? inggris amburadul... SHADOW ✓

2024-12-18

0

sulistyowati Cantik

sulistyowati Cantik

gas....next

2023-01-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!